
Setelah kejadian kemarin ibu kota elf cukup menerima kerusakan. Namun para iblis yang tersisa di perlakukan dengan baik karena menjadi bawahan dari Ferisu.
Keesokan hari nya mereka semua pun berkumpul untuk berangkat menuju ke dead land. Mereka pergi melewati jalan memutar agar tak bertemu dengan manusia ataupun beastman.
Lokasi Dead Land berada di seberang laut wilayah beastman. Untuk pergi ke pulau itu mereka membutuhkan sebuah kapal.
Dalam sebuah hutan Licia bertanya kepada Ferisu. "Ferisu-sama, kenapa anda tak terbang saja?". Ujar Licia.
"Terbang?". Ujar Ferisu bingung.
"Itu benar, ras vampir seharusnya punya sepasang sayap yang terbuat dari sihir". Ujar Licia.
"Maaf kalau saya menyela, tapi vampir yang bisa mengeluarkan sayap adalah tahap evolusi ke-3 yakni true vampir. Saat ini tuan berada di evolusi ke-2 yaitu vampir". Ujar kijin.
"Begitu yah, maaf saya tak terlalu paham dengan konsep evolusi dari ras iblis". Ujar Licia.
"Hei, bagaimana rasanya saat berevolusi? apa ada efek samping atau semacamnya?". Tanya Ferisu.
"Eehmm, saya rasa tak juga, bagaimana yah cara jelasinnya. Saat melakukan sebuah evolusi kita seperti tertidur dan saat bangun sekujur tubuh akan merasa segar dan di penuhi oleh kekuatan". Jawab kijin.
"Apa aku bisa mempercayai penjagaan malam pada kalian nanti?". Ujar Ferisu.
"Tentu saja tuan". Ujar kijin.
Setelah perjalan yang panjang hari pun mulai gelap. Saat malam hari mereka membangun tenda hanya untuk Ferisu saja, sedangkan mereka akan tidur di luar.
Di dalam tenda Licia sudah tertidur pulas, sedangkan Ferisu masih terbangun dan mencoba untuk melakukan evolusi.
...Apa anda ingin berevolusi?...
...Ya / Tidak...
"Ya..".
Baadump!
Tiba-tiba tubuh Ferisu menjadi begitu berat dan merasakan rasa kantuk yang luar biasa. Karena tak bisa menahannya Ferisu pun tertidur.
Saat itu tubuhnya menyerap energi sihir dari sekitar, para iblis yang berada di luar pun merasakan lonjakan energi sihir yang begitu besar dari dalam tenda.
"Energi sihir yang begitu hebat". Gumam kijin yang merasakan energi tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Keesokan pagi nya Ferisu pun terbangun di atas pangkuan Licia. "Hoam, pagi putri". Gumam Ferisu yang bangun.
"Mouu, jangan panggil aku dengan putri". Ujar Licia dengan mengembungkan pipinya.
"Entah kenapa seperti aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya". Gumam Ferisu dalam hatinya, kemudian bangun dari pangkuan Licia.
"Selamat pagi Licia". Ujar Ferisu dengan tersenyum.
"Eh?". Licia pun kaget dan mukanya menjadi sedikit memerah.
"Ada apa?". Tanya Ferisu dengan heran.
Licia yang kaget saat Ferisu memanggilnya dengan nama pun meminta untuk di panggil lagi. "Fe~ Ferisu-sama... tolong ucapkan sekali lagi". Ujar Licia dengan malu-malu.
"Selamat pagi Licia". Ucap Ferisu kembali sembari mengelus lembut kepala Licia.
Bump!
Licia pun mengalami overload, ia sangat senang saat Ferisu memanggilnya dengan nama.
"Kalau begitu aku keluar dulu dari tenda untuk menghirup udara segar". Ujar Ferisu meninggalkan Licia yang terduduk diam dengan muka yang sangat merah.
Ferisu pun menyapa para iblis yang berada di luar, kijin pun mendekati nya. Kijin itu bertanya soal apa yang di lakukan Ferisu saat malam hari. "Tuan, maaf jika saya menanyakan hal ini. Apa yang tuan lakukan semalam? saya merasakan energi sihir yang begitu kuat di dalam tenda". Ujar kijin itu.
"Hmm? semalam? ah, aku berevolusi". Ujar Ferisu mengingat hal yang ia lakukan sebelum tertidur.
