
pada sore hari Ferisu sedang berjalan-jalan di kota sendirian untuk mencari keperluan seperti pupuk dan hal lainnya. Dalam perjalanannya ia berpapasan dengan Gery di sebuah toko kue.
"Sore, Ferisu-sama". Sapa Gery dengan senyum simpul.
"Yah...". Ujar Ferisu membalas sapaan Gery.
"Apakah Ferisu-sama juga ingin membeli beberapa kue?". Tanya Gery.
"Yah, aku cuma ingin memakan sesuatu yang manis". Ujar Ferisu sambil melihat kue-kue yang di jual.
"Begitu yah, kalau begitu boleh saya berikan sebuah saran dan rekomendasi kue yang enak?". Ujar Gery.
Ferisu pun mengangguk membalas ucapan Gery. Saat itu Gery pun menjelaskan berbagai macam kue dengan rasa yang berbeda-beda dan kelebihan mereka masing-masing dari tekstur dan lainnya.
Kemudian mereka berdua pun berbincang santai di tempat duduk depan toko itu sambil memakan kue dan meminum secangkir kopi.
"Ferisu-sama, menurutmu Licia-sama itu orang yang seperti apa?". Ujar Gery.
"Hhmm? kurasa dia gadis yang baik dan sedikit terlalu pemalu. Yah bisa kubilang dia juga terlalu polos". Ujar Ferisu.
"Ahaha, kau benar. Tapi dia adalah putri dari kerajaan kami yang tercinta. Licia-sama sangat di sukai oleh masyarakat karena dia sering bermain dengan anak-anak di panti asuhan dan membantu para petani. Yah, walau pun terkadang saya harus turun tangan karena dia sulit berbicara pada orang karena malu". Ujar Gery.
"Sepertinya kau sangat dekat yah dengan si putri". Ujar Ferisu sambil meminum kopinya.
"Ahaha, yah bisa kubilang kami adalah teman semasa kecil". Ujar Gery sambil tersenyum kecil.
"Oh yah, aku ingin menanyakan 1 hal". Ujar Ferisu.
"Apa itu Ferisu-sama?". Tanya Gery.
"Apa kau tau dimana toko yang menjual pupuk terbaik untuk tanaman dan mengsuburkan tanah?". Ujar Ferisu.
"Hmmm, pupuk yah? Anda bisa pergi ke sebelah selatan ibu kota, disana adalah sektor pertanian. Biasanya banyak bibit tanaman dan juga pupuk di jual disana". Ujar Gery.
"Begitu yah, terima kasih atas informasi nya. Kalau begitu saya pamit dulu, dan terima kasih atas kopi dan kuenya". Ujar Ferisu beranjak dari tempat duduk.
"Yah, tak perlu di pikirkan. Anggap saja sebagai ucapan terima kasihku karena kau telah menolong putri kerajaan kami". Ujar Gery dengan senyum simpul.
Ferisu pun pergi berjalan menuju ke arah selatan kota untuk mencari pupuk buat mengsuburkan tanah di Dead Land.
__ADS_1
...----------------...
"Bukannya dia hanya manusia biasa? saat ku gunakan apprasial untuk melihat statusnya tidak ada hal yang spesial". Gumam Gery di meja itu sambil melihat Ferisu berjalan pergi.
Gery pun beranjak dari kursinya dan kembali pulang kemansionnya. Saat ia sampai di mansion nya dan memasuki ruangan kerjanya. Sudah ada Liver yang menunggu dengan 4 orang assasin dari ras dark elf.
Mereka adalah assasin yang sebelumnya menolak permintaan Gery. Tapi karena Gery menjelaskan jika manusia yang menjadi incaran mereka tidak berhubungan dengan perang para assasin itu pun menerima permintaan Gery dengan bayaran yang cukup tinggi.
Pada saat malam hari ke-4 assasin itu pun memulai aksinya. Mereka pergi menuju ke distrik selatan karena Ferisu masih berada disana untuk berbelanja.
Para assasin itu terus-terusan mengikuti Ferisu setelah ia keluar dari sebuah toko yang menjual pupuk. Ferisu yang menyadari kalau ia di ikuti pun berjalan menuju ke sebuah gang kosong.
