Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 29 : Gadis Bermasalah


__ADS_3

Keesokan harinya Ferisu hanya berjalan-jalan mengitari kota dan mendatangi anak-anak yang bermain dengannya. "Apa kalian semua sudah sarapan?". Tanya Ferisu pada anak-anak itu.


Ada yang menjawab sudah dan ada yang belum. Ferisu pun mengeluarkan beberapa roti dari penyimpanan nya untuk di makan bersama dengan anak-anak itu.


Di tepi laut itu mereka sarapan bersama sambil bersenda gurau. Hingga tiba-tiba ada seorang gadis beastman yang berlari dan bersembunyi di belakang Ferisu.


"Apa yang-". Ucap Ferisu dengan heran.


"Shhhh! diam lah". Sela gadis itu.


Tak lama kemudian ada 2 kesatria yang datang, mereka tampak sedang mengejar seseorang yang tak lain adalah gadis itu.


"Apa kalian melihat seorang gadis lewat di sekitar sini?". Tanya kesatria itu.


Ferisu pun melirik gadis itu, gadis itu pun menggelengkan kepalanya. "Ah, aku tak melihatnya". Jawab Ferisu.


Kedua kesatria itu pun pergi untuk mencari lagi. Gadis itu pun keluar dari persembunyiannya.


"Jadi, siapa kau?". Tanya Ferisu pada gadis itu. Anak-anak yang ada disana pun melihat gadis itu dengan tatapan curiga.


"Etto, onee-chan ini anaknya wali kota bukan?". Ujar anak-anak itu.


"Eh?! tidak! a~ aku hanya orang biasa yang kebetulan lewat". Jawab gadis itu sembari memalingkan matanya.


"Benarkah? tapi kami semua seperti nya pernah melihat onee-chan". Ujar para anak-anak.


"Bener kok, aku hanya orang biasa". Ucap gadis itu.


"Jadi apa yang orang biasa lakukan hingga di cari oleh 2 kesatria?". Sela Ferisu bertanya.


Gadis itu pun terdiam sejenak sembari mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Ferisu. "Aah, i~ itu karena a~ aku...".


Ferisu pun memiringkan kepalanya. "Ada apa?". Ujarnya karena melihat gadis itu gugup.


"Huft, kau tak perlu menjawabnya". Ucap Ferisu. Setelah hal itu Ferisu pun bermain kembali dengan anak-anak itu, dari bola hingga membuat kerajinan.


Gadis itu pun ikutan bermain dan membuat kerajinan. Ferisu pun mendekati gadis itu. "Apa kau kabur dari rumah?". Bisik Ferisu di telinga gadis itu.


"Kyaa! eh, a~ apa yang anda ka~ katakan..". Ujar gadis itu dengan gelagapan.


"Bukankah kau sebaiknya kembali? orang tuamu pasti kawatir". Ujar Ferisu.

__ADS_1


"Apa yang kau tau tentang ku?!". Ucap gadis itu dengan ketus.


"Aku tak tau apapun soal dirimu, tapi yang jelas kedua orang tua mu pasti kawatir. Mereka bahkan menyuruh 2 orang kesatria untuk memyarimu". Ujar Ferisu dengan tenang.


"Mereka tak mungkin mengkhawatirkan aku, dari dulu mereka lebih mementingkan pekerjaan mereka di banding bermain dengan ku". Ujar gadis itu dengan raut muka yang sedih.


"Mereka pasti mengkhawatirkan mu, lihat saja kedua kesatria tadi. Mereka pergi mencarimu kemana-mana". Ucap Ferisu.


Gadis itu pun menjadi kesal karena Ferisu yang membela kedua orang tuanya. "Kau yang merupakan orang luar tau apa soal orang tua ku?!! berhentilah bersikap sok tau!". Teriak gadis itu dengan ketus lalu pergi.


"Onii-chan apa yang terjadi?". Tanya anak-anak.


"Eh? ah, tidak ada apa-apa. Mungkin dia hanya sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya kesal, aku akan mengejarnya". Ujar Ferisu.


Ferisu pun berlari mengejar gadis itu, namun ia tidak langsung menemui gadis itu. Ferisu memutuskan untuk mengawasinya terlebih dahulu.


