Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 36 : Siapa dia?


__ADS_3

Setelah beberapa hari akhirnya para beastman akhirnya sadar dari tidurnya akibat sihir cuci otak. Mereka semua meminta maaf pada raja mereka karena hal tersebut. Raja pun memaafkan mereka karena ia juga merasa tak berhak untuk menghukum mereka melihat jika dia saja tak menyadari hal itu.


Para beastman itu pun masih dalam penjagaan sehingga semua peralatan tempur mereka di sita demi keamanan. Hingga pada akhirnya raja mereka memutuskan untuk berdiskusi dengan Ferisu.


"Hei, Kijin-san apa aku bisa berdiskusi dengan pemimpin kalian?". Ujar sang raja.


"Baiklah". Ujar Kijin itu memandu raja beastman ke rumah Ferisu.


Saat sampai di rumah tampak Yuki dan Shiro sedang berdiskusi dengan Licia dan Sui di meja makan. Yah rumah di pulau masih kecil dan hanya berisi ruang makan, toilet dan kamar tidur saja.


"Ayahanda?". Ujar Yuki dan Shiro secara bersamaan saat melihat ayah mereka.


"Sepertinya kalian berteman baik yah". Ujar raja beastman dengan tersenyum.


Yuki dan Shiro pun membalas senyuman ayah mereka dengan senyuman yang lebar. "Iya!". Ujar mereka berdua dengan gembira.


"Apa Ferisu-dono ada disini?". Tanya raja beastman.


"Ferisu-sama sedang mengurus peternakan dengan kakeknya Aiko di ladang". Ujar Licia memberi tahu raja beastman.


Raja beastman pun di pandu oleh kijin itu menuju ke peternakan. Di lahan peternakan yang luas terlihat 2 orang yang sedang mengurus hewan-hewan ternak di sisi lain ada juga para iblis yang sedang belajar mengenai peternakan.


Raja beastman dan kijin itu pun mendekati kedua orang itu yang tak lain adalah Aiko dan kakeknya. Mereka berdua sedang mengajarkan cara mengurus hewan ternak pada para goblin dan orc.


"Apa Ferisu-dono ada disini?". Tanya raja beastman pada Aiko dan kakeknya.


"Ouh Yang Mulia!". Ujar mereka berdua dengan kaget.


"Ferisu-sama pergi menuju ke sisi pulau yang lain karena ingin mengurus sesuatu katanya". Ujar Aiko memberi tahu raja beastman.


"Apa?". Ujar raja dengan kaget, ia pun menghela nafas panjang. "Kijin-san, seberapa jauh sisi pulau yang lain?". Tanya raja beastman dengan sedikit putus asa.


"Hmmm, entahlah mungkin sekitar 335 hari perjalanan jika berjalan kaki". Ujar kijin itu.


Raja beastman pun hanya bisa terdiam dan tak bisa melakukan apa-apa selain menunggu Ferisu kembali ke pemukiman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Disisi lain pulau Ferisu sedang mengalirkan energi sihirnya untuk memperbaiki tanah disana sekaligus menanam pepohonan.


"Huft, luas pulau ini sekitar 1.340,77 KM persegi. Ini sudah ku hitung setelah mengelilingi pulau dan hitungan ini kubuat menjadi persegi sampai ke pantai". Gumam Ferisu terbang di atas setelah memperbaiki tanah dan menanam pepohonan.


Jika berjalan kaki untuk sampai ke sisi lain pulau akan memakan waktu 335 hari kurang lebih, karena manusia rata-rata kuat untuk berjalan sejauh 4 km selama 1 hari dan maksimalnya mereka bisa 19 km dan sampai dalam 70± hari atau 2 bulan ± dengan kecepatan yang berbeda. Jika menaiki kuda bisa sampai dalam kurun waktu 3± hari, karena kecepatan kuda rata-rata dapat menempuh jarak 16km / jam.


Saat sudah menjelang sore hari Ferisu pun kembali menuju ke desa. Karena ia terbang dengan kecepatan tinggi, tak perlu waktu lama baginya untuk kembali ke desa.


Saat sampai di desa Ferisu langsung di sambut oleh para warga yang sudah menyiapkan makan malam bersama di alun-alun desa. Raja beastman pun langsung menghampiri Ferisu yang baru tiba tersebut.


"Akhirnya kau kembali juga Ferisu-dono". Ujar raja beastman tersebut.


"Apa ada yang mau kau bicarakan padaku?". Tanya Ferisu dengan heran.


"Iya". Ucap raja beastman.


"Kalau begitu ayo bicarakan di dalam rumah saja, biar lebih enak dan tak mengganggu yang lain". Ujar Ferisu mengajak raja beastman.


Saat dirumah masih ada Yuki, Shiro, Sui dan Licia yang berada disana. "Apa kalian semua bisa keluar sebentar? ada hal yang ingin kami berdua bicarakan". Ujar Ferisu meminta yang lainnya keluar dari rumah.


Ferisu pun berdiskusi dengan raja beastman di rumah tersebut, rumah itu di lapisi oleh sihir penghalang agar orang luar tak bisa menguping pembicaraan mereka.


"Jadi apa yang ingin anda diskusikan?". Tanya Ferisu.


"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan kalian yang sudah menolong kami walaupun kami telah menyerang kalian dan aku juga mau minta maaf atas penyerangan sebelumnya". Ujar raja beastman dengan menyesal sembari menundukkan kepalanya.


"Aku tak terlalu memikirkan hal itu, lagi pula tak ada korban jiwa dari kedua belah pihak". Ujar Ferisu dengan tenang.


"Oh yah, aku sedikit penasaran kenapa kalian bisa tau jika kami pergi ke pulau ini? seingatku kami pergi secara sembunyi-sembunyi tanpa di lihat oleh siapapun". Tanya Ferisu dengan heran.


"Oh soal itu". Raja pun mencoba mengingatnya. "Kalau tak salah ada seorang prajurit yang melaporkan hal itu pada ku, karena Triberus dan Elven Garden bersekutu jadi aku secara tak langsung pasti akan membantu negara sekutuku". Jelas raja beastman.


"Prajurit itu, apa dia juga ikut?". Tanya Ferisu.


"Ya, dia merupakan salah satu komandan pasukan ku". Ujar raja beastman.


"Begitu yah, bisa kau panggil dia kesini? aku ingin menanyakan beberapa hal padanya". Pinta Ferisu.

__ADS_1


Raja beastman pun keluar dari rumah untuk memanggil salah satu komandan pasukannya, saat sampai di rumah kembali dengan membawa beastman itu Ferisu terkejut karena beastman tersebut adalah beastman yang ia baca pikirannya tempo hari.


"Jadi dia yah...". Gumam Ferisu pelan.


Raja beastman dan bawahnya itu pun duduk di kursi kembali.


"Apa aku bisa menanyakan beberapa hal padamu?". Ujar Ferisu pada beastman itu.


"Ya, jika itu bisa membantu". Ujar beastman itu setuju.


"Dari mana kau mendapatkan informasi jika ras iblis menyerang kerajaan elven garden dan pergi ke pulau ini?". Tanya Ferisu dengan serius.


"Kalau tak salah aku di beri tahu oleh seorang berjubah hitam yang lewat saat saya joging di sore hari". Ujar beastman itu dengan kurang yakin.


Jubah hitam lagi... apa dia orang yang sama saat aku melihat ingatan beastman ini?


"Apa orang itu memiliki mata berwarna merah?". Tanya Ferisu untuk memastikan.


"Ah kurasa tidak, matanya berwarna hijau". Ujar beastman itu.


"Apa kau tau sesuatu Ferisu-dono?". Tanya raja karena penasaran.


"Ah tidak, aku hanya merasa pernah melihatnya tapi sepertinya orang yang berbeda". Jawab Ferisu.


"Begitu yah". Gumam raja.


Diskusi itu pun berakhir dan mereka keluar dari rumah untuk makan malam bersama dengan yang lainnya. Di malam yang tenang itu tiba-tiba datang seekor burung elang pembawa pesan dari kerajaan beastman.


Saat raja membuka pesan tersebut ekspresi nya benar-benar terlihat begitu terkejut dan kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2