Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 55 : Pedang Keseimbangan


__ADS_3

Pada saat pagi hari Ferisu dikejutkan dengan hal yang tak terduga, di dalam kamarnya tak ada Kuro dan pedang putih yang ia ambil dari dungeon. Sedangkan di balik selimut miliknya terdapat seorang gadis yang tak ditutupi oleh sehelai benang pun, memiliki rambut berwarna hitam dengan campuran corak emas.


"Ehmm? apwa swudah pwagi?"


"S~siapa kau..?"


"Selamat pagi tuan" jawab gadis itu sembari mengusap matanya.


"Tung- jangan-jangan kau Kuro!?"


"Itu benar, tak kusangka tuan akan mengenali ku"


Cklek!


Seorang pelayan membuka pintu kamar Ferisu, guna untuk membangunkan. "Heh... ah, maaf karena mengganggu!"


Bam!


Pelayan itu pun langsung menutup pintu tersebut karena melihat Ferisu yang berada satu kasur dengan seorang gadis tanpa tertutup satu helai benang.


"Ini dimana tuan?" tanya kuro karena melihat ruangan yang asing.


Sembari menghela nafas panjang "Huft... seperti nya pelayan itu salah paham. Sekarang kita berada di istana kerajaan Urgos, dan aku sudah selesai melakukan urusan ku dengan sang raja" jawab Ferisu.


Kuro pun melihat sekeliling dengan polos di atas tubuh Ferisu yang masih tertidur. "Hei Kuro, apa mau bisa turun dari tubuhku?" ucap Ferisu dengan memalingkan pandangannya.


"Eh? ah maaf tuan" Kuro pun langsung menyingkir.


Ferisu pun bangun dari kasur sembari membuka penyimpanan dimensi dan melemparkan sebuah pakaian pada Kuro. "Pakai itu" ucapnya dengan muka memerah.


Setelah berpakaian, mereka berdua pun keluar dari kamar dan di hantar oleh pelayan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan raja Urgos.


"Selamat pagi Kai-san" sapa Ferisu pada raja Urgos.

__ADS_1


"Ouh, selamat pagi Ferisu-dono. Apa tidur mu nyenyak semalam?"


"Ah, iya" jawab Ferisu sembari duduk di kursi makan, sedangkan Kuro hanya berdiri di samping kursi Ferisu.


"Hmm? siapa gadis itu Ferisu-dono?" tanya Kai dengan heran, karena tak pernah melihat gadis itu masuk ke dalam istana.


"Ah dia itu.. aaa.."


"Saya adalah roh pedang keseimbangan yang sudah berkontrak dengan Ferisu-sama" jawab Kuro.


Semua orang yang berada di meja makan pun tertegun diam setelah mendengar hal itu. "Roh pedang keseimbangan kau bilang..." ucap Kai dengan serius.


"Iya!" jawab Kuro dengan tegas.


Kuro pun berubah ke dalam wujud pedangnya dan melayang. Sebuah pedang putih emas dengan pinggiran hitam pekat, memiliki 2 buah kristal sihir berwarna ungu dan biru. Tak hanya para dwarf, Ferisu juga terkejut melihat hal tersebut.


"Tak salah lagi... kekuatan sihir ini dan bentuk pedang itu..."


"Itu benar Yang Mulia, pedang itu benar-benar pedang yang muncul dalam legenda. Sebuah pedang yang di gunakan oleh sang dewi untuk menyatukan kembali dunia ini dari kehancuran akibat perang antar dewa" ujar menteri kerajaan.


Pedang itu pun kembali ke wujud manusianya dan tetap berdiri di samping tempat duduk Ferisu. "Meian? bagaimana dengan itu?" tanya Ferisu pada gadis itu.


"Hmm? saya tak keberatan dengan nama apapun yang tuan berikan. Meian yah... saya rasa itu nama yang bagus, saya menyukainya" jawab gadis itu dengan senyum manis di wajahnya.


Mereka pun melanjutkan sarapannya dan setelah itu berbincang cukup panjang mengenai Meian. Bagaimana Ferisu bisa bertemu dengan ya itulah yang di pertanyaan oleh para dwarf itu. Ketika di ceritakan mengenai pertemuan mereka, para dwarf itu terkejut dan hampir tak mempercayai nya.


