
Setelah kejadian mangkuk mie, rumor mengenai mereka berdua makin menjadi-jadi. Sampai suatu hari sebuah surat muncul di dalam lemari sepatu milik Ferisu. Surat itu meminta dirinya untuk datang ke sebuah pohon besar yang berada di tengah taman sekolah.
Pada saat pulang sekolah Ferisu pun datang ke tempat yang di tuliskan dalam surat tersebut. Di depan pohon tersebut terlihat sesosok gadis cantik berambut pirang yang sudah menunggu seseorang datang.
"Mia? apa kau yang menulis surat ini?". Tanya Ferisu sembari menunjukkan suratnya.
Mia pun mengangguk pelan dengan muka yang memerah. "Fe~ Ferisu... apa kau mau berpacaran dengan ku... ?". Ujar Mia dengan malu-malu sembari menatap mata Ferisu.
Setelah mendengar kata-kata itu dan melihat muka malu-malunya Mia, dada Ferisu terasa sesak dan berdegup dengan kencang. Ia pun tak bisa mengendalikan dirinya dan melihat ke segala arah karena pikirannya mengalami over load.
"Ada apa Ferisu? apa kamu tak mau berpacaran dengan ku... ?". Ujar Mia dengan tatapan yang terlihat sedikit sedih.
"Eee... bukan begitu... ha~ hanya saja ini kali pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini.. jadi... aku sedikit bingung...". Ujar Ferisu dengan terbata-bata karena menahan perasaan yang ia alami di dalam hatinya.
"Kalau gitu bagaimana? kamu hanya perlu memikirkan mau atau tak maunya itu saja...". Ujar Mia.
"A~ aku mau... aku juga merasa nyaman saat bersama dengan Mia, dan kurasa aku juga suka sekaligus mencintai Mia". Ujar Ferisu dengan serius dengan muka yang memerah.
Mia pun merasa sangat senang mendengar hal tersebut. "Ferisu!". Ujar Mia yang hanyut dalam kegembiraan, ia pun memeluk Ferisu dengan erat.
"Pwiiffid!". Semua siswa yang melihat hal itu pun bersorak dan bertepuk tangan karena jadian nya sang bunga sekolah.
"Dasar kau, padahal baru 1 bulan datang kesini tapi udah ngembat bunga sekolah saja". Ujar Haru sembari memegang bahu Ferisu.
"Selamat ya!". Ujar para siswa lain menyoraki dan memberi selamat.
"Jangan lu PJ nya yah Ferisu-kun~~". Ujar Elis gadis berambut coklat yang duduk di depan Ferisu.
...----------------...
Sudah 1 minggu setelah jadian hubungan mereka berdua makin dekat. Nonton bioskop, makan bareng, jalan-jalan bisa di bilang kencan, sudah mereka lakukan. Bahkan saat tidurpun mereka melakukan sleep call.
Mengerjakan pr bersama tak hanya berdua mereka juga biasanya bersama dengan teman yang lain. Belajar bersama di perpustakaan, joging, dan lain sebagainya.
Sebuah pagi yang cerah di hari minggu, Ferisu pergi menuju ke panti asuhan yang berada dekat dengan rumah kos nya. Saat bermain dengan anak-anak di panti, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat dan menepuk pundak Ferisu dengan pelan.
"Ya?". Ujar Ferisu menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Pagi Ferisu". Ucap orang itu dengan lembut.
"Mia?! ah, pagi juga...". Ujar Ferisu yang sedikit terkejut.
"Kamu lagi ngapain?". Tanya Mia.
"Aku sedang bermain dengan anak-anak di panti ini, kau tau aku sering bermain kesini untuk menemani mereka". Ujar Ferisu dengan senyum tulus di wajah nya sembari bermain dengan anak-anak.
"Heee~ aku baru tau kalo kamu suka dengan anak-anak... jangan-jangan kamu ini lolicon yah?". Ucap Mia menggoda Ferisu.
"Haha, gak gitu juga kali...". Ucap Ferisu sembari tertawa kecil. "Aku memiliki sedikit hal yang mengerikan saat masih kecil, itulah mengapa aku menjadi sangat menyayangi anak-anak. Karena aku tak ingin mereka mengalami hal yang dulu pernah ku alami". Ujar Ferisu sembari mengelus lembut kepala seorang anak.
