
Setelah berpisah dengan para pahlawan, Ferisu dan yang lainnya kembali ke penginapan. Walaupun masih penasaran dengan kejadian sebelumnya, Licia tak bertanya karena melihat muka Ferisu yang kesal.
"Besok kita akan pergi ke wilayah Dryad" ucap Ferisu sembari merebahkan tubuhnya di kasur dan tidur.
Ketiga gadis itu mengiyakan ucapan Ferisu, terlebih lagi tujuan mereka adalah untuk mencari sekutu sebanyak mungkin sebelum bencana dari Evil God yang bangkit terjadi lagi.
Pada esok paginya, mereka langsung bersiap pergi menuju ke wilayah dryad dengan sebuah kereta kuda. Saat itu para pahlawan datang ketika Ferisu hendak naik ke atas kereta.
"Ah, Sensei!" teriak Leo.
Ferisu pun menoleh "Oh, Leo-kun. Ada apa?" ucapnya dengan santai.
Suasana disana cukup canggung mengingat kejadian yang terjadi kemarin. Terlebih lagi para pahlawan dari Holan juga ikut datang kesana.
Ketika mata Ferisu melihat muka Mia, ia langsung menunjukkan tatapan dingin. "Apa yang kalian inginkan? Aku tak punya waktu untuk reuni atau apapun" ujar Ferisu dengan dingin.
"Sensei, tolong luangkan waktu anda sebentar. Ada hal yang ingin kami jelaskan mengenai Mia-senpai" ujar Via membujuk Ferisu.
"Cepatlah naik, Licia, Shiro, Yuki. Kita akan berangkat" ujar Ferisu mengabaikan bujukan Via.
Licia terlihat cukup bingung, tetapi dia mengikuti ucapan Ferisu dan naik ke dalam kereta, di ikuti oleh Yuki dan Shiro.
"Etto, Ferisu-sama... Apa anda tak mau mendengar kan mereka sebentar?" ujar Licia.
"Tak perlu, lagi pula itu bukanlah hal yang penting" balas Ferisu sembari memacu kudanya berjalan.
"Iya..." jawab Licia pelan sembari melihat ke arah para pahlawan dari kereta kuda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain Mia terlihat murung karena tak bisa menjelaskannya pada Ferisu.
"Tak perlu murung senpai, kalian masih bisa bertemu lagi nanti" ujar Via mencoba untuk menyemangati Mia.
"Iya..."
Para pahlawan dari Rigle menetap di kota Holan untuk berlatih bersama dengan para pahlawan dari kerajaan Holan.
Menaklukan dungeon, sparing, dan terkadang juga berlatih bersama dengan para kesatria. Hari demi hari mereka semakin kuat hingga mulai melakukan sebuah perjalanan untuk berpergian mengalahkan para monster kelas bencana.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan menuju ke wilayah para dryad memakan waktu selama 5 hari. Sebuah hutan dengan pepohonan yang rimbun adalah tempat di mana para dryad tinggal.
Ada sebuah perdesaan tempat dimana para dryad tinggal, namun entah kenapa saat Ferisu tiba disana tak terlihat satu orang pun. Karena penasaran Ferisu menggunakan skill deteksi untuk mencari keberadaan para dryad.
"Eh? Skill nya terblokir?"
Entah apa yang terjadi, sihir dan skill tak bisa di gunakan di dalam hutan tersebut. Karena hal itu, Ferisu meningkatkan kewaspadaannya sembari melihat ke segala arah.
"Kalian bertiga, tingkat kan kewaspadaan kalian"
"Ada apa Ferisu-sama?" tanya Licia karena heran.
"Aku tak tahu apa yang terjadi, tetapi skill dan sihir ku tak bisa ku gunakan" ujar Ferisu.
Mereka semua pun meningkatkan kewaspadaannya, berbeda dengan Licia dia masih bisa menggunakan kemampuan nya sebagai penyihir roh. "Ferisu-sama, saya masih bisa menggunakan sihir dengan bantuan para roh"
"Begitu yah, jadi spirit magic masih bisa di pakai" gumam Ferisu.
"Roh agung sylpid, pinjami aku kekuatanmu, berubahlah menjadi pusaran angin yang menghalau serangan musuh. Spirit magic : Fubo!"
