
Setelah berpisah dengan rombongan tersebut, Ferisu bergerak dengan depan menuju ke lantai bawah. Selama perjalanan dia selalu menghindari pertarungan yang tak perlu guna menyimpan energi. Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya ia sampai di lantai tempat dimana energi pedang itu terasa kuat.
"Tuan, sepertinya pedang itu berada di lantai ini"
"Kurasa juga begitu, energinya lebih terasa disini. Hei Kuro, kenapa kau meminta ku untuk mendapatkan pedang itu?" tanya Ferisu dengan heran.
"Eh, ah.. itu karena..."
Swoofftt! baamm!
Sebuah tebasan angin melesat begitu cepat menuju ke arah Ferisu, namun tebasan itu meleset karena berhasil dihindari. "Siapa disana!?"
Sebuah sosok kesatria dengan baju besi keluar dari balik kegelapan. Kesatria itu memegang sebuah pedang berwarna putih dengan corak emas. Hal itu mengingatkan Ferisu pada saat ia pertama kali bertemu dengan Kuro, dimana ia di bawa oleh sesosok undead.
Tetapi kesatria itu berbeda, dari segi kekuatan dan sihir ia lebih kuat dibanding undead yang membawa Kuro. Kesatria itu pun bergerak dengan begitu cepat menyerang ke arah Ferisu dengan pedang putih itu. Saat menangkis pedang itu menggunakan Kuro, sebuah hal yang tak terduga pun terjadi. Pedang itu menembus kuro dan berhasil mengenai Ferisu.
"Awrrgh!" Ferisu memegang pundaknya yang terluka akibat tebasan pedang tersebut. Anehnya luka itu tak bisa sembuh dengan regenerasi dari ras vampir. "Apa yang terjadi?" gumam Ferisu kebingungan.
"Tuan, pedang itu adalah kebalikan dari ku. Aku adalah sebuah pedang kegelapan, sedangkan pedang itu adalah pedang cahaya yang memiliki energi suci" jelas Kuro.
"Begitu yah... jadi ini rasa sakit dari serangan suci yah"
"Tuan bisa menyembuhkan nya dengan sihir penyembuh"
Ferisu pun menggunakan hight heal, dan luka tersebut pun sembuh. Kemampuan dari sebuah ras demon akan terkunci jika terkena sebuah serangan dari teknik suci yang kuat. Walaupun ada beberapa demond yang bisa menggunakan kemampuan mereka walau hanya sebagian saja.
Ferisu melakukan sebuah gerakan yang begitu cepat dan menyerang menggunakan Kuro, namun hal yang sama terjadi. Kuro menembus kesatria itu sehingga tak bisa menyebabkan luka. "Sebenarnya apa yang terjadi?!"
Setelah berulang kali melakukan hal tersebut dan hasilnya tetap sama Ferisu pun menyarungkan Kuro dan menggunakan sebuah pedang darah. Tetapi karena sebelumnya dia terkena serangan suci tersebut, kemampuan dalam pengendalian darah miliknya sedikit terganggu.
__ADS_1
"Hei Kuro, kapan efek suci ini menghilang?"
"Biasanya jika ringan hanya bertahan selama satu hari"
"Huft, sehari yah. Ini hanya membatasi kemampuan unik dari ras ku, kan?"
"Iya, sihir dan beladiri atau skill lainnya seharusnya masih bisa di pakai"
...Nama : Furuhashi Ferisu...
...Ras : Vampir...
...Age : 21 Tahun...
...Gender : Laki-laki...
...Title : ★Orang Dunia Lain ★Monster Hunter ★Killing Machine ★Sword Master ★spirit confidant...
...Blood Couple Skill : ★Spirit Magic ★Blood Break ★Water Control ★Beast Ability...
...Skill Spesial : ★Blood Control ★Regenerasi ★Apprasial ★Dimension Storage ★Curse Blood ★Summon Familiar ★Absorb...
...Life Skill : ★Blacksmite ★Leather ★Fisherman ★Coocking ★Enchant...
...Skill : ★Boost ★Acceleration ★Night Vision ★Berserk ★Swordmanship ★Swordtecnique ★Saber Aura ★Tsukuchi ★Detection ★Poison Resistance ★Deadly Poison ★Intimidasi ★Sense Of Beast ★Martial Art ★Phisical Resistance ★Magic Resistance ★Comuflage ★Leadership ★Sneak ★Hide Presence...
