Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 54 : Ibu Kota Urgos


__ADS_3

Setelah pertarungan di dalam dungeon dan mendapatkan pedang sihir yang dicari. Ferisu mendapatkan sebuah masalah dimana Kuro dan pedang itu tak memancarkan sebuah energi sihir hingga tak bisa berkomunikasi lagi dengan Kuro. Karena hal itu ia berniat pergi menuju ke ibukota kerajaan Urgos untuk memperbaiki Kuro, sekaligus untuk membahas aliansi dengan raja kerajaan Urgos.


Berbeda saat memasuki kota Asimi, kali ini Ferisu terang-terangan terbang menuju ke ibu kota Urgos dengan wujud vampirnya. Saat di gerbang ibu kota para penjaga sangat waspada saat kedatangan Ferisu.


"Apa yang diinginkan iblis seperti mu disini!?"


"Tenanglah, aku tak ingin membuat keributan" ujar Ferisu sembari merubah penampilannya kembali ke manusia. "Aku pemimpin dari Death Land, dan aku ingin bertemu dengan raja kalian untuk membahas soal aliansi" jelas Ferisu sembari memberikan surat yang di berikan oleh raja elf dan beastman.


Setelah mengkonfirmasi surat tersebut, Ferisu pun diperbolehkan masuk. Semua penjaga juga meminta maaf pada Ferisu dengan tulus. Seorang dwarf yang di kenal keras kepala dengan harga diri tinggi mau menundukkan kepala mereka kepada seseorang yang baru dikenal itu sangatlah jarang terjadi.


"Oh iya, aku ingin bertanya pada kalian. Apa ada seorang pandai besi yang hebat disini? aku ingin memperbaiki pedang ku"


"Pandai besi? haha, tentu saja! biarkan saya membawa anda ketempat beliau" ujar salah satu penjaga.


Ferisu pun di bawa menuju ke sebuah bangunan yang bertandakan guild blacksmith. Sebuah guild yang di khususkan untuk para penempa, fungsi dari guild itu sama seperti guild pedagang. Mereka memberikan lisensi pada setiap dwarf yang menjadi seorang pandai besi.


Mereka bisa menjual hasil tempaan mereka ke guild atau bisa juga menerima permintaan pembuatan senjata dari guild. Berbeda dengan guild petualang yang ada di kota Asimi, guild di ibukota ini begitu ramai. Tak hanya dwarf tapi ada juga beberapa ras lain yang berada di dalam guild tersebut.


"Kau bisa menanyai resepsionis disana dan mengajukan permintaan mu" ujar penjaga itu menunjuk ke meja resepsionis.


"Ah, terimakasih"


"Santai saja, oh ya. Setelah selesai nanti temui aku di gerbang, aku akan mengantarkanmu ke istana nanti"

__ADS_1


"Baiklah"


Ferisu pun pergi menuju ke meja resepsionis dan mengajukan permintaan untuk memperbaiki kuro. Resepsionis itu pun memeriksa Kuro terlebih dahulu, tapi jawabannya sama seperti semua pandai besi di kota Asimi.


"Pedang ini tak rusak tuan, apa yang tuan katakan jika ini adalah pedang sihir? mereka hanya pedang biasa"


"Bahkan disini yah..." ucap Ferisu dengan kecewa. "Terimakasih, aku tak jadi membuat permintaan nya"


Ferisu pun keluar dari guild tersebut dengan perasaan kecewa, dia berfikir akan ada pandai besi yang hebat jika pergi menuju ke ibu kota. Tetapi hasilnya tetap sama saja, karena hal itu dia pun kembali ke gerbang dan menemui penjaga sebelumnya.


"Ada apa tuan? muka anda terlihat sedikit sedih"


"Eh? ah, tidak. Hanya saja sepertinya tidak ada yang bisa memperbaiki pedang ku"


"Benarkah? tapi jika saya lihat pedang anda dirawat dengan baik dan tidak ada yang terlihat rusak"


"Hmmm... memang benar saya merasakan sedikit energi sihir walau samar-samar, mungkin dia bisa memperbaiki nya"


"Dia? siapa yang kau maksud?"


