
Dalam perjalanan menuju ke kota Azpire, Ferisu di lewati oleh sebuah kereta kuda yang cukup mewah. Kereta kuda itu nampak seperti milik keluarga bangsawan.
Namun saat berjalan lagi kedepan,kereta yang melewatinya tadi terlihat berhenti. Dan tiba-tiba muncul banyak orang mengepung kereta itu.
"Sepertinya kereta itu di serang oleh para bandit...". Gumam Ferisu.
"Anoo... Ferisu-sama, apa kau tak ingin membantu mereka?". Ujar Licia dengan muka yang kawatir.
"Tidak, kau tau putri. Aku tak ingin terlibat dengan urusan orang lain, kita akan melewati mereka. Aku akan menghilangkan hawa kehadiran kita berdua". Balas Ferisu.
Ferisu dan Licia pun berjalan perlahan melewati para bandit, namun salah satu bandit mengetahui keberadaan mereka dan menghadang.
"Wah... Wah... Ada barang bagus disini". Ujar bandit itu sambil melirik Licia.
Ferisu pun langsung membuat pisau dari darah dan mengarahkannya ke leher bandit itu.
"Cepatlah menyingkir jika kau tak ingin mati!". Ujar Ferisu dengan tatapan tajam.
Tetapi bandit itu mencoba untuk bergerak untuk mengunci Ferisu, namun hal itu dapat dengan mudah di baca oleh Ferisu. Bandit itu pun di bunuh oleh Ferisu dengan cara menusuk nya di bagian jantung.
Pada saat itu, para bandit yang lain pun berdatangan karena melihat teman mereka yang di bunuh oleh Ferisu.
"Oi! kau! tau apa yang barusan kau lakukan bocah!?". Ujar pemimpin bandit.
"Huh? tentu saja, aku hanya membunuh serangga yang mengganggu". Balas Ferisu sambil tersenyum sinis.
Mendengar hal itu, para bandit pun menjadi sangat marah dan menyerang Ferisu dengan membabi buta.
Ferisu pun menggendong Licia dan bergerak menjauh sembari menghindari serangan para bandit.
Saat sampai di kereta kuda itu, Ferisu menurun kan Licia dan menyuruhnya untuk diam disana dan tak bergerak kemanapun.
Setelah mengamankan Licia Ferisu pun langsung pergi menerjang ke arah para bandit. Bagi Ferisu para bandit hanya seperti serangga yang mengganggu perjalanannya, ia dapat mengalahkan mereka semua dengan mudahnya.
Hingga sampai tersisa 1 bandit lagi, yang merupakan pemimpinnya. Pemimpin bandit itu terduduk dan bersujud pada Ferisu demi nyawanya.
"Kumohon ampuni aku, tolong jangan bunuh aku, aku akan memberikan mu semua harta yang kumiliki dan aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan ku lagi. Aku akan menjadi orang yang baik". Ujar bandit itu dengan putus asa.
"Maaf ya, tapi aku bukanlah orang yang akan membiarkan seseorang yang mencoba membunuh ku pergi begitu saja". Balas Ferisu sambil mengangkat Kuro ke atas dengan tatapan sinis.
Slaasshh...!!
Bandit itu pun di tebas oleh Ferisu hingga mati. Setelah selesai mengurusi para bandit, Ferisu pun berjalan menuju ke arah kereta dan melihat Licia yang sedang mengobati 2 kesatria serta 1 kusir dari kereta tersebut.
__ADS_1
Karena suasana sudah menjadi tenang dan hening, tiba-tiba pintu kereta kuda itu pun terbuka dan 2 orang wanita pun keluar dari kereta tersebut.
"Kalian berdua, bukannya pengelana yang kami lewati barusan?". Ujar Yuki.
"Iya, tolong tunggu sebentar. Saya harus mengobati mereka terlebih dahulu". Ujar Licia.
"Bagaimana kondisi mereka putri?". Tanya Ferisu pada Licia.
"Kondisi mereka cukup parah, aku tak yakin dapat menyelamatkan mereka". Ujar Licia dengan raut muka yang murung.
"Begitu, kalau begitu menyingkirlah kau tak perlu membuang energi sihir mu untuk mereka". Ujar Ferisu.
Namun Licia tak menghentikan sihir penyembuhnya dan terus mencoba untuk mengobati ke tiga orang itu, walau diri nya sudah mulai kehabisan energi sihir.
"Putri, apa kau dengar yang ku katakan barusan?". Ujar Ferisu.
