Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Menjadi Wisatawan di Pondok, Sangat Menyenangkan...


__ADS_3

Kesampingkan judul di atas, karna aku merasakan bahwa wisata kali ini tidak ada enak-enaknya untuk di rasakan.


Aku berusaha agar tubuhku bisa duduk di kasur empuk ini. Walaupun empuk , aku sama sekali tidak munafik bahwa kasur ini sangat bau.


Aku melihat sekelilingku yang benar benar seperti rumah sakit. Ada banyak perawat laki laki dan perempuan yang kesana kemari bolak balik memberikan pertolongan. Ada juga pasien yang merengek kesakitan karna tulangnya patah, ada pula yang matanya tertusuk sesuatu dan bahkan, ada pula yang lengannya tercabik cabik oleh sesuatu..


"Apa ini rumah sakit?" tanyaku


"Tidak anak baru.., ini adalah tempat pertolongan pertama. Intinya di sini hal hal yang masih bisa di tangani oleh medis tingkatan satu sampai tujuh. Jika penyakit atau sesuatu yg kau alami pada tubuhmu mengalami tingkatan lebih dari itu, maka kau akan dibawa ke rumah pengobatan cahaya." kata si cewek berotot dan ia pun duduk di dekat kasurku.


"Oh gitu ya.. by the way, kamu kah yang menolong aku?" tanyaku lagi


"Teman temanmu, eits- tidak. David telah melaporkan situasinya kepadaku. Lumayan pintar dia langsung lekas pergi ke tempat aku dimana aku kebetulan lagi tugas berjaga. Namun , maaf kalau kami sungguh terlambat untuk menyelamatkanmu. Karna mengatur koordinat dengan terbangnya pegasus itu lebih agak susah di bandingkan memanaskan kendaraan." begitulah paparnya .


"Oh iya aku belum memperkenalkan diri" wanita itu berdiri dan berbalik hendak beranjak pergi.


"Aku akan memperkenalkan diriku dan yang lainnya , atau lebih tepatnya segala hal yang perlu kau ketahui di pondok ini." ia berjalan meninggalkanku yg masih bengong dan terduduk lesu.


"Ayolah kemari.. ikuti aku" ajaknya sembari melambaikan tangan ketika ia di pintu .


Aku beranjak pergi dari kasur setelah meminum sirup yang ada di meja itu.


Aku pun menyusulnya .


###


"Namaku Clarissa aglonomi. Panggil aja Risa , karna emang kebanyakan mayoritas orang sini memanggil ku begitu." ujarnya .


"Orang sini ya?" celetukku.


"Lebih tepatnya Demigod. Separuh manusia separuh Dewa. Aku putri dari Dewa tempur Ares. " jelasnya .


"Oh begitu.. pantas saja..." aku melirik perutnya yang kotak kotak.


"Ah.. kalau gedung besar dan panjang di sana adalah asrama untuk anak anak Dewa Dewi perang dari berbagai penjuru" tunjuknya , Ia menunjuk sebuah gedung yg memang panjang dan tinggi sekitar 12 meter, dengan dua lantai dan berbagai kamar yang kulihat dari luar sini .


"Maksudnya berbagai penjuru, berarti berbagai kota ?" tanyaku.


"Tidak, bukan seperti itu.. maksudku berbagai penjuru berarti berbagai penjuru mytologi. Ares, adalah Dewa tempur Yunani. Dia juga memiliki wujud yang berbeda yaitu Mars, yg merupakan wujud Romawinya . Ada pula Dewa perang Shinto , yaitu Hachiman. Dewa perang dari mitologi Nordik , Thor dan Tyr . Dewa perang Nusantara , atau bahkan seorang Dewa dari Hindu yg menjadi dewa perang Nusantara, Indra . Dewa perang suku Aztec. Dewa Huitzilopochtli. Dan dewa perang Tiongkok Korea , Guan yu. Adapula Dewa Tiongkok asli, yaitu Dewa Erlang. Ada banyak Dewa Dewi di penjuru dunia yang bahkan belum di ketahui. Pada saat ini , masih sedikit yang terungkap" paparnya panjang lebar .


"Maaf , kenapa belum terungkap?" tanyaku.