Mia pun terdiam sejenak, ia pun mendekat secara perlahan dan memeluk lembut Ferisu dari belakang. "Yosh~ yosh kamu gak perlu kawatir, kurasa anak-anak disini akan hidup dengan senyum bahagia". Ucap Mia sembari mengelus kepala Ferisu dengan lembut.
"Nee~ onii-chan, apa wanita itu pacarnya onii-chan?". Tanya seorang anak sembari menarik pakaian Ferisu.
"Iya, cantik bukan?". Ujar Ferisu dengan tersenyum.
Anak itu pun mengangguk. "Iya! apa onee-chan juga mau main sama kami?". Ujar anak itu menatap Ferisu.
Ferisu pun menoleh ke Mia. "Bagaimana?". Ucapnya dengan senyum kecil.
Mereka berdua pun menemani anak-anak panti bermain hingga siang hari. Setelah itu mereka berdua pun pamit. "Sampai jumpa nanti semuanya!". Ujar Ferisu melambaikan tangannya.
"Datang lagi yah Onii-chan, onee-chan!". Ujar anak-anak panti.
Mereka berdua pun pergi ke arah sebuah cafe untuk makan siang.
"Kalian mau pesan apa?". Tanya seorang pelayan cafe.
Mereka berdua pun memesan menu yang ingin mereka makan dan setelah itu mereka berdua mengobrol lepas sembari menunggu pesanannya sampai.
"Aku tak pernah menyangka kalau Ferisu begitu di sukai oleh anak-anak". Ujar Mia sembari menatap Ferisu sambil senyum-senyum.
"Ahahaha, apa aku tak terlihat begitu?". Sembari tertawa kecil dan menggarut kepalanya Ferisu membalas ucapan Mia.
"Iya, kukira kamu tipe orang yang tak terlalu biasa untuk berbaur dengan orang-orang". Ujar Mia.
__ADS_1
"Hmmm, kurasa emang ada benarnya".
Makanan mereka berdua pun akhirnya sampai, dan mereka pun makan terlebih dahulu. Setelah selesai makan mereka berdua melanjutkan obrolannya, di sebuah taman kota yang cukup ramai.
"Seperti biasanya tempat ini sangat ramai". Gumam Ferisu melihat sekitar.
"Tentu saja, lagi pula tempat ini sangat indah bukan?". Ujar Mia sembari membungkuk dan melihat Ferisu dengan senyuman.
"Yah, begitulah".
Siang yang cerah, mereka berdua berjalan santai di taman sembari menikmati angin hangat yang berhembus pelan. Setelah cukup lama berjalan mereka pun duduk di bawah pohon yang berada di taman.
Terlihat di tempat lain ada banyak pasangan, keluarga, dan tongkrongan anak-anak yang sedang duduk santai di bawah pepohonan yang ada di taman.
"Anginnya begitu nikmat...". Gumam Mia pelan sembari bersandar di bahu Ferisu, tak lama kemudian ia pun tertidur.
"Hmmm... Mia?". Ferisu pun menoleh dan melihat jika Mia sudah tertidur. "Kurasa dia kelelahan, sebaiknya aku tak membangunkannya". Gumam Ferisu pelan.
Hari pun mulai menjelang sore dan akhirnya Mia pun terbangun dari tidurnya.
"Ehmm~ pwaahh~ hmm? ah! maaf aku ketiduran". Ujar Mia yang baru sadar.
"Gak apa kok". Balas Ferisu dengan lembut.
Mia pun menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil dengan muka yang memerah karena malu.
"Sebaiknya kita pulang sekarang". Ujar Ferisu sembari bangun berdiri. "Ayo tuan putri, aku akan mengantar mu pulang". Ucapnya sembari mengulurkan tangan.
Mia pun menerima uluran tangan tersebut dan berdiri. "Yaa". Ucapnya dengan senyuman manis.
Mereka pun berjalan pulang bersama di hari yang indah itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
TO BE CONTINUE