"Ah tidak lupakan saja, sebaiknya saya menghantar tuan ke istana terlebih dahulu"


Penjaga itu seperti mengelak soal pendai besi yang ia sebutkan sebelumnya. Dalam perjalanan menuju ke istana, penjaga itu memberi tahu pada Ferisu mengenai kota Urgos. Kelebihan dan produk terbaik mereka, tentu saja hal itu berkaitan dengan senjata dan mineral bumi. Tetapi ada juga kota dwarf yang berfokus pada pertanian, itu adalah kota yang berada pada daerah perbukitan yang subur.

__ADS_1


Hingga sampai di istana, sebuah bangunan yang megah dengan pertahanan yang kuat. Berbeda dengan istana kerajaan lain, istana Urgos memiliki pertahanan yang sangat ketat. Terlebih lagi dengan perlengkapan yang di buat oleh para dwarf yang terkenal sangat hebat dalam pembuat senjata dan armor. Membuat istana itu mempunya prajurit yang kuat.


Di ruang tahta Ferisu bertemu dengan raja Urgos yang sedang duduk di singgasananya. "Jadi kau yah, pemimpin dari death land" ujar raja itu sembari melihat sekujur tubuh Ferisu.


"Yah, senang bertemu dengan anda raja Urgos" balas Ferisu dengan senyum simpul.


"Ahaha... kau benar-benar seperti yang di katakan oleh Liam"


"Liam? maksud anda raja Elvengarde?"


"Iya benar, dia bilang kau selalu saja tersenyum. Dan rendah hati pada orang-orang, tetapi di balik senyum itu, ada sisi yang cukup menyeramkan bukan?"


"Ahaha, sepertinya raja Urgos cukup mengerti soal diriku. Jadi bagaimana soal aliansi nya? apa anda setuju soal itu?"


"Tentu saja, aku lebih memilih beraliansi dari pada menjadi musuhmu. Lagi pula sudah ada 3 negara yang beraliansi denganmu, jika aku melawan mu sekali pun, aku pasti akan melawan 3 kerajaan lainnya juga."


Ferisu diperlakukan sebagai tamu kehormatan dan di layani dengan baik oleh para dwarf. Waktu pun berlalu dengan cepat hingga malam hari, Ferisu berbaring sembari menanapi Kuro dan pedang putih itu dari tempat tidurnya.


Ia masih berfikir bagaimana cara untuk memperbaiki mereka, walaupun dia mempunya skill blacksmith. Kemampuan nya dalam menggunakan skill tersebut masih di bawah rata-rata. Ferisu memang bisa membuat sebuah senjata menggunakan ski tersebut, tetapi jika soal memperbaiki dia masih tak bisa.


"Apa yang harus kulakukan untuk membuat Kuro kembali?" gumamnya di atas kasur dan pada akhirnya tertidur.


Pada malah hari itu kedua pedang itu bersinar terang dan melayang memutari satu sama lain hingga pada akhirnya bersatu. Sebuah pedang hitam dan putih bergabung menjadi satu pedang. Kekuatan sihir dari pedang tersebut juga bergabung sehingga menjadi lebih kuat. Pedang itu pun berhenti melayang dan mendarat di atas tubuh Ferisu yang sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Malam pun berlalu dan matahari pun terbit menandakan sebuah pagi yang cerah. Ferisu terbangun dengan tubuh yang terasa berat di sekujur badannya. "Apa yang... tubuhku terasa begitu berat..." gumamnya sembari membuka selimut.


Pada saat itu dia melihat hal yang begitu mengejutkan berada di atas tubuhnya. Saking terkejutnya dengan apa yang ia lihat, Ferisu kembali menutup selimutnya dan melihat sekitar kamarnya. Pada saat itu dia sadar kalau Kuro dan pedang putih itu tidak berada di dalam kamarnya.


__ADS_2