Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 28 : Kota Pelabuhan


__ADS_3

Setelah berbincang dengan yang lainnya, Ferisu pun memutuskan untuk pergi ke sebuah perdesaan yang berada di wilayah beastman untuk membeli hewan ternak.


"Aku akan pergi sendiri, tolong jaga tempat ini selama aku pergi". Ujar Ferisu berpamitan.


Ia pun menggunakan sihir untuk membuat sepasang sayap, karena ia sudah berevolusi ke tahap ketiga. Pada awalnya Ferisu kesusahan dalam mengendalikan sayap nya untuk terbang, namun setelah latihan yang cukup ia pun bisa terbang dengan bebas di atas langit berkat bantuan dari para imp.


Setelah terbang cukup lama akhirnya ia pun mencapai daratan lain yang merupakan wilayah ras beastman. Ferisu pun memutuskan untuk berlari dari pada terbang karena akan mencolok dan menarik perhatian orang.


Alih-alih sampai di sebuah desa, Ferisu pun tiba di sebuah kota yang berada dekat dengan lautan. "Kota Beast Sea...". Gumam Ferisu membaca tanda masuk kota.


Dengan kartu tanda petualang Ferisu dapat memasuki kota itu tanpa perlu di periksa lebih lanjut. Kota itu merupakan sebuah kota pelabuhan dimana mereka memiliki berbagai kapal yang siap mengantar barang dagangan ke negara lain.


Kota itu adalah sebuah kota yang menjadi perdagangan ras beastman dengan ras lain.


Setelah memasuki kota Ferisu melihat banyak sekali budak yang di perkerjakan, baik dari beastman itu sendiri dan ras yang lain. Ia pun pergi mencari guild petualang untuk mengumpulkan informasi dan menanyakan lokasi penjualan hewan ternak.


Saat sampai di guild petualang ia di tatapi oleh para petualang beastman yang berada disana. Karena api peperangan sudah mulai membesar, para beastman mulai membenci petualang dari ras manusia.


Karena saat pergi ketempat lain Ferisu selalu menyamarkan dirinya menjadi manusia.


"Permisi, aku ingin menanyakan lokasi toko hewan ternak". Ujar Ferisu di meja resepsionis.


"Yah? Di kota ini tak ada yang menjual hewan ternak. Jika kau ingin membeli hewan ternak kau bisa pergi ke sebuah desa yang ada di sebelah utara kota". Ujar resepsionis itu sembari menunjukkan lokasi desa itu di peta.


"Terima kasih". Ujar Ferisu, ia pun meninggalkan guild petualang itu.


Namun, saat ia hendak keluar dari pintu, Ferisu bertabrakan dengan seorang gadis beastman. "Aduh". Ujar gadis itu saat terjatuh.


"Apa kau tak apa?". Tanya Ferisu sembari mengulurkan tangan.


Gadis itu pun menepis tangan Ferisu dan bangun berdiri sendiri. "Aku tak sudi mendapatkan pertolongan dari manusia rendahan sepertimu". Ujar gadis itu dengan tatapan sinis.


Ferisu pun mengabaikan nya dan meninggalkan gadis itu. "Baiklah, apa aku langsung pergi ke desa nya lalu membeli ternak dan langsung kembali ke pulau? Atau aku akan menetap sebentar di kota ini?". Gumam Ferisu dalam hatinya.


Ferisu pun akhirnya memutuskan untuk tinggal sebentar di kota itu untuk mengumpulkan beberapa informasi dan membeli ikan dengan jumlah yang banyak.


Di dalam perjalanan menuju ke penginapan. "Huaaa~ mama~". Terdengar suara tangisan anak kecil.


Ferisu pun menghampiri anak itu. "Ada apa? Apa kamu terpisah dari mama mu?". Tanya Ferisu dengan lembut.


"Hiks~ iya~". Jawab anak itu sambil menangis.

__ADS_1


Ferisu pun mengelus lembut kepala anak itu. "Mari kita cari mama mu sama-sama". Ujar Ferisu dengan senyuman.


"B~ benarkah?". Ucap gadis itu dengan penuh harap.


"Tentu". Ucap Ferisu dengan senyuman. Ferisu pun menggendong anak itu sembari berjalan mencari ibunya.


"Siapa nama mu?". Tanya Ferisu.


"Dela, kalau onii-san?". Ujar Dela.


