Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 31 : Ternak


__ADS_3

Pada pagi hari Ferisu pun berjalan menuju ke tempat pertemuan untuk misi pengawalan menuju ke sebuah desa. Di sana sudah terlihat ada beberapa petualang yang membantu menaikkan barang dagangan para pedagang.


"Oi! apa kau orang terakhir dalam misi ini?". Ujar seorang petualang saat melihat Ferisu datang.


"Ya". Balas Ferisu singkat.


"Dimana party mu? jangan bilang kalau kau sendirian?". Tanya petualang itu.


"Yah aku sendirian". Jawab Ferisu dengan santai.


"Apa kau petualang rank atas? seperti B atau A?". Tanya petualang itu.


"Hah? ah, tidak. Aku hanya petualang rank F". Jawab Ferisu sembari menunjukkan kartu petualang nya.


Sontak semua petualang disana pun terdiam karena hal itu. "Haha, apa kau sedang bercanda?!!!". Teriak seorang petualang.


Ferisu pun hanya dia dan memiringkan kepalanya ke kanan. "Tak masalah bukan petualang rank-F ikut dalam quest ini?". Ujar Ferisu.


"Yah itu benar. Huft, ya sudahlah". Terima petualang itu dengan terpaksa. "Hei, kau rank-F jangan sampai menghambat kami". Ujarnya.


"Ya". Balas Ferisu dengan senyum simpul.


Setelah semua barang di naikkan ke dalam kereta, mereka pun mulai berangkat menuju ke kota ibukota. Selama dalan perjalanan Ferisu duduk di dalam kereta bersama dengan salah satu party petualang.


"Hei apa kau tak punya party?". Tanya seorang petualang wanita.


"Tidak, aku baru saja mendaftar 1 bulan yang lalu dan hanya mengambil misi yang mudah. Jadi aku tak sempat untuk bergabung atau pun membuat sebuah party". Jawab Ferisu.


"Apa keahlianmu?". Tanya wanita itu.


Ferisu pun diam sejenak untuk memikirkan jawaban yang akan ia berikan. "Penyihir? tidak, ahli pedang? kurasa juga tidak, tapi aku membawa kuro...". Gumam Ferisu dalam hatinya.


"Tuan, bilang saja swordman karena kau membawa ku, agar mereka tidak curiga". Ujar Kuro dengan telepati.


Ferisu pun mengangguk menerima saran Kuro. "Aku hanya bisa menggunakan pedang, tapi masih dalam pembelajaran". Jawab Ferisu sembari memegang gagang Kuro.


"Swordman yah, kami mengandalkan mu untuk barisan depan". Ujar gadis itu dengan senyuman.


"Ya, haha". Balas Ferisu dengan tertawa terpaksa.


Sepanjang perjalan tak ada serangan dari monster atau pun bandit, mereka pun berhenti di sebuah desa untuk beristirahat dan bermalam di sana.


"Jadi ini desanya". Gumam Ferisu turun dari kereta.

__ADS_1


"Ada apa dengan desanya?". Tanya petualang wanita.


"Ah, tidak. Aku hanya ingin membeli beberapa hewan ternak". Jawab Ferisu.


"Hee... apa kau seorang petani atau peternak?". Tanya wanita itu.


"Yah begitulah". Jawab Ferisu sembari melihat ke kiri ke kanan.


Ferisu pun berjalan menyelusuri desa tersebut sembari mencari peternakan yang menjual hewan ternaknya. Wanita itu terus-terusan mengikuti Ferisu kemana pun ia pergi.


"Apa kamu akan terus mengikutiku?". Tanya Ferisu dengan jengkel.


"Haha, tak perlu marah begitu. Aku hanya penasaran, kau yang merupakan manusia masih mau berada di wilayah ras lain padahal sekarang perang sudah mulai berlangsung kembali". Ujar wanita beastman itu.


"Aku tak ada hubungannya dengan peperangan itu". Balas Ferisu singkat.


"Yah kau memang benar, tapi sudah hampir tak ada lagi petualang dari ras lain selain beastman yang berada disini". Ujar wanita itu.


Setelah berkeliling cukup lama Ferisu pun sampai di sebuah peternakan di pinggiran desa. Disana ada sebuah rumah kecil dan di teras rumahnya terdapat seorang pria tua yang duduk.