"Jadi kau bilang pedang itu terbagi menjadi dua? satunya berada di hutan kematian dan di bawa oleh undead kegelapan sedangkan satunya di dungeon kota Asimi, di bawa oleh undead kesatria suci" itula yang mereka semua katakan pada Ferisu.


Pembahasan mengenai pedang itu berlangsung cukup lama dan tak terasa sudah tengah hari. "Etto.. Kai-san, aku ingin Kembali ke Death Land. Sudah lama aku meninggalkannya dan selalu meminta mereka mengurusnya" ujar Ferisu dengan tak enak.


"Oh ya, maaf karena kami terlalu bersemangat membahas soal itu"


"Yah tak apa, lagi pula aku juga sedikit penasaran soal itu"

__ADS_1


"Oh iya, ini hadiah dari ku" ucap Kai, memberikan sebuah kantung yang berisi permata sihir berkualitas tinggi.


"Apa tak apa? aku tak memberikan mu apapun loh..."


"Santai saja, melihat sebuah pedang legenda sudah sangat membuatku senang" ujar Kai dengan senyuman lebar. "Jika kau butuh sesuatu yang lain katakan saja, tak perlu sungkan"


"Benarkah? kalau begitu aku ingin meminjam beberapa warga mu untuk tinggal di tempat ku untuk sementara. Aku ingin mereka mengajarkan cara membangun rumah yang lebih baik"


"Hmmm, baiklah! serahkan saja padaku!"


Raja Urgos atau Kai pun menyiapkan sekitar 10 orang dwarf untuk ikut bersama dengan Ferisu. Sepuluh orang itu memiliki kemampuan yang sangat baik dan memiliki keterampilan yang berbeda-beda.


"Oh ya, Kai-san"


"Ada apa?"


"Apa aku bisa membuat lingkaran sihir teleportasi yang menghubungkan kerajaan mu dengan tempatku?"


"Itu... apa kau benar-benar bisa melakukannya? jika bisa, aku tak keberatan. Terlebih lagi, itu akan sangat berguna" jawab Kai setelah berfikir.


"Tentu saja, kau bisa mempercayai ku" ucap Ferisu dengan senyuman.


Kai pun membawa Ferisu ke sebuah ruangan kosong yang tak digunakan, atau bisa di bilang sebagai gudang. Ruangan itu masih memiliki tempat yang cukup luas, karena semua barang sudah di pindahkan ke gudang yang baru.


Di ruangan itu Ferisu mengalirkan sihirnya dan membuat sebuah lingkaran sihir yang terukir di lantai dan langit-langit ruangan itu. Lingkaran sihir itu tak bisa di hapus begitu saja, kerena energi sihir yang sangat kuat. Setelah selesai membuatnya, Ferisu menjelaskan cara menggunakan lingkaran sihir tersebut pada penyihir istana Urgos.


Cara penggunaan lingkaran tersebut, dan bagaimana cara pengaktifannya. Lingkaran itu bisa mentransfer sebanyak 20 orang mengingat ukurannya. Tidak akan memakan banyak energi sihir, karena komponen sihir pada lingkaran tersebut sudah di atur oleh Ferisu sedemikian rupa. Bukan hanya pada kerajaan Urgos, Ferisu juga membuat lingkaran sihir tersebut di ketiga kerajaan sekutu lainnya.


Setelah semuanya selesai, Ferisu dan kesepuluh dwarf itu pun berpamitan. Dengan menggunakan sihir teleportasi, mereka dapat menghemat waktu perjalanan yang cukup panjang. Di death land sudah di bangun sebuah bangunan yang cukup besar untuk menampung empat buah lingkaran sihir.


Semua bangunan di pulau itu terbuat dari kayu, karena Ferisu selalu berpergian itu lah mengapa perkembangan pulau sedikit lambat. Terlebih lagi, selama di pulau Ferisu selalu berfokus dalam penyuburan tanah yang ada di pulau. Dengan adanya para dwarf, Ferisu bisa melanjutkan peningkatan kualitas hidup di pulau tersebut.


Saat sampai di pulau, Ferisu berjalan keluar dari bangunan itu dan di sambut oleh para warga yang dengan begitu gembira. "Selamat datang kembali Ferisu-sama!" ucap mereka semua.

__ADS_1


"Aku kembali semuanya" jawab Ferisu dengan senyum bahagia.


__ADS_2