
Di sebuah pulau yang di lindungi oleh sihir penghalang, terlihat sesosok pria berambut putih dengan mata merah terbang di atas langit dengan sepasang sayap hitam pekat.
Semua pasukan beastman yang berada di atas kapal pun memasuki mode siaga dan bersiap untuk bertempur.
"Hei, Shiro! lihat keatas!". Ujar Yuki menunjuk ke arah sosok itu.
"Itu! bukannya itu Ferisu-sama?!". Teriak Shiro terkejut.
"Apa yang kalian ucapkan?". Tanya raja dengan heran.
"Ayah, sosok yang terbang itu adalah vampir yang pernah kami ceritakan". Jawab Yuki dengan serius.
"Apa kau bilang?!!". Ucap raja dengan terkejut. Ia pun duduk di kursi sembari memegang kepalanya.
Diluar kapal semua penyihir dan pemanah dari beastman sudah mengarahkan serangannya ke Ferisu. Mereka hanya menunggu aba-aba dan semua serangan itu akan di tembakkan.
"Perhatikan kalian para pasukan beastman!!!". Teriak Ferisu dengan lantang.
Semua beastman pun terkejut mendengar suara itu dan diam sejenak. Raja serta kedua putrinya pun keluar menuju ke deck kapal.
"Perkenalkan nama ku adalah Furuhashi Ferisu, aku adalah seorang vampir sekaligus pemimpin di pulau ini!!!". Ujar Ferisu dengan lantang memperkenalkan dirinya.
"Aku akan memberikan kalian 3 pilihan, pertama kembalilah ke negara kalian dengan tenang, kedua kalian datang ke pulau dengan tujuan perdamaian dan kerja sama, atau ketiga kita akan bertarung hingga salah satunya hancur!!!". Ujar Ferisu dengan lantang memberikan 3 pilihan.
Para beastman pun menoleh ke rekannya masing-masing. Begitu pula dengan rajanya yang mengerutkan dahinya dan berfikir keras mengenai pilihan tersebut.
"Apa yang kalian pikirkan?! mereka adalah musuh kita! tentu saja kita harus bertarung melawan mereka!". Teriak salah satu prajurit beastman.
"Itu benar!". Teriak prajurit lain yang setuju.
"Hei kalian semua hentikan itu!". Ujar Yuki dengan tegas.
Semua prajurit pun diam dan menoleh ke arah putri Yuki. "Kenapa tuan putri? apakah anda bermaksud menjalin hubungan dengan para iblis itu? atau mungkin anda ingin kita semua kembali ke kerajaan tanpa membawa apapun?". Ujar prajurit yang berteriak tadi.
"Bukan begitu, memang benar jika kita kembali, kita tak akan membawa apapun dan hanya menghabiskan waktu serta tenaga saja kesini. Tapi, jika kita menjalin hubungan persahabatan dengan mereka itu bukan sesuatu pilihan yang buruk. Sedangkan jika kita bertarung, kita hanya memiliki kemungkinan kecil untuk menang". Jelas Yuki.
"Apa yang kau maksud kemungkinan kecil untuk menang Yuki?". Tanya raja dengan heran.
"Apa ayah melihat para iblis itu dengan seksama saat meneropong nya?". Tanya Yuki.
__ADS_1
"Hmmm?".
"Para iblis itu hampir sama dengan pasukan raja iblis, lihat saja para goblin itu. Mereka bukanlah goblin biasa, melainkan hobgoblin yang sudah mendapatkan kelas bertarung. Ogre yang sudah menjadi kijin dan hell kijin yang merupakan tahap akhir perubahan mereka. Imp yang memiliki 2 sayap sudah memiliki 6 sayap dan berpenampilan seperti manusia. Orc yang sudah berubah menjadi hight orc. Serta pemimpin mereka yang merupakan iblis kelas atas vampir". Jelas Yuki.
Raja pun terdiam setelah mendengar hal itu, ia tak pernah memerhatikan hal tersebut. Ia pun memikirkan tawaran Ferisu untuk berdamai atau kembali pulang ke kerajaan.
Setelah berfikir panjang raja pun membuat sebuah keputusan untuk berdamai dengan Ferisu dan menjalin kerja sama mengingat kekuatan tempur para iblis yang berada di pulau itu.
