
Setelah Ferisu berangkat menuju ke wilayah beastman untuk membeli hewan ternak, para iblis yang lain masih tetap bekerja seperti biasanya, dari pembangunan rumah, perluasan tanah, bertani dan menanam pepohonan.
Komando di berikan oleh Licia yang paham tentang masalah perekonomian dan soal pembentukan kota atau desa. Semua orang tak ada yang membantah atau pun memberontak soal perintah yang di berikan oleh Licia.
"Licia-sama, bagaimana soal pertahanan? saat ini tuan sedang pergi jadi kita memerlukan suatu pertahanan untuk melindungi kita semua". Ujar Takumi.
"Yah itu benar..". Ucap Licia sambil memegang dagunya.
"Bagaimana jika kita memasang penghalang saja?". Ujar Sui memberi saran.
"Maksudmu kita akan membuat penghalang besar yang melindungi semua pulau?". Tanya Licia.
"Yah itu memang lebih bagus, tapi untuk saat ini kita hanya perlu membuat pelindung seluas desa dan tanah yang sudah kita pelihara saja". Ujar Sui.
Semua orang pun mendiskusikan hal tersebut demi keamanan, sekaligus mengurangi beban dari tuan mereka yakni Ferisu. Kenshin pun di pilih sebagai pemimpin pasukan pertahanan atau bisa di bilang komandan kesatria.
Ia memimpin para ogre yang sudah berevolusi menjadi kijin sebagai pasukan pertahanan. Imp sebagai pasukan udara yang berpatroli di pinggiran pulau.
Pada saat siang hari setelah selesai makan siang, Licia dan Sui mulai mengumpulkan banyak energi sihir untuk membuat penghalang yang melindungi pulau.
"Wahai angin yang berhembus kencang melindungi sebuah area, roh angin yang bisa memainkan angin sesukanya, pinjami aku kekuatan kalian". Rapal Licia, sebuah cahaya berwarna kehijauan pun mulai muncul di dekat dirinya. Cahaya itu merupakan roh angin yang memenuhi permintaan Licia.
"Teknik roh : Uindogado". Gumam Licia mengucapkan nama teknik yang ia pakai.
Disisi lain, Sui juga menggunakan energi sihir yang cukup besar untuk membuat sebuah penghalang sihir. Secara bersamaan 2 sihir penghalang selesai di buat dengan baik.
Licia yang merupakan hight elf yang berasal dari keturunan bangsawan, putri dari raja elf. Ia merupakan elf yang di karunia oleh kemampuan yang spesial yakni dapat merasakan roh dan menggunakan kekuatan mereka.
Elf yang bisa menggunakan kemampuan roh sangat jarang, teknik roh tak terlalu berbeda dari sihir pada umumnya. Hanya saja teknik roh lebih di unggulkan karena konsumsi energi sihirnya yang sedikit.
Elf yang mempunyai kemampuan teknik roh biasanya hanya memiliki sedikit kapasitas sihir, seperti di saat Licia ingin menyembuhkan kesatria beastman penjaga Yuki dan Shiro. Dia sangat kesulitan untuk menyembuhkan mereka menggunakan sihir biasa, di karenakan kapasitas sihirnya yang sedikit.
Dalam segi pertempuran Licia masih tak terlalu ahli di karenakan ia tak pernah di ajari cara bertarung oleh keluarganya. Tetapi ia sering di ajari cara memimpin dan mengatur urusan kerajaan seperti mengelola pajak dan lain sebagainya.
...Nama : Licia G. Elvengarde...
...Ras : Hight Elf...
...Age : 16 Tahun...
...Gender : Perempuan...
...Title : ★Spirit Loved...
...Skill Spesial : ★Spirit Controller...
...Life Skill : -...
__ADS_1
...Skill : ★Fast Calculation ★Quick Read...
...Magic : ★Healing Magic...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sui adalah seorang dewi dari zaman kuno yang pernah ikut berperang dengan para dewa jahat jauh di masa lalu. Ia tersegel di pulau itu akibat kehabisan energi sihir dan akhirnya bisa bebas karena masuknya energi sihir Ferisu kedalam dirinya.
Berbeda dengan Licia, Sui yang merupakan seorang dewi memiliki kapasitas sihir yang begitu besar. Namun, karena namanya sudah mulai di lupakan oleh orang-orang yang hidup di dunia itu, kekuatannya menjadi melemah.
Dewa-dewi mendapatkan kekuatan dari hasil kepercayaan orang-orang kepada dirinya, pada dasarnya mereka juga pernah menjadi makhluk seperti manusia, elf dan lainnya. Tetapi mereka sudah mencapai titik keilahian di mana mereka berevolusi dan mendapatkan kekuatan dewa.
