Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 63 : Pertemuan Kembali


__ADS_3

Ibu kota kerajaan Holan yang sedang di landa oleh serbuan monster akibat pertanda kebangkitan evil god. Berkat bantuan Ferisu dan kelima pahlawan dari kerajaan Rigle bencana itu berhasil di atasi. Langit pun kembali menjadi cerah, dengan suara sorakan gembira para penduduk dan para kesatria.


"Bagaimana kalian bisa disini?" tanya Licia penasaran.


"Oh itu karena sensei yang menteleportasi kami kesini" jawab Leo.


"Begitu yah..." ucap Licia dengan lega.


10 Menit Yang Lalu


Ferisu yang di aliri oleh sihir para roh mulai membuka matanya secara perlahan, walaupun sudah di aliri cukup lama. Sihir yang pulih pada dirinya hanya sekitar 7% saja.


"Ughh... spirit..?" gumamnya ketika terbangun.


"Tuan!" Meian yang kawatir pun langsung mendekat ke Ferisu.


"Aku tak apa, bagaimana dengan situasinya?" tanya Ferisu.


"Licia-sama dan yang lainnya pergi ke garis depan untuk menahan chimera itu" jelas Meian.


"Begitu yah... kurasa segini sudah cukup..." gumam Ferisu, ia pun menggunakan telepati jarak jauh untuk menghubungi para pahlawan dari Rigle.


"Apa kalian mendengar ku?" ujar Ferisu melalui telepati.


"Sensei!" ujar kelimanya dengan terkejut.


"Ah, maaf mengejutkan kalian. Saat ini aku memerlukan bantuan kalian, anggap saja ini sebagai latihan tambahan" ujar Ferisu.


"Katakan saja sensei, kami akan membantu!" ucap Leo dengan penuh semangat.


"Saat ini aku sedang berada di kerajaan Holan, tepatnya di ibukota. Ada serangan monster disini, aku sudah menggunakan semua energi sihirku untuk memusnahkan ribuan monster. Saat ini aku tak bisa bertarung, hanya ada satu monster yang tersisa. Apa kalian bisa mengatasinya?" jelas Ferisu melalui telepati.


"Tentu! serahkan saja pada kami!"


"Bagus, sekarang kalian berkumpul lah. Aku akan menteleportasi kalian" ujar Ferisu memberikan instruksi.


Kelima pahlawan dari Rigle pun berkumpul, dari atas benteng Ferisu membuat sebuah lingkaran sihir teleportasi yang cukup rumit.

__ADS_1


"Tuan, apa yang sedang anda lakukan?!" ujar Meian dengan kawatir.


"Tenang lah, aku tak memaksakan diri. Sihir teleportasi ini hanya memakan 2% dari sihirku" ujar Ferisu sembari membuat lingkaran sihir tersebut.


setelah selesai membuat lingkaran sihirnya Ferisu mulai mengalirkan energi sihirnya dan berhasil menteleportasikan kelima pahlawan itu tepat berada di depannya.


"Tak perlu bertanya, kalian bisa langsung pergi ke saja dan mengalah kan monster itu bukan?" ujar Ferisu pada kelima pahlawan itu.


"Tentu saja!" jawab mereka semua secara bersamaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menjelaskan bagaimana mereka bisa di teleportasi kesana, para pahlawan itu pun kembali bersama dengan Licia, Yuki serta Shiro ke benteng. Saat sampai disana para kesatria bersorak dan berterima kasih pada mereka.


Licia, Yuki dan Shiro langsung menghampiri Ferisu. "Selamat datang kembali..." ujar Ferisu menyambut ke tiga wanita itu dengan lembut.


"Ferisu-sama!" ketiganya pun langsung memeluk Ferisu dengan rasa penuh kawatir.


"Yang Mulia raja ingin bertemu dengan kalian untuk mengucapkan terimakasih serta memberikan hadiah" ujar kesatria itu.


"Iya, kami akan pergi kesana nanti. Saat ini kami ingin memulihkan diri terlebih dahulu" ujar Ferisu dengan senyum simpul.


Mereka pun kembali ke penginapan di ikuti oleh kelima pahlawan dari Rigle. Setelah beristirahat cukup lama Ferisu pun akhirnya bisa memulihkan semua energi sihirnya setelah 2 hari.