"Keluarlah, aku tau kalian mengikutiku dari tadi". Ujar Ferisu di gang itu.
Ke 4 assasin itu pun keluar dan mengepung Ferisu dari 2 arah. Salah satu dari mereka pun melancarkan serangan dengan pisau lempar yang mengarah ke mata Ferisu.
Swooftt...!
Ferisu pun menahan pisau itu menggunakan 2 jari, dan melihat bilah pisau itu sudah di lumuri racun pelumpuh.
"Hmm? racun yah?". Gumam Ferisu.
"Hmph, ah, sayang sekali. Kukira aku akan selamat karena berhasil menangkapnya". Ujar Ferisu dengan nada mengejek.
"Apa yang kau tertawakan manusia?". Ujar assasin itu.
Swoofttt!!!
Bammm!!
Ferisu pun bergerak dengan cepat dan menghantam perut dari assasin itu dengan keras hingga membuat nya pingsan.
"Baiklah, kurasa aku bisa sedikit mencari informasi mengenai si pengirim". Gumam Ferisu sambil menatap assasin yang berdiri si sampingnya.
Assasin itu pun langsung meloncat menjauh dan berkumpul dengan 2 temannya yang lain. Mereka pun berpencar dan bergerak mengelilingi Ferisu sembari melemparkan pisau yang sudah diolesi racun.
Ferisu pun hanya berdiri diam sembari melihat pergerakan dari ke tiga orang itu. Pisau-pisau yang mengarah pada dirinya pun tak dihindari dan dibiarkan mengenai dirinya secara sengaja kecuali di bagian kepala.
Namun salah satu pisau itu mengarah ke assasin yang di buat pingsan oleh Ferisu.
__ADS_1
"Bukankah dia adalah teman kalian?". Ujar Ferisu sembari menangkap pisau itu.
"Apa-apaan manusia ini? kenapa racunnya tak bereaksi?". Gumam assasin dengan heran.
Secara perlahan satu-persatu pisau yang menancap keluar dan lepas dari tubuh Ferisu. Luka-luka itu pun sembuh secara cepat seperti tak pernah terjadi.
"Accel...". Gumam Ferisu menggunakan skillnya.
Bamm!!
Ke tiga assasin itu pun dipukul oleh Ferisu satu persatu hingga menghantam lantai jalan. Karena merasa tak sanggup mereka bertiga pun langsung melarikan diri meninggalkan 1 yang pingsan.
"Apa aku perlu mengejar mereka?". Gumam Ferisu sembari melihat 1 assasin yang pingsan.
"Kurasa itu tak perlu tuan, kita sudah punya 1 orang yang bisa di jadikan sumber informasi". Ujar Kuro.
"Yah, kau ada benarnya". Balas Ferisu.
Ferisu pun mengangkat assasin itu dan membawanya menuju ke istana untuk di introgasi. Saat sampai di gerbang istana para penjaga kaget melihat Ferisu yang membawa orang.
Ferisu pun menjelaskan jika orang yang di bawa oleh nya adalah assasin yang mencoba membunuhnya. Jadi ia ingin mengintrogasi nya bersama dengan kapten kesatria. Penjaga itu pun paham dan melaporkan hal itu pada kapten kesatria beserta raja.
Saat mendengar hal itu raja pun terkejut dan langsung memberi perintah untuk langsung menginterogasi assasin tersebut di ruang penjara bawah tanah.
Ferisu pun membawa assasin itu ke sebuah pangkalan kesatria tepatnya di penjara bawah tanah bersama dengan Alfred dan kapten kesatria.
"Dia masih dalam keadaan pingsan, kita tak bisa menginterogasi nya jika begitu". Ujar kapten kesatria.
"Kalau begitu ikat dia terlebih dahulu agar ia tak melakukan bunuh diri". Ujar Alfred.
"Bunuh diri?". Tanya Ferisu dengan heran.
"Yah, jika seorang assasin gagal menjalankan misinya dan tertangkap. Untuk mengamankan informasi mengenai pengirim misi ia akan melakukan bunuh diri agar informasi itu tak bocor". Jelas Alfred.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
TO BE CONTINUE...