Ferisu terus-terusan mengikuti gadis itu hingga tengah hari, gadis itu pun hanya duduk diam di taman sendirian. Sembari melihati orang lain yang sedang berkumpul dengan keluarganya, makan siang bersama di taman tersebut.


"Ughh, aku belum makan apa-apa sejak pagi tadi". Gumam gadis itu sembari memegang perutnya.


"Aku juga gak bawa uang...". Gumamnya memeriksa kantong di pakaiannya.


Ferisu yang sembari tadi mengawasinya pun mendekat. "Apa kau belum makan?". Tanya Ferisu sembari memberikan sebuah roti.


"Tidak ada, aku hanya kebetulan lewat dan melihat seorang gadis yang kelaparan". Ujar Ferisu sembari duduk di samping gadis itu.


"Aku tak perlu belas kasihan mu". Ujar Gadis itu.


"Sudahlah makan lah dulu, dan apa kau bisa menceritakan alasanmu kabur dari rumah?". Ujar Ferisu dengan tenang.


Gadis itu pun menerima roti tang di berikan Ferisu dan memakannya dengan lahap, Ferisu pun memberikan lebih banyak makanan. Setelah kenyang gadis itu pun mengelus perutnya yang telah terisi dan merasa lega.


"Jadi apa kau bisa menceritakan nya padaku?". Tanya Ferisu.


"I~ iya... terima kasih atas makanannya". Ujar gadis itu dengan malu-malu.


Gadis itu pun menceritakan mengenai dirinya pada Ferisu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ada sebuah keluarga bangsawan yang memiliki seorang putri yang begitu ceria. Tetapi gadis itu jarang sekali mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, karena mereka sibuk dalam pekerjaan.

__ADS_1


Gadis itu sering membuat masalah untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Tetapi kedua orang tua nya tetap tak memperhatikan gadis itu dan menyuruh pelayan untuk menjaga serta merawat putrinya itu.


Terkadang ada juga waktu dimana mereka bermain dengan putri nya itu. Namun, putri nya masih tidak puas karena tak bisa menghabiskan banyak waktu dengan kedua orang tuanya.


Pada suatu hari gadis itu pun menyelinap masuk kedalam ruang kerja ayahnya. Ia mengambil secarik kertas yang berada di atas meja kerja ayahnya. Gadis itu pun menyembunyikan kertas itu dengan harapan si ayah akan berhenti bekerja sebentar dan bermain dengannya.


Tetapi si ayah pun menjadi kebingungan mencari kertas tersebut kemana-mana. Gadis itu pun masuk ke ruangan tersebut dan mengajak ayahnya untuk bermain di halaman rumah mereka.


"Maaf, tapi ayah sekarang sedang sibuk. Apa kau melihat kertas di atas meja kerja ayah? Kertas itu sangat penting". Ujar sang ayah.


Anak itu pun terdiam sejenak. "Apakah kertas itu lebih penting dari pada Aryn?". Ujar gadis tersebut dengan perasaan kecewa.


"A~ Aryn..?". Gumam sang ayah.


"Aku benci pada kalian!!!". Teriak gadis itu sembari berlari keluar dari rumah.


"Hei Aryn!!". Teriak sang ayah mengejar putrinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Jadi begitulah ceritanya...". Ujar Aryn bercerita pada Ferisu.


"Aku mengerti, tetapi saran ku kau tetap harus kembali pulang ke rumah mu". Ujar Ferisu.


"Kau pasti tak mengerti! mereka berdua tak menyayangiku!". Ujar gadis itu dengan ketus.


Ferisu pun menghela nafas pendek. "Mereka berdua pasti menyayangimu, kau sendiri bilang kan kalau ayah mu berteriak memanggil mu saat kau kabur dari rumah? mereka bahkan menyuruh kesatria untuk mencarimu". Ujar Ferisu.


"I~ itu memang benar ta~tapi...". Ujar gadis itu pelan.


"Kalau begitu, bagaimana jika aku menceritakan sebuah kisah padamu?". Ujar Ferisu.


"Kisah?". Ucap Aryn pelan.


"Itu benar, dahulu kala...". Ujar Ferisu bercerita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2