Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 58 : Benua Lain


__ADS_3

Seusai rapat semua raja kembali ke kerajaan mereka masing-masing untuk melakukan persiapan. Latihan bersama itu akan di adakan 1 minggu lagi, saat itu Ferisu memilih beberapa orang untuk mengikuti latihan tersebut.


Latihan itu akan berlangsung selama satu bulan, demi membangun kepercayaan para prajurit satu sama lain. Walau tak tahu pasti kapan kebangkitan seorang evil god, mereka harus mempunyai persiapan yang matang untuk melawan. Terlebih lagi monster-monster yang mulai meningkat dan menjadi lebih ganas dari biasanya harus di hentikan.


Di tengah-tengah kota Ferisu mengumpulkan semua penduduk untuk memberitahukan hal tersebut. Alih-alih menyembunyikan hal tersebut agar tak membuat kepanikan, Ferisu lebih memilih untuk memberitahukan kepada semua orang yanh tinggal di Land Of Moonlight.


Berbeda dengan apa yang di bayangkan oleh Ferisu, semua orang yang tinggal di sana tetap tenang. Mereka percaya jika Ferisu bisa menghentikan evil god tersebut, terlebih lagi dengan bantuan banyaknya negara lain. Karena hal tersebut Ferisu bisa pergi menuju ke benua lain demi menjalin hubungan perdamaian.


"Semuanya, aku akan pergi ke benua lain untuk menambah sekutu. Takeo! aku akan menyerahkan keamanan kota padamu dan Kenshin! aku juga menantikan peningkatan kekuatan mu dan semua pasukan yang akan ikut dalam pelatihan"


"Baik Ferisu-sama!" ucap dua orang itu sembari berlutut.


Setelah selesai Ferisu kembali ke balai kota untuk mengemasi barangnya. Pada saat itu Licia dan yang lainnya menemui Ferisu.


"Ferisu-sama, tolong bawa kami bersama mu"


"Tidak, perjalanan ini akan berbahaya. Terlebih lagi siapa yang akan memberikan perintah jika semuanya pergi?"


"Aku akan tinggal disini, jadi tak apakan Ferisu-kun" ujar Sui.


"Apa kalian yakin?"


"Tentu!" ucap mereka semua bersamaan.


"Baiklah, tapi Sui apa kau tak keberatan tinggal sendirian?" tanya Ferisu karena merasa tak enak jika hanya Sui yang tinggal.


"Gak apa kok" ucap Sui dengan tersenyum "Lagi pula aku sudah kalah dalam taruhan huft" gumamnya sembari memalingkan wajahnya.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Ferisu dengan heran.


"Ah tidak bukan apa-apa..." ucap Sui mengelak. Saat itu Sui pun bergerak mendekati Ferisu, lalu menciumnya.


"Akh! Sui-chan!" teriak ketiga gadis lainnya.

__ADS_1


"Kenapa? lagipula aku tak bisa menemui Ferisu-kun setelah kalian pergi, setidaknya biarkan aku memilikinya sebelum kalian pergi" ujar Sui sembari memeluk erat Ferisu.


Ketiga gadis itu hanya bisa diam dan membiarkan Sui memiliki Ferisu sebentar. Hingga pada akhirnya mereka pergi menaiki kapal di pelabuhan kota beast sea. Perjalanan menuju ke benua lain cukup tenang hingga pertengahan perjalanan.


"Uggweeeggg..." berbeda dengan Shiro, Yuki sepertinya mengalami mabuk laut yang cukup parah.


"Onee-chan sangat lemah jika berada di kapal yah"


"Beris- uwwegg!!"


"Shiro, Licia tolong urus Yuki. Aku ingin pergi ke sana sebentar" ujar Ferisu menujuk ke ujung deck kapal.


"Iya, tapi Ferisu-sama, jangan sampai menggoda gadis lain disana" ujar Licia dengan tatapan tajam.


"Emm, iya..." jawab Ferisu dengan takut-takut.


Saat keluar menuju ke deck kapal, terlihat ada banyak sekali orang yang menikmati hembusan angin laut. Ada juga yang terlihat mengalami mabuk laut dan hal yang paling menarik perhatian adalah orang yang sedang melakukan alkimia.


