
Disebuah sekolah SMA ada seorang murid pindahan yang masuk saat semester pertama di kelas 3. Ia masuk ke dalam kelas 3 B, sebuah kelas yang biasa saja tak menonjol di bagian apapun.
"Baiklah semuanya kita kedatangan murid pindahan, ibu harap kalian bisa berteman baik dengannya". Ujar sang guru dengan ceria.
Para siswa di kelas itu pun berbisik-bisik mengenai si murid pindahan. "Murid pindahan? dia cewek apa cowok ya?".
Sesosok laki-laki dengan rambut hitam dan mata berwarna biru langit pun masuk kedalam kelas itu. Ia pun berdiri di samping guru dan memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Furuhashi Ferisu, saya murid pindahan dari sekolah Yanagi". Ujar murid itu memperkenalkan dirinya.
Seorang siswi pun mengangkat tangannya. "Yanagi? maksudmu sekolah yang sebelum kelulusan terkena kasus pembunuhan berantai?". Ujar siswi itu bertanya.
"Iya...". Jawab Ferisu dengan tenang.
"Jadi bagaimana? apa pelakunya sudah tertangkap?". Tanya siswi itu.
"Begitulah". Jawab Ferisu.
Yanagi adalah sekolah yang di tempati oleh Ferisu sebelum ia pindah. Pada suatu kejadian sekolah itu di serang oleh sekumpulan te*ro*ris saat acara pembagian raport kelulusan bagi anak kelas 3. Saat itu Ferisu masih berada di kelas 2 SMA dan duduk santai di dalam kelasnya sembari membaca novel fantasy ringan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali ke SMA baru, Ferisu duduk di tempat duduk paling belakang di dekat jendela. Disebelahnya ada seorang gadis cantik dengan rambut hitam yang panjang, sedangkan di depannya ada gadis berambut coklat dengan potongan blunt bob atau panjangnya hanya sampai bahu.
Pelajaran pertama berlangsung dengan cepat hingga bell istirahat pun berbunyi. Pada saat itu meja Ferisu langsung di serbu oleh para siswa yang berada di kelas tersebut. Mereka menanyakan berbagai hal pada Ferisu dari hobi, makanan dan hal lainnya. Hingga salah satu dari mereka menanyakan soal kejadian di sekolah Yanagi.
Ferisu pun sontak melihat ke arah siswa yang menanyakan hal itu. "Maaf, tapi aku tak ingin mengingat hal itu... kuharap kau mengerti". Ujar Ferisu dengan nada sedikit sedih.
"Itu benar, apa yang kau pikirkan tentang hal yang mengerikan itu". Ujar siswa yang lain.
"Haha, kau tak perlu menghawatirkan nya Ferisu". Ujar seorang siswa memegang pundak Ferisu.
"Yah, terima kasih". Ujar Ferisu dengan senyum simpul.
"Ngomong-ngomong aku lapar, apa aku bisa pergi kekantin?". Ferisu memberikan alasan agar bisa keluar dari kerumunan orang-orang.
"Ah, iya... maaf karena kami banyak bertanya". Ujar para siswa.
Siswa yang memegang pundak Ferisu sebelumnya pun menawarkan dirinya untuk mengajak Ferisu berkeliling sekolah sekaligus menemaninya ke kantin.
"Oh ya, siapa namamu?". Tanya Ferisu saat dalam perjalanan menuju kantin sekolah.
"Hahha, maaf karena belum memperkenalkan diri. Nama ku adalah Haru Suzuki, kau boleh memanggil ku Haru". Ujar nya.
Haru sedikit lebih tinggi dari Ferisu, kepala nya sepantar dengan bahu milik Haru. Ferisu pun menatap mata Haru dengan sedikit heran. "Apa kau tak keberatan berteman dengan ku?". Tanya Ferisu.
"Tentu, emangnya ada apa? sampai kau bilang aku akan keberatan?". Tanya Haru heran.
__ADS_1
Ferisu pun diam sejenak sembari menghela nafas pendek. "Kau tau soal kejadian di sekolah Yanagi bukan?". Tanya Ferisu.
"Iya, itu kasus pembunuhan berantai bukan? karena diserang oleh para te*ro*ris, kan?". Ujar Haru.
"Ya...". Ujar Ferisu mengangguk kecil seakan dia takut untuk membicarakannya.
Haru yang peka pun mengganti topiknya. "Haha, tak perlu kau ceritakan. Lebih baik kita makan sekarang karena sebentar lagi bell masuk akan berbunyi". Ujar Haru menarik Ferisu menuju ke kantin.
Bibir Ferisu menunjukkan sebuah senyum kecil. "Ya, apa kau punya rekomendasi?". Ujar Ferisu dengan ceria.
"Ouh tentu, menu terbaik di kantin ini adalah ...". Ujar Haru dengan bangga.
Di kantin itu Ferisu dan Haru makan bersama hingga bell masuk berbunyi. Saat itu pelajaran terasa membosankan bagi Ferisu dan ia pun tertidur.
Bam💥!
Seseorang memukul keras meja Ferisu. Karena suara itu ia pun terbangun dan melihat si pemukul meja yang tak lain adalah guru yang sedang mengajar.
