
200 tahun yang lalu terjadi perang yang besar di pulau vampir atau yang bisa kita sebut sebagai death land yang masih dalam keadaan subur. Di dalam perang itu ada seorang vampir yang selamat dan pergi menuju ke area luar pulau untuk bersembunyi.
Ia hidup secara sembunyi-sembunyi agar tak di temukan oleh para musuhnya. 180 tahun pun berlalu dengan cepat karena bagi ras yang berumur panjang hal itu adalah hal yang biasa. Hingga suatu saat setelah berkelana cukup lama, ia sampai di sebuah desa manusia.
Karena ciri khas ras vampir yang begitu terkenal dengan rambut silver dan mata merahnya. Para penduduk langsung tau jika dirinya adalah vampir, namun vampir itu menolak pernyataan itu dan bilang pada para penduduk itu jika dirinya adalah manusia. Tentu saja para penduduk tak mempercayai nya dengan mudah, hingga seorang wanita mendekati vampir itu.
"Kurasa dia tak memiliki niat jahat". Ujar wanita itu dengan tersenyum.
"Kalau nyonya saintes bilang begitu...". Ujar para penduduk desa.
Vampir itu pun di terima oleh para penduduk dan di per boleh kan tinggal di desa di sebuah gubuk kecil yang berada di ujung desa. Wanita tadi adalah seorang Saintess yang begitu di hormati oleh para penduduk desa.
Di sebuah gereja saintess itu biasanya menyembuhkan para penduduk yang sakit secara suka relawan. Itulah mengapa warga desa sangat menghormatinya terlebih lagi saintess juga memiliki sihir suci yang merupakan kelemahan ras vampir.
Hari-hari di desa itu berjalan dengan cukup damai, dan vampir itu pun bisa hidup berbaur dengan warga desa. Bertani, berternak dan berburu hewan, ia sangat membantu para warga desa. Selama tinggal di desa itu, hubungannya dengan saintess itu pun menjadi begitu dekat. Hingga tak lama kemudian mereka berdua pun menikah.
Para warga pun dengan senang hati merayakan pernikahan tersebut. Sebuah pesta di malam hari itu sangatlah meriah dan semua orang sangat bahagia atas pernikahan tersebut. Waktu pun berjalan dengan cepat vampir dan Saintess itu pun di karunia dengan seorang anak laki-laki yang sehat.
Anak itu tumbuh dengan sehat dan saat berusia 5 tahun ia sudah mulai bermain dengan anak-anak di desa tersebut dengan sangat akrab. Tetapi suatu kejadian perang pun mulai terjadi kembali, ras iblis mulai menginvasi desa tersebut.
Anak itu dan ibunya pun bersembunyi di ruang bawah tanah di rumah mereka, sedangkan sang ayah si vampir melawan para ras iblis itu dengan sekuat tenaganya dan berhasil memukul mundur mereka. Setelah pertarungan itu usai, sang ayah sudah cukup kelelahan karena sudah lama tak bertarung.
Ia pun kembali ke rumahnya dan memanggil istri serta anaknya untuk keluar dari ruang bawah tanah karena pertarungan sudah selesai. Tetapi saat si istri dan anaknya keluar dari ruang bawah tanah tiba-tiba seorang kesatria kerajaan menusuk jantung si ayah dengan pedang suci dari gereja ibu kota.
"Bisa-bisa nya ada iblis yang tersisa di desa ini". Ujar kesatria itu menarik pedangnya keluar dari tubuh si vampir.
"Apa kalian berdua tak apa?". Ujar kesatria itu.
__ADS_1
Anak itu sangat shok saat melihat ayahnya yang mati tepat di depan matanya, kekuatan yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya pun meluap keluar.
"Aaaarrrrgggghhhh!!!". Sebuah tangan kegelapan keluar dari banyangan milik nya dan bergerak menyerang ke arah kesatria itu secara membabi buta hingga menghancurkan rumah itu.