"Karna 1500 tahun lalu, atau bahkan ketika perang sparta. Ada gencatan senjata dari Dewa Dewi. Orang orang Persia kuno memiliki kepercayaan penuh atas ajaran Zarathustra. Namun orang sejarah sering mengatakan Zoroatisme. Kekuatan kepercayaan itu sangat sedikit, dan Itu pun melemahkan daya kekuatan tempur Dewa Amazda. Yang merupakan Dewa tunggal. Setelah perang Sparta, walaupun mereka menang . Akhirnya ramalan Zoroaster tentang kehidupan selanjutnya Persia tersampaikan." ketika Clarissa berhenti sebentar aku menyahut.


"Yaitu ketika salah satu Khalifah umat Islam yaitu Umar bin khattab menaklukan Persia itu tak terelakkan lagi"


Clarissa mengangguk


"Ya, ketika itulah Amazda mengunjungi Olympus, langit Nordik yang di jaga oleh Hamdal, langit Dewa Dewi Shinto, kuil kuil Hindu dan bahkan ke pelosok pulau Jawa untuk membentuk aliansi penuh atas dukungan ke negri Persia"


"Tapi tak ada satu pun yang bergerak untuk menyelamatkan Persia , karna mereka tau bahwa kekuatan Islam tak mungkin bisa di kalahkan. Apalagi berada di tangan panglima Khalid dan bahkan Khalifah Umar itu." sambungku.


"Ya, beliau bukan lah manusia biasa. Jika memang benar manusia biasa, mengapa ia bisa membanting iblis bahkan menampar malaikat ? itulah yang di takutkan oleh seluruh peradaban Dewata. Kemalangan menunggu mereka sebelum akhirnya mereka di hilangkan oleh dunia" Clarissa kembali berjalan.

__ADS_1


"Lalu, apa hubungannya dengan yg kau katakan tadi ? yaitu tak ada yg tau seluk belum Dewa Dewi?" tanyaku lagi.


"Bukan tak ada yg tau seluk beluknya , tetapi belum semua terungkap. Masih banyak Dewa Dewi kepercayaan antar suku atau negara yang lenyap. Namun semuanya menjadi ada sampai saat ini karna keputusan dari Amazda" katanya.


"Amazda menyarankan. Tak apa kita semua kalah, toh jika di periksa ramalan. Kita semua akan lenyap seiring perkembangan zaman dan akan di lumatkan oleh sang Umar. Hanya saja , yang dia inginkan adalah adanya ras kaum Dewa Dewi. Kemudian Amazda menyarankan seluruh mitologi dan bahkan galaxi berada di satu kepercayaan sama . Yaitu.."


"Berada di naungan kaum Galaxo?" periksa ku.


Clarissa menoleh ke arahku heran.


"Ntah darimana kau tau itu . Tapi yg pasti, Amazda ingin seluruh Dewa Dewi hidup di satu naungan yg sama. Tetapi tentu, Zeus mempertanyakan caranya membentuk suatu kepercayaan menjadi satu. Karna selama ini, adanya Dewa Dewi karna adanya orang orang yang berpihak ke mereka. jika semuanya tak ada satu pun yang mengingat mereka, maka tak ada yang namanya Dewa Dewi. Dengan otak encer, susanoo dari mitologi Shinto mengangkat tangan dan menyarankan bahwa agar keturunan Athena yang bersembunyi dari takdir kematian itu untuk membuat sesuatu yang dapat mengingatkan akan adanya kita , Dewa Dewi. Keturunan itu tak lain dan tak bukan Daedalus" Clarissa kembali berjalan dan kali ini ia menunjukkan tempat yang enak untuk bersantai. Ia pamit untuk membeli dua kaleng soda untuk kami nikmati sembari membalas segala pertanyaanku.


"Jika Dewa Dewi hidup karna ingatan kita , lalu..." kemudian aku teringat akan seluruh buku yg di perpustakaan. Siapa yang menuliskan artikel dan kisah mereka ? siapa yang masih mengingat kisah-perkisah dan asal usul mereka ? adakah yang tau Dewa Dewi sebelum akhirnya mereka hidup di Masehi,?


Clarissa datang dan memberikan sekaleng soda kepadaku.


"Hei Clarissa. Aku ingin kau memperjelas lagi, pertanyaanku kali ini. Jika Dewa Dewi masih bisa mempertahankan budaya dan bentuk asli mereka, siapa yg melestarikan kisah mereka ?" tanyaku.


Clarissa meneguk cola nya .


"Jadi , Daedalus lah yang melakukannya. Ia diberi perintah oleh seorang Athena untuk melestarikan sejarah mereka . Dengan begitu, mereka akan tetap di kenang. Daedalus adalah putra dari Athena , Dewi kecerdasaan, Kerajinan, strategi , dan Dewi perang Yunani. Kecerdasan yang di beri sang Dewi tak ia sia siakan. Bahkan pada sebelum Masehi, ia berhasil menciptakan bentuk mesin dan mekanik. Ada pula ia hampir bisa menciptakan seluler, namun beberapa Dewa Dewi menentang kecepatan peradaban itu. Jadi semua yang ia ciptakan tersimpan di dalam labirin. Dan ia pun tinggal di dalam labirin. Ia menciptakan sebuah alat yang hampir mirip dengan laptop di masa tahun dua ratus lima puluhan Masehi. Yah, walaupun itu hanya untuk dirinya. Jadi ia menulis seluruhnya di sana. Dan ketika ia menghasut manusia untuk membuat internet dan jejaring seluler, hal pertama yang ia anjurkan untuk di publikasi adalah sejarah Dewa Dewi dan akhirnya, terbentuk lah Wikipedia. Itu semua berkat usaha Daedalus" Clarissa kembali meneguk cola.


"Jadi, apa kesepakatan berikutnya ?" tanyaku.


"Berikutnya , Amazda menyarankan agar mereka mempunyai satu raja untuk Dewa Dewi, dan memiliki penguasa di situ. Dengan berdasarkan kesepakatan kekuatan serta siapa yang paling berpengaruh, Zeus lah yang menjadi bapak Dewa Dewi dan yang memimpin kekuatan adalah Odin yg di wakili Dewa perang terkuat di siang hari Huitzilopochtli. Awalnya tentu ada pertentangan di seluruh belah pihak. Jadi mereka saling memperebutkan posisi itu. Karna Ares yang menang secara fisik, tapi strategi belum seluas Athena jadi ia tersingkir. Guan yu yg memiliki bakat itu menjadi kandidat kuat, namun ia tak mempunyai kekuatan yg mampu membumi hanguskan 10.000 pasukan kavaleri. Jadi ia tersingkir. berikutnya Tiongkok ingin memberikan Sun wukong , namun ia menolak dan lebih memilih menjadi warga langit yang menjaga perhubungan di bumi. Jadi alhasil, hanya tersisa Dua Dewa perkasa, Thor dan Huitzilopochtli. Ketika di adu, mereka sama sama memiliki potensi tempur hebat dan pemikiran yang lumayan walaupun tak seluas Guan yu dan Athena . Tapi terdapat salh satu yang kurang dari Huitzilopochtli. Yaitu kekuatannya akan dahsyat ketika di siang hari dan dipersembahkan jantung manusia oleh sukunya . Hal itu merupakan suatu yang tak bisa di maklumi . Karna ini menyangkut kepentingan seluruh Dewa Dewi. Dan akhirnya Thor lah yang menjadi wakil dari ayahnya yaitu Odin."


Aku jadi paham seluk beluknya ..


mengapa semuanya bersatu , walaupun mereka tidak bisa mengalahkan kekuatan Islam, paling tidak mereka bersatu untuk bertahan dari gentingnya pemusnahan masal.


"Dan akhirnya , ketika di titik dimana ia harus berhenti. Ia berjalan kedepan dan mengajukan diri untuk menjadi tumbal pengorbanan. Tepat ketika kekalahan Persia di tangan Umar bin Khattab yang di pimpin oleh jendral terkuat tak pernah kalah, yaitu Khalid bin walid. Di situlah juga Amazda menjadi tumbal dan terjadilah persatuan bangsa Dewa Dewi dan melahirkan peradaban baru. Yaitu peradaban Elf, peradaban Kurcaci , peradaban Cyclops, peradaban Monster, peradaban Iblis, dan peradaban Malaikat milik kultus Tritunggal" ujarnya .


"Jadi Messir ,Kristiani dan Yahudi tak ada di sini?" tanyaku.


"Tidak bukan begitu. Ada banyak pondok mitologi di dunia. Tapi juga ada pondok khusus untuk Kultus Tritunggal , dan para kaum Yahudi . Kami belum mengetahui mereka atau tidak. Namun yang perlu di waspadai adalah kelompok anarkis yang mengkalim mereka adalah anti tuhan."


"Komunis?" koreksiku


Clarissa mengangguk.


"Dua kekuatan yang masih belum bisa di deteksi, Yahudi dan komunisme. Mereka memang bergerak seperti partai dan tercerai berai di seluruh dunia, namun jika mereka bersatu dengan kemurnian dunia. Maka tamatlah kita "


"Kemurnian dunia ?" aku masih bingung .