"Berani juga yah, murid baru sepertimu tidur di kelas ku". Ujar guru tersebut.
"Maaf pak, saya tak akan mengulanginya lagi". Ujar Ferisu tanpa rasa bersalah dan menutup mulutnya yang sedang menguap.
"Huft, kalau begitu kau kerjakan apa yang ada di papan tulis sana! jika tak bisa kau harus berdiri di lorong!". Ujar guru itu dengan tegas.
"Baik, huwwa~". Jawab Ferisu sembari berdiri berjalan menuju ke papan tulis.
Guru itu pun sontak terdiam karena hal itu. "Bagaimana mungkin...". Gumamnya melihat semua jawaban di papan tulis.
"Apa saya boleh duduk kembali ke kursi saya pak?". Tanya Ferisu yang masih dalam keadaan setengah tidur.
"I~ Iya... kau juga boleh tidur lagi, tapi setelah pulang sekolah aku ingin kau pergi ke ruangan guru nanti". Ujar guru mtk.
"Baik~". Jawab Ferisu sembari berjalan ke kursinya dan kembali tidur.
Akhirnya pelajaran pun usai dan bell istirahat kedua pun berbunyi, saat itu Ferisu masih tertidur dengan lelapnya. Namun Haru membangun kan nya dan mengajaknya untuk makan siang di atap sekolah.
"Ehmm~~ aku tak bawa bekal kau tau hwaa~". Ujar Ferisu yang masih setengah tidur.
"Tak perlu kawatir, kau bisa ikut makan bersama ku. Bekal ku cukup banyak jadi kita bisa berbagi nanti". Ujar Haru.
"Makasih, tapi kayaknya aku bakal makan di rumah aja nanti setelah pulang sekolah". Ujar Ferisu mengelak ajakan Haru.
"Ayolah, kau juga harus ke ruang guru nanti kan? mungkin kau akan pulang lebih lambat dari biasanya". Ujar Haru yang masih bersikeras mengajak Ferisu.
Ferisu pun diam sejenak memikirkan hal itu. "Baiklah". Ujar nya setelah memikirkan nya.
Mereka berdua pun pergi ke atap sekolah, dan terlihat disana ada banyak sekali orang yang makan bersama dengan teman mereka masing-masing.
__ADS_1
Dari kejauhan ada 2 orang perempuan dan 1 laki-laki yang melambaikan tangannya kearah Haru dan Ferisu. 2 orang perempuan itu adalah orang yang duduk di samping dan depan bangku Ferisu, sedang kan laki-laki nya adalah ketua kelas.
"Ayo kita kesana Ferisu". Ujar Haru menunjuk ke arah orang yang melambaikan tangan.
Ferisu pun mengangguk pelan menerima ajakan Haru. Saat siang itu tanpa disadari Ferisu sudah berteman dengan mereka semua. Singkat waktu bell pulang pun berbunyi, karena di panggil ke ruang guru Ferisu harus merelakan waktu nya sebentar.
"Permisi..". Ujar Ferisu sembari membuka pintu ruang guru.
"Ouh akhirnya kau datang". Ujar guru mtk.
"Huh? bell baru saja bunyi loh pak". Ujar Ferisu dengan heran.
"Ahaha, iya-iya. Duduklah, bapak ingin menanyakan sesuatu padamu". Ujar guru mtk.
Ferisu pun mengikuti instruksi guru tersebut dan duduk. Guru itu pun menanyai beberapa pertanyaan pada Ferisu mengenai dirinya di sekolahnya dulu.
Tentu saja Ferisu menyembunyikan hal yang tak bisa ia beritahukan kepada orang-orang, dan hanya memberi tahu hal yang bisa di terima oleh mereka.
"Apa kau mau ikut kompetisi mtk?". Ujar guru itu menawarkan ajakan lomba.
"Hmmm... maaf pak, tapi saya tak bisa mengikutinya". Tolak Ferisu dengan halus.
"Huft... sayang sekali, padahal kau punya bakat yang hebat". Ujar guru mtk dengan kecewa.
"Apa saya sudah boleh pulang pak? saya masih ada urusan". Ujar Ferisu yang hendak pulang.
"Ya kau sudah boleh pulang". Jawab guru mtk.
Ferisu pun langsung keluar dari ruangan guru dan langsung berlari dengan cepat keluar dari sekolahan untuk pergi ke suatu tempat.
Di ruangan guru, para guru yang lain penasaran kenapa murid baru bisa di panggil oleh guru mtk yang terkenal ganas dan malah bersikap baik pada murid baru.
"Pak, kenapa anda memanggilnya? apa dia membuat sebuah kesalahan?". Tanya salah satu guru yang penasaran.
"Ah tidak, anak itu... dia memiliki sebuah bakat. Apa kau tau? dia bisa menyelesaikan semua soal yang bahkan semua siswa di kelas itu baru mempelajarinya, terlebih lagi soal itu adalah hal yang sedikit sulit untuk di pelajari". Ujar guru mtk.
"Heee... kalau begitu aku mungkin akan memberikannya beberapa soal mengenai kimia nanti". Ujar guru kimia yang mendengar hal itu.
"Hahaha, yah itu ide yang bagus!". Ujar guru mtk sambil tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE
__ADS_1