"Yah begitulah, oh ya aku belum memberikan kalian nama yah". Ujar Ferisu karena kesulitan untuk berkomunikasi karena para iblis itu tak punya nama.
"Nama... maksud tuan, anda ingin memberi kami semua nama?". Ucap kijin itu dengan terkejut.
Ferisu pun berfikir dan mencari nama yang bagus untuk kijin tersebut. "Kenshin? bagaimana dengan itu?". Ujar Ferisu.
Kijin itu pun berlutut. "Terima kasih tuan! saya tak akan pernah mengecewakan anda!". Ujar Kenshin.
"Setelah berevolusi energi sihir ku naik 3x lipat". Gumam Ferisu dalam hatinya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan setelah Ferisu memberikan mereka semua nama dan energi sihir miliknya terkuras hingga 90%.
Waktu pun begitu cepat berlalu mereka akhirnya sampai di sebuah pantai dan bertemu dengan para goblin yang sudah menunggu kedatangan Ferisu.
"Akhirnya anda tiba tuan. Tapi, siapa mereka semua?". Ujar Takeo.
"Mereka adalah teman baru kalian, bisa ku bilang mereka juga melakukan kontrak dengan ku". Ujar Ferisu.
__ADS_1
Takeo pun mengangguk-angguk dan menyapa para iblis yang lain. Setelah selesai berkenalan mereka pun berdiskusi mengenai kapal untuk berlayar menuju ke dead land.
Ferisu pun mengusulkan untuk membuat sebuah kapal, karena tak mungkin ada orang yang mau menampung ras iblis dalam kapal mereka.
Dengan pengetahuannya di kehidupan masa lalu, Ferisu memberikan sebuah cetak biru untuk membuat sebuah kapal. Untuk saat ini ia hanya memberikan bentuk kapal yang terbuat dari kayu.
Proses pembuatan kapal bisa berjalan dengan cepat dan hanya memakan waktu 1 minggu karena menggunakan sihir. Pada akhirnya sebuah kapal besar yang dapat menampung banyak orang pun selesai di buat.
"Baiklah ayo kita berangkat kesana!". Ujar Ferisu dengan semangat.
"Yaaaa!!!!". Teriak semua orang.
Kapal itu di berikan sebuah sihir enchant oleh Ferisu agar tak mudah hancur dan untuk jaga-jaga jika terjadi serangan monster. Namun, perjalanannya begitu lancar dan tak ada satupun monster yang menyerang hingga mereka sampai di sebuah pulau yang begitu kosong dan tak ada satupun kehidupan. Mereka pun turun dari kapal dan menapaki kakinya di atas pulau yang gersang itu.
"Tempat ini benar-benar seperti yang di katakan". Gumam Ferisu.
Ferisu pun mengeluarkan banyak pupuk dari penyimpanan dimensinya. "Kalian semua tolong sebarkan pupuk ini ke tanah pulau ini, tak perlu semuanya sebarkan saja sebesar 10 hektar". Ujar Ferisu.
Para iblis pun menyebarkan tanah tersebut dan berpencar, karena tak adanya sebuah pohon atau apapun mereka tak akan tersesat. Para imp membawa karung pupuk sedangkan yang lainnya menyebarkan pupuk tersebut ke tanah.
Mereka semua pun menyebarkan pupuk hingga sore hari dan baru selesai 1 hektar tanah.
"Baiklah cukup sudah untuk hari ini". Ujar Ferisu dengan lantang.
Semua iblis pun berhenti dan berkumpul kembali ke pantai, Maia juga sudah selesai memasak makanan untuk makan malam. Kemampuannya dalam memasak sudah meningkat drastis dalam 1 bulan.
Saat para iblis makan, Ferisu pun mendekati tanah yang sudah di pupuk dan menggunakan skill regenerasi nya.
"Regeneration".
Tanah itu pun bersinar hingga cahayanya terlihat oleh para iblis di dekat kapal. Mereka pun berlarian menuju ke arah cahaya itu dan melihat tuan mereka sedang duduk menyentuh tanah itu.
Tiba-tiba muncul sebuah sosok pria tua berbadan gemuk dengan sebuah janggut panjang dari dalam tanah.
"Aaahhh, terima kasih nak!". Ujar pria tua itu.
"Eh? siapa lu?!". Ujar Ferisu yang kaget.
"Saya dalah roh tanah yang tinggal di pulau ini". Jawab pria tua itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE