Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 51 : Kota Asimi


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju ke kota pinggiran wilayah Dwarf, Ferisu bertemu dengan seorang bangsawan yang menawarkan tumpangan menuju ke kota tersebut. Salah satu keluarga yang berasal dari wilayah kerajaan Rigle, salah satu keluarga bangsawan yang cukup berpengaruh.


"Kamu juga ingin pergi kesana bukan? jadi sekalian saja ikut dengan kami" ucap gadis itu dengan senyum manis.


"Baiklah, terimakasih atas ajakannya" jawab Ferisu menerima ajakan tersebut.


Didalam kereta kuda itu ada seorang pria yang tak lain adalah kakak dari gadis tersebut. Selama di dalam kereta gadis itu menanyai Ferisu beberapa hal, seperti apakah dirinya petualang dan alasan ingin pergi menuju ke kota Asimi.


Ferisu pun menjawab pertanyaan gadis itu satu persatu, dari petualang dia menjawab "Benar, aku adalah seorang petualang peringkat F" ucap Ferisu dengan senyuman.


"Benarkah? tapi kau terlihat seperti petualang rank atas, terlebih lagi pedang yang kau bawa itu sebuah pedang sihir kan" ujar gadis itu sembari menunjuk Kuro.


Ferisu pun hanya tersenyum menanggapi ucapan gadis itu. Sedangkan kakaknya memandangi Ferisu dengan tatapan sinis "Petualang rank F bukannya dia lemah? terlebih lagi untuk apa kita memberikan tumpangan untuk rakyat jelata" ucapnya dengan angkuh.


"Onii-sama!"


"Tch..."


"Saya mohon maaf atas ucapan kakakku barusan" ujar gadis itu dengan menundukkan kepala.


"Tak apa, itu sudah wajar kok" balas Ferisu dengan senyum simpul.


Suasana di dalam kereta pun menjadi canggung, singkat waktu mereka pun sampai di gerbang kota Asimi. Sebuah kota pinggiran wilayah dwarf atau bisa di katakan kota pertambangan perak terbesar di wilayah dwarf.


Setelah masuk kedalam kota mereka pun berpisah, Ferisu pergi menuju ke guild petualang sembari mencari informasi mengenai kota tersebut. Setelah berkeliling cukup lama, ia pun menemukan guild petualang di kota tersebut.


Guild itu terlihat begitu sepi dan hanya ada beberapa orang saja, di karenakan misi untuk petualang begitu sedikit. Kebanyakan misi hanya untuk mengalahkan monster di tambang dan mengumpulkan mineral. Biasanya para petualang kesini hanya untuk membeli senjata atau memperbaiki senjata mereka.


Kota ini juga memiliki sebuah dungeon yang cukup terkenal, dungeon kristal sihir. Sebuah dungeon yang berbentuk seperti gua yang didalamnya berlimpah dengan kristal sihir. Tetapi orang-orang tak bisa masuk dan mengambil kristal itu dengan mudah, dikarenakan ada banyak monster berbahaya yang berada di dalam dungeon tersebut.


Di dalam guild tersebut Ferisu mendekati meja resepsionis "Apa aku bisa memasuki dungeon sendirian?" tanya nya.

__ADS_1


"Apa rank anda tuan?"


"Rank F"


"Saya mohon maaf, tapi jika anda ingin pergi solo ke dungeon itu anda minimal harus menjadi rank B terlebih dahulu"


"Jika aku berada di dalam party apa tidak apa?"


"Jika berparty tidak apa, tapi saya rasa itu akan sedikit sulit mengingat rank anda"


Bamm!!


Suara pintu guild terbanting dengan keras, ada tiga orang petualang yang masuk kedalam guild dengan luka yang cukup parah. "Siapa saja, tolong selamatkan dia" ucap petualang itu.


Resepsionis dan petugas guild yang lain pun mendekati para petualang itu "Apa yang terjadi?" tanyanya dengan kawatir.


"Tolong selamatkan dia, apa ada seorang healer atau siapa saja yang bisa menggunakan sihir penyembuhan" ujar petualang itu dengan putus asa.


Ferisu pun mengangkat tangannya "Aku bisa menggunakan sihir penyembuhan" ucapnya dengan muka polos.


"Aku akan membayar berapapun harga nya, tolong selamatkan teman kami" sambung petualang lain.


