
Author POV.
Pada tahun 1510 M.
Sejak hari di mana Aeros di jemput oleh Apollo , Kadita sama sekali tidak pernah menduga bahwa ia tak lagi bertemu dengan pria itu. Malahan, ada rasa rindu atas dirinya yang ditinggal pergi .
Kini era sudah berganti , di mana para dedemit dan Dewata di pulau Jawa mulai memudar . Untuk jin yang masih memiliki jiwa dedemit, mereka masih menetap dan memiliki wilayah masing masing . Tujuh puluh tahun yang lalu , Kadita telah meneruskan kekuatan dan kekuasaan Kanjeng Ratu kidul. Dan kini ia resmi dan akhirnya menjadi Nyi Roro kidul. Kehausannya akan kekuasaan meluap-luap, ia pun berhasil menguasai seluruh dedemit pulau Jawa . Akan tetapi , sang Sabdo Palon tidak terima dan menginginkan bahwa Kadita harus membagi rata wilayah kekuasaan. Karna masih memiliki citra kekuatan yang hebat, ketika Kadita membagi wilayah kekuasaannya, ia pun masih memiliki kekuatan nan dahsyat nian .
Awalnya, ia ingin mengarungi wilayah Sumatra, namun Sabdo Palon tidak memperbolehkannya lantaran wilayah itu sudah menjadi ciri khas yang tidak bisa di ganggu gugat . Ketika ia berpindah haluan ke Kalimantan , hampir seluruh daratan Kalimantan masuk ke dalam wilayahnya . Kecuali wilayah sang naga Kutai . Perang antara mereka berdua terjadi bertahun tahun . Hingga akhirnya ketika Kadita sampai pada batas kemampuannya . Ia pun bernegosiasi, untuk menancapkan kekuasaannya di sini . Akan tetapi tidak bertindak semena-mena. Sang naga yang mengakui kekuatan Kadita pun mengangguk dan kembali tertidur . Setelah Kadita kembali dari pertempuran, ia heran. Mengapa para dedemit yang dulu kuat dan sakti , kini melemah seperti jin penunggu semak belukar (karna ketika perang dengan sang naga Kutai , memerlukan waktu bertahun tahun).
Sabdo Palon pun mengisahkan kedatangan sembilan wali . Dan kesepakatan sudah di berikan. Akhirnya Kadita pun tak menampakkan diri selama puluhan bahkan 100 tahun lebih dari dasar laut samudra .
Tepat pada tahun , 1510 m.
Beberapa Dewata datang ke Indonesia dan melihat berkeliling ke seluruh Indonesia. Mulai dari Yunani, Nordik Mesir , dan bahkan Dewa Dewi Shinto .
Kehadiran mereka memiliki arti . Mereka melihat ada banyak wilayah tropis yang indah nian dan belum terjamah . Mereka juga mengukur kekuatan mistis , dan hampir nyaris mereka fikir, bahwa di wilayah ini tak ada pelindung atau bahkan Dewata .
Di saat sang Dewi Kadita masa bodo , ia di kejutkan dengan aroma angin nan sejuk yang ia kenal . Itu adalah aroma Aeros.
Dengan tak sabar ia pergi ke permukaan dan mendapati Aeros berada di atas kereta tempur Zeus .
"Aeros!" panggil Kadita .
Ketika berbalik, Aeros terkejut dengan adanya Kadita . Kadita juga merasa terkejut bahwa sang Aeros tak lagi memandang dirinya seperti dulu , kini ia memandang dirinya hanya orang yang biasa .
"Wah wah, ini kah yang kau maksudkan Apollo? ini kah wanita yang di taksir oleh Aeros,?" Zeus turun dari kereta tempur dan berhadapan dengan Kadita .
"Hanya gadis cantik namun beraroma ikan ." Zeus mengendus.
Awalnya , Kadita tidak tahan dengan perlakuan ini .
"Kadita , lupakanlah hal dulu. Aku sudah dinikahi, dan aku sudah banyak memiliki anak ." ujar Aeros dengan lemah lembut dan dengan nada sangat Penuh penyesalan.
Sepenuhnya , angin ribut yang harusnya ada disisi Aeros memihak ke Kadita . Angin badai yang harusnya sulit untuk di kendalikan malah memihak kepada Kadita
"Ada apa ini? Aeros .! kembalikan amukan angin ku" Zeus memerintah kepada aeros .
"Aku tak bisa menariknya .." ujar Aeros .
"Pergi kalian !" mata Kadita di penuhi amarah .. kecemburuan dan emosional yang sangat mendalam . Mata hijaunya menyala sangat terang , hingga mengalahkan tatapan mata sang Zeus .
"Kita mundur ..." hari itu , mereka mundur .
Tapi tidak selamanya .
Pada tahun 1570 M.
Banyak kejadian yang terjadi , peperangan antar kerajaan Majapahit , Kutai Kartanegara, Banyu wangi, dll. Dengan mendapatkan kekuatan barunya , Kadita dengan bebas memilih dan menghukum orang orang yang membenci dirinya . Terutama kepada pria .
Ia menjadi anti pria semenjak trakhir kali kedatangan Aeros bersama Zeus . Selama 60 tahun , ia memperingatkan , jangan ada yang mendekati pantai selatan terutama pria . Jika tidak ingin jiwanya di telan .
Namun , banyak orang yang mengabaikan dan akhirnya ia menelan mereka semua. Dan akhirnya sang Dewi di anggap Dewi kemusnahan dan Dewi kehancuran.
Ia juga dengan mudah menabur wabah penyakit melalui angin ribut yang memihak kepadanya .
Hingga akhirnya , pada tahun ini . Datanglah seorang pria , yang mana pria ini adalah salah satu dari Wali songo.
Ia jatuh hati secara tiba tiba dengan pria itu. Namun pada hakikatnya , pria ini juga tidak mencintai sang Dewi . Cintanya selalu bertepuk sebelah tangan . Hal itu membuat ia geram , dan menyatakan perang kepada 9 wali itu.
Wali yang bisa bertarung sebanyak dua kali dengan Kadita , ialah Sunan Kalijaga.
Awalnya ia kalah, namun akhirnya . Ia kembali dengan pusaka keramat rompi perangnya ontokusumo.
__ADS_1
Ketika Kadita yang hanya menyerang dengan amarah, dan modal kesaktian . Berbeda dengan sang Wali yang berperang dengan keimanan kepada Tuhannya , dan demi orang orang yang di sakiti. Akhirnya Kadita kalah . Pertarungan sengit ini membuat diri Kadita merasa malu .
Malu semalu-malunya . Karna orang yang pertama kali mengalahkan dia dalam peperangan adalah mahluk yang ia benci , yaitu pria .
Dengan tabah dan welas asih, sang Sunan mengajarinya ilmu keagamaan . Kembali dengan karisma yang memancar dari Sunan itu , Kadita kembali merasakan jantungnya berdegup kencang . Namun akhirnya sang Sunan menyatakan tak bisa menepuk kembali perasaan itu. Tapi sebagai gantinya , pasti ada sesosok yang datang dan mencintaimu tanpa memikirkan siapa dirimu dan dari mana kamu .
Kalimat itu di tunggu tunggu...
Hingga akhirnya sang Wali wafat .
Kadita masih menunggu kalimat itu. Baginya , itu adalah wangsit atau sebuah ramalan baginya.
pada tahun 1600 M.
Nusantara , masih merupakan pulau dengan banyak kerajaan . Di saat Kadita sibuk dengan kalimat itu, tiba-tiba datang kembali peringatan dari sabdo Palon . Bahwa akan ada bencana yang melanda selama 3 abad lamanya . Dan terbuktilah , Zeus yang tak kenal kalah merasa tertantang akibat Kadita yang menyuruhnya pulang begitu saja . Benar benar ia terasa amat di kalahkan .
Para Dewata ingin bersatu, namun pada saat itu. Sebagai wujud fana , sang Dewa Hermes menghasut negri kincir angin untuk menjajah Nusantara ini .
Maka diutus lah utusan mereka pergi ke tanah pulau Jawa , dan mencari informasi sebanyak banyaknya .
Sang naga yang tertidur di pulau Kalimantan merasakan kehadiran penyusup. Ia pun terbangun dan memberikan kabut keringatnya untuk menutupi kemenangan penjajah tersebut di atas pulau yang ia tiduri.
Dua tahun setelahnya , Belanda datang dan menjajah Nusantara .
Para Dewata Eropa banyak yang mendukung dan akhirnya dengan anugrah dan pemberian kekuatan mereka , Belanda menyerang .
Dedemit yang kaget , berusaha untuk memulihkan kekuasaan .
Namun waktu yang di berikan tidaklah banyak . Di pulau Jawa , hanya beberapa Dewata saja yang sanggup memberi perlawanan kepada lebih dari 20 Dewata itu.
Salah satu serangan terkuat dan terdahsyat adalah petir Zeus dan halilintar Thor .
Indra yang saat itu sudah berevolusi pun menyerang Thor dan bertarung . Muncul lah kesatria nan agung kembali .
Sabdo Palon hanya bisa mempertahankan paku pulau Jawa.
Odin yang mempunyai wawasan dunia lebih tinggi dari Zeus , ia pun melirik pulau Kalimantan . Beberapa Dewata di suruh untuk menyerbu. Namun dengan mudah pasukan mereka di pukul rata hanya dengan hembusan nafas dari sang naga .
Awalnya , sang naga hanya uring-uringan untuk bertarung . Namun di kala tidur panjang nya di ganggu, ia pun ikut bertarung dengan mengajak sahabatnya yaitu Lembuswana.
Dua kekuatan dahsyat luar biasa ini mampu menghajar dahsyatnya kekuatan Poseidon, Susanoo , Stukoyomi, Njord, Aeros, Huitzilopochtli, dan bahkan Osiris. Tujuh Dewata itu bersatu dengan kekuatan penuh untuk menghalau dua sahabat ini . Namun hasilnya , mereka hanya bisa menyeimbangi . Bukan menandingi .
Hercules sangat sulit menghadapi Joko Tingkir. Sedangkan Ares, ia meraung-raung dengan sangat bar-bar ketika bertarung duel melawan Gatotkaca .
Thor tentu menyambar nyambar kilat , lawan yang ia hadapi adalah Indra . Sesama Dewa perang tentu mereka memiliki kegengsian masing masing jika salah satunya kalah .
Zeus ,masih meng-adu kesaktian dengan Kadita . Bahkan karna tidak mampu, ia membelah dirinya menjadi dua . Zeus dan Jupiter . ketika Zeus menyambar nyambarkan petir , Kadita menghalaunya memakai badai . Kekuatan mereka nyaris seimbang , hanya saja Kadita harus bersiaga penuh dan harus mengerahkan tentara dedemit yang ia kuasai . Sedangkan Zeus , dengan tentara Cyclops gunungnya memberikan perlawanan. Kaum Cyclops dan kaum Buto ijo saling adu tinju satu sama lain , bahkan ada pula dedemit Genderuwo yang besar dan sakti , saling porak poranda .
Perang sempat hampir selesai, sebelum akhirnya Izanami yang serakah akan dunia , mencoba menghasut Ametarasu . Ametarasu pun mendengarkan hasutan itu. Lalu ia pergi ke negrinya dan memberikan titisan nan absolute. Sang kaisar Jepang Hirohito .
Pada awalnya, rencana itu sudah di hentikan oleh Izanagi, dan Susanoo. Hanya saja , Stukoyomi yang sudah berada di peperangan mendukung hal itu dan juga Bishamonten mendukung penakulukan Dewata Eropa dengan dalih tak ingin di kuasai oleh Zeus .
Akhirnya Jepang dengan kaisarnya pergi dan menghajar para Belanda dan menghancurkan wilayah mereka .
Odin yang kaget dengan pristiwa itu, memaksa Zeus untuk ikut mundur .
Awalnya Zeus menolak, namun ia mendengar nasehat dari Athena . Dewi kebijaksanaan sependapat dengan saran Odin .
Maka mundurlah mereka .
Peperangan Dewata Nusantara dan Zeus , berlangsung sekitar tiga abad lamanya .
Ketika mundur. Zeus yang masih tidak percaya dengan kudeta dari Izanami itu akhirnya mencari cara untuk menghajar balik pasukan Shinto .
__ADS_1
***
Awal mulanya , Gatot, dan Bima . berterima kasih kepada Ametarasu .
Kekuatan matahari Ametarasu yang mutlak menyinari daerah tropis ini menjadi pantulan kekuatan bagi mereka semua . Namun, Bima tidak menyadari bahwa niat Ametarasu tidak sebaik itu .
Setelah mengusir hama (pasukan Zeus) Izanami menghasut lagi Ametarasu untuk mengklaim dan menjajah wilayah Nusantara .
Kadita yang menyadari itu, kembali ke dasar laut . Dan ketika ia hendak ke permukaan setelah mengambil pusaka nya , sudah terlambat lah dia .
Semua Dewata tertidur dalam mimpi panjang , itu adalah gabungan kekuatan Izanami dan Stukoyomi. Stukoyomi membuat mereka tertidur , dan Izanami mengirimkan mimpi panjang .
Kadita kembali ke dasar lautan .
Ia pergi ke dasar laut nan jauh di tengah Antartika . Di sana ia menemukan sebuah kerang raksasa yang telah lama bermeditasi. Ia menunggu sebuah mutiara khusus keluar . Karna dengan keluarnya mutiara itu, maka terpanggil lah ramalan untuk suatu negri .
Sekitar 2 tahun Kadita menunggu ramalan , akhirnya keluarlah ramalan itu. Ketika ia melihat , terlahirnya sesosok pejuang baru dari wujud fana , dan sesosok mahluk nan perkasa di alam ghaibnya . Ia pun kembali ke Indonesia.
Alangkah kagetnya Kadita , ketika ia kembali ke Nusantara. Nusantara memproklamasikan diri menjadi negara republik Indonesia.
Dan akhirnya , semua dedemit , Dewata dan bahkan sang naga Kutai bertekuk lutut di depan nya sang manusia fana , namun ketika ia lebih menelaah lagi, di atas manusia itu. Ada sesosok yang mencolok , elegan, kuat, serta kokoh.
Wujud itu adalah sang Garuda .
"Wahai Lara Kadita .." panggil sang Garuda .
"Aku tumbuh dari benih perjuangan mahluk fana , negri ini menjadi bersatu karna keinginan mahluk fana . Manusia , usia mereka pendek . Sehingga mereka tidak menyia-nyiakan waktu dan keringat hanya untuk saling berkuasa... setidaknya untuk zaman ini . Bersatulah , lindungi bumi dan negri ini . Aku akan menjadi perwakilan dari perkumpulan Dewata Nusantara . Aku akan pergi menemui Zeus , Izanagi