...Magic : ★Dark Magic ★Wind Magic ★Earth Magic ★Fire Magic ★Water Magic ★Illusion Magic ★Magic Converse ★Combination Magic ★Healing Magic ★Binding Magic ★Dispel Magic...
"Yang berarti aku hanya tak bisa menggunakan skill spesial dari ras ku saja kan" Ferisu pun tersenyum kecil "Kalau begitu itu tak masalah"
__ADS_1
"Combination Magic water and wind magic : Glasial!"
Dengan sebuah kombinasi antara sihir air dan angin Ferisu menciptakan sebuah sihir es yang membentuk pedang es besar. Bukan hanya itu saja, dia juga menggunakan illusion magic untuk membuat beberapa clone dirinya dan menyerang kesatria itu secara bersamaan.
Serangan tersebut berhasil memberikan kerusakan pada armor kesatria tersebut. Walaupun begitu ia tetap bisa bergerak dengan cepat dan mengalahkan setiap clone. Karena begitu cepat, tanpa di sadari ia sudah berada di belakang Ferisu dan hendak menebaskan pedangnya.
Tapi berkat skill Sense Of Beast, Ferisu berhasil menghindari serangan tersebut. Sebuah skill yang meningkatkan insting seseorang layaknya makhluk buas yang sedang bertarung. Pertarungan terus berlanjut dengan begitu sengit.
Tetapi berkat monster itu yang hanya tertuju pada Ferisu yang ada di depannya. Dua buah clone yang sudah disiapkan oleh Ferisu menyerang kesatria itu dengan cara membekukannya dan kemudian membakarnya. Dengan cara seperti itu membuat armor itu tak bisa bertahan akibat perubahan suhu yang berubah-ubah.
Hingga pada akhirnya kesatria itu hancur dan hanya menyisakan pedangnya. Ferisu pun terduduk karena merasa kelelahan, sudah lama dia tak bertarung menggunakan banyak skill yang cukup menguras energi sihirnya. Terlebih lagi serangan suci itu sudah menyegel setengah dari kekuatan dan energi sihir miliknya.
Karena pertarungan itu, Ferisu memikirkan cara untuk mendapatkan kemampuan resistansi terhadap serangan suci. Karena kekuatan suci lah satu-satunya hal yang paling merepotkan untuk selama ini. Bisa membuat ras demon kehilangan kemampuan mereka dan hanya bisa menggunakan sebagian kemampuan mereka itu adalah hal yang sangat merugikan dalam pertarungan.
"Hei tuan, pedang itu sekarang menjadi milikmu"
"Hah.. ha.. ya, sebentar lagi aku ingin mengembalikan energi sihir ku dulu"
Berkat energi sihir yang melimpah di dalam dungeon, Ferisu bisa memulihkan energi miliknya walaupun hanya setengahnya saja. Karena setengahnya masih tersegel dan akan bisa di gunakan kembali esoknya.
Ia pun berjalan mendekat dan mengambil pedang tersebut. "Eh? kenapa rasanya begitu biasa" gumamnya heran. Pedang itu tak berbicara ataupun memancarkan suatu energi sihir.
"Hei Kuro, apa kau bisa menjelaskannya?"
Pada saat itu Kuro tak merespon ucapan Ferisu, bahkan energi sihirnya juga tak bisa dirasakan. "Eh.. oi, kau sedang bercanda kan? jawab aku Kuro!"
Setelah memegang pedang putih itu, Kuro tak berbicara sama sekali. Bahkan energi sihir miliknya menghilang, hingga menjadi seperti pedang biasa. Ferisu pun mencoba menenangkan dirinya dan keluar dari dungeon, dengan niat untuk memperbaiki Kuro kepada seorang dwarf yang handal.
Tetapi setelah berkeliling ke setiap toko pandai besi di kota Asimi, tak ada satupun dwarf yang bisa melakukannya. "Pedang ini tak rusak nak, apa yang kau katakan jika ini adalah pedang sihir? mereka banyak pedang biasa" itulah ucapan semua dwarf yang di temui oleh Ferisu di kota tersebut.
__ADS_1
Di kamar penginapan Ferisu berbaring di atas kasur sembari mengangkat Kuro "Tenang saja, aku pasti akan membuatmu kembali rekan ku" walaupun dia kebingungan dengan hal yang terjadi. Ferisu tetap bersikeras untuk mengembalikan Kuro, besoknya dia pergi menuju ke ibu kota kerajaan dwarf yakni Urgos.