
Saat malam hari di pulau yang tandus itu, sebuah cahaya yang bersinar terang muncul saat Ferisu menggunakan regenerasi pada tanah nya dan seorang pria tua muncul dari tanah tersebut. Pria tua itu bilang jika dirinya adalah roh yang tinggal di pulau tersebut.
Roh adalah sebuah entitas yang berbeda dengan para makluk yang tinggal di dunia itu. Para roh biasanya tak dapat di lihat tanpa adanya sebuah skill khusus dan biasanya orang-orang hanya bisa merasakan kehadirannya.
Roh yang dapat memperlihatkan wujudnya dan berbentuk seperti manusia atau pun makhluk lainnya adalah sebuah roh tingkat tinggi. Mereka adalah roh yang memimpin atau mengatur para roh lain.
Slyph adalah roh tingkat tinggi ber elemen angin.
Gnome adalah roh tingkat tinggi ber elemen tanah.
Ifrit adalah roh tingkat tinggi ber elemen api.
Undine adalah roh tingkat tinggi ber elemen air.
Selain mereka juga ada yang namanya raja roh, mereka adalah para roh yang mengatur. Seperti raja roh bumi Ghob, mereka mengatur para gnome atau roh bumi lainnya agar menjaga kelestarian tanah dan lingkungan.
Selain roh elemen juga ada roh penjaga seperti roh rumah, roh penjaga anak dan lainnya. Mereka biasanya akan menjaga hal yang mereka jaga agar tetap aman dan terjaga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat kakek tua itu muncul Ferisu menjadi kaget karena terlalu tiba-tiba. Setelah kakek tua itu bilang jika dirinya roh Ferisu pun sedikit menurunkan kewaspadaannya.
"Kau adalah roh? kenapa aku bisa melihat mu?". Ujar Ferisu yang tak mengetahui soal roh.
"Tentu saja, aku adalah roh tingkat tinggi yang dapat menunjukkan wujud ku pada makhluk lain yang tinggal di dunia ini". Ujar kakek tua itu.
"Itu kan roh tanah tingkat tinggi Gnome!". Ujar Licia yang terkejut saat melihat kakek tua itu.
"Hoho, gadis elf kau ternyata punya pengetahuan. Terlebih lagi kau mempunyai skill spirit eye, tak heran jika kau cukup mengetahui soal roh". Ujar Gnome.
Licia pun tersenyum.
"Jadi, apa kau bisa menghidupkan tanah yang mati ini kembali subur?". Ujar Ferisu pada Gnome itu.
"Tentu saja! apa kau bisa memberikan energi sihir mu pada ku? kalian tak perlu meratakan pupuk itu, aku akan memanggil roh tanah yang lainnya untuk memakannya dan memberikan nutrisinya ke tanah pulau ini". Ujar Gnome.
Ferisu pun menyetujuinya, ia pun kembali menggunakan skill regenerasi dan menyalurkan energi sihirnya dalam jumlah yang besar. Secara perlahan tanah itu mulai di tumbuhi rerumputan.
__ADS_1
Semua orang pun terkejut melihat hal itu, tanah yang dulunya adalah tanah mati yang tandus, berubah menjadi sebuah lahan yang di penuhi oleh rerumputan hijau.
Tak lama kemudian Ferisu berhenti menyalurkan energi sihirnya karena sudah tersisa 10% lagi. "Huh.. hah.. cukup sudah untuk hari ini, aku sudah kehabisan energi sihir". Ujar Ferisu dengan nafas terengah-engah.
Dengan jumlah energi Ferisu yang cukup banyak, 7 hektar tanah di pulau itu sudah kembali pulih. Para iblis yang melihat Ferisu kelelahan berinisiatif untuk menyumbangkan energi sihir mereka.
"Tuan, biarkan kami melakukannya juga". Ujar Takeo.
"Eh? apa kalian bisa?". Ujar Ferisu.
"Tentu! kami tak bisa diam saja, sedangkan Ferisu-sama kelelahan". Ujar Takeo.
"Baiklah, Gnome-san apa energi sihir mereka juga bisa?". Tanya Ferisu.
"Tentu, semua energi sihir bisa kami serap mau itu dari ras iblis atau ras lainnya". Jawab Gnome.
