Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 39 : Bunga sekolah


__ADS_3

Saat setelah pulang dari sekolah Ferisu melakukan rutinitas nya seperti biasanya. Hari-hari pun berlangsung dengan damai dan kehidupan sekolah yang normal pun di dapatkan oleh Ferisu.


Saat berada di sekolah jam istirahat pertama Ferisu pergi ke taman seorang diri sembari membaca novel di bangku taman. Pada saat itu ada seorang siswi yang menghampirinya.


"Apa aku boleh duduk di sebelah mu?". Ujar siswi itu.


"Yah..". Jawab Ferisu seolah tak peduli dan fokus pada novelnya.


Gadis itu pun duduk di sebelah Ferisu sembari meminum minuman kaleng dan sesekali melirik Ferisu. Sadar akan hal itu Ferisu pun menutup novel nya dan menoleh ke arah gadis tersebut.


"Apa kamu mau berbicara denganku?". Tanya Ferisu pada gadis itu.


"Ah eh... ah maaf karena aku mengganggu mu saat membaca". Gelagap gadis itu karena terkejut saat Ferisu berbicara dengannya.


"Gak apa kok, ada apa?". Ujar Ferisu dengan senyum di wajahnya.


"Kamu murid baru yang masuk 1 minggu yang lalu kan?". Tanya gadis itu.


"Iya, ada apa?". Ucap Ferisu dengan heran.


"Ah gak apa-apa kok, aku cuma penasaran aja sama murid pindahan ehehe". Ujar gadis itu dengan tawa kecilnya.


Gadis itu pun melirik ke arah novel yang di pegang oleh Ferisu. "Itu novel fantasy ringan bukan?". Tanya gadis itu sembari menunjuk novel itu.


"Iya, aku suka dengan hal-hal yang berbau dengan fantasy dan action, terlebih lagi jika ada yang berhubungan dengan vampir". Ujar Ferisu dengan semangat.


Mereka berdua pun terus mengobrol mengenai novel dan hal yang lainnya, tanpa di sadari bell pun berbunyi. "Ternyata kamu orang nya asik juga yah, ah iya aku lupa memperkenalkan nama ku. Kenalin namaku Mia Starla, kamu bisa panggil aku Mia". Ujar gadis itu dengan senyum di wajahnya.


"Namaku Ferisu, senang mengenalmu Mia". Ujar Ferisu dengan senyum lebar di wajahnya.


Mereka berdua pun kembali ke kelasnya masing-masing dan melanjutkan pelajaran. Saat di dalam kelas Haru yang berada cukup dekat dengan Ferisu pun berbisik dari mejanya.


"Ferisu.. sst hei". Bisik Haru memanggil Ferisu.


"Ya?". Jawab Ferisu yang mendengar bisikan Haru.


"Kau saat istirahat pertama tadi, duduk bersama Mia-san di taman kan?". Tanya Haru.


"Iya, ada apa?". Tanya Ferisu heran.


"Gak apa-apa sih, nanti aku akan menceritakan nya padamu". Ujar Haru.

__ADS_1


Ferisu pun kebingungan karena ucapan Haru. Pelajaran pun akhirnya selesai dan waktu istirahat pun tiba, saat itu mereka pergi ke atap seperti biasanya dan berkumpul untuk makan siang bersama.


"Hei apa kalian tau?". Ucap Haru.


"Yah gak tau lah, kau aja nanya nya absurb gitu". Ujar semua orang.


"Saat istirahat pertama tadi Ferisu duduk bersama dengan Mia-san berdua di taman dan mereka berdua terlihat sangat dekat... apa mungkin...". Ujar Haru sedikit menggoda Ferisu.


"Apa yang mau kau katakan Haru? aku baru saja mengenalnya hari ini, terlebih lagi kami berdua hanya membicarakan mengenai sebuah novel itu saja". Ujar Ferisu sembari memakan bekalnya.


"Yang benar saja? padahal baru satu minggu kau sudah bisa sedekat itu dengan bunga sekolah?!". Ujar ketua kelas.


"Apanya yang bunga sekolah hmpph". Ucap gadis berambut hitam.


"Sudahlah-sudahlah kau juga termasuk bunga sekolah kok Yoruka". Ujar gadis rambut coklat.


"Bunga sekolah?". Ujar Ferisu dengan heran.