Ferisu pun mendekati mereka sembari melihat situasi petualang yang terluka tersebut. Salah satu kaki dan tangannya sudah putus, kemungkinan dia tak akan bisa melanjutkan menjadi petualang. Tubuhnya menjadi sedikit ungu, karena terkena sebuah racun dan mulutnya juga mengeluarkan sedikit busa.


"Sepertinya cukup sulit jika hanya menggunakan sihir penyembuhan..." gumam Ferisu setelah melihat kondisi petualang tersebut.


"Apa?! tidak... aku mohon padamu.. lakukan apa saja" ucap nya dengan putus asa.


"Baiklah, hei nona resepsionis, apa ada ruangan kosong di guild?" tanya Ferisu dengan serius.


Resepsionis itu pun spontan menjawab dan mengarahkan petualang yang terluka ke ruangan istirahat. Hanya ada ke tiga petualang itu dan resepsionis guild di ruangan itu.

__ADS_1


"Aku akan mengatakan satu hal pada kalian, aku ingin kalian melupakan apapun yang kalian lihat untuk saat ini" ucap Ferisu dengan serius.


Semua orang diruangan itu pun meneguk ludah mereka dan mengangguk perlahan. Ferisu pun berubah ke wujud vampirnya, seketika semua orang terkejut dan sedikit ketakutan.


"Pertama aku akan menghilangkan racunnya : Antidote, kemudian Regenerasi!" ucap Ferisu menggunakan skill miliknya ke petualang itu.


Secara perlahan tubuhnya yang keunguan mulai kembali normal dan mulai cerah. Semua luka bahkan bagian yang putus mulai teregenerasi dan terlihat seperti baru. Petualang itu pun secara perlahan membuka matanya dan mulai duduk secara perlahan.


"A~ apa yang terjadi... dimana aku?" gumamnya dengan kebingungan.


"Kau sedang berada di guild petualang, dan kau baru saja kusembuhkan" jawab Ferisu.


"Disem..buh kan...? ah, itu benar lengan dan kaki ku... eh? bohong... aku benar-benar ingat jika kaki dan tanganku putus setelah di serang oleh monster itu..." ujar nya dengan kebingungan melihat tubuhnya utuh kembali.


"Tak perlu kawatir soal itu, aku sudah meregenerasi nya kembali. Itu akan sama seperti lengan dan kaki mu yang lama" jawab Ferisu sembari merubah kembali wujudnya ke bentuk manusia.


"Si~ siapa kau...?" ujar resepsionis guild dengan muka ketakutan.


"Petualang rank-F Furuhashi Ferisu" jawab Ferisu dengan tersenyum. "Seperti yang kukatakan sebelumnya, lupakan semua yang kalian lihat hari ini dan jangan mengatakannya kepada siapapun" ucapnya dengan tatapan tajam.


Tujuan Ferisu pergi ke wilayah dwarf ini hanya untuk mencari pedang sihir yang dirasakan oleh Kuro, sekaligus mengajukan aliansi kepada raja dwarft. Untuk sekarang dia ingin menyembunyikan identitasnya agar tak menarik perhatian.


Berkat surat yang diberikan oleh raja elf, beastman dan juga dari Rigle. Ferisu bisa bertemu dengan raja dwarf yang berada di ibukota kerajaan dwarf Urgos. Perjanjian pertemuannya akan dilakukan lima hari lagi, di istana kerajaan Urgos.


Ferisu berencana untuk menetap di kota Asimi selama 2 hari sebelum berangkat menuju ke ibu kota Urgos. Alasan ya karena pedang sihir itu berada di dalam dungeon yang berada di kota Asimi.


"Baiklah, karena sudah selesai aku pamit dulu untuk mencari penginapan" ucap Ferisu sembari keluar dari ruangan.


Resepsionis dan ketiga petualang itu pun dipenuhi akan kebingungan serta penasaran dengan Ferisu. "Siapa dia?" ucap resepsionis.


"Tak peduli siapa dia, dia adalah penyelamat yang sudah menolong kita" ucap petualang itu dengan penuh rasa syukur.

__ADS_1


"Ahaha... aku tak tau dia siapa, tapi aku merasakan dia adalah orang yang baik. Terlebih lagi lihat! tangan dan kaki ku kembali seperti semula, kita bisa melanjutkan petualangan kita!" ujar petualang yang terluka sebelumnya.


"Haha, itu benar. Tapi jika aku tak salah, dia sepertinya seorang vampir. Melihat dari rambut dan bola mata merah miliknya sebelumnya" ucap seorang petualang sembari melihat keluar pintu.


__ADS_2