Setelah semua orang pulih, mereka pun pergi menuju ke kastil kerajaan Holan untuk menemui raja. Para penjaga gerbang pun memperbolehkan mereka masuk dengan di pandu oleh seorang komandan kesatria menuju ke ruangan tahta. Di ruangan itu sudah ada raja yang duduk di singgasananya berserta para pahlawan dan semua petinggi kerajaan.


"Oh, jadi kalian yang telah membantu kami dalam pertahanan" ujar raja tersebut dengan kagum.


"Tidak perlu di pikirkan, lagi pula hal ini berurusan dengan evil god juga" balas Ferisu dengan senyum simpul. "Oh yah, aku ingin membuat sebuah perjanjian damai dengan kerajaanmu" ujar Ferisu sembari melemparkan sebuah gulungan.


Gulungan tersebut berisikan tanda sihir setiap kerajaan yang berada di benua seberang. "Ini..!? apa benar?" ujar raja tersebut dengan terkejut.


"Tentu, bukan kah ini pilihan yang bagus? karena kebangkitan seorang evil god, kita harus menyatukan kekuatan untuk melawannya" ujar Ferisu dengan senyum simpul.

__ADS_1


"Iya.. kau benar, ah tidak aku akan menerima ajakan aliansi nya Raja Land of Moonlight" ujar raja Holan dengan tersenyum.


Semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut karena mendengar percakapan raja. "Ayahanda, maaf jika saya menyela. Apa maksudnya dengan raja dari Land Of Moonlight?" sela putri kerajaan Holan.


"Dia adalah raja dari sebuah pulau yang berada di benua lain, ayah juga tak pernah menyangka seorang raja lah yang akan datang dengan sendirinya" ujar raja Holan.


"Dia seorang raja...?" putri tersebut pun melihat ke arah Ferisu dengan curiga.


"Ada apa tuan putri?" tanya Ferisu dengan tersenyum.


"Ah, tidak... bukan apa-apa..." ucap putri itu mengalihkan pandangannya. "Oh iya, kelima orang itu apa mereka juga seorang pahlawan?" tanya putri itu setelah melihat kelima pahlawan dari Rigle.


"Ya, kami berlima adalah pahlawan dari kerajaan benua seberang bernama Rigle" ujar Leo menjawab pertanyaan putri tersebut.


"Eh..?! senpai!!?" teriak Via setelah melihat Haru.


"Eh... eh.. eeeehhhhh!!!!"


Setelah bertemu, ternyata para pahlawan itu ada hubungannya masing-masing. Para pahlawan yang berasal dari Rigle merupakan adik kelas dari pahlawan yang di panggil di kerajaan Holan. Karena hal itulah mereka bisa mengobrol dengan sangat santai dan akrab sekali.


"Tak kusangka kalian juga berada di dunia ini" ujar Haru sembari menepuk-nepuk pundak Leo.


"Ahaha... yah kami juga tak pernah menduga nya" jawab Leo sembari tertawa kecil.


"Tapi, kalian begitu kuat. Apa kalian sudah lama berada di dunia ini?" tanya Yoruka.


"Iya.. kurang lebih sudah 4-5 bulan" jawab Via.


"Ahaha, tentu saja kami menjadi kuat. Lagi pula kami punya guru yang hebat!" ujar Leo dengan tampang sombong.


"Hooo... siapa guru hebat itu Leo-kun?" tanya Yoruka karena penasaran.


Leo pun berjalan mendekati Ferisu dengan senyum bodohnya. "Dia adalah guru kami, raja dari Land of Moonlight, Furuhashi Ferisu sensei!" ujar Leo dengan lantang memperkenalkan Ferisu pada kakak kelasnya.


Kelima pahlawan dari kerajaan Holan pun seketika diam tak bergeming. "Fe~ fe.. Ferisu-kun...?" ucap Mia dengan terbata-bata.


"Hentikan itu dasar bodoh!" ujar Ferisu memukul kepala Leo.

__ADS_1


"Kau... apa benar kau Ferisu...?" ujar Haru sembari menunjuk gemetaran.


"Tidak, kalian salah orang" bantah Ferisu sembari berbalik berjalan keluar ruangan. "Aku akan pergi ke kerajaan lain di benua ini, kau bisa menghubungi ku lewat lingkaran sihir yang ada di dalam gulungan itu" ujar Ferisu pada raja Holan.


__ADS_2