"Tidak! Jika aku menyingkir sekarang dan menghentikan sihirnya. Mereka bertiga akan mati!". Teriak Licia yang tak ingin membiarkan ke tiga orang itu mati.
Gadis ini...
Huft... Sepertinya aku tak punya pilihan lain...
"Menyingkirlah, kau tak perlu memaksa diri mu. Istirahat lah dan pulihkan energi sihirmu, aku akan menyembuhkan mereka". Ujar Ferisu mendekat ke samping Licia.
"Benarkah?". Ujar Licia dengan penuh harapan.
Licia pun menghentikan sihirnya dan mundur menjauh.
"Regenerasi super". Ujar Ferisu menggunakan skillnya.
Secara perlahan luka-luka dari ke-3 orang itu mulai menutup dan sembuh. Bahkan tangan salah seorang kesatria yang putus pun secara perlahan menyatu kembali dan utuh seperti sedia kala.
"Baiklah sudah selesai". Gumam Ferisu bangun berdiri.
Ferisu pun berjalan menghampiri Licia dan menarik tangannya. Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan tanpa sepatah kata pun pada 2 orang wanita dari ras beastman itu.
"Regenerasi super! Barusan tadi dia menggunakan itu bukan?!". Ujar Yuki dengan kaget.
"Iya, aku tak pernah dengar ada orang yang bisa menggunakan skill itu, untuk menyembuhkan orang lain. Biasanya skill regenerasi hanya bisa di gunakan untuk diri sendiri". Ujar Shiro yang sama kaget nya.
"Siapa pria itu?". Gumam Shiro dan Yuki.
Setelah 5 menit berlalu ketiga orang itu pun sadarkan diri, dan kaget melihat diri mereka masih hidup dengan luka yang sudah sembuh.
__ADS_1
"Apa kalian tak apa-apa?". Ujar Yuki dengan kawatir.
"Kami tak apa-apa tuan putri. Tapi, kenapa kami masih hidup? Seingat saya, kami bertiga menerima luka yang sangat fatal". Ujar Sebas seorang kusir kuda sekaligus bartender kerajaan.
"Tadi ada 2 orang pengelana yang menolong kita". Ujar Shiro.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, dan tak lama kemudian mereka pun menyusul Ferisu dan Licia.
Saat melewati Ferisu, kereta kuda itu pun berhenti. Yuki dan Shiro pun keluar dari kereta, dan mengajak Ferisu untuk pergi menuju ke kota Azpire bersama-sama dengan kereta.
"Terima kasih atas tawarannya, tapi aku menolak". Ujar Ferisu sambil berbalik dan berjalan.
"Apa kau tak kasian dengan kekasih elf mu ini? dia pasti kelelahan karena berjalan sepanjang waktu". Ujar Shiro sambil memeluk Licia dari belakang.
Ferisu pun berbalik dan berjalan mendekat kearah Licia. "Kalau begitu". Gumam Ferisu.
"Hiyaa! Fe~Ferisu-sama!". Teriak Licia yang kaget.
"Aku akan menggendong nya sambil berjalan". Ujar Ferisu yang sudah menggendong Licia.
"Anuu... Ferisu-sama, apa kau bisa menurunkan ku? dan saya rasa tak buruk juga untuk melakukan perjalanan bersama dengan mereka". Ujar Licia dengan muka yang memerah karena malu di gendong.
"Huh, baiklah". Ferisu pun menurunkan Licia dan menerima ajakan Yuki dan Shiro.
Saat berada di dalam kereta
"Saat kau menyembuhkan prajurit kami tadi, kau tak menggunakan sihir melainkan skill bukan? siapa kau sebenarnya?". Ujar Shiro dengan serius.
"Berbicara seperti itu pada penyelamat mu, kau sangat tak sopan yah rubah kecil". Balas Ferisu.
"Si~siapa yang kau panggil rubah kecil!". Ujar Shiro dengan ketus.
"Aku hanyalah seorang pengembara biasa yang kebetulan lewat itu saja". Ujar Ferisu.
Mendengar hal itu, Shiro menjadi tak ingin bertanya lagi pada Ferisu. Selama perjalanan itu Ferisu hanya diam sambil melihat keluar jendela dari kereta.
Yuki dan Shiro mencoba bertanya pada Licia tentang Ferisu, namun Licia tak mau menjawabnya. Karena Licia pun tak mengetahui soal Ferisu cukup dalam, lagi pula mereka baru bertemu 1 hari yang lalu.
Setelah perjalanan yang cukup panjang mereka pun sampai di gerbang kota Azpire.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE