Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 17 : Percobaan Pembunuhan


__ADS_3

Setelah meninggalkan istana Gery diselimuti oleh rasa kesal dan kebencian pada Ferisu karena mengambil Licia. Ia berencana untuk melakukan berbagai hal agar Ferisu di benci oleh para keluarga kerajaan serta elf yang lain.


Bukan hanya itu Gery juga berencana membunuh Ferisu dengan cara menyewa pembunuh bayaran. Yang akan ia suruh pada malam nanti untuk membunuh Ferisu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di siang hari, Ferisu pun berkeliling kota di temani oleh Licia dan Alfred. Selama berkeliling kota Ferisu juga mengumpulkan berbagai informasi mengenai penyerangan ras manusia.


Waktu pun berjalan dengan cepat hingga hari pun mulai gelap. Di malam hari Ferisu memasakkan makanan bersama dengan Maia untuk ucapan terima kasih pada keluarga kerajaan untuk izin menginap di istana.


Mengingat jika mereka menginap di penginapan biasa, para elf akan mengganggu atau pun menyuruh mereka keluar bahkan mungkin saja akan ada yang menyerang para goblin.


"Enak!! hebat aku belum pernah memakan makanan seenak ini!". Ujar raja elf.


"Syukurlah jika rasanya sesuai dengan lidah anda". Ujar Ferisu.


Selesai dari makan malam, Ferisu dan para goblin pun berdiskusi mengenai rencana mereka kedepannya. Mereka berdiskusi di kamar milik Ferisu.


"Baiklah, kita akan pergi dari kota ini 4 hari lagi". Ujar Ferisu.


"Baik Ferisu-sama!". Ujar para goblin.


"Untuk kedepannya mungkin kita akan mencari sebuah wilayah yang kosong atau tak di lalui oleh orang untuk membuat sebuah tempat tinggal disana. Apa ada yang punya saran?". Ujar Ferisu.


"Bagaimana dengan lembah kematian?". Ujar Takeo.


"Tidak, tidak, tidak, apa yang kau fikirkan Takeo-san? Tempat itu di penuhi oleh miasma beracun yang bisa membunuh mu dalam hitungan menit!". Ujar Takumi.


"Kalau begitu apa kau punya saran tempat lain Takumi?". Tanya Ferisu.


"Ya, bagaimana jika kita tinggal di Dead Lane, memang benar jika tanah di tempat itu tandus dan gersang. Bahkan tak ada satupun tumbuhan yang dapat tumbuh di sana". Ujar Takumi.


"Jadi?". Tanya Ferisu.


"Dengan menggunakan kekuatan Ferisu-sama yang merupakan vampir, kita bisa memberikan nutrisi pada tanahnya dengan pupuk dan kemampuan regenerasi milik tuan. Agar tanah itu dapat menyerap pupuk dengan cepat dan kembali pulih". Ujar Takumi.


"Hah? tunggu. Apa tanah juga bisa di regenerasi?". Tanya Ferisu yang kaget karena mendengar hal itu.


"Tidak, tapi roh tanah lah yang mengalami regenerasi. Sehingga mereka dapat menyalurkan sihir mereka untuk memperbaiki tanah yang sudah tandus itu kembali subur". Jelas Takumi.


"Roh yah...". Gumam Ferisu.


"Itu benar! Dan saya juga dengar dari Licia-sama kalau Ferisu-sama sangat disukai oleh para roh. Jadi saya rasa ide yang saya usulkan bukan lah ide yang buruk". Ujar Takumi.


Ferisu pun menerima usulan Takumi, setelah memikirkannya matang-matang. Rapat pun berakhir dan para goblin pun kembali ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Gery...


Gery sedang duduk di ruangannya sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya karena menunggu laporan dari pelayannya.

__ADS_1


Sreeet....!


Pintu ruangan pun terbuka perlahan dan pelayan Gery pun tiba untuk memberikan. laporannya mengenai perihal asasin.


"Bagaimana?". Tanya Gery.


"Maaf tuan, tapi para assasin dari dark elf menolak nya, dengan alasan masalah perang elf dan manusia". Jawab pelayan Gery.


"Arrggh..! sial!". Ujar Gery dengan ketus.


"Tuan, bagaimana jika saya saja yang melakukannya?". Ujar pelayang Gery menawarkan dirinya.


"Benar juga, kau dulunya mantan assasin kan. Tapi, wajah mu sudah dikenali oleh keluarga kerajaan...". Ujar Gery sambil berfikir.


"Kalau soal itu tuan tak perlu kawatir, saya hanya perlu menggunakan topeng yang menutupi wajah saya dan alat sihir untuk mengubah aliran sihir milik saya". Ujar pelayan Gery.


"Baiklah, aku percayakan manusia brengsek itu padamu Liver". Ujar Gery pada pelayannya.