"Hei! aku ingin berdiskusi dengan mu, apa kau bisa turun kesini?". Ujar raja dengan lantang.
Ferisu pun menerima ajakan itu dan terbang mendekat menuju kapal sang raja beastman. Namun, tiba-tiba sebuah sihir mengarah ke arahnya dengan begitu cepat.
"Tch!". Decak Ferisu sembari menahan serangan sihir itu.
Bukan hanya satu, semua prajurit beastman menembaki Ferisu dengan sihir dan anak panah secara bertubi-tubi.
"Apa yang kalian lakukan?!!". Teriak Yuki.
Namun tak ada satupun prajurit yang merespon teriakan tersebut. Tatapan mata para prajurit tampak kosong dan ekspresi mereka pun datar.
"A~ apa yang terjadi?". Gumam Shiro yang menyadari hal itu.
"Hei hentikan serang kalian!!". Teriak raja.
"Tch!". Ferisu pun menarik keluar kuro.
"Apa kita akan bertarung tuan?". Tanya kuro.
"Yah, sepertinya begitu". Jawab Ferisu dengan ekspresi dingin.
Ia pun terbang dengan cepat menuju ke salah satu kapal para beastman. Saat sampai di atas kapal, para beastman yang berada di kapal lain tetap membombardir serangan ke arah Ferisu tanpa memikirkan teman mereka.
"Apa yang mereka lakukan? tunggu rasanya ada yang aneh".
Ferisu pun membuat sebuah pelindung yang mengelilingi kapal yang ia naiki agar serangan dari kapal yang lain tak mengenainya.
"Hei kuro, bukannya tingkah mereka cukup aneh?". Ujar Ferisu sembari melihat para prajurit beastman itu.
"Ya tuan, mereka seolah-olah sedang di kendalikan". Jawab kuro.
__ADS_1
"Sepertinya kita tak perlu membunuh mereka jika mereka hanya di kendalikan". Ujar Ferisu.
"Seperti biasa tuan sangat baik yah, walau pun anda membunuh mereka, mereka pun tak akan merasakan sakit seperti yang anda lakukan saat melawan para bandit dan pasukan kerajaan Rigle". Ujar Kuro.
Tanpa membalas ucapan kuro, Ferisu langsung bergerak dengan cepat membuat pingsan para prajurit itu. Namun, mereka tak pingsan padahal Ferisu sudah memukul tungkuk mereka.
"Mereka tak pingsan?". Gumam Ferisu.
"Tidak tuan, mereka pingsan. Tetapi tubuh mereka tetap bergerak, sudah seperti boneka yang di gerakkan oleh seseorang". Ujar Kuro.
"Kalau begitu, seperti nya kita harus mengikat mereka satu persatu". Ujar Ferisu.
Ia pun terbang ke atas sembari menggunakan sihir pelindung untuk menahan serangan dari para prajurit.
"Magic combination water & earth : Binding Root!". Ujar Ferisu menggunakan sihir elemen kayu.
Sebuah akar kayu menjalar keluar dan mengikat setiap pasukan yang berada di kapal tersebut. Ferisu pun melakukannya juga di kapal-kapal yang lain, hingga pada akhirnya sampai di kapal tempat raja beastman.
Tetapi prajurit yang berada di kapal tersebut berbeda dengan para prajurit di kapal yang lain. Mereka tampak tak di kendalikan oleh seseorang dan tetap memiliki kesadaran.
Saat sampai di kapal tersebut para prajurit mengelilingi Ferisu dan mengarahkan pedang mereka.
"Hmmm? seperti kalian yang ada disini tetap memiliki kesadaran". Ujar Ferisu saat melihat para prajurit itu.
"Semuanya sarungkan pedang kalian!". Teriak raja.
Para prajurit pun mengikuti perintah raja dan menyarungkan pedang mereka. Ferisu pun berjalan mendekati raja tersebut sembari menyarungkan kuro.
"Maaf atas ketidak sopanan para prajurit ku dan mereka yang berada di kapal lain". Ujar raja.
"Hmmm? apa yang sebenarnya kalian lakukan disini? aku bersumpah tak pernah menyinggung kalian para beastman". Ujar Ferisu dengan serius.
"Ini hanyalah kesalahpahaman Ferisu-sama". Ujar Shiro.
"Kalian?". Ujar Ferisu melihat dua wajah yang ia kenal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE