Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 45 : Pahlawan


__ADS_3

Setelah pertemuan itu para pahlawan mulai merenungi hal yang telah mereka lakukan, sedangkan salah satu pahlawan bernama Jack tetap bersikeras menyerang Ferisu karena tak mempercayai kata-kata sebelumnya.


Bamm!!


Ferisu pun dengan keras menghantam perut Jack hingga membuatnya pingsan. "Apa kalian sudah memikirkannya? kalau sudah kita akan pergi ke istana untuk membicarakan detail lainnya". Ujar Ferisu sembari mengangkat Jack.


Setelah berfikir cukup panjang dan berdiskusi mereka pun setuju untuk pergi menemui raja Triberus. Pasukan Rigle yang lain sudah berhasil di tahan oleh para kesatria Triberus dan memenjarakan mereka di penjara bawah tanah.


Di istana para pahlawan di tatap dengan tajam oleh para beastman, karena kejadian yang lalu. Tapi karena Ferisu lah yang membawa mereka, jadi tak ada orang yang berani untuk mengusiknya. Hingga sampai di ruang tahta, saat memasuki ruangan itu Yuki dan Shiro langsung berlari memeluk Ferisu.


"Syukurlah kau tak apa". Ujar mereka berdua dengan kawatir.


"Maaf membuat kalian berdua kawatir". Ujar Ferisu dengan lembut sembari mengelus rambut kedua gadis itu.


"Ferisu-dono, kenapa kau membawa 5 manusia itu?". Tanya raja dengan heran.


"Mereka adalah pahlawan dari kerajaan Rigle". Jawab Ferisu.


Semua orang pun kaget ketika mengetahui hal itu, sebelumnya mereka beranggapan bahwa manusia yang di bawa Ferisu adalah kesatria biasa dari kerajaan Rigle.


"Tak perlu kawatir, mereka tak punya niatan untuk bertarung. Aku juga sudah mengambil semua senjata mereka untuk berjaga". Ujar Ferisu untuk menenangkan situasi.


Setelah di jelaskan oleh Ferisu, sang raja pun mengerti tentang situasinya. Pada saat itu raja pun menjelaskan soal perjanjian damai hingga bersekutu dengan Rigle dan ElvenGarden. Hingga sampai penyerangan secara sepihak dari Rigle yang sekaligus melanggar perjanjian.


"Bagaimana? apa kalian sudah paham?". Tanya Ferisu pada para pahlawan.


"Ya, kami semua paham dan kami minta maaf karena sudah melakukan hal yang salah...". Ujar para pahlawan dengan sangat menyesal.


"Kalian kira hanya dengan minta maaf akan menyelesaikan semuanya?!". Ujar salah satu jendral dengan ketus.

__ADS_1


"Hentikan itu! kau tak perlu melakukannya, lagi pula mereka tak mengetahui hal itu dan hanya di manfaatkan oleh Rigle". Ujar raja.


"Tapi Yang Mulia, kerusakan yang kita alami sangatlah besar. Tak mungkin kita hanya membiarkan mereka saja setelah melakukan banyak hal yang sangat merugikan kita". Ujar jendral itu.


"Itu memang benar, tapi untuk saat ini kita harus tenang". Ujar raja dengan bijak.


Ferisu pun tersenyum kecil. "Apa yang kalian debat kan? kerugian dalam perang? tak perlu di pusingkan bukan, kita hanya perlu menyerang Rigle saja untuk mengembalikan kerugian yang kita alami". Ujar Ferisu.


"Ferisu-san?". Ujar para pahlawan dengan heran.


"Aku sudah bilang dengan kalian bukan? jika aku berhutang sesuatu dengan kerajaan Rigle". Ujar Ferisu dengan senyum yang menyeramkan.


Ferisu pun merubah wujudnya menjadi manusia dan membuat para pahlawan itu terkejut. "Sekarang kalian paham bukan?". Ujar Ferisu setelah berubah wujud.


"Kau... jangan bilang...".


"Yah, aku lah orang yang terpanggil bersama dengan kalian saat itu". Ujar Ferisu menatap para pahlawan.


