
Saat makan malam yang tenang dan damai, tiba sebuah surat yang di bawa oleh elang pembawa pesan dari kerajaan Triberus. Saat raja membuka surat itu ekspresinya begitu tegang karena kaget dan terlihat sangat kesal.
"Dasar penghianat sialan!!! setelah menyerang elven garden sekarang kalian menyerang kami?!". Teriak raja beastman dengan penuh amarah.
"Ada apa?". Tanya Ferisu karena kaget mendengar teriakan raja beastman.
"Negaraku Triberus sedang di serang oleh para manusia dari kerajaan Rigle". Jawab raja beastman.
"Apa?!". Teriak kaget Yuki dan Shiro.
"Yah melihat dari situasinya memang inilah saat yang sangat tepat untuk menyerang, karena banyak pasukan dari kalian yang pergi keluar dari negara kalian". Ujar Ferisu sembari duduk di meja makan.
Raja beastman pun kebingungan karena berita itu. "Bagaimana ini?! jika kami kembali sekarang pun butuh waktu sekitar 1 bulan untuk sampai kembali ke ibu kota". Ucap raja beastman sembari mengerutkan keningnya.
"Aku bisa saja membantu kalian". Ujar Ferisu sembari menghirup kuah sup.
"Benarkah?!". Ujar raja beastman dengan penuh harap.
"Yah, begitulah". Ujar Ferisu sembari memakan sup dengan santai.
"Kalau begitu aku mohon bantuanmu, aku akan mengabulkan apapun permintaan mu nanti". Ujar raja beastman dengan serius.
"Baiklah". Ujar Ferisu sembari bangun dari tempat duduk dan berjalan mendekat ke arah Yuki.
"Ada apa Ferisu-sama?". Tanya Yuki heran yang melihat Ferisu mendekatinya.
Tanpa menjawab pertanyaan Yuki, Ferisu langsung menggigit lehernya dan menghisap darahnya.
"Akhh!! a~ apa yang kau lakukan?!". Desah Yuki kesakitan.
Setelah cukup Ferisu pun melepaskannya.
...Skill : Blood Break berhasil didapatkan...
...Blood Cople ke-2 terdaftar...
...Bonus status kelincahan dan ketahanan fisik meningkat...
Hmmm? ah, aku lupa jika menghisap darahnya secara langsung akan masuk kedalam blood cople
Disini Ferisu belum meminum darah nya Sui, itulah mengapa yang terdaftar sebagai blood couple kedua adalah Yuki. Sebelumnya Ferisu tak menyadari kelebihan atau keuntungan yang di dapatkan dari blood couple. Alasan kenapa dirinya begitu di sukai oleh roh adalah kemampuan yang di dapatkan oleh nya saat menjalin hubungan dengan Licia.
...Nama : Furuhashi Ferisu...
__ADS_1
...Ras : Vampir...
...Age : 21 Tahun...
...Gender : Laki-laki...
...Title : ★Orang Dunia Lain ★Monster Hunter ★Killing Machine ★Sword Master ★spirit confidant...
...Blood Couple : ★Licia Von ElvenGarden ★Yuki Von Triberus...
...Skill Spesial : ★Blood Control ★Regenerasi ★Apprasial ★Dimension Storage ★Curse Blood ★Summon Familiar ★Absorb ★Blood Break...
...Life Skill : ★Blacksmite ★Leather ★Fisherman ★Coocking ★Enchant...
...Skill : ★Boost ★Acceleration ★Night Vision ★Berserk ★Swordmanship ★Swordtecnique ★Saber Aura ★Tsukuchi ★Detection ★Poison Resistance ★Deadly Poison ★Intimidasi ★Sense Of Beast ★Martial Art ★Phisical Resistance ★Magic Resistance ★Comuflage ★Leadership ★Sneak ★Hide Presence...
...Magic : ★Dark Magic ★Wind Magic ★Earth Magic ★Fire Magic ★Water Magic ★Illusion Magic ★Magic Converse ★Combination Magic ★Healing Magic ★Binding Magic ★Dispel Magic...
Semua beastman tentu saja kaget karena hal itu, begitu pula dengan Licia, Sui dan Shiro. Namun, saat gigitan itu di lepaskan Yuki menatap Ferisu dengan tatapan yang cukup nakal.