"Ferisu, itu adalah nama ku". Jawab Ferisu dengan senyuman.


Mereka terus-terusan berjalan mengitari kota, namun mereka tak menemui ibu dari si anak. Ferisu pun menanyai anak itu mengenai tempat tinggalnya. "Apa kau ingat tempat tinggal mu?".


"Maksud onii-san rumah Dela?". Tanya Dela.


"Iya".


"Etto, Dela tinggal di dekat laut. Dari rumah Dela bisa liat matahari terbenam". Ujar Dela memberi tahu rumahnya.


"Dekat laut dan matahari terbenam...". Gumam Ferisu pelan. Ia pun berjalan menuju ke pinggiran kota tepat di pelabuhan.


Disana ia berkeliling sembari bertanya kepada orang-orang. Hingga pada akhirnya terdengar sebuah teriakan perempuan yang memanggil nama Dela.


Ferisu pun menoleh dan melihat seorang perempuan beastman yang berlari ke arah nya dengan muka yang sangat kawatir.


"Apa itu mama mu?". Tanya Ferisu pada Dela.


Dela pun mengangguk. "Hum, itu adalah mama". Ujar nya.


Ferisu pun menurunkan anak itu, ia pun berlari menghampiri ibunya. Beastman itu pun berterima kasih pada Ferisu karena telah menjaga anaknya.


"Onii-san terima kasih". Ujar Dela sambil melambaikan tangannya.


"Ya". Balas Ferisu sembari melambai kan tangan.


Syukurlah ibunya mencarinya dengan sangat kawatir. Sebaiknya aku pulang ke penginapan sebelum gelap.


...----------------...


Keesokan paginya Ferisu pergi menuju ke guild petualang, ia berniat untuk mengambil misi. Ferisu pun memutuskan untuk mengambil misi pengawalan, dikarenakan tujuan para pedagang itu melewati desa yang ia ingin kunjungi untuk membeli hewan ternak.

__ADS_1


"Aku mau mengambil misi ini". Ucap Ferisu memberikan lembaran quest di meja resepsionis.


"Quest pengawalan, apa anda sendirian atau dengan party?". Tanya resepsionis.


"Sendirian, apa tak bisa?". Ujar Ferisu.


"Bisa kok, tapi kau akan bergabung dengan party yang lain nanti. Anda tak keberatan?". Ujar Resepsionis itu.


"Hmmm, baiklah. Aku tak keberatan soal". Ujar Ferisu.


"Kalau begitu lusa nanti adalah hari keberangkatannya". Ujar Resepsionis itu.


Ferisu pun meninggalkan guild tersebut dan berjalan ke pinggiran kota sembari menikmati angin laut yang berhembus pelan.


"Huft, informasi yang kudapatkan di kota ini hanyalah masalah perang dan perang. Apa tak ada hal lain?". Gumam Ferisu sembari duduk melihat laut.


Tiba-tiba ada sebuah bola yang bergerak pelan ke arahnya karena hembusan angin. "Bola?". Gumam Ferisu mengambil bola itu.


Lalu ada beberapa anak yang mendatanginya. "Apa ini bola kalian?". Tanya Ferisu pada anak-anak itu.


"I~ Iya". Jawab anak itu dengan takut-takut.


"Ini". Ujar Ferisu mengulurkan bola itu pada anak-anak itu sembari tersenyum.


Anak itu pun menerima bolanya. "Onii-chan tak akan menyakiti kami kan...". Ujar anak itu.


Ferisu pun kebingungan karena ucapan anak itu. "Untuk apa aku menyakiti kalian?". Ujar Ferisu dengan heran.


"Ah ti~tidak, hanya saja banyak orang dewasa bilang kalau manusia itu ras yang kejam". Ujar anak itu.


"Itu bisa benar dan juga salah, ras manusia juga sama seperti ras beastman. Ada orang yang baik dan ada pula yang tidak, jadi jangan mengecap sebuah ras menjadi jahat hanya karena perbuatan 1 orang". Ujar Ferisu menasehati anak-anak itu dengan lembut.


"Apa aku boleh ikut bermain?". Tanya Ferisu.


"Tentu!". Jawab anak-anak itu.


Di sore hari itu Ferisu bermain bola dengan anak-anak beastman di sebuah lapangan kecil di pinggir laut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE


__ADS_2