Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 62 : Monster Bencana


__ADS_3

Bencana yang terjadi di ibu kota kerajaan Holan masih berlangsung karena seekor chimera yang lebih kuat dengan kristal hitam di dahinya. Karena penggunaan kekuatan yang berlebihan, Ferisu kehabisan energi sihir dan akhirnya pingsan. Pada saat itu juga para pahlawan tak bisa melawan monster tersebut karena perbedaan kekuatan yang jauh.


Karena hal itu Yuki dan Shiro maju ke garis depan dengan mengaktifkan skill unik milik mereka yakni blood break. Sebuah skill yang dapat meningkat kan panca indra dan insting menjadi lebih kuat. Serta kemampuan fisik dan sihir juga menjadi berlipat ganda. Bukan hanya itu, karena Yuki dan Shiro merupakan seorang bangsawan dari kerajaan mereka berasal dari ras mistic fox. Karena hal itu, ketika mereka menggunakan blood break, penampilan mereka juga akan berubah.


Ekor rubah milik mereka bertambah menjadi sembilan ekor, kedua gadis itu memiliki kemampuan yang berbeda. Yuki memiliki kemampuan pertarungan jarak dekat yang hebat, sedangkan Shiro lebih terampil dalam menggunakan sihir dan bertarung dalam jarak jauh.


Sebuah kombinasi dari kedua saudari tersebut, dengan adanya Yuki di garis depan Shiro dapat menyerang monster tersebut dengan leluasa. Walaupun begitu mereka masih tetap kesulitan mengalahkan chimera tersebut.


"Ughh... tubuhnya benar-benar keras" keluh Yuki setelah memukul keras kepala dari kambing chimera.


"Uhmm... sihir milik Shiro juga tak menimbulkan dampak yang berarti..." ujar Shiro yang sedari tadi terus membombardir chimera itu dengan bola api berwarna biru.


"Setidaknya kita bisa menahannya hingga Ferisu pulih" ujar Yuki yang mundur ke samping Shiro.


"Shiro akan menggunakan Giant Fire Orb, apa onee-chan bisa mengalihkan perhatiannya sebentar?" ucap Shiro meminta kakaknya untuk mengalihkan perhatian monster itu agar dirinya bisa merapalkan sihir tingkat tinggi.


"Tentu, serahkan saja pada kakakmu ini!" jawab Yuki dengan percaya diri.


Yuki pun bergerak maju dan memukul keras chimera itu agar tersokus pada dirinya. Chimera itu menyerang Yuki secara terus-terusan, tetapi hal itu bisa di hindari Yuki berkat skill miliknya. Selama pertarungan tersebut Shiro merapalkan sebuah mantra berubah bola api berukuran raksasa yang dapat membuat sebuah danau kecil mengering.


"Onee-chan!"


Setelah teriakan tersebut Yuki dengan cepat menjauh dari Chimera tersebut. Sebuah bola pi berukuran raksasa melesat begitu cepat hingga mengenai chimera tersebut.


"Apa itu berhasil..?" gumam Yuki.

__ADS_1


Asap yang banyak tersebut secara perlahan menghilang dengan berjalannya chimera itu secara perlahan.


"Bohong!? tak berdampak sama sekali?!" teriak Shiro yang tak mempercayai jika serangan terkuatnya tak berdampak pada cgimera tersebut.


"Tidak, seranganmu berhasil membuatnya menerima luka Shiro" ujar Yuki "Lihat di bagian kepala ularnya" ucapnya sembari menunjuk ke kepala ular.


Kepala ular atau ekor chimera tersebut sedikit mengalami luka bakar, karena pada saat bola api itu hampir mengenai tubuh chimera. Kepala ular mengeluarkan bisa racun untuk membuat bola api itu menguap, hanya saja karena terlalu besar chimera itu tak bisa membuat bola api itu hilang sepenuhnya. Pada saat itu hanya si kepala ularlah yang menerima luka dari serangan tersebut.


Karena mengeluarkan banyak sihir secara beruntun dan menggunakan sihir tingkat tinggi, Shiro mulai kehabisan energi sihir miliknya. "Huft... maaf Onee-chan... sepertinya Shiro sudah mencapai batas.." ucapnya terduduk akibat kelelahan.