Berbeda dengan Elithya yang merupakan dewi yang mengatur dunia, ia tak berasal dari mahkluk yang hidup dan berevolusi. Tetapi dia lah yang menciptakan kehidupan itu dan hanya mengaturnya tanpa campur tangan yang lebih. Seperti mengatur cuaca dan lain sebagainya.
...Nama : Sui...
...Ras : Dewa...
...Age : ???...
...Gender : Perempuan...
...Title : ★Water Goddes...
...Skill Spesial : ???...
...Skill : ???...
...Magic : ★Water Magic...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di pinggiran pulau terdapat Imp yang sedang berpatroli di udara untuk menjaga keamanan pulau. Para Imp itu pun melihat sebuah kapal yang berjumlah 5 buah sedang bergerak menuju ke arah pulau.
"Kapal?!". Ujar Imp 1 dengan terkejut.
"Aku akan melaporkan hal ini pada Licia-sama, kau tetap awasi dari sini". Ujar Imp 2.
"Ya! cepatlah". Ujar Imp 1.
Imp itu pun terbang dengan cepat kembali ke desa dan menghampiri Licia untuk melaporkan hal tersebut. Sesampainya di desa Licia sedang mengatur pertanian yang sedang di kerjakan oleh para orc dan goblin.
"Permisi Licia-sama, maaf jika saya mengganggu pekerjaan anda". Ujar Imp itu dengan sopan.
"Ya ada apa?". Tanya Licia dengan heran.
"Saat saya sedang berpatroli, ada 5 buah kapal yang sedang bergerak menuju ke arah pulau ini. Di lihat dari bendera nya sepertinya itu berasal dari negara beastman". Ujar Imp itu melaporkan hal yang ia lihat.
__ADS_1
Semua orang yang mendengar hal itu pun terkejut. "Apa yang kau katakan itu benar?!". Tanya Takeo dengan serius.
"Ya!". Jawab Imp itu dengan serius.
Semua orang pun mulai berkumpul, Kenshin pun mengumpulkan pasukan pertahanan dan bergerak menuju ke pantai, begitu pula dengan para Imp yang terbang di atas mereka.
"Kenapa mereka mengarah kesini? bukannya semua orang tau jika tanah di pulau ini hanya tanah mati". Gumam Licia memikirkan alasan para beastman itu.
Selagi memikirkan hal itu, kapal-kapal itu sudah hampir sampai di pulau itu. Tak jauh dari pinggir pantai, kapal-kapal itu berhenti dan beberapa lingkaran sihir mulai muncul.
Di atas kapal terdapat Shiro dan Yuki yang ikut untuk mempelajari peperangan, orang yang memimpin semua pasukan tak lain adalah ayah mereka yang merupakan seorang raja dari ras beastman.
"Hei... bukannya pulau itu hanyalah tanah mati, kenapa ada pohon yang hidup bahkan rumput yang hijau dan ada juga perumahan?". Ucap Shiro yang terkejut melihat pulau itu dari atas kapal.
"Yah, aku juga terkejut. Tak hanya itu, ada sebuah penghalang yang melindungi sebagian pulau itu". Ujar Yuki.
"Hmmm, sepertinya para iblis itu mencoba untuk membangun sebuah kota lagi di pulau itu". Ujar sang raja.
"Lagi? maksud ayah dulu tempat itu pernah menjadi kota?". Tanya Yuki dengan heran.
"Itu benar, dulu pulau itu merupakan kota dari ras iblis vampir". Ujar raja.
Shiro dan Yuki pun terdiam sejenak karena hal itu. Mereka berdua tampaknya memikirkan hal yang sama mengenai vampir.
"Ayah, sebaiknya kita membatalkan penyerangan ini". Ujar Yuki dan Shiro secara bersamaan.
"Apa yang kalian katakan?". Ujar sang raja kebingungan.
"Ayah ingat bukan soal vampir yang kami ceritakan tempo hari". Ujar Yuki.
"Yang menolong kalian saat di serang bandit?". Tanya sang raja.
"Yah itu benar, aku berfikir dia lah yang ingin membangun kota di pulau ini". Ujar Yuki sembari melihat ke pulau itu.
"Shiro juga berfikir begitu, mengingat dia adalah vampir dan ayah bilang jika pulau itu dulu nya adalah kota para vampir". Ujar Shiro.
"Ayah mengerti perasaan kalian, tapi saat ini kita sedang peperangan". Ujar raja sambil menutup matanya.
Raja pun mengangkat tangannya sabagai tanda mulainya penembakan sihir ke arah pulau tersebut. Banyak sekali sihir yang meluncur ke arah pulau itu, tetapi karena adanya pelindung sihir itu tak dapat masuk kedalamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE
__ADS_1