Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 18 : Tujuan Perjalanan


__ADS_3

Keesokan pagi nya, semua orang di istana di hebohkan karena kejadian semalam. Raja elf pun menyuruh para bawahannya untuk melakukan penyelidikan dan menemukan pelakunya.


Ferisu pun berkumpul dengan para goblin untuk melakukan rapat. Mereka berbincang di halaman belakang istana, tepatnya di lapangan latihan para kesatria.


"Ferisu-sama, apa yang anda ingin perintahkan? Kami akan berusaha untuk mencari pelaku tersebut sekuat tenaga!". Ujar Takeo.


"Tidak, kalian tak perlu melakukan hal itu. Untuk sekarang aku ingin kalian semua pergi menuju ke Dead Land terlebih dahulu, aku akan menyusul kalian nanti". Ujar Ferisu.


"Perjalan menuju ke Dead Land memakan waktu 1 bulan jika berjalan kaki". Ujar Takumi.


"Apa tempatnya sejauh itu?". Tanya Ferisu.


"Yah, lokasi Dead Land berada di luar wilayah semua ras. Tempat itu merupakan sebuah pulau tak berpenghuni, yah karena tak ada 1 pun tanaman maupun makhluk hidup yang bisa tinggal disana. Jadi semua ras pun tak ada yang menginginkan tempat itu, karena tak akan mendapatkan keuntungan apapun". Jelas Takumi.


"Hmm, aku mengerti. Kalau begitu aku akan memberikan kalian beberapa perlengkapan, peralatan sihir dan merapalkan beberapa sihir penguat pada tubuh kalian. Sihir ini akan bertahan selama 7 hari jadi setidaknya kalian akan bisa bergerak lebih cepat menuju tempat itu". Ujar Ferisu.


"Baik!". Ujar semua goblin.


Ferisu pun menggunakan skill balcksmite nya dan mengeluarkan berbagai material dari penyimpanan nya untuk membuat peralatan seperti senjata, armor dan jubah sihir.


Selama proses pembuatan, para kesatria elf yang melihat hal itu hanya bisa ternganga karena melihat berbagai material monster rank tinggi. Mereka pun mulai berfikir jika Ferisu bukan lah seorang manusia biasa pada umumnya.


Melihat dari skill penyimpanan dimensi yang kelangkaannya 1:1000000. Begitu pula dengan berbagai material monster yang hanya bisa di kalahkan dengan 4 buah party petualang rank A.


Ferisu pun akhirnya menyelesaikan semua perlengkapan nya. 10 buah armor untuk hobgoblin warior, dan 10 buah mantel sihir untuk goblin dengan job penyerang belakang dan support, dilengkapi dengan sihir enchant dan senjata untuk para goblin.


"Baiklah, peralatannya sudah selesai. Kalian berbarislah 4 persab". Ujar Ferisu memberi instruksi.


Para goblin pun langsung berbaris mengikuti ucapan Ferisu. Saat mereka sudah berbaris Ferisu pun menggunakan sihir encant pada mereka atau penguat fisik.


"Boost, Acceleration, Protection, Magic & Physical Resistance, Poison Resistance dan Night Vision". Ujar Ferisu menggunakan skillnya pada para goblin.


Tubuh para goblin itu pun bersinar karena menerima skill-skill tersebut.


"Terima kasih Ferisu-sama!". Ujar para goblin sambil berlutut.


"Yah, jadi kapan kalian akan berangkat?". Tanya Ferisu.


"Siang nanti kami akan langsung berangkat setelah makan siang". Ujar Takeo.


"Baiklah, berhati-hatilah. Oh yah, bawalah ini". Ujar Ferisu sambil memberikan 2 buah botol kecil berisikan darahnya.


"Darah? ini untuk apa Ferisu-sama?". Tanya Takumi dengan heran.


"Itu adalah darah ku, semisal kalian berhadapan dengan musuh yang kuat. Aku ingin kalian melemparkan darah itu ke arah nya itu untuk botol bertutup merah. Dan yang satunya agar aku bisa berkomunikasi dengan kalian nanti". Jelas Ferisu.


Di darah yang di berikan oleh Ferisu sudah di berikan skill Deadly Poison yang dapat membuat orang yang terkena darah itu terkena racun yang mematikan.


...----------------...


...Nama : Furuhashi Ferisu...


...Ras : Vampir...

__ADS_1


...Age : 21 Tahun...


...Gender : Laki-laki...


...Title : ★Orang Dunia Lain ★Monster Hunter ★Killing Machine ★Sword Master...


...Blood Couple : 1. Licia...


...2. ?...


...3. ?...


...4. ?...


.........


...Skill Spesial : ★Blood Control ★Regenerasi ★Apprasial ★Dimension Storage ★Curse Blood ★Summon Familiar...


...Life Skill : ★Blacksmite ★Leather ★Fisherman ★Coocking ★Enchant...


...Skill : ★Boost ★Acceleration ★Night Vision ★Berserk ★Swordmanship ★Swordtecnique ★Saber Aura ★Tsukuchi ★Detection ★Poison Resistance ★Deadly Poison ★Intimidasi ★Sense Of Beast ★Martial Art ★Phisical Resistance ★Magic Resistance ★Comuflage ★Leadership ★Sneak ★Hide Presence...


