
Sebuah rapat untuk melakukan perlawanan balik pada kerajaan Rigle sedang di langsungkan tetapi, suasana dalam rapat itu sedikit canggung karena para beastman masih tidak mempercayai Ferisu sebagai rekan mereka.
Yuki dan Shiro yang ikut dalam rapat itu tak bisa tinggal diam saja, mereka memberi tahu jika Ferisu adalah iblis yang berbeda dengan para iblis yang lain. Mereka juga memberi tahu jika Ferisu sudah pernah menyelamatkan mereka dan mereka juga sudah menjalin hubungan pernikahan dengan Ferisu.
Karena hal itu semua orang pun jadi terkejut karena putri dari kerajaan mereka secara tiba-tiba sudah menikah tanpa sepengetahuan mereka.
"Apa maksud nya ing yang mulia?!". Tanya para beastman yang berada di ruangan itu.
"Seperti yang di bilang oleh kedua putri ku, mereka sudah menikah dengan Ferisu-doni yang merupakan pemimpin dari pulau death land". Jawab raja dengan tenang.
"Death land? kalau begitu dia lah iblis yang memimpin penyerangan pada kerajaan Elven Garden?!". Ujar para jendral dengan ketus.
"Semuanya harap tenang!". Ujar raja sembari memukul meja dengan keras.
"Saat ini Ferisu-dono adalah sekutu kita, dan penyerangan di elven garden di pimpin oleh iblis lain. Ferisu-dono tak ada hubungannya dengan itu". Ujar raja dengan serius.
"Tapi Yang Mulia, mungkin saja dia sengaja melakukannya agar bisa mendekati kita!".
"Itu benar! mungkin saja penyerangan Rigle ini juga salah satu dari rencana licik nya".
Perdebatan itu semakin memanas karena perseteruan para beastman yang tak mempercayai iblis akibat perang besar yang terjadi 100 tahun yang lalu.
"Kalian ini...". Ferisu pun bangun dari kursinya. Tanpa menahan diri ia mengeluarkan tekanan aura yang begitu besar hingga membuat semua orang disana sampai bertekuk lutut. Bukan hanya di dalam ruangan, tapi seluruh istana merasakan tekanan besar itu.
"Ferisu-dono..". Ucap sang raja.
Ferisu pun menarik semua energi sihirnya dan kembali lagi duduk dengan tenang.
"Haha, kalu dia memang ingin membunuh kita semua, dia bisa melakukannya sendirian tanpa meminta bantuan para manusia itu". Ujar para jendral yang menyadari hal itu.
Setelah itu rapat pun di lanjutkan dengan tenang, tanpa adanya perdebatan lagi soal kerja sama dengan iblis. Setelah rapat selesai para pasukan pun di bagi menjadi 6 dengan di pimpin oleh masing-masing jendral, karena ada 2 jendral yang ikut saat melakukan penyerangan ke pulau death land saat itu.
__ADS_1
Sedangkan Ferisu akan memilih pasukan nya sendiri yakni para iblis yang jumblahnya hanya 15 orang, 4 Kijin, 5 Hight Orc dan 6 Imp. Penyerangan balik akan dilakukan saat esok hari setelah matahari terbit.
Karena senggang Ferisu pun berkeliling istana di temani oleh Yuki dan Shiro sebagai pemandu. Sebenarnya dirinya penasaran dengan skill yang di dapatnya dari penambahan blood cople.
Jika melihat dari deskripsi setiap skillnya :
Blood Break
Sebuah skill unik dari ras beastman, mirip seperti berseker tetapi sang pengguna akan tetap memiliki kesadaran. Skill ini akan meningkatkan aliran darah di dalam tubuh untuk memperkuat insting dan kemampuan fisik sang pengguna.
Water Control
Seperti namanya ini adalah sebuah skill untuk mengendalikan air. Sebenarnya Ferisu bisa mengendalikan air dengan menggunakan sihir. Tetapi sihir dan skill adalah 2 hal yang berbeda, sihir memerlukan sebuah rapalan agar dapat membentuk sesuatu. Sedangkan skill hanya perlu mengucapkan kata kunci dan itu akan aktif secara langsung.
Beast Ability
Sebuah skill yang dapat meminjam sebuah kemampuan dari maklum buas. Skill ini hampir mirip dengan skill absorb, perbedaannya hanya pada pengambilan kemampuan. Absorb perlu di ambil secara manual dengan cara penghisapan darah dari target, sedangkan beast ability hanya perlu membayangkan suatu target. Hanya saja kemampuan ini tak bisa di dapatkan secara permanen, dan hanya bisa bertahan selama 10 menit. Beda dengan Absorb yang akan tetap ada secara permanen.
"Hmmm?". Saat sadar masuk kedalam suatu ruangan, Ferisu pun terkejut melihat ruangan itu.
Sebuah kamar yang luas dengan tempat tidur yang lebar, karena hal itu Ferisu pun berbalik dan ingin keluar dari sana. Tetapi Yuki dengan cepat menarik Ferisu dari belakang menuju ke atas kasur. Sedangkan Shiro mendorong dari depan.
"Hehe, hari ini Ferisu-sama adalah milik kami berdua". Ujar Yuki dengan nakal sembari duduk di atas tubuh Ferisu.
"A~ apa yang kalian lakukan?!". Ujar Ferisu canggung dengan muka memerah.
"Fuu~~". Shiro pun meniup telinga Ferisu dengan lembut. "Hari ini kami akan membuat Ferisu-sama merasa nyaman". Bisik Shiro manja.
Yuki pun secara perlahan menarik pakaian Ferisu keatas hingga perutnya terlihat, sedangkan Shiro sibuk menggoda Ferisu di bagian telinga sembari menggerakkan tangannya ke bagian bawah.
Yuki yang sudah tak bisa menahan dirinya pun melepas pakaiannya dan mencium Ferisu dengan penuh gairah.
__ADS_1
"Onee-chan curang!". Ujar Shiro dengan mengembungkan pipinya.
"Hee, siapa cepat dia dapat bukan". Senyum nakal Yuki.
Di saat momen yang panas itu terjadi tiba-tiba datang seorang kesatria menerobos pintu kamar tersebut. "Permisi Yuki-sama, Shiro-sama, dan Ferisu-sama...". Saat melihat apa yang ada di depannya kesatria itu pun terdiam sejenak. "Ah, maaf menganggu, silahkan lanjutkan". Ujarnya sembari menutup kembali pintu.
Berkat kejadian tersebut Ferisu bisa melepaskan dirinya.
"Ferisu-sama". Ujar Yuki dan Shiro secara bersamaan.
"Yuki, Shiro, apa kita bisa melakukannya di lain waktu? terlebih lagi saat ini hari masih siang dan aku masih perlu mengurusi soal strategi perangnya". Ujar Ferisu memberi alasan dan keluar menghampiri kesatria tadi.
"Ada apa?". Tanya Ferisu pada kesatria itu.
"Saya minta maaf karena telah mengganggu waktu kalian". Ujar kesatria itu sembari menundukkan kepalanya.
"Tak perlu di pikirkan, jadi ada apa kau mencari ku?".
"Yang Mulia raja memanggil anda, dan kami juga mendapatkan laporan jika pasukan Rigle sudah bergerak untuk menyerang kembali". Jelas kesatria itu.
"Baiklah". Balas Ferisu singkat dan berjalan menuju ke ruangan rapat.
Di ruangan itu sudah ada para petinggi Beastman berkumpul dan membicarakan soal strategi yang akan di lakukan. Terlebih lagi mereka tak bisa melakukan rencana yang mereka buat sebelumnya karena kabar jika Rigle sudah bergerak kembali.
Pada saat itu semua orang sangat serius dalam melakukan perbincangan, semua pendapat diterima dan di buat kesimpulan saat akhir rapat tersebut. Karena kerajaan Triberus lah yang memiliki konflik dengan Rigle, tentu saja mereka lah yang akan melakukan penyerangan balik. Sedangkan Ferisu hanya sebagai sekutu yang membantu pertahanan kerajaan dan tak akan terlalu ikut campur jika kondisinya masih dalam keadaan normal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
TO BE CONTINUE