Kesatria itu pun berhasil menghalau serangan itu dengan pedang sucinya dan mundur menjauh. "Apa yang... nyonya apakah dia anak anda?!". Tanya kesatria itu dengan penuh kebingungan.
"Iya... dan orang yang kau bunuh barusan adalah suami ku". Ujar sang ibu bangun berdiri dan menatap kesatria itu dengan penuh kemarahan.
"Begitu yah, jadi anda menikahi seorang iblis yah. Seorang saintess yang di hormati ternyata sudah masuk kedalam tipu daya iblis sampai melahirkan anak terkutuk sepertinya". Ujar kesatria itu sembari memejamkan matanya dan mengangkat pedangnya.
"Ryou, larilah ibu akan menahannya". Ujar wanita itu pada anaknya.
"Tidak!". Jawab anak itu karena tak ingin berpisah.
Sang ibu pun menggunakan kekuatannya untuk melawan kesatria itu sekuat tenaga dan berhasil membuat kesatria itu kewalahan. Saat terdapat sebuah celah, sang ibu pun langsung menggendong anaknya dan kabur masuk kedalam hutan.
5 tahun sudah berlalu dengan damai di hutan tersebut, sang anak di ajarkan beladiri dan cara berburu monster. Layaknya seorang vampir, Ryou juga memiliki mata berwarna merah menyala, hanya saja rambutnya berwarna abu-abu karena ia hanya setengah vampir atau bisa di sebut sebagai Dhampir.
"Ibu, aku akan berangkat berburu!". Ujar Ryou pergi saat pagi hari untuk berburu.
"Ya, hati-hati".
Ryou pun berlari di hutan tersebut dan menaiki pepohonan sembari mencari monster atau hewan untuk di buru sebagai makanan. Hari pun menjelang sore dan Ryou juga sudah mendapatkan beberapa hewan buruan seperti rusa dan kelinci.
Saat hendak pulang ke rumah, ryou melihat gumpalan asap hitam yang keluar dari arah rumahnya. Dengan sigap ryou berlari secepat mungkin menuju ke arah asap tersebut. Sesaat sampai disana, ryou melihat beberapa manusia dengan zirah dan lambang dari sebuah kerajaan.
Brak!!!
__ADS_1
Ryou pun menjatuhkan buruannya ke tanah saat melihat sesuatu yang begitu tragis di depan matanya. Depan pakaian robek dan tatap kosong layaknya orang mati, para kesatria itu mulai menusuk tangan dan menyayat tubuh ibunya ryou.
Melihat ibunya di siksa, emosi ryou memuncak dan dia pun langsung menerjang ke arah pasukan itu dan menebas mereka menggunakan tombak kegelapan. Para kesatria yang tidak sempat menghindar itu pun akhirnya terbunuh.
"Bu! Hei!". Ujar Ryou sembari memeluk ibunya.
"R-Ryou?". Ujar sang ibu dengan terbata-bata.
"Tunggu sebentar bu, Ryou akan mencari tanaman herbal disekitar sini, bertahanlah bu". Ujar ryou dengan penuh khawatir dan cemas
Ibu Ryou lalu tersenyum dan mengatakan. "T-tidak perlu Ryou, ibu mungkin tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Daripada itu mending kau segera pergi dari sini dan menuju ke kota. Tinggalkan saja ibu disini dan lari lah menuju ke kota..." Ucap sang ibu sembari mengusap pipi ryou
"T-tapi bu! Ryou tidak bisa meninggalkan ibu disini! Ikutlah bersama Ryou bu, kumohon bertahanlah sebentar lagi!" Ujar si ryou
Sang ibu yang sudah lemas dan tidak memiliki tenaga hanya bisa tersenyum kecil dan meneteskan sedikit air matanya. "Maafkan ibu R-Ryou... Jadilah le...bih kuat...". Lalu tangan sang ibu pun terjatuh lemas dan menghembuskan nafas terakhirnya.
"Ibu! Hei! Ibuu jangan tinggalkan Ryou disini!". Ryou memeluk ibu nya dengan erat dan menangis syahdu.
"Aaaaaaaaaaahh!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE
__ADS_1