Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 27 : Blood Couple Ke-2?


__ADS_3

Saat mencoba membangkitkan roh air, Ferisu secara tak sengaja melepas segel seorang dewi. Dewi itu bernama Sui, ia adalah dewi yang mengendalikan elemen air di dunia.


Ribuan tahun yang lalu terjadi sebuah peperangan antar dewa-dewi yang menyebabkan kerusakan parah pada dunia itu. Kebanyakan dewi dan dewa yang menjaga tatanan dunia tersegel akibat hilangnya kekuatan mereka.


Seperti dewa api, dewi angin, dewa tanah, dewa perang dan lain sebagainya. Peperangan itu terjadi akibat pertidaksamaan nya pendapat antar dewa. Yang membuat mereka terpecah menjadi dua kubu.


Untuk zaman sekarang itu merupakan sebuah sejarah yang telah lama dan di ceritakan sebagai dongeng. Kubu pertama di sebut sebagai dewa baik karena mereka adakah dewa yang menjaga tatanan dunia, sedangkan kubunya disebut sebagai dewa jahat, karena mereka mencoba merusak dan membuat kekacauan pada dunia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Huft... baiklah, sekarang apa kau bisa memunculkan kembali mata air di pulau ini?". Ujar Ferisu.


"Tentu!". Ujar Sui dengan percaya diri. Ia pun menggunakan kekuatannya untuk mengumpulkan air dan membuat mata air itu kembali memancurkar air yang begitu jernih.


Airnya benar-benar jernih! apa benar dia seorang dewi? bukan roh air tingkat tinggi? Gumam Ferisu dalam hatinya.


"Hei Gnome, apa benar dia bukan roh air?". Tanya Ferisu karena masih tak percaya kalau Sui adalah seorang dewi.


"Dia bukanlah roh air, dia benar-benar seorang dewi! kami para roh sudah hidup sejak lama bahkan sudah ada saat zaman perang dewa". Ujar Gnome dengan serius.


"Aku pernah bertemu dengan salah seorang dewi, tapi dia benar-benar ceroboh". Ujar Ferisu sembari mengingat kejadian saat ia bertemu dengan Elithya.


"Jadi anda pernah bertemu dengan dewi lain?". Tanya Gnome.


"Yah, begitulah". Jawab Ferisu.


Saat Sui mengeluarkan energi sihirnya untuk membuat mata air itu kembali mengalir di mukanya tampak jika ia sangat senang karena sudah lama sekali dia tersegel.


"Bagaimana?". Ujar Sui.


"Yah, ini bagus. Untuk sekarang aku tak perlu kawatir lagi soal air". Ujar Ferisu.


Air dari danau itu pun mengalir secara terus menerus hingga mengaliri bekas sungai yang berada di pulau itu kembali di aliri air. Selesai dengan urusan perairan dan hari sudah mulai gelap, Ferisu pun memutuskan untuk kembali ke desa.


Dalam perjalanan kembali Sui bertanya dengan heran soal kenapa Ferisu ingin tinggal di sebuah pulau yang mati. "Kenapa kau ingin tinggal di sini Ferisu-kun?".


"Hmmm? tak ada alasan khusus. Aku hanya ingin kehidupan yang damai dan terhindar dari masalah yang merepotkan". Jawab Ferisu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menemanimu selamanya". Ujar Sui dengan tersenyum.


"Terserahlah". Balas Ferisu yang masih jengkel dengan Sui.


Mereka pun akhirnya sampai di desa, dan yang lain sedang makan malam.


"Aku kembali". Ujar Ferisu menghampiri Licia.


"Selamat datang kembali". Sambut Licia dengan senyum kecil.


Licia pun melirik ke arah Sui. "Ferisu-sama, siapa wanita ini?". Tanya Licia.


"Ah dia Sui-". Ucap Ferisu namun di sela oleh Sui.


"Ferisu-kun adalah suami ku". Sela Sui sembari memeluk lengan Ferisu.


"Hei lepaskan!". Ujar Ferisu dengan ketus sembari mendorong kepala Sui.


"Maaf karena mengganggu pembicaraan kalian...". Ujar Licia.


"Ada apa?". Tanya Ferisu.


Licia pun menarik tangan Sui dan menggeretnya masuk ke sebuah rumah kayu yang selesai di bangun.


"Ahahaha.. aku tak pernah berfikir Licia bisa menjadi seperti itu". Gumam Ferisu dalam hatinya.


Ferisu pun menghampiri Takumi untuk membahas pembangunan desa dan pertanian. Rumah yang di bangun sudah hampir jadi semua dan mereka berencana untuk menambah lagi mengingat jumlah penduduknya mencapai 124 orang.


"Baiklah besok aku akan menyalurkan energi sihir ku lagi agar para roh dapat menyuburkan tanah pulau ini, kalian bisa lanjutkan pembangunannya". Ujar Ferisu.


"Ferisu-sama, bagaimana dengan sumber makanan? kita tak mungkin menunggu tanaman dari pertanian siap panen". Ujar Takumi.


"Itu benar juga, aku akan memikirkan soal itu. Untuk saat ini kalian fokus saja dalam pembangunan dan pertanian". Ujar Ferisu.


Rapat pun selesai, Ferisu pun kembali menuju ke rumah yang telah di siapkan untuknya dan Licia.


"Aku pulang Licia". Ujar Ferisu sembari membuka pintu.

__ADS_1


Di dalam rumah tersebut sudah ada Licia yang duduk berhadapan dengan Sui. "Selamat datang Ferisu-sam". Ujar Licia sambil tersenyum.


"Kalau begitu aku pergi tidur duluan, kalian ngobrol saja berdua". Ujar Ferisu berjalan cepat menuju kamar. Ia melihat muka Sui yang tampak ketakutan saat duduk berhadapan dengan Licia.


"Selamat tidur Ferisu-sama". Ucap Licia lembut.


"Baiklah, Sui-san". Ucap Licia.


"I~ Iya!". Jawab Sui tegang.


"Apa kamu serius ingin menjadi istri Ferisu-sama?". Tanya Licia dengan serius.


"Tentu saja! aku tak ingin menikahi orang selain Ferisu-kun". Jawab Sui dengan serius.


"Aku mengerti". Ujar Licia.


"Eh? apa kau tak marah? kau adalah istrinya bukan?". Ujar Sui keheranan.


"Tentu saja aku sedikit marah, tapi sudah hal biasa seorang pria yang kuat mempunyai banyak istri. Tapi tetap saja aku adalah istri pertamanya". Ujar Licia dengan tersenyum simpul.


"Te~ tentu saja! Licia-chan adalah istri pertama dan aku yang kedua". Ujar Sui dengan cepat.


Setelah berbincang panjang Licia dan Sui pun pergi masuk kekamar dan tidur di samping Ferisu.


Pagi hari pun tiba, saat bangun Ferisu merasa jika tubuh nya terasa berat dan kedua lengannya keram. "Kenapa rasanya begitu berat dan panas". Gumam Ferisu sembari membuka matanya.


Saat itu ia melihat ada 2 orang gadis di sebelah kiri dan kanan nya yang sedang tertidur pulas. "Hmmm... huft". Ferisu pun hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya.


Secara perlahan Ferisu mencoba menarik tangannya dan bangkit dari tempat tidur tanpa membangunkan kedua gadis itu. "Maaf yah, sebenarnya aku masih belum bisa menerima kalian di hati ku...". Gumam Ferisu sembari keluar dari kamar dengan ekspresi dingin.


Semua orang memiliki sebuah topeng yang ia pakai, mereka menggunakan topeng itu untuk menyembunyikan jati diri, sifat asli ataupun masa lalu yang tak ingin di ketahui oleh orang lain.


Begitu pula dengan Ferisu, ia memiliki sebuah masa lalu yang tak ingin di ketahui oleh orang lain. Dan ia menyembunyikan nya dengan mengenakan sebuah topeng di wajahnya, dan sifat dirinya yang tak pernah menetap terkadang baik dan terkadang tidak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain pasukan kerajaan beastman sudah berada dalam setengah perjalanan menuju ke desa yang di bangun oleh Ferisu. Kurang lebih pasukan itu akan sampai dalam waktu setengah bulan lagi.

__ADS_1


TO BE CONTINUE


Sorry telat up nya


__ADS_2