Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 59 : 5 Pemuda Yang Terpilih


__ADS_3

Di suatu kampus ada lima orang sahabat yang begitu dekat, dua laki-laki dan tiga perempuan. Saat sepulang sekolah mereka berencana untuk mampir ke tempat karaoke untuk refresing karena baru selesai melakukan ujian.


"Gua beli pulsa bentar ya" ujar salah satu pria menunjuk ke sebuah konter di pinggir jalan.


Ke empat temannya yang lain pun mengangguk dan menunggu si pria tersebut membeli pulsa. Setelah itu mereka berjalan menuju ke lokasi tempat karaoke, hanya saja di saat dalam perjalanan tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang kakek tua yang tergeletak di sebuah gang.


Karena tak tega, mereka pun menghampiri kakek tersebut dan menanyainya. "Apa anda baik-baik saja kek?" tanya seorang gadis.


"Eghmm... Yuusha-sama..." gumam kakek itu dengan terbata-bata.


Mereka berlimapun kebingungan karena ucapan kakek tersebut "Apa yang di bicarakan pak tua ini?" ujar salah satu pria dengan heran.


"Terimakasih kasih dewi... dengan begini tugasku sudah selesai..." ucap kakek tersebut sembari membuat sebuah lingkaran sihir.


"A~ apa yang-"


Swwoooff!!!


Sebuah cahaya yang sangat terang bersinar di gang sepi tersebut, kelima mahasiswa dan kakek tersebut hilang entah kemana.


...----------------...


Di sebuah ruang singgasana, terbuka sebuah lingkaran sihir yang memindahkan kelima pemuda tersebut bersama dengan kakek tua itu.


"Sa~ saya berhasil menemukan nya Yang Mulia..." ucap kakek tua itu melapor pada sang raja.


Raja pun mengangguk "Kerja bagus tuan Sage" ujarnya sembari mengarahkan para penyihir untuk merawat sang Sage.


Sage tersebut terlihat begitu lemas dan kurus, sedangkan kelima pemuda itu terlihat begitu kebingungan. Pada saat itu seorang perempuan dengan pakaian yang anggun datang mendekati kelima pemuda tersebut.


"Terimakasih karena telah memenuhi panggilan kami Yuusha-sama" ucap gadis itu sembari menundukkan kepalanya.


"Yuusha? apa yang kau katakan? kami ini hanyalah mahasiswa biasa" ujar seorang pria.


"Saya tahu jika kalian semua kebingungan, saya akan menjelaskannya" ucap gadis itu.


Karena sebuah ramalan yang di dapatkan oleh seorang saint, sebuah artefak yang tersimpan di ruang penyimpanan kerajaan bersinar dengan terang. Artifak itu adalah item untuk memanggil seorang pahlawan suci dari dunia lain. Pahlawan itu berjumlah 5 orang dengan kemampuan yang berbeda-beda.


Seorang Pahlawan dengan kekuatan suci, Saint dengan kemampuan penyembuhan tingkat tinggi, Arcmagician dengan kemampuan sihir yang kuat, Assasin yang mempunyai kemampuan pergerakan yang cepat dan Paladin yang mempunya kemampuan pertahanan yang tinggi.


Setelah menggunakan artifak tersebut, terbuka sebuah lingkaran sihir yang menghubungkan kedua dunia. Seorang Sage pun di kirimkan ke dunia itu untuk mencari kelima pahlawan tersebut. Selama di dunia itu dia tak bisa menggunakan kekuatan sihir, jadi dia hanya bisa diam dan menunggu. Setelah seminggu menunggu akhirnya ada 5 orang yang mendekatinya.


Kelima orang itu adalah para pahlawan yang terpilih, dengan kemampuan unik yang di dapatkan saat berpindah dunia. Mereka mendapatkan sebuah tugas yang berat, yakni mengalahkan dewa jahat yang akan bangkit di masa yang akan datang. Karena itulah pemanggilan di lakukan, agar para pahlawan bisa beradaptasi dan menjadi lebih kuat untuk melawan sang dewa jahat.


"Begitu yah, aku paham dengan apa yang anda jelaskan" ujar seorang pria dengan kacamata.


"Yah kurasa tak ada salahnya membantu mereka, terlebih lagi kita berada di isekai!" ujar teman prianya dengan semangat.

__ADS_1


Setelah mengerti dengan situasinya, putri kerajaan tersebut meminta para pahlawan untuk memperlihatkan status mereka.


...Nama : Yosuga Haru...


...Ras : Manusia...


...Age : 22 tahun...


...Gender : Laki-laki...


...Job : ★Hero...


...Nama : Himekawa Yoruka...


...Ras : Manusia...


...Age : 21 tahun...


...Gender : Perempuan...


...Job : ★Assasin...


...Nama : Starla Mia...


...Ras : Manusia...


...Age : 21 tahun...


...Gender : Perempuan...


...Nama : Akatsuki Kibe...


...Ras : Manusia...


...Age : 23 tahun...


...Gender : Laki-laki...


...Job : ★Palladin...


...Nama : Onikawa Elis...


...Ras : Manusia...


...Age : 21 tahun...


...Gender : Perempuan...

__ADS_1


...Job : ★Arcmagician...


Setelah pengecekan semua yang datang sesuka dengan yang ada di dalam ramalan. Kelima orang itu pun berlatih dengan keras agar bisa menjadi lebih kuat demi mengalahkan dewa jahat. Setelah satu bulan berlalu mereka berhasil menaklukan sebuah dungeon rank D.


"Haa.. tak kusangka kita benar-benar berada di dunia fantasy" ujar Haru setelah keluar dari penaklukan dungeon.


"Kau benar, biasanya ini hanya ada di dalam novel ataupun komik" balas Kibe.


Kelima orang itu selalu berusaha keras dalam meningkatkan kekuatan mereka. Tapi ada sebuah bahaya besar yang akan datang ke arah ibu kota kerajaan Holan yang mereka tinggali.


...----------------...


Di sisi lain, dua hari setelah berlabuh di kota Griya. Akhirnya Yuki merasa baikan, karena hal itu Ferisu memutuskan untuk pergi menuju ke ibukota kerajaan Holan demi bertemu dengan sang raja. Perjalanan menuju ke ibukota akan memakan waktu 2 hari dengan kereta kuda.


"Shiro benar-benar penasaran dengan ibu kota kerajaan di benua ini" ucap Shiro sembari melihat keluar jendela kereta.


"Shiro jaga sikapmu, jangan berperilaku tidak sopan saat disana" ujar Yuki.


"Hee... padahal onee-chan yang memperlama perjalanan kita karena mabuk laut.." balas Shiro.


"Uggh... ma~maaf" ucap Yuki sembari memalingkan mukanya yang memerah karena malu.


"Yah semoga saja tak ada hal yang merepotkan terjadi nanti" gumam Ferisu sembari melihat keluar jendela.


"Hal yang merepotkan?" tanya Licia dengan penasaran.


"Iya.. aku merasakan sebuah firasat yang buruk, tapi semoga saja itu hanya firasat ku saja" ujar Ferisu sembari memejamkan matanya dan tertidur.


Setelah perjalanan yang panjang mereka pun akhirnya sampai di ibu kota kerajaan Holan. Saat sampai disana mereka mencari sebuah penginapan terlebih dahulu dan jalan-jalan melihat-lihat kota tersebut. Sebuah kota yang sangat damai, tapi hal itu tak bertahan lama.


Secara tiba-tiba langit yang cerah menjadi gelap, petir-petir pun bergemuruh dengan kuatnya. Sebuah lonceng di bunyikan demi memperingati para penduduk untuk masuk kedalam rumah mereka. Ferisu dan yang lainnya pun kembali ke dalam penginapan sembari mencari tahu tentang kejadian itu.


"Ini... salah satu pertanda bangkitnya evil god bukan..." Ujar Licia yang melihat ke luar jendela.


Karena sering membaca buku, Licia memiliki wawasan yang luas. Ia pun menjelaskan kepada Ferisu dan dua lainnya mengenai kejadian tersebut. Walaupun itu hanyalah awal pertanda dari kebangkitan evil god namun, bencana yang di hasilkan sangatlah mengerikan.


Biasanya bencana itu akan turun di dekat pahlawan suci yang di panggil oleh sebuah kerajaan mengenakan artifak. Sebuah serbuan monster yang muncul dari awan hitam di langit. Bencana yang begitu mengerikan sehingga bisa melenyapkan sebuah kota hanya dalam waktu satu malam.


"Kalau begitu aku akan keluar untuk melawan monster-monster itu" ujar Ferisu yang sudah paham mengenai situasinya.


"Tidak! itu terlalu berbahaya Ferisu-sama!" ucap Licia yang melarang Ferisu pergi.


"Itu benar" ujar Yuki.


Ferisu pun mengelus lembut kepala ketiga gadis tersebut "Tak perlu khawatir, kalian tahu bukan seberapa kuat suami kalian ini?" ucapnya dengan tersenyum percaya diri.


"Aku tak akan membiarkan mereka menyentuh kalian, tenang saja aku akan kembali hidup-hidup" ujar Ferisu melompat keluar dari jendela.

__ADS_1


__ADS_2