Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 65 : Sebuah Kesalah pahaman


__ADS_3

Setelah mencari kesana kemari Mia pun akhirnya melihat Ferisu yang pergi menuju keluar gerbang kota. Ia pun terus mengikuti Ferisu hingga tiba di sebuah padang rumput yang sepi tanpa ada satu pun orang.


"Lama tak bertemu Starla-san" ujar Ferisu sembari berbalik badan.


"Jadi itu benar-benar kamu yah... Ferisu..." ucap Mia pelan.


"Jadi apa yang kau perlukan dari ku?" tanya Ferisu dengan tersenyum simpul.


Pada saat itu Mia meneteskan air matanya, orang yang berada di hadapannya memanglah orang yang ia kenal, sekaligus cinta pertamanya. "Tidak... aku benar-benar merindukanmu... setelah kejadian itu aku tak bisa menghubungi mu" ucapnya sembari mengusap air matanya.


Ferisu hanya diam dengan ekspresi dingin di wajahnya melihat gadis yang berada di depannya menangis. "Jika kau hanya ingin mengatakan hal itu, aku akan pergi sekarang sebelum emosiku lepas kendali" ujar Ferisu sembari berbalik.


"Tunggu... tolong dengarkan penjelasan ku, Haru-san dan yang lainnya sudah menceritakannya padaku. Saat it-" belum selesai dengan kata-kata nya.


Ferisu menarik keluar Meian dan mengarahkannya pada Mia "Kau tak perlua berkata apapun, sebaiknya kau pergi sekarang sebelum aku membunuh mu" ujarnya dengan tatapan dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haru dan yang lainnya pun berlari sekuat tenaga mereka untuk menyusul Mia. Setelah berkeliling kota dan bertanya pada orang-orang mereka pun pergi menuju keluar kota. Saat itu mereka melihat Ferisu yang hendak menyerang Mia dengan pedangnya.


"Fire ball!" teriak Elis menembakan bola api ke arah Ferisu.


Ferisu berhasil menghindari tembakan itu, berkat hal itu Mia tak jadi di serang. para pahlawan dari Holan pun berdiri di depan Mia untuk melindunginya.


"Hmmm? ada apa?" ujar Ferisu menatap para pahlawan itu dengan dingin sembari mengeluarkan aura membunuh yang besar.


Bagi para pahlawan itu mereka sedang melihat sesosok dewa kematian berada di hadapan mereka. Sebaliknya para pahlawan dari Rigle serta Licia, Shiro dan Yuki kebingungan melihat situasi nya. Tak tahu dengan apa yang terjadi Licia berteriak memanggil Ferisu.


"Licia? kenapa dia ada disini?" gumam Ferisu mendengar teriakan itu. Ia pun menarik kembali aura membunuhnya dan berjalan mendekati Licia dan yang lainnya.


"Ayo, kembali ke penginapan" ujar Ferisu dengan senyum simpul seakan tak terjadi apa-apa.


"Eh? ah iya..." jawab Licia dengan kebingungan.


Ferisu, Licia, Shiro dan Yuki pun kembali menuju ke penginapan mereka yang berada di dalam kota meninggalkan para pahlawan tersebut. Karena kejadian barusan, Licia dan dua lainnya tak ingin bertanya soal itu sampai Ferisu tenang. Walaupun terlihat biasa saja, ekspresi muka milik Ferisu terlihat begitu kesal.

__ADS_1


Jika saja para pahlawan tidak sampai tepat waktu, Ferisu mungkin akan membunuh Mia dalam sekejap. Hal ini juga bisa membuat perjanjian aliansi dengan kerajaan Holan menjadi batal, bahkan bisa membuat konflik.


Para pahlawan itu menanyai Mia yang terduduk lemas di padang rumput itu. "Apa yang kau pikirkan Mia-san!?" ujar Yoruka dengan cemas.


"A~aku... aku hanya ingin..." ucap Mia dengan terbata-bata.


"Untuk saat ini kita harus bersyukur karena tepat waktu, jika kita telat beberapa detik mungkin Mia-san sudah terbunuh disini" ujar Kibe.


"Itu benar, tapi tak kusangka Ferisu-kun akan benar-benar melakukannya..." ucap Haru dengan ekspresi murung.