Yuki pun menyodorkan bibirnya dan mencium Ferisu dengan penuh gairah hingga memainkan lidahnya dan mendorong Ferisu ke tanah.
"Tung- apa yang kau lakukan?!". Teriak Ferisu sembari mendorong Yuki demi melepaskan ciuman tersebut.
"Oke berhenti disana : Hold Motion!". Ferisu menggunakan sihir tanpa elemen untuk membuat Yuki tak bisa menggerakan tubuhnya.
Aku tak tau apa yang terjadi, tapi bukannya dia terlalu, akh lagi pula saat ini masih di luar dan di lihat oleh banyak orang. Apa dia tak memikirkan hal itu!
Ferisu pun menghela nafas setelah bergumam dalam hatinya karena tindakan Yuki. Ferisu pun merasakan hawa dingin yang cukup besar dari arah Licia.
Senyum nya kali ini lebih menakutkan dari pada yang lain... haha
"Ferisu-dono apa yang kau lakukan !?". Ujar raja Triberus dengan tatapan tajam.
"Tenang dulu oke, aku hanya ingin melihat ingatan Yuki sebentar agar bisa menteleportasi kalian dengan aman dan mencapai ibu kota Triberus dengan aman". Jelas Ferisu dengan tenang.
"Begitu yah, kalau begitu kenapa kau tak bilang padaku? aku bisa memberikan darahku". Ujar raja Triberus.
"Gak ! maaf tapi saya tak mau meminum darah dari laki-laki". Ujar Ferisu dengan senyum simpul.
"Ahahah maaf, aku lupa jika itu adalah ritual pernikahan ras mu. Jadi, sekarang Yuki adalah istrimu dan kau adalah menantu ku bukan?". Ucap raja Triberus sembari memegang pundak Ferisu dengan senyuman.
"Ehh, ah... bisa di bilang begitu...". Ujar Ferisu dengan sedikit ragu dan memalingkan pandangannya.
__ADS_1
"Curang !!!". Sela Shiro.
"Ada apa Shiro?". Tanya raja dengan heran.
"Aku juga mau menjadi istri Ferisu-sama!". Ujar Shiro dengan muka yang cemberut.
"Apaaaa!!!??". Semua orang pun terkejut karena hal itu.
"Ekhem... entto bisa kita bicarakan hak ini lain kali saja?". Ujar Ferisu untuk mengalihkan topik pembicaraan.
"Yah".
"Shiro-san apa kau bisa menunggu setelah urusan ini selesai? kita perlu mengatasi penyerangan di ibu kota terlebih dahulu". Ujar Ferisu menenangkan Shiro yang terlihat sedih.
"Janji yah...". Ujar Shiro dengan tatapan memelas.
"Y~ Yah...". Mau tak mau Ferisu harus menerimanya karena tak bisa menolak hal itu.
"Bagaimana dengan saya Ferisu-sama?". Sela sui.
Ferisu pun diam sejenak karena dia baru ingat kalau ada Sui juga. "Ahaha kita bahas setelah masalah ini selesai yah". Ujar Ferisu sembari kabur masuk kerumahnya.
Di dalam rumah ia masuk ke kamar nya dan rebahan di kasur sembari memikirkan hal sebelumnya. "Apa yang harus kulakukan? aku tau mereka tak punya niat buruk ataupun semacamnya, hanya saja aku tetap masih sedikit ragu untuk menjalin hubungan dengan wanita". Gumam Ferisu pelan di atas kasur tersebut.
"Ada apa tuan?". Tanya Kuro.
"Ah tidak ada apa-apa, aku hanya teringat masa lalu yang tak ingin ku ingat". Jawab Ferisu dengan nada sedikit kesal.
"Kurasa tuan tak perlu kawatir, mereka semua tak punya niat buruk pada tuan atau apapun itu". Ujar kuro untuk menghibur Ferisu.
"Yah aku tau hal itu, hanya saja...". Ujar Ferisu sembari menutup matanya dan tidur.
"Tuan? hei tuan! apa kau sudah tidur?!". Ujar Kuro.
Karena mengeluarkan energi sihir yang cukup banyak Ferisu merasa kelelahan dan ia pun tertidur saat pembicaraan dengan Kuro. Hari ini dia sudah hampir memberikan sihir untuk ¼ tanah di pulau itu seorang diri di bagian lain pulau. Tentu saja itu akan menguras energi sihir yang cukup banyak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE
__ADS_1