"Salah satu jiwa yang murni. Langit, bumi , hitam ,putih . Langit Uranus, bumi Gaia. Untuk 'sang Kegelapan' dan 'sang Cahaya', masih di cari. Tapi ancaman dari dua kubu ini tak bisa di pungkiri lagi. Karna Yahudi adalah penganut setia Satan" Clarissa lanjut berdiri dan meremukkan kaleng soda itu bagaikan meremukkan kertas.


"Mari kita berjalan jalan lagi " ia pergi deluan .


Aku meneguk liur karna melihat hal tadi sebelum akhirnya aku mengikutinya dari belakang.


"Mari ku ajak kau mengelilingi beberapa asrama."


Ada banyak yg di tunjukkan kepadaku , salah satunya asrama Dewa Dewi sejati, yaitu seperti Demigod dari Zeus , Odin , Izanagi, Izanami , Jupiter , Gatot kaca , Pandu dan Brahma .

__ADS_1


Adapula Dewa Dewi gelap , seperti Susanoo, Tsukoyomi, Hanzo , Hades dan lainnya .


Yang paling membuatku tertarik adalah asrama Wukong . Isinya hampir seluruhnya monyet berakal. Ada monyet ras putih , yang mayoritas mereka berasal dari keturunan Hanuman. Adapula yg berbulu emas , perak, merah, hitam, kelabu dan bahkan ada pula yg berwarna biru .


"Kera kera ini sangat lihai dalam bertarung. Bahkan mereka juga memiliki akal dan kecerdasan tinggi dalam hal merancang strategi apapun."


Adapula asrama Dewi yang sangat membuatku tertarik dan penasaran .


Di suatu sudut sungai tempat ini, ada air terjun dengan di samping air terjun itu ada sebuah rumah besar. Ya, bukan asrama tapi sebuah rumah yang terbuat dari batu laut dan berbagai hal yang berbau laut. Namun kemungkinan rumah ini tak ada yang mau merawatnya jadi agak berlumut dan di selimuti tumbuhan liar di sekeliling rumah itu.


"Apa kau tertarik dengan rumah itu?" tanya Clarissa .


"Rumah siapa itu?" tanyaku penasaran sambil menunjuk


"Jangan begitu caranya menunjuk tempat itu. Hanya itu yang di khususkan."


Clarissa meluruskan seluruh jarinya dan merapatkannya lalu mengarahkannya ke rumah itu.


"Jika kau ingin menunjuk rumah itu kau harus seperti ini, karna dia yg paling berbeda dari semua Dewa Dewi laut dan badai."


Akupun mengikuti kata katanya .


"Ini adalah rumah khusus untuk keturunannya . Karna ia sedikit terpikat oleh pria, jadi sudah sekitar satu abad tak ada yang mendiami tempat ini" Clarissa terlihat enggan menjelaskannya , namun karna aku adalah anak baru, jadi ia membuka mulut untuk menerangkannya.


"Di sini ada tiga tempat yang harus di sucikan dan berbeda dari yg lainnya. Yaitu asrama Wukong . Yang hanya boleh untuk monyet gunung dan keturunannya. Tak boleh di gabung , kemudian Pandora , dan trakhir..." ia menoleh dengan rasa takut dan gemetar ke arah rumah itu.


"Sang Dewi mala petaka , badai , keperawanan, laut dan dahsyatnya murka samudra. Kadita , alias Nyi Roro kidul."


Entah mengapa angin semilir dari hutan dan sungai membuat bulu kudukku merinding ketika mendengar nama itu. Seolah olah namanya saja sudah mengandung ketakutan dan kekuatan dahsyat.


"Mengapa mereka bertiga di khususkan?" tanyaku.


"Itu adalah pertanyaan tabu yang tak boleh di jawab. Kau hanya boleh bertanya kepada sang penguasa Dewa Dewi atau kepada Dewa Dewi sendiri."


Aku sangat penasaran , mereka bertiga adalah jiwa yang sangat di takuti oleh Dewa Dewi di dalam sejarah manapun. Tapi mengapa di sini malah di khusus kan? aku ingin mengetahuinya . Dan harus bisa.


"Apa ada cara lain ?" tanyaku lagi.


Ia pun berhenti berjalan dan menoleh ke arahku.


"Ada, namun agak mustahil. Kau menjadi salah satu dari mereka, atau mengalahkan mereka . Yaitu menjadi Dewata atau lebih kuat dari Dewa."


***


Sun Wukong .



Pandora.



Kadita.

__ADS_1



__ADS_2