
Sebuah pertanda dari bangkitnya evil god telah muncul di ibu kota kerajaan Holan yang memanggil pahlawan suci. Lautan monster mulai muncul dan menyerang ke arah ibu kota, monster-monster itu lebih ganas dari biasanya akibat pengaruh dari kekuatan jahat evil god.
Di atas bangunan jam yang tinggi Ferisu berdiri disana sembari melihat keluar dinding ibukota. "Sepertinya mereka akan sampai dalam 20 menit lagi" gumamnya.
Disisi lain para pahlawan dan kesatria kerajaan pergi menuju ke gerbang timur tepat dimana para monster akan menyerang. Karena sedikit penasaran dengan kekuatan pahlawan suci yang di panggil, Ferisu ingin menonton sebentar sembari menganalisis kekuatan para monster.
Sebelum para monster sampai di gerbang, Ferisu terbang ke atas dinding gerbang. Para kesatria yang berada di sana terkaget dan waspada terhadap Ferisu karena dirinya seorang iblis. Kerajaan Holan adalah sebuah kerajaan gabungan dari 3 ras yang berdamai, hanya saja kerajaan ini benar-benar membenci ras iblis.
"Iblis!?"
"Hmm? ah, maaf mengejutkan kalian" ucap Ferisu sembari melihat ke arah gerombolan monster yang mulai terlihat.
Sembari mengarahkan tombak dan pedang mereka ke arah Ferisu "Pasti ini ulah mu bukan! dasar iblis keji!"
"Huh? apa yang kau katakan?" ujar Ferisu yang tak mengerti dengan apa yang di katakan kesatria itu.
"Monster yang datang menuju ke ibu kota ini, pasti karena ulah mu kan!"
Ferisu pun menghela nafas pendek, "Aku tak ada hubungan nya dengan bencana ini, terserah kalian mau percaya atau tidak. Untuk sekarang bukannya kalian perlu fokus terhadap serbuan monster itu?" ucap Ferisu sembari menunjuk ke arah para monster yang hampir sampai.
Para kesatria itu pun mulai melakukan pertahanan dalam penyerbuan monster tersebut. Di atas dinding benteng para penyihir merapalkan sihir mereka untuk menghabisi para monster. Sedangkan di bagian bawah bertarung menggunakan pedang dan tombak, di garis depan ada 3 orang pahlawan yang memimpin penyerangan.
Salah satu dari mereka ada di atas dinding, dan satunya berada di dalam kota tepatnya di pasukan healer. Selama pertarungan berlangsung Ferisu masih diam di atas dinding tersebut sembari mencari sumber munculnya para monster.
Swoofft!!!
Sebuah sihir melesat dengan cepat menuju ke arah Ferisu.
Bammm!!!
__ADS_1
Ferisu tak bergerak dari sana dan hanya mengaktifkan sihir barier untuk menahan serangan tersebut. "Siapa yang menembakkan sihir padaku?" gumam Ferisu sembari menoleh ke arah asal sihir.
Pada saat itu dirinya terdiam sejenak karena terkejut dengan wajah yang di lihatnya. "Elis..? kenapa dia bisa ada di dunia ini..." gumamnya karena melihat muka teman lamanya.
Namun Elis tak mengenali Ferisu karena saat itu dia berada dalam wujud vampirnya, walaupun mukanya tidak berubah sama sekali. Hal yang di ubah oleh Ferisu hanya bagian rambut, gigi, telinga dan warna mata saja.
"Jangan bergerak! jika kau menurut aku tak akan menyakiti mu" ujar Elis sembari mengarahkan tongkat sihirnya yang sudah membuat lingkaran sihir yang bisa di tembakkan kapan saja.
Ferisu pun mengabaikannya dan tetap diam sembari mencari sumber sihir yang memunculkan para monster. Tetapi, karena terlalu fokus dalam mencari sumber sihir tersebut. Tiba-tiba seekor naga menyemburkan sebuah bola api besar ke arahnya dengan begitu cepat.
"Jangan mengganggu!" teriak Ferisu sembari menyerap bola api besar tersebut dengan Absorb.
"Huft, kurasa aku tak akan bisa menemukannya dari sini" gumamnya sembari terbang menuju ke garis depan.