Karena penasaran Ferisu pun sesekali melirik ke arah meja itu "Hmm... dari materialnya, seharusnya mereka sedang membuat ramuan penetral racun" gumamnya.


"Eh? ah iya... aku bisa membuatnya" jawab Ferisu dengan kaget.


"Benarkah!" ujar nya dengan semangat "Aku akan membayar berapapun, apa kau bisa membuatnya?"


"Ah, tentu" Ferisu pun mendekat ke meja itu dan melihat semua materialnya. Secara perlahan ia mulai meracik bahan demi bahan hingga mulai membuat sebuah cairan berwarna merah.


"Ah, ada satu bahan yang kurang" ujar Ferisu yang baru sadar.


"Eh! benarkah!?"


"Iya, tapi tenang saja, aku punya bahannya" Ferisu pun menggunakan skill penyimpanan nya dan mengambil sebuah botol berisi cairan berwarna ungu gelap.


"Cairan apa itu?" tanya gadis itu karena penasaran.

__ADS_1


"Hmmm? ah ini darah hydra" jawab Ferisu dengan santai nya sembari meracik ramuan penetral racun tingkat tinggi.


Kedua gadis itu saling menatap satu sama lain karena kaget dengan bahan yang di campurkan oleh Ferisu. "Dia barusan bilang darah Hydra bukan?" bisik mereka.


"Selesai.." ujar Ferisu memberikan 3 buat botol potion penetral racun tingkat tinggi.


Salah satu gadis itu pun menggunakan penilaian untuk menilai potion tersebut. "Bohong... potion tingkat tinggi!!!" teriaknya karena terkejut dengan apa yang ia periksa.


"Eh? apa yang kau katakan Mei?" tanya gadis yang lain.


"Ah... Fey-sama... po- potion ini... adalah potion tingkat tinggi..." jawab nya dengan terbata-bata.


Saat itu tiba-tiba Licia datang dan menarik telinga Ferisu "Ferisu-sama, bukannya kami tadi sudah bilang untuk tidak mendekati gadis lain?"


"Tung~ Licia... ini tak seperti yang kau pikirkan... aku hanya membantu mereka meramu potion" ujar Ferisu sembari memegangi telinganya yang habis di jewer.


"Hoo... benarkah?" ucap Licia dengan tatapan tajam.


Fey pun mendekat "Itu benar, tuan ini hanya membantu kami meramu sebuah potion" ucapnya.


"Oh ya, ini bayarannya" ujar Fey memberikan 2 buah koin platinum dan sebuah kartu berwarna emas.


"Ah terimakasih, tapi untuk apa kartu ini?" tanya Ferisu dengan penasaran.


"Itu kartu tanda pengenal perusahaan ku, jika kau perlu sesuatu datang saja kesana" ujar Fey dengan tersenyum.


"Ah, terima kasih"


Licia yang hanya diam dari tadi mulai merasa tak nyaman, ia pun menarik Ferisu masuk ke dalam kapal. Perjalanan menuju ke benua lain berjalan tanpa adanya hambatan, hingga pada akhirnya mereka sampai di pelabuhan kota Griya.


Berbeda dengan benua sebelumnya, kota ini terlihat lebih damai. Ada beberapa ras yang berbeda hidup berdampingan, manusia, elf, beastman hidup dengan rukun. "Kota yang damai yah..." gumam Ferisu setelah melihat sekeliling pelabuhan.


Yuki yang masih mengalami mabuk laut pun, mau tak mau harus di gendong oleh Ferisu menuju ke sebuah penginapan. Licia hanya memesan satu kamar yang besar di penginapan tersebut. Tatapan dari pelanggan penginapan yang lain cukup membuat ku merasa ingin memesan kamar lain.

__ADS_1


Setelah mengistirahatkan Yuki di kamar, Shiro akan tetap disana untuk menjaga kakaknya. Sedangkan Ferisu dan Licia akan berkeliling kota untuk mengumpulkan informasi. Tempat tujuan pertama mereka adalah guild petualang, disana mereka mendapatkan cukup banyak informasi mengenai benua itu.


Mereka akan pergi menuju ke ibu kota kerajaan Holan yang di kabarkan memanggil seorang pahlawan setelah Yuki merasa baikan.


__ADS_2