Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 68 : Lima


__ADS_3

Di perdesaan dryad terjadi kegaduhan akibat Lily yang sedang mengalami perubahan energi sihir. Pada dasarnya para dryad hanya menyerap energi sihir dari alam sekitar, jika mereka menyerap energi sihir dari orang lain. Energi sihir milik mereka akan mengalami perubahan, sehingga mereka akan sedikit kesulitan untuk menyerap energi sihir dari alam sekitar kembali.


Hal itu juga merupakan ritual pernikana kuno milik ras dryad, dimana jika seorang dryad menyerap energi sihir dari pasangannya. Pasangannya akan menjadi suami, sekaligus orang yang akan memberikan asupan sihir pada dryad.


Dalam hal ini, Ferisu tak mengetahuinya sehingga dengan ceroboh memberikan energi sihir miliknya kepada Lily. Padahal sebelumnya salah satu dryad mencoba memberi tahunya, tetapi hal itu tak di dengar oleh Ferisu karena ia buru-buru pergi menuju ke tempat Lily yang terbaring di kamar.


Pertarungan Lily dengan Yuki pun masih berlangsung sampai membuat beberapa rumah mengalami kerusakan. Selama pertarungan Ferisu berhasil melepaskan dirinya dari ikatan akar yang di buat oleh Lily.


"Huft... sebenarnya apa yang terjadi? apa maksudnya perubahan energi sihir?"


Karena kebingungan Ferisu bertanya kepada para dryad mengenai hal itu. Mereka pun menjelaskan kepada Ferisu mengenai hal tersebut, termasuk dengan permasalahan pernikahan tersebut.


"Ferisu-sama... lagi-lagi kamu..."


"Tidak, aku benar-benar tak tau soal itu!"


Shiro dan Licia hanya bisa menghela nafas dan menerima apa yang terjadi.


"Yah, ini sudah terlanjur. Untuk saat ini kita harus menghentikan Lily-san terlebih dahulu"


Mendengar hal itu Shiro dan Licia melihat Ferisu dengan wajah yang cemberut. Licia pun menggunakan spirit magic untuk membantu menahan gerakan dari Lily yang sedang mengamuk.


Sedangkan Ferisu bertanya kepada para dryad bagaimana caranya untuk menenangkan energi sihir yang sedang mengamuk tersebut. Para dryad pun menjelaskan bagaimana caranya untuk menenangkan energi sihir milik Lily.


"..."


Setelah mendengarkan penjelasan itu Ferisu terdiam sejenak karena terkejut.


"A... apa tak ada cara lain?"


"Tidak, hanya itulah cara satu-satunya"


Sembari menghela nafas, Ferisu langsung menyuruh Yuki untuk mundur. Ia pun menghadapi Lily seorang diri, dengan berjalan secara perlahan Ferisu mendekati Lily. Tanpa menghindari serangan dari Lily tubuhnya terkena luka akibat akar-akar runcing tersebut.


Melihat hal itu Lily pun mulai menghentikan serangannya, ia pun meneteskan air mata karena menyesal telah menyerang Ferisu.


"Tak apa"


Ferisu memeluk lembut Lily yang sedang menangis tersedu-sedu. Ia pun membawa Lily masuk kedalam sebuah kamar salah satu rumah milik dryad. Semua orang di larang mendekati kamar tersebut.

__ADS_1


Malam pun berlalu dan matahari mulai terbit di pagi hari. Licia dan Shiro sedang memasak sarapan untuk semua orang.


"Aku akan membangunkan Ferisu"


Yuki yang tak di perbolehkan ikut memasak, pergi untuk membangunkan Ferisu untuk sarapan. Saat sampai di depan pintu rumah, Ferisu keluar bersama Lily yang menempel padanya.


"Apa yang kalian lakukan semalam?"


Melihat hal itu Yuki pun bertanya karena heran melihat Lily begitu dekat dengan Ferisu. Lily menjawab pertanyaan Yuki dengan tersenyum sembari menyandarkan kepalanya ke dada Ferisu.


"Tentu saja melakukan hal di lakukan suami istri"


Yuki yang terbawa emosi hendak memukul keras Lily, namun Ferisu menghentikan serangannya.


"Kenapa kau menghentikan ku!? Apa dia memang sepenting itu! kau sudah ada kami berempat dan masih mau menambah lagi!?"


"Tenangkan dirimu Yuki, saat ini dia sedang hamil"


Yuki pun pergi tanpa sepatah kata pun dengan wajah yang begitu kesal. Saat sampai di alun-alun desa para dryad menyambut Ferisu dan Lily dengan begitu meriah.