"Eh, ahahah aku lupa menceritakan nya. Gadis yang duduk bersama dengan mu saat istirahat pertama tadi adalah bunga sekolah kita dan termasuk gadis top tier karena kecantikannya". Jelas Haru.


"Hei Haru, apa kau bisa berhenti membicarakan gadis itu?". Ujar Yoruka dengan tatapan tajam.


"Eh! iya!". Haru pun sontak diam dan memakan bekalnya.


"Ah, itu sebenarnya terjadi saat fertival sekolah tahun kemarin saat kontes kecantikan". Ujar ketua kelas.


"Diamlah!". Ujar Yoruka menatap ketua kelas.


"Maaf aku bukannya bermaksud begitu, aku hanya sedikit penasaran". Ujar Ferisu karena tak enak dan suasanya terasa canggung.


"Gak apa kok, lagi pula kau juga tak tau mengenai hal itu". Ujar Yoruka sembari memakan bekalnya.


Hari-hari pun terus berlangsung dengan tenang dan semakin hari Mia selalu mendekati Ferisu. Mereka berdua pun menjadi rumor di sekolahan itu. Rumor itu menyebar dengan cepat yang katanya bunga sekolah akhirnya menemukan sang pangeran berkuda nya.


"Apa-apaan rumor itu...". Gumam Ferisu di dalam kelasnya.


"Ahahah sepertinya pangeran berkuda kita sedang banyak pikiran". Ujar Haru sembari menepuk-nepuk pundak Ferisu.


"Huft, hei Haru. Ke kantin yuk". Ucap Ferisu mengajak Haru ke kantin karena ia ingin membeli minuman dingin.


"Ayo aja". Haru pun menerima ajakan Ferisu.

__ADS_1


Saat sampai di kantin mereka melihat Mia yang sedang duduk di meja sendirian, tiba-tiba karena kecerobohan seorang siswa mangkuk mie yang panas terlempar. Saat itu Ferisu pun langsung berlari dan menghalangi mie itu agar tak mengenai Mia yang saat itu sedang duduk tepat di mana mie itu akan mendarat.


"Ugh...". Gumam Ferisu yang merasakan panas di tubuh bagian belakangnya yang terkena kuah mie tersebut.


"Eh Ferisu?!". Ujar Mia yang terkejut.


"Apa kau tak apa?". Tanya Ferisu.


"Aku tak apa, tapi kamu...". Ucap Mia dengan kawatir.


"Ahaha tak apa, panas segini tak akan membahayakan ku. Aku mau ke wc dulu untuk membasuhnya sekalian ganti baju olahraga". Ujar Ferisu sembari mengelap bekas mie di bagian belakangnya.


"kyaaa!! kalian lihat itu?! sang Pangerang melindungi putri dari serangan penjahat". Teriak seorang gadis yang saat itu berada di kantin.


"A~ apa yang kalian katakan...". Ujar Mia dengan muka memerah karena malu.


"Sang putri lagi malu tuh... xixixi". Ujar Haru. "Kau harus menjaganya dengan baik pangeran". Ucapnya sembari mengacungkan jempol.


"A~ apa yang kau ka~ katakan!". Ujar Ferisu dengan terbata-bata karena malu.


Mia pun melihat mata Ferisu begitu pula sebaliknya, keduanya pun menjadi salting dan memalingkan pandangannya.


"A~ aku mau ke wc sebentar...". Ujar Ferisu dengan canggung lalu pergi dari area kantin.


"I~iya...". Balas Mia dengan muka memerah dan menundukkan kepalanya.


"Oi Ferisu! tungguin oi!". Ujar Haru mengejar Ferisu yang berlari ke wc.


Di dalam wc Ferisu membasuh mukanya dan mengganti pakaiannya ke pakaian oleh raga. Disana ia berkaca dan memegang dadanya yang berdegum dengan kencang.


"Perasaan apa ini...?". Gumamnya dengan bingung.


"Hehe, sepertinya pangeran kita sedang merasakan jatuh cinta...". Goda Haru sembari menekan pipi Ferisu dengan telunjuknya.


"Jatuh cinta?". Gumam Ferisu dengan heran.


"Oi Ferisu jangan-jangan ini adalah kali pertamanya kau jatuh cinta?!". Ujar Haru terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE


__ADS_2