Takeo dan iblis lainnya pun menyalurkan energi mereka secara bergantian, begitu pula dengan Ferisu yang selesai istirahat dan mengumpulkan energi sihir lagi. Hingga pagi hari pun tiba, sudah ada sekitar 15 hektar tanah yang subur.
"Fwahh! ini sangat melelahkan". Ujar Ferisu sambil berbaring dengan nafas terengah-engah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Para beastman yang mendengar jika kerajaan elf di serbu oleh iblis sudah siap siaga dan memperkuat pasukannya. Karena beastman dan elf masih berseketu mereka berupaya untuk memberikan bala bantuan.
Namun, di saat mereka ingin berangkat menuju ke ibu kota elf. Tiba-tiba muncul sebuah berita jika penyerangan iblis sudah selesai dan mereka mundur.
Raja beastman pun bertanya mengenai arah perginya ras iblis tersebut. Pemberi berita pun memberi tahu jika para iblis itu berjalan mengarah ke dead land.
"Apa sebenarnya tujuan mereka?". Ujar raja beastman yang kebingungan.
"Yang Mulia, apa yang akan kita lakukan?". Ujar kesatria kerajaan.
"Untuk saat ini kita persiapkan pasukan dan kekuatan tempur, setelah itu kita akan pergi ke dead land". Ujar raja.
"Baik!". Ujar kesatria itu, ia pun keluar dari ruangan untuk berlatih bersama kesatria lain demi memperkuat diri mereka.
Setelah laporan selesai, kedua putri kerajaan beastman pun masuk ke ruangan dan berbicara dengan ayah mereka sang raja.
__ADS_1
"Ada apa ayah?". Ujar Yuki karena penasaran.
Raja pun menjelaskan mengenai kerajaan elf yang di serang oleh para iblis, namun serangan itu berhenti dan para iblis pun mundur menuju ke dead land. "Untuk saat ini kita akan memperkuat pasukan terlebih dahulu, mengingat peperangan sudah mulai berkibar kembali. Sekutu kita ras manusia mulai menyerang kita dan menjadi musuh lagi". Ujar Raja.
"Iblis?! bagaimana dengan ibu kotanya?". Ujar Yuki yang terkejut mendengar hal itu.
"Ibu kota tak mengalami kerusakan yang begitu parah. Namun, ada sedikit hal yang aneh, kenapa para iblis itu menuju ke dead land?". Ujar Shiro yang sudah mendengar berita itu.
"Seperti yang Shiro katakan, tapi ada juga laporan mengenai seseorang yang menjadi pahlawan yang menyelamatkan ibu kota elf dari serangan iblis". Ujar raja.
"Siapa?". Ujar Shiro dan Yuki secaa bersamaan.
"Ayah tak tau, namanya tak di sebutkan atau mungkin di rahasiakan". Ujar raja.
"Hmmm...". Shiro pun memegang dagunya dan ia pun teringat dengan Ferisu. "Ah benar juga, saat kami pergi ke kota Azpire kami bertemu dengan seorang iblis". Ujar Shiro.
"Iblis?! apa yang terjadi?". Ujar raja yang terkejut.
"Iblis itu tak menyerang kami atau pun menyakiti kami, sebaliknya dia malah menolong kami dari serangan bandit". Jelas Shiro.
"Bukan hanya itu, iblis itu berasal dari clan vampir yang sudah punah 200 tahun yang lalu". Ujar Yuki.
Raja pun terkejut mendengar hal itu. "Apa itu benar?!". Ujar raja yang masih tak mempercayainya.
"Itu benar ayah, seorang kesatria dengan skill mata dewa yang memberitahukan hal itu". Ujar Yuki.
"Ternyata masih ada yang hidup". Ujar raja dengan tampang yang kawatir. "Apa benar dia tak mempunyai niat tersembunyi?". Tanya raja.
"Hmm? kami tak tau soal itu. Selama ia berada di kota, tak ada satupun kejadian aneh". Ujar Shiro.
"Emang nya ada apa ayah? sampai membuatmu terlihat kawatir seperti itu?". Tanya Yuki dengan heran.
"Tidak, tak apa". Ujar sang raja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE