Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 9 : Kota Azpire


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka tiba di gerbang kota Azpire di wilayah beastman. Saat ingin memasuki kota kereta akan di cek oleh penjaga gerbang.


"Oh, putri Shiro dan putri Yuki. Selamat datang di kota Azpire, dan siapa mereka berdua?". Tanya penjaga gerbang.


"Mereka berdua adalah pengembara yang menolong kami saat di serang para bandit". Ujar Shiro.


"Begitu yah, silahkan masuk ke kota tuan putri". Ujar penjaga gerbang itu.


Namun tiba-tiba ada seorang kesatria wanita yang menghentikan kereta itu dengan cara menghadang nya. Melihat hal itu Shiro dan Yuki pun turun dari kereta. Di ikuti oleh Ferisu dan Licia.


"Maaf kan atas kelancangan saya tuan putri". Ujar kesatria wanita itu.


"Ada apa?". Tanya Yuki.


"Tuan putri, tolong menjauh lah dari pria itu!". Tunjuk kesatria itu ke arah Ferisu.


"Dia adalah penyelamat kami dan apa alasan mu menyuruh kami untuk menjauh darinya?". Tanya Shiro.


"Pria itu, dia adalah seorang vampir!". Ujar kesatria wanita itu dengan serius.


Mendengar hal itu membuat Ferisu sedikit kaget.


Kenapa dia bisa tau soal ras ku? aku sudah mengubah status ku dan penampilan ku bukan?! Gumam Ferisu dalam batinnya.


"Tuan, sepertinya wanita itu memiliki skill mata dewa". Ujar Kuro dengan telepati.


Mata dewa?


"Yah, itu adalah skill yang hampir mirip dengan apprasial, namun lebih kuat dan hampir dapat melihat segala status. Walau pun status itu sudah di ubah atau pun di sembunyikan, mata dewa tetap bisa melihat keasliannya walau hanya sedikit. Dan kemungkinan dia melihat ras milik tuan". Jelas Kuro dengan telepati.


Karena ucapan kesatria wanita itu, para penjaga gerbang pun menjadi waspada terhadap Ferisu dan tangan mereka sudah siap menarik pedang mereka.


"Vampir kau bilang!?". Ujar Yuki dengan kaget.


Shiro dan Yuki pun ikut menjauh karena takut jika Ferisu hendak menyerang kota Azpire demi balas dendam ras nya di masa lalu.


"Hei, kesatria beastman wanita. Kenapa kau bilang jika aku adalah vampir?". Tanya Ferisu.


"Karena aku punya skill mata dewa, walaupun kau menyembunyikan statusmu aku masih bisa melihat sedikit status aslimu". Balas kesatria itu.


"Jadi apa ada masalah jika aku adalah seorang vampir? apa kota ini tak menerima seorang vampir?". Ujar Ferisu.


"Aku tak tau apa yang kau rencanakan di kota ini, yang pasti kau sangat lah kuat. Melihat hal itu, aku tak bisa membiarkan mu masuk ke dalam kota, kau mungkin berniat untuk balas dendam atas ras mu". Ujar kesatria itu.


"Kenapa kalian selalu saja membahas kejadian di masa lalu sih". Gumam Ferisu sambil menghela nafasnya.

__ADS_1


Kesatria wanita itu pun menarik keluar pedangnya, begitu pula dengan para penjaga gerbang.


"Apa kalian serius ingin bertarung dengan ku?". Ujar Ferisu sambil menggarut kepalanya.


"Tuan, berubah saja ke dalam wujud vampir mu dan gunakan intimidasi untuk menakuti mereka". ujar Kuro dengan telepati.


Ah, kurasa itu bukan ide yang buruk...


Ferisu pun memejamkan matanya, secara perlahan rambut hitamnya berubah menjadi putih, gigi taringnya mulai memanjang dan saat ia membuka mata, matanya pun berubah menjadi merah darah.


"Intimidasi". Gumam Ferisu mengaktifkan skillnya.


Swoooftttt!!!!


Aura tekanan yang di berikan oleh Ferisu begitu besar hingga membuat semua orang yang berada di sekitar gerbang lari ketakutan bahkan ada yang pingsan.


"Aku akan bertanya sekali lagi pada kalian! apa kalian serius ingin bertarung dengan ku?!". Ujar Ferisu dengan lantang sambil menggunakan skill intimidasi dan menatap kesatria beastman itu dengan tatapan tajam.