"Permisi pak, apa anda menjual hewan ternak seperti sapi, ayam, atau domba?". Tanya Ferisu dengan sopan.


"Apa kau ingin membeli ternak nak?". Jawab pak tua itu sembari menanya balik.


"Iya".


"Aku beli semuanya masing-masing 6 hewan, apa bisa?". Ujar Ferisu.


"Iya kau bisa membelinya, bahkan jika semua hewan kau juga bisa. Saat ini aku sudah terlalu tua untuk mengurusi mereka semua". Ujar pak tua itu bangun dari kursinya.


"Apa tak ada orang lain?". Tanya Ferisu sembari mengikuti pak tua itu menuju ke sebuah lapangan hewan ternak.


"Ada cucu ku yang membantu, tapi tetap saja sulit untuk mengurus semuanya hanya dengan 2 orang". Jawab pak tua.


Di sebuah padang rumput yang luas terlihat seorang gadis beastman yang sedang mengurus hewan ternak. "Apa itu cucu anda?". Tanya Ferisu sembari melihat gadis itu.


"Iya". Jawab pak tua itu.


"Kakekkk!!". Teriak gadis itu sembari berlari menghampiri kakeknya.


Pak tua itu pun melebarkan tangannya menyambut pelukan dari sang cucu. "Apa kau tak lelah Aiko?". Tanya pak tua.


"Tidak". Jawab Aiko sembari menggelengkan kepalanya dab tersenyum.

__ADS_1


"Mereka siapa kek?". Tanya Aiko dengan heran saat melihat Ferisu dan petualang wanita.


"Ah, dia orang yang mau membeli hewan ternak". Jawab sang kakek.


"Benarkah?". Ujar Aiko melihat Ferisu.


"Yah, itu benar". Balas Ferisu dengan senyuman.


Aiko masih berusia sekitar 12 tahun, kedua orang tuanya sudah meninggal. Dia tinggal bersama kakeknya yang memiliki sebuah peternakan yang cukup besar, jadi Aiko ingin membantu pekerjaan kakeknya walaupun sudah di bilang tak usah oleh si kakek.


Walau pun begitu Aiko yang merupakan gadis pekerja keras tetap melakukannya. Semua hal yang berkaitan dengan peternakan sudah di pelajari oleh nya saat masih anak-anak, saat kedua orang tuanya masih ada.


Melihat kakek dan cucu itu Ferisu pun teringat dengan kehidupannya di dunia sebelumnya. Ia pun memutuskan untuk menawarkan kakek itu.


"Hei, kek. Apa kau mau bekerja dengan ku? aku masih belum paham soal mengurus hewan ternak dan juga orang lain yang menunggu ku juga belum tentu ada yang mengerti". Ujar Ferisu menawarkan kakek itu untuk bekerja padanya.


"Tapi, bagaimana dengan tanah ini?". Ujar sang kakek dengan heran.


"Kalau begitu aku akan membeli semuanya, hewan ternak dan tanah ini". Ujar Ferisu dengan serius.


"Haha, apa kau serius anak muda?". Ujar sang kakek.


"Tentu". Ucap Ferisu tersenyum.


Mereka berdua pun memperbincangkan harganya, tanpa menawar Ferisu langsung menerima harga yang di berikan oleh kakek itu. Ia pun mengeluarkan banyak uang dari penyimpanan dimensi miliknya, uang itu adalah hasil dari penjualan semua material monster yang ia buru selama ini.


"Kalau begitu aku akan membawa semua hewan ternaknya, sekaligus tanah ini". Ujar Ferisu sembari merapal kan sihir tingkat tinggi.


"Etto, siapa namamu?". Tanya Ferisu pada petualang wanita itu.


"Eh? ah, namaku Helen". Ujar nya.


"Helen-san yah, kalau begitu bilang pada yang lain aku keluar dari quest. Bawalah ini sebagai kompensasi nya". Ujar Ferisu sembari memberikan sekantung uang.


Helen pun hanya terdiam kebingungan karena ucapan Ferisu barusan. Pada saat itu semua area tanah peternakan itu di penuhi oleh lingkaran sihir yang begitu besar.


"Sihir tingkat tinggi : Area Teleportasi!". Ujar Ferisu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2