Selama terbang di atas Ferisu melawan naga yang menyemburkan api sebelumnya. Di lihat dari perilaku naga tersebut, dia hanya seekor monster tanpa akal. Naga itu menyerang hanya dengan menggunakan insting liarnya, walaupun begitu tenaga milik naga itu begitu besar.
Dengan menggerakkan ekor nya dengan begitu cepat, ia berhasil mengenai Ferisu dan membuatnya terjatuh hingga menghantam tanah dengan begitu kuat.
"Tuan apa kau baik-baik saja?" ujar Meian karena kawatir.
"Aku tak apa-apa" jawab Ferisu sembari bangun berdiri dan meregenerasi semua lukanya. "Seperti kita akan sedikit serius Meian" ujar Ferisu dengan senyum kecil di wajahnya.
"Saya sudah menantikannya tuan!"
"kegelapan yang terlahir di balik cahaya, dan cahaya yang terlahir di dalam kegelapan. Sebuah pedang yang dapat menyatukan keduanya, pinjam kan aku kekuatan dari kegelapan, Balance Sword : Chaos Mode!"
Swooffttt!!!
Sebuah aura kegelapan yang begitu mengerikan keluar dari pedang itu, sebuah pedang yang awalnya berwarna seimbang antara hitam dan putih kita berubah menjadi hitam sepenuhnya dengan garis-garis berwarna ungu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 Bulan yang lalu, Ferisu sedang berlatih menggunakan kekuatan dari Balance Sword. Pada saat itu ia masih kesulitan dalam pengendalian kekuatannya, karena pedang itu mengandung dua elemen yang saling berlawanan.
"Tuan, bagaimana jika anda memfokuskan hanya dalam satu elemen saja?" ujar Meian memberikan saran pada Ferisu.
"Hanya satu elemen? bagaimana caranya?"
Pada saat itu Meian memberikan sebuah instruksi lewat pikiran nya yang terhubung dengan Ferisu. "Begitu yah, hum.. hum aku mulai paham" ucap Ferisu.
Namun, tak semudah yang di pikir olehnya, kemampuan untuk mengendalikan salah satu elemen saja sulit untuk di lakukan. Hari demi hari, hingga sampai satu bulan Ferisu terus berlatih agar bisa menggunakan salah satu kekuatan dari Meian (Balance Sword).
Setelah berlatih cukup lama, akhirnya ia bisa menggunakan kemampuan dari Balance Sword : Chaos Mode. Setelah pedang itu berubah bentuk, kekuatan yang besar dari pedang itu masih sulit untuk di kendalikan oleh Ferisu. Pada saat itu secara tak dengan Ferisu menggunakan sebuah tebasan kegelapan yang membuat air di laut terbelah menjadi dua.
"Eh!?" karena terkejut dengan kekuatan tersebut Ferisu langsung mematikan mode Chaos tersebut. "Kekuatannya terlalu besar, jika saja aku secara tak sengaja mengayunkannya dan mengenai seseorang..." saat itu Ferisu memikirkan cara agar dirinya bisa mengendalikan kekuatan yang di hasilkan oleh Balance Sword.
"Hei, Meian apa kau memiliki sebuah darah?"
"Saya rasa, jika dalam wujud manusia mungkin saya punya. Apa tuan bermaksud untuk menjadikan saya sebagai istri anda?"
"Tidak, bukan itu. Aku berfikir jika darah ku bersatu denganmu, aku bisa sedikit mengakses pengendalian kekuatan itu"
Setelah itu Meian pun berubah menjadi wujud manusianya dan membiarkan Ferisu menghisap darahnya. Berbeda dengan yang lain, Meian tak terdaftar kedalam blood couple. Karena dirinya merupakan familiar dari Ferisu, yang telah membuat kontrak sebelumnya.
Bukan hanya menghisap darahnya saja, Ferisu juga mendapatkan sebuah informasi yang ia perlukan agar bisa mengendalikan kekuatan tersebut. Setelah paham dengan kemampuan tersebut, Ferisu mengeluarkan kekuatannya sebesar 50% agar bisa mengendalikan kekuatan dari Balance Sword : Chaos Mode.
__ADS_1
"Ouh, jadi ini yah kekuatan dari mu Meian. Hanya saja, kekuatan ini cukup menyerap banyak stamina ku, bahkan saat pengaktifan saja sudah memakan 50% energi sihir ku" ujar Ferisu yang telah menyadari kekuatan tersebut.