Kesatria itu pun hanya bisa diam ketakutan dan tak bisa menjawab atau pun melihat ke arah Ferisu.


"Huufft". Ferisu pun menarik semua aura nya dan mematikan skill intimidasi.


"Kalian tau, aku tak punya niat buruk atau pun balas dendam terhadap kalian. Aku tak peduli dengan apa yang terjadi pada ras ku di mana lalu". Ujar Ferisu.


Karena emang gak punya kaitannya dengan ku, lagi pula kejadian itu sudah 200 tahun lalu


Keras kepala sekali...


"Tuan, bagaimana jika anda memberikan alasan yang mudah diterima oleh mereka". Ujar Kuro dengan telepati.


Alasan yang mudah di terima yah...


Ferisu pun mengerutkan dahinya dan memegang dagunya sambil memikirkan alasan yang mudah di terima. Saat sedang memikirkan hal itu ia pun melirik ke arah Licia.


"Ada apa Ferisu-sama?". Tanya Licia heran karena Ferisu melihatnya.


Itu dia! aku bisa berikan alasan mengenai hubungan ku dengan putri elf ini!


Ferisu pun menarik Licia kedalam pelukannya.


"Tentu saja kalian bisa mempercayai kata-kata ku, lagi pula aku sudah tak punya niat membalas dendam atau apapun itu. Karena aku sudah menemukan seseorang yang aku cintai, jadi aku hanya ingin hidup tenang sambil berkelana mencari tempat tinggal yang nyaman". Ujar Ferisu sambil memeluk Licia dengan lembut.


"A~aaa~aaa... Fe~Ferisu-samaaa.., in~ini...". Ujar Licia yang sangat malu dengan muka memerah.


"Tenang lah, aku akan melepaskan mu setelah mereka memperbolehkan kita masuk ke dalam kota". Bisik Ferisu pada Licia dengan pelan.

__ADS_1


"Umm'humm". Gumam Licia mengangguk dengan muka yang sangat merah.


Para penjaga gerbang, kesatria dan kedua putri ras beastman itu pun berdiskusi dan memutuskan jika mereka mempercayai kata-kata Ferisu, dan memperbolehkannya memasuki kota.


Ferisu pun mengubah penampilan nya kembali seperti saat menjadi manusia.


"Kota ini benar-benar di penuhi oleh ras beastman". Gumam Ferisu melihat sekitar.


"Tentu saja, lagi pula ini adalah kota di wilayah mereka". Ujar Licia.


"Aku ingin menanyakan sesuatu". Ujar Ferisu.


"Ya?".


"Aku dengar jika semua ras saling bermusuhan dan sering terjadi perang. Dan katanya ras lain juga menyudutkan ras manusia". Ujar Ferisu.


"Memang benar jika semua ras pernah berperang di masa lalu, namun sekarang kita semua gencatan senjata atau berdamai. Tapi tetap saja ada beberapa orang yang tak menginginkan perdamaian itu". Jelas Licia.


Jadi mereka semua sudah berdamai, namun masih ada juga yang saling membenci akibat perang di masa lalu yah...


"Ada apa?". Tanya Licia karena melihat Ferisu melamun.


"Huh? aku hanya memikirkan sesuatu, sebaiknya kita cari penginapan dulu". Ujar Ferisu.


Mereka berdua pun berjalan menelusuri kota untuk mencari penginapan. Sampai pada akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan yang berada di dekat guild petualang.


Bangunan di sebelah penginapan ini, bukannya guild petualang yah?


Eh?! Sejak kapan aku bisa membaca huruf yang ada di dunia ini?. Aku juga baru sadar, aku bisa membaca buku yang di berikan oleh Midori.


"Etto, Ferisu-sama". Ujar Licia pelan.


"Ya? ada apa putri?". Tanya Ferisu.


"Apa Ferisu-sama punya uang?". Ujar Licia.


Eh? aaaa!!! Aku baru ingat juga soal itu! Jika tak punya uang maka aku tak bisa bayar biaya penginapan


"Tuan, bagaimana jika kau menjual material monster di guild petualang untuk mendapatkan uang, sekaligus mendaftar sebagai petualang". Ujar Kuro dengan telepati.


Ide bagus Kuro, kenapa aku tak kepikiran soal itu, petualang yah... Benar-benar seperti dunia fantasy yang kubaca-baca di novel dan komik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE


__ADS_2