...Magic : ★Dark Magic ★Wind Magic ★Earth Magic ★Fire Magic ★Water Magic ★Illusion Magic ★Magic Converse ★Combination Magic ★Healing Magic ★Binding Magic ★Dispel Magic...


Selama aku keluar dari hutan itu aku tak pernah lagi menaikan level ku. Eh!? apa ini? Blood Cople? terlebih lagi masih ada kolom yang kosong? Apa maksudnya, apa yang akan terjadi jika semua kolom itu terisi penuh?


Ferisu pun kebingungan karena melihat papan status miliknya. Ia pun memutuskan untuk tidak memikirkannya dulu, karena masih ada hal yang harus ia urus terlebih dahulu.


Singkat waktu, sudah siang hari dan para goblin pun sudah berangkat melakukan perjalanan menuju ke Dead Land. Di siang hari itu Ferisu, berkumpul dengan keluarga kerajaan dan berdiskusi tentang penyerangan pada malam hari itu.


"Dia memakai topeng, dan kurasa di berasal dari ras elf". Jelas Ferisu sambil memikirkan sesuatu.


"Begitu yah...". Gumam Alfred berfikir dan mengerutkan dahinya.


Tok.. tok.. tok..!


Terdengar suara ketukan pintu, raja elf pun menyuruh pelayan untuk membukakan pintunya. Seorang elf pun memasuki ruangan itu yang tak lain adalah Gery.


"Tuan putri, syukurlah anda baik-baik saja. Saya sangat kawatir karena mendengar ada penyerangan semalam". Ujar Gery dengan kawatir.


"Terima kasih karena telah menghawatirkan ku, tapi yang menjadi korban penyerangan semalam adalah Ferisu-sama". Ujar Licia.


"Begitu yah, syukurlah anda baik-baik saja Ferisu-sama. Siapa sebenarnya orang yang melakukan tindakan tercela seperti ini, saya rasa mungkin dia adalah orang yang membenci manusia karena perang tempo hari". Ujar Gery.


"Hmmm, yah apa yang kau katakan mungkin ada benarnya Gery-kun". Ujar Alfred.


"Kalau begitu, kita perlu meningkatkan keamanan di kastil". Usul Gery.


"Yah itu benar". Gumam Alfred.


"Kalian tak perlu melakukan hal itu". Sela Ferisu.


"Eh? apa yang kau katakan Ferisu-kun? Saat ini kau sedang di incar oleh seseorang". Ujar Alfred.

__ADS_1


"Aku akan pergi dari sini lusa nanti, jadi tak perlu meningkatkan keamanan. Kalau hanya ada beberapa serangga yang menggangu aku masih bisa mengatasinya". Ujar Ferisu.


"Eh? Ferisu-sama akan pergi?". Ujar Licia dengan kaget.


"Yah, aku dan para goblin memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Mereka sudah berangkat 1 jam sebelumnya". Ujar Ferisu.


"Kalau begitu, saya akan ikut!". Ujar Licia sambil berdiri.


"Tidak, kau tak boleh ikut". Ujar Ferisu menolak.


"Tapi-". Ucap Licia.


"Tenanglah dulu Licia, biarkan Ferisu-kun menyelesaikan kata-katanya". Ujar Alfred.


"Untuk saat ini, kami sedang menuju ke pulau bernama Dead Land. Jadi aku perlu melihat tempat itu terlebih dahulu, apakah aman atau tidak". Jelas Ferisu.


Sontak semua orang yang berada di ruangan itu pun terkejut saat mendengar nama tempat itu.


"Ada apa?". Tanya Ferisu dengan heran.


"Tidak, kau barusan bilang Dead Land kan?". Ujar sang raja.


"Yah, itu benar". Balas Ferisu.


"Tempat itu hanyalah sebuah tandus dan tak ada tanda-tanda kehidupan. Kenapa kalian ingin pergi kesana?". Tanya raja elf.


"Maaf, kalau soal itu aku masih belum bisa bilang". Ujar Ferisu.


"Begitu yah, jika kau memerlukan sesuatu kau bisa bilang padaku Ferisu-san". Ujar raja elf.


"Hum". Angguk Ferisu sambil pamit keluar dari ruangan.


...----------------...


Di dalan ruangan itu yang lain masih berdiskusi mengenai tindakan pencegahan dan keamanan agar kejadian semalam tak terulang.


"Yang mulia, maaf jika saya tidak sopan". Ujar Gery.


"Ada apa?". Ujar raja elf.


"Ferisu-san itu, bukannya dia sedikit aneh?. Bukan hanya berteman dengan ras iblis yang notabenenya musuh bebuyutan ras manusi. Tetapi dia juga ingin pergi ke Dead Land yang merupakan pulau mati?". Ujar Gery.


Sontak semuanya pun mulai berfikir jika ucapan dari Gery tadi ada benarnya. Mereka pun mulai memikirkan apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Ferisu saat berada di Dead Land.


"Yah, kita tak perlu memikirkan nya. Lagi pula Ferisu-san adalah orang yang telah menyelamatkan putri kerajaan kita". Ujar raja elf.


Pertemuan itu pun bubar, begitu pula dengan Gery yang kembali kemansionnya setelah mengantarkan surat dari ayah nya ke raja mengenai laporan kerusakan perang di berbagai kota.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2