"Baik tuan, saya tidak akan mengecewakan anda". Ujar Liver sambil berlama keluar dari ruangan.


"Fufufu, hari ini kau akan mati Ferisu! Ahahaha!". Gery pun tertawa di ruangannya.


Pada saat tengah malam, Liver pun memulai aksinya dan menyusup ke istana kerajaan dengan mudah karena ia sering berkunjung kesana bersama Gery.


Hingga pada akhirnya ia menemukan kamar dimana Ferisu tidur. Secara perlahan Liver membuka jendela agar tidak membangunkan Ferisu.


Liver pun berjalan secara perlahan sambil mengeluarkan pisau nya. Saat sampai di depan kasur dan terlihat Ferisu yang masih tertidur lelap.


"Huft, kukira manusia ini cukup kuat. Ternyata tak ada apa-apa nya". Gumam Liver.


Namun secara perlahan tubuh Ferisu yang ditusuk oleh Liver mulai menghilang seperti bayangan yang ada di permukaan air ketika air itu di sentuh.


"Apa!?". Ujar Liver terkejut.


"Siapa kau?". Ujar Ferisu yang berdiri di belakang Liver sambil mengarahkan pisau darah ke lehernya.


Liver pun menundukkan kepalanya dan memutar kan tubuhnya untuk menendakng Ferisu.


Ferisu pun meloncat kebelakang untuk menghindari tendangan itu. Liver pun bergerak dengan cepat menuju ke hadapan Ferisu sembari mengarahkan pisaunya.


Claannkkk!!


Pisau dari Liver di tahan oleh Ferisu menggunakan pisau darah miliknya.


"Hahaha, kukira kau hanya manusia biasa. Tak kusangka aku akan tertipu oleh sebuah ilusi biasa". Ujar Liver sembari beradu pisau dengan Ferisu.


Cank! Clink! Ting!


"Apa tujuannya dan siapa yang menyuruhmu!?". Ujar sambil bertarung.


Liver pun hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Ferisu.

__ADS_1


Stabb!! Splasshh!


Lengan kanan milik Liver pun di tembus oleh Ferisu menggunakan tangannya yang di perkuat dengan sihir.


"Ughh... Hah... Hah... Tak ku sangka aku akan terpojok oleh manusia, kemampuan ku sepertinya sudah menumpul". Ujar Liver sambil memegang lengannya yang terluka.


Taaassss!!!


Liver pun melarikan diri dengan meloncat keluar jendela. Ferisu pun membiarkannya pergi begitu saja.


Braakk!!


Pintu kamar Ferisu pun di dobrak oleh penjaga karena mendengar suara keributan dari pertarungan tadi.


"Apa yang terjadi tuan!?". Ujar penjaga itu.


Penjaga itu pun melihat lengan kanan Ferisu yang di lumuri oleh darah.


"Hmm? tadi hanya ada seekor serangga yang masuk dan mengganggu tidurku". Ujar Ferisu menoleh ke arah penjaga itu.


Saat itu mata Ferisu berubah menjadi merah menyala, penjaga itu pun merasakan suasana yang mencekam seperti ia sedang melihat monster yang sedang melihat mangsanya.


"Be~begitu yah, kalau begitu saya akan melanjutkan berpatroli!". Ujar penjaga itu yang langsung pergi dengan cepat.


Ferisu pun keluar ke balkon yang ada di kamarnya sembari membersihkan pecahan kaca.


Disisi lain...


Liver yang melarikan diri dengan lengan yang terluka cukup parah pun sampai di mansion Gery. Ia pun langsung menuju ke ruangan Gery untuk melapor.


"Oh Liver, bagaimana? Kau berhasil membunuhnya kan?". Ujar Gery dengan perasaan senang.


"Maaf kan saya tuan, saya gagal membunuhnya. Saya tak menyangka kalau manusia itu cukup kuat". Ujar Liver sambil menahan sakit di lengannya.


"Tanganmu? apa manusia itu yang melakukannya?". Tanya Gery yang baru sadar dengan luka Liver.


"Yah, dia menusuknya dengan tangan kosong sambil menggunakan skill penguat". Jelas Liver.


"Tch! kau obati lah lengamu itu dulu". Ujar Gery.


Liver pun keluar dari ruangan Gery dan mengobati lukanya di ruangan lain. Gery yang kesal karena rencana nya gagal pun memukul meja dengan keras.


"Sial! aku tak akan merelakan nya, aku tak akan pernah setuju Licia bersama dirinya! Licia ditakdirkan untuk diriku yang sempurna ini, aku sudah mengenalnya cukup lama jadi aku adalah pasangan yang paling cocok untuknya. Hahahah, yah aku lah yang paling cocok!". Ujar Gery sambil tertawa kencang di ruangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2