"Iya... aku juga sudah mulai mencapai batas ku, terlebih lagi sepertinya blood break akan habis" ujar Yuki sembari terengah-engah.


...----------------...


Di benteng Licia masih mengalirkan energi sihir pada Ferisu dengan bantuan para spirit. Namun, setelah melihat ledakan besar dari pertarungan Shiro dan Yuki. Ia hendak menyusul ke garis depan untuk membantu menahan chimera tersebut.


Spirit itu pun menerima permintaan Licia dan mulai mengumpulkan banyak spirit untuk membantunya dalam pemulihan Ferisu. Pada saat itu Licia mengeluarkan sayap dari punggungnya. Karena dirinya merupakan seorang hight elf, dia secara teori memang memiliki sebuah sayap seperti keluarganya yang lain.


Ia membulatkan tekadnya dan terbang menuju ke garis depan untuk membantu Yuki dan Shiro. Pada saat itu Shiro dan Yuki sudah mencapai batasnya, chimera itu pun mulai menembakkan bola api dari mulut singa nya.


"Haha... sepertinya kita tak bisa menahan itu..." ujar Yuki yang sudah pasrah.


"Spirit magic : Fubo!" teriak Licia.


Bola api yang di tembakkan oleh chimera itu pun tertahan oleh perisai angin yang di buat oleh Licia.

__ADS_1


"Shiro-chan, Yuki-chan, apa kalian berdua tak apa-apa?" tanya Licia dengan kawatir.


"Kami tak apa, hanya kehabisan energi saja..." ujar Yuki sembari bangun berdiri.


"Bagaimana dengan Ferisu-sama?" tanya Shiro dengan kawatir.


"Tak apa, aku meminta spirit penyembuhan Panacea-san untuk merawat Ferisu-sama" jawab Licia dengan tenang. "Aku akan menyembuhkan kalian berdua, kita harus menahannya hingga Ferisu-sama sadar" ujar Licia sembari menggunakan spirit magicnya untuk menyembuhkan Yuki dan Shiro.


Mereka bertiga pun bertarung dengan sengit untuk menahan chimera tersebut agar tak menyerang ibu kota kerajaan Holan. Walaupun pada dasarnya mereka tak memiliki hubungan apapun, tetapi setidaknya jika mereka membantu dalam pertahanan. Sang raja pasti akan memiliki pandangan baik terhadap mereka dan bisa melakukan pertemuan dengan mudah.


Walau pun begitu chimera itu tetaplah sangat kuat, hingga mereka bertiga mulai kelelahan karena bertarung cukup lama. Di tengah-tengah pertarungan ada sebuah teriakan dari atas langit.


"Oraaaa!!!!"


Bammm!!!


Seorang pria dengan keras memukul kepala chimera tersebut hingga membuat chimera tersebut sedikit kesakitan. Pria itu adalah dalah satu pahlawan yang terpanggil di kerajaan Rigle. Bukan hanya satu, tetapi kelima pahlawan itu semuanya datang dan langsung membantu Licia dan 2 lainnya.


"Apa kalian tak apa-apa?" tanya Leo, seorang berseker dari kelima pahlawan.


"Yah, terimakasih..." jawab ketiga nya secara bersamaan.


"Serahkan saja dia pada kami berlima, kalian bertiga beristirahat lah dan pulih kan diri kalian" ujar Leo menyuruh ketiga gadis tersebut untuk kembali ke benteng.


"Semuanya! ayo kita tunjukan pada guru seberapa kuatnya kita sekarang!" teriak Leo dengan keras hingga terdengar oleh ke empat pahlawan lain yang sedang bertarung dengan chimera.

__ADS_1


Berbeda dengan ketiga gadis tersebut, para pahlawan itu bisa memberikan luka terhadap chimera tersebut berkat senjata suci milik mereka. Tetapi bukan berarti hanya dengan senjata suci mereka bisa mengalahkan chimera tersebut, karena kemampuan bertarung, intuisi dan pengalaman lah yang paling berperan.


Berkat latihan keras yang mereka lakukan di bawah bimbingan Ferisu, serta selalu mengikuti latihan bersama dengan Takeo dan Kenshin. Kelima pahlawan itu bisa menjadi lebih kuat sehingga bisa mengalahkan Chimera tersebut.


__ADS_2