"Selamat atas pernikahan dan anak kalian"


Shiro dan Licia yang mendengar hal itu spontan mendekati Ferisu dan menariknya untuk mendapatkan penjelasan.


"Seperti yang mereka katakan, aku dan Lily sudah menikah dan di berkahi seorang anak"


"Bukannya kalian baru saja bertemu? bagaimana bisa langsung hamil!?"


"Itu benar, bukannya kami duluan yang bersama denganmu"


Ferisu pun menjelaskan kepada mereka berdua kenapa Lily bisa hamil. Ras dryad yang mendapatkan energi sihir dari orang lain akan meningkatkan nafsu birahinya ketika di hari pertama dalam keadaan yang begitu subur. Hal itu lah yang menjadi penyebab kenapa mereka bisa langsung hamil dalam pertemuan satu malam.


Setelah kejadian itu Lily selalu menempel pada Ferisu dengan begitu manjanya. Hal itu membuat yang lainnya cemburu, namun mereka tetap menahannya mengingat jika Lily sedang hamil.


"Aku akan pergi sebentar untuk mengatasi Hydra"


Di tengah-tengah sarapan Ferisu memberitahu semua orang kalau dia ingin pergi menuju ke tempat naga beracun tersebut. Sontak semua orang pun terkejut dan mencoba melarangnya.


"Tak perlu kawatir, aku sudah pernah mengalahkan hydra sebelumnya"

__ADS_1


"Walaupun kau bilang begitu, hydra yang berada di hutan ini sangat berbeda dan cukup aneh"


"Terima kasih atas kepedulian kalian, tapi aku akan tetap pergi. Lagi pula jika di biarkan hutan akan sepenuhnya mati akibat miasma yang dia pancarkan, bukan?"


Setelah mendengar hal itu, semua dryad pun menundukkan kepalanya dan tak bisa bicara apapun. Sedangkan Licia menatap Ferisu dengan serius sembari bertanya.


"Apa hydra itu bisa di kalahkan?"


Dengan percaya diri Ferisu membalas pertanyaan Licia dengan senyuman.


"Tentu saja!"


Sebelum pergi menuju ke tempat hydra tersebut, Ferisu memasang spirit magic yang membuat dinding pelindung pada Lily mengingat kejadian pagi tadi.


Dalam perjalanan menuju ke tempat hydra, miasma nya semakin kuat, namun berkat skill pasif poison resistance. Ferisu bisa menahan semburan miasma beracun dari hydra tersebut.


Saat sampai disana, ia melihat seekor naga dengan lima kepala sedang meminum air beracun di sebuah danau.


"Kepalanya ada lima?!"


Melihat hal itu Ferisu cukup kaget mengingat jika hydra yang dulu di lawannya hanya memiliki tiga kepala. Terlebih lagi aura yang di pancarkan monster itu lebih kuat ketimbang hydra yang pernah ia lawan. Bukan hanya itu, hydra itu juga memiliki sebuah kristal hitam yang melekat pada setiap kepalanya.


"Kristal hitam lagi..."


Walaupun tak bisa menggerakkan energi sihir, hal itu tak berlaku jika ia menggunakan Meian. Karena energi sihir yang berada di tubuh Ferisu akan di conversi menjadi kekuatan milik Meian.


"kegelapan yang terlahir di balik cahaya, dan cahaya yang terlahir di dalam kegelapan. Sebuah pedang yang dapat menyatukan keduanya, pinjam kan aku kekuatan dari kegelapan, Balance Sword : Chaos Mode!"


Dengan gerakan yang cepat Ferisu berhasil menebas salah satu kepala milik hydra tersebut. Namun, regenerasi nya begitu kuat sehingga dalam sekejap kepalanya kembali seperti semula.


"Regenerasi!?"


Karena posisinya sudah di ketahui, hydra itu pun menyemburkan 5 sihir yang berbeda ke arah Ferisu.


Duaaarrr!!!


Sebuah ledakan sihir yang begitu besar membuat danau disana menjadi kering. Walaupun bisa menghindar, Ferisu masih belum tau cara untuk mengatasi regenerasi milik Hydra tersebut.


"Hancurkan kristal yang ada di kepalanya!"

__ADS_1


Pada saat itu terdengar suara teriakan pria di balik pepohonan.


Ferisu pun meloncat ke salah satu kepala dan mengincar kristalnya, namun kepala yang lain bergerak dengan cepat dan menghantam Ferisu.


__ADS_2