
Penyerangan yang dilakukan oleh pasukan kerajaan Triberus berhasil di halau oleh Ferisu, tanpa ada satu nyawa yang menghilang. Namun, terdapat suatu hal yang aneh. Para prajurit itu nampak di kendali kan oleh seseorang kecuali, pasukan yang berada di kapal raja.
Ferisu pun mendatangi kapal yang di naiki raja Triberus setelah mengikat semua pasukan yang berada di kapal lain dengan sihir, agar tak menyerang secara membabi buta.
"Ini hanya ke salah pahaman Ferisu-sama". Ujar Shiro.
"Kalian?". Gumam Ferisu melihat wajah yang tak asing.
Ferisu pun menghela nafas pendek sembari menggarut kepalanya. "Kesalah pahaman kau bilang? membawa banyak pasukan dan menyerang kami secara sepihak, kau bilang ke salah pahaman?". Ucap Ferisu dengan nada sedikit kesal.
Shiro pun terdiam mendengar kata-kata itu, ia juga sadar jika itu bukanlah sebuah kesalahpahaman yang dapat di terima dengan mudah dari melihat seituadinya.
"Baiklah, aku akan menerima nya untuk saat ini. Melihat pasukan lain yang sedang di kendalikan oleh seseorang". Ujar Ferisu sembari melihat ke kapal lain.
"Ferisu-sama, apa kau yang memimpin para iblis di pulau itu?". Tanya Yuki dengan serius.
"Ya ada apa?". Jawab Ferisu bertanya balik.
"Jadi anda yang memimpin penyerang di kerajaan elven garden?!". Ujar Yuki dengan tatapan serius.
Ferisu tak menjawab ucapan Yuki. Ia pun menggunakan sihir angin untuk mendorong kapal menuju ke pantai pulau tersebut. "Turunlah dari kapal, kalian kehabisan bahan makanan bukan?". Ujar Ferisu sembari berjalan turun dari kapal.
Semua beastman pun melihat satu sama lain dengan kebingungan dengan ucapan Ferisu. "Hei, apa yang kau rencanakan?". Tanya Yuki dengan curiga.
Ferisu pun menoleh kebelakang. "Hmmm? aku tak merencanakan apapun, aku hanya menawari kalian makan dan menerima kalian sebagai tamu di tempatku". Ujar Ferisu.
Ferisu pun berhenti berjalan. "Oh ya, jika kalian mencoba melakukan hal yang mencurigakan atau menyerang kami, bersiaplah untuk mati di tempat!". Ujar Ferisu dengan aura membunuh dan menatap para beastman dengan tajam.
Semua prajurit yang masih memiliki kesadaran pun turun dari kapal dengan perasaan yang takut karena hawa yang mencekam dari Ferisu. Saat memasuki pelindung semua warga yang tinggal di pulau itu tak menyambut para beastman dengan hangat karena hal yang terjadi sebelumnya.
"Takeo". Ujar Ferisu memanggil pemimpin para goblin.
Takeo pun langsung menghampiri Ferisu dan memberi hormat. "Apa ada yang bisa saya bantu Ferisu-sama?". Tanya nya.
"Bilang pada Maia untuk memasakkan makanan untuk para beastman itu, sekalian suruh Kenshin untuk mengawasi mereka". Bisik Ferisu pada Takeo.
"Saya akan mengerjakannya". Ucap Takeo, ia pun pergi untuk melaksanakan perintah dari Ferisu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di pulau itu para beastman yang masih memiliki kesadaran berkumpul di lapangan padang rumput dari peternakan yang di pindahkan oleh Ferisu.
"Aku masih tak percaya, pulau yang di bilang sangat tandus memiliki padang rumput dan sangat subur". Ujar Yuki melihat sekeliling.
"Yah, ayah juga tak percaya jika tak melihatnya dengan mata kepala sendiri". Ucap raja beastman.
Shiro pun melihat sesosok elf tang ua kenal sedang berjalan menuju ke sebuah rumah. "Bukannya itu Licia-chan?". Ujar Shiro menunjuk ke elf itu.
"Kau benar". Ujar Yuki yang melihat arah yang ditunjuk Shiro.