"Aku juga tak menyangka nya..." sambung Elis.


"Lagi pula dia pernah bilang bukan... "maupun kau seorang kenalan ku, aku tak akan ragu untuk membunuh mu", aku masih mengingat hal itu saat kejadian mengerikan itu" ujar Yoruka.


Haru pun menepuk tangannya untuk mencairkan suasana "Yah, pokoknya kita berhasil menghentikan hal itu"


"Etto... senpai, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Via karena penasaran.


"Ah, hahaha... aku akan menjelaskannya. Saat berada di kelas 3 SMA Mia-san dan Ferisu-kun pernah berpacaran" ujar Haru.


"Pada suatu hari kami pergi ke sebuah kafe untuk makan. Saat itu Ferisu dan kami melihat Mia-san bersama dengan seorang pria. Namun tak kusangka Ferisu pergi mengikutinya dan melihat mereka berciuman"


"Tunggu maksudnya Mia senpai berselingkuh?" ujar Leo.


"Yah, itulah yang kami percayai saat itu. Namun, saat setelah kejadian penyerangan di sekolah kita Mia-san bertanya mengenai kejadian yang membuat Ferisu-kun membenci dirinya"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat kejadian setelah penyerangan t3ror1s di sekolah


Setelah kejadian itu sekolah di libur kan selama satu minggu dan para siswa di minta untuk belajar secara mandiri di rumah masing-masing. Pada saat itu Mia menelpon Haru dan memintanya memanggil yang lain untuk bertemu di sebuah kafe di dekat taman.


Di kafe tersebut Mia sudah menunggu sendirian di sebuah meja. Haru dan yang lainnya pun tiba di kafe tersebut. Mereka pun duduk di dekat Mia yang sedari tadi sendirian menunggu di kafe itu dengan secangkir kopi.


"Ah, terima kasih sudah datang" ucap Mia dengan tersenyum.

__ADS_1


"Apa yang kau butuhkan dasar j4l4ng?!" ujar Yoruka dengan ketus.


"Tunggu Yoruka-chan!" sela Elis.


"Tapi kan.." ujar Yoruka.


"Yah, sebaiknya kita duduk dulu dan mendengar apa yang ingin dia katakan" ujar Kibe dengan tenang.


Ke empat sekawan itu pun duduk dan mendengarkan perkataan Mia. "Sebenarnya apa yang di katakan oleh Ferisu saat kejadian itu? berciuman aku tak mengerti soal itu" ujar Mia dengan muka serius.


"Minggu lalu, kami semua berada di kafe ini. Saat itu kami melihat mu berduaan dengan seorang pria di taman itu" ujar Haru sembari menunjuk ke luar jendela.


"Hah!? aku tak pergi ke taman minggu lalu, aku hanya diam sendirian di rumah" bantah Mia.


"Apa yang kau katakan!? jelas-jelas kami semua melihatmu disana!" ujar Yoruka dengan ketus.


"Tunggu Yoruka-chan, suaramu kegedean.." bisik Elis.


"Ah, maaf..." Yoruka pun kembali duduk.


"Tunggu, apa lelaki itu memiliki rambut berwarna coklat?" tanya Mia untuk memastikan.


"Ya, jadi apa sekarang kau mengakuinya?" ujar Kibe.


"Jadi begitu yah... huft... bisa-bisanya..." gumam Mia sembari menghela nafas.


"Apa yang kau gumamkan?" tanya Haru dengan heran.


"Yang kalian lihat waktu itu adalah kakak perempuanku bersama dengan pacarnya" ujar Mia sembari memperlihatkan fotonya bersama dengan kakaknya.


"Eh?!" ke empat sekawan itu pun terkejut ketika melihat foto tersebut. Di dalam foto itu terlihat dua gadis yang begitu mirip, bahkan terlihat sangat sama layaknya anak kembar seiras.


"Yah, itu wajar sih. Orang-orang juga sering bilang kalau kami ini anak kembar, padahal usiaku dengan akak berbeda 3 tahun" ujar Mia.


"Jadi yang waktu itu...?"

__ADS_1


"Yah, yang kalian lihat itu kakak ku. Kalau kalian tak percaya, bagaimana jika kalian mampir kerumahku? saat ini kakak ku mengajak pacarnya kerumah" ujar Mia.


__ADS_2