"Ferisu-dono, apa yang kalian bicarakan?". Tanya raja dengan bingung.


"Ah, maaf karena aku tak menjelaskannya sebelumnya. Sebenarnya aku adalah salah satu pahlawan yang di panggil oleh Rigle secara tak sengaja, tapi karena saat itu status ku belum di- ah maaf lupakan yang itu. Intinya aku pernah di panggil oleh orang Rigle dan di buang oleh mereka". Jelas Ferisu.


Suasana pun menjadi hening ketika mereka mendengar ucapan Ferisu barusan. Mereka tak pernah menyangka jika Ferisu adalah salah satu pahlawan yang di panggil oleh kerajaan Rigle, terlebih lagi jika dia adalah seorang vampir.


"Ferisu-dono, bagaimana mungkin Rigle akan membuang anda, terlebih lagi anda adalah seorang vampir?". Ujar raja dengan heran.


"Oh saat itu, karena sebuah kesalahan dari ritual itu. Energi sihir ku tak bisa di rasakan oleh mereka, terlebih lagi wujud ku saat itu adalah wujud yang sekarang (manusia)". Jelas Ferisu.


Setelah mendengar hal itu, mereka pun melanjutkan diskusi mengenai rencana selanjutnya. Setelah menahan para pasukan Rigle, mereka juga perlu untuk memperbaiki kerusakan di ibu kota dan wilayah lainnya.

__ADS_1


Tetapi Ferisu mengajukan rencana untuk menyerang Rigle. Tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut, tak sedikit juga orang yang menerima renaca itu. Para pahlawan juga tak bisa berbuat apa-apa setelah mengetahui siatuasi yang sebenarnya.


Mereka yang sebenarnya bukan berasal dari dunia itu dan tiba-tiba masuk kedalam masalah hingga membuat dua kerajaan mengalami kerugian besar. Para pahlawan itu mendapat tawaran dari Ferisu untuk menebus perbuatan mereka dengan membantu nya mengalahkan kerajaan Rigle dan kemudian hidup bebas mau menjadi petualang atau apapun yang mereka inginkan.


Para pahlawan itu menerima tawaran itu dengan senang hati, sedangkan Jack yang sedari awal terlihat tidak menerima hal itu tetap diam saja dan mengikuti alur pembicaraan. Tetapi Ferisu melupakan satu hal yang penting, ia lupa bertanya tentang orang berjubah yang menjadi dalang di balik kejadian itu.


Hari pun mulai gelap dan semua orang pun beristirahat, sedangkan untuk para petualang juga di sediakan kamar masing-masing dengan sihir penghalang untuk berjaga-jaga. Di malam hari yang sunyi itu terdengar sebuah langkah kaki di atas atap istana yang membangunkan Ferisu dari tidurnya.


Siapa yang berlarian di atas atap?


Karena penasaran ia pun keluar dari jendela dan naik ke atas atap. Disana ia melihat sesosok orang berjubah sedang berlarian seolah mencari kamar seseorang. Pada saat itu Ferisu pun teringat dengan sosok itu, bermata merah dengan sebuah jubah hitam.


Ferisu pun mengejar orang itu, tetapi sosok itu menyadari jika dirinya sedang di ikuti oleh seseorang. Saat itu orang berjubah itu terjun dari atas atap dan langsung menghilang tanpa jejak.


"Kemana dia pergi?". Gumam Ferisu melihat ke segala arah.


Saat itu ia juga menggunakan sihir pelacak tetapi tetap tidak bisa merasakan kehadiran dari sosok berjubah itu. Karena sudah kehilangan jejak, Ferisu pun memutuskan untuk kembali tidur di kamarnya.


...----------------...


Di atas atap itu sosok berjubah masih berada disana, tetapi ia berubah menjadi sebuah kabut hitam yang sulit untuk di lacak.


"Tak kusangka ada yang merasakan kehadiran ku". Gumam sosok itu.


Karena Ferisu sudah kembali ke kamarnya, sosok itu pun masuk ke salah satu kamar pahlawan dengan sosok nya yang berupa kabut hitam agar tak bisa di deteksi oleh orang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE


__ADS_2