Shiro dan Yuki pun meminta izin pada ayahnya dan iblis yang menjaga tempat itu untuk bertemu dengan Licia.
"Tidak, apa yang kalian rencanakan dengan bertemu Licia-sama?!". Ujar kijin yang menjaga.
"Kami sudah pernah bertemu dengan ya dan Ferisu-sama saat berada di kota beastman". Ujar Shiro.
"Tak apa". Ujar Ferisu yang datang mendekat.
"Ferisu-sama!". Ujar kijin itu memberi hormat.
Yuki dan Shiro pun hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil karena ucapan Ferisu yang tepat dengan apa yang di pikirkan mereka.
Setelah mendapatkan izin, Shiro dan Yuki pun pergi ke tempat Licia yang merupakan rumah tempat tinggal Ferisu. Perumahan di desa masih sangatlah sederhana dan bentuknya sama persis semua.
Bisa di bilang perkembangan desanya masih belum terlalu maju, di karenakan masih fokus dalam pengembangan lahan pertanian dan memperbaiki tanah di pulau itu.
"Aku akan pergi sebentar melihat situasi para beastman yang ada di kapal". Ujar Ferisu pada kijin yang menjaga para beastman.
"Baik!". Ucap Kijin itu.
Ferisu pun terbang menuju kearah kapal tersebut dan melihat jika para pasukan itu masih di bawah pengaruh sihir.
"Dispel magic". Gumam Ferisu mengarahkan sihirnya ke salah satu prajurit.
Prajurit yang terkena sihir itu pun tertidur. "Apa sihirnya berhasil?". Gumam Ferisu yang melihat hal itu.
__ADS_1
"Sepertinya berhasil tuan". Ujar Kuro yang mendeteksi aliran sihir prajurit itu.
"Begitu yah, Skill Area Dispell Magic!". Ujar Ferisu.
Sebuah lingkaran sihir yang sangat besar muncul di atas permukaan laut dan membuat semua prajurit itu tertidur karena lepas nya pengaruh sihir cuci otak dan Ferisu hanya menyisakan 1 orang yang tampak seperti komandang pasukan dalam keadaan masih terkena sihir cuci otak.
"Kenapa tuan menyisakan 1?". Tanya Kuro heran.
"Aku ingin melihat isi kepalanya dan mencari orang yang melakukan sihir tersebut". Jelas Ferisu.
"Tuan memang hebat!". Puji kuro.
Ferisu pun menteleportasikan semua pasukan beastman ke pulau dan menyisakan 1 orang tadi.
"Baiklah mari kita lihat isi kepalanya dan mencari informasi". Gumam Ferisu turun mendekat ke beastman itu.
"Skill : Mind Reader Blood". Gumam Ferisu menggunakan skillnya.
Ia pun meneteskan sedikit darah miliknya dan memasukkannya kedalam mulut beastman tersebut. Darah yang masuk itu pun bersatu dengan aliran darah milik beastman dan berjalan menuju ke otak.
Dengan begitu Ferisu dapat melihat isi dari otak beastman tersebut. Selama setengah jam lebih ia terus mencari ingatan yang berisi tentang orang yang memberikan sihir cuci otak. Namun, ingatan tersebut terlihat samar-samar.
Hanya terlihat sebuah penjara kosong dan seorang dengan jubah hitam yang berdiri di depan beastman tersebut. Tampak jika beastman ini dan orang berjubah itu sangat dekat, sampai bisa mengobrol dengan santai sambil meminum kopi.
Namun 5 menit kemudian tiba-tiba ingatan itu menghilang atau bisa di bilang kesadaran beastman itu hilang.
"Sepertinya hanya sampai disini saja...". Gumam Ferisu melepaskan skillnya.
Ia pun menggunakan dispell magic dan melepaskan sihir cuci otak beastman tersebut.
Siapa orang berjubah tersebut? tampaknya dia bukanlah seorang beastman dan terlihat seperti manusia. Tapi, anehnya dia memiliki mata yang merah menyala karena tempat di penjara itu cukup gelap, apa dia seorang iblis?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
TO BE CONTINUE