"Aku akan pergi berkeliling sebentar"
Ferisu keluar dari sihir penghalang yang di buat oleh Licia untuk melihat-lihat hutan. Ia kebingungan kenapa tak ada satupun orang di desa tersebut.
"Ini aneh... aku bahkan tak bisa merasakan keberadaan para monster..."
Saat berhenti di sebuah dahan pohon, tiba-tiba muncul sebuah tangan yang menangkapnya. Cengkraman tangan itu begitu kuat hingga Ferisu kesulitan untuk lepas darinya.
"Apa ini?!"
"Heee... tak kusangka akan ada iblis yang muncul di hutan ini"
Sebuah suara wanita terdengar dari belakang Ferisu, suara itu berasal dari si pemilik tangan. Secara perlahan akar pohon melilit tubuh Ferisu, wanita itu pun keluar dari persembunyiannya.
Sesosok wanita berambut hijau daun dengan sebuah hiasan bunga di rambutnya. Memiliki mata berwarna moon green.
"Apa yang di lakukan iblis seperti mu di hutan ini?"
__ADS_1
Wanita itu seperti menanyai Ferisu dengan muka yang cukup kesal. Saat ini hutan tempat tinggal para dryad terkena sebuah miasma yang di pancarkan oleh seekor hydra yang memiliki kristal hitam di tubuhnya. Karena hal itu, racun dari naga itu menjadi lebih kuat dan mematikan.
Sudah 20% dari hutan menjadi kering dan mati akibat miasma yang di pancarkan oleh sang naga beracun tersebut. Para dryad bersusah payah menggunakan sihir mereka untuk membuat sebuah penghalang di area tempat naga tersebut tinggal.
Tak tahu dengan apa yang terjadi Ferisu hanya berdiam diri sembari melirik wanita tersebut. Wanita itu tampak terengah-engah dan kehabisan energi sihir.
"Aku hanya ingin menemui kalian para dryad. Aku tak punya niat jahat atau apapun"
"Tidak usah bohong! kalian para iblis adalah makhluk yang keji, tak mungkin kalian tak punya maksud datang kemari!"
Sembari menghela nafas, Ferisu menggunakan spirit magic nya untuk memotong akar yang mengikatnya.
"Bukannya aku sudah bilang, aku datang kemari untuk menemui kalian para dryad"
Wanita itu terkejut karena melihat Ferisu yang masih bisa menggunakan sihir di dalam hutan tersebut.
"Ba... bagaimana bisa kau menggunakan sihir?!"
"Sihir? ah aku menggunakan spirit magic, skill dan sihir ku tak bisa di gunakan" jawab Ferisu dengan santai.
"Tak usah berbohong! tak mungkin iblis seperti mu di sukai oleh para roh!"
Wanita itu tampak begitu membenci ras iblis tak tahu apa alasannya. Ia pun menggunakan sihirnya untuk mengendalikan pepohonan untuk menyerang Ferisu. Ia menyerang terus menerus, walaupun semuanya berhasil di hindari oleh Ferisu.
"Hah... hah... sial... jika saja bukan karena naga itu..."
Wanita itu pun terduduk dengan nafas terengah-engah akibat kehabisan energi sihir. Ferisu pun mendekatinya sembari mengulurkan tangannya.
"Aku tak ingin bermusuhan dengan mu, apa kau bisa mempercayai ku?"
"Ja... jangan harap!"
Wanita itu menolak dengan tegas dan menepis tangan Ferisu. Tak hanya itu dia juga menggunakan sisa energi sihir nya dan menyerang Ferisu dengan akar pohon yang runcing.
Walau pun begitu Ferisu masih bisa menghindari serangan itu dengan mudah. Akibat kehabisan energi sihir, wanita itu pun pingsan di tempat.
"Sepertinya dia sangat membenci ras iblis... apa semua dryad begitu?"
Ferisu pun menggendong dryad tersebut dan membawanya kembali ke tempat kemah. Namun, saat sampai disana suasanya begitu berbeda. Ada banyak sekali dryad yang muncul dan berbincang santai dengan Shiro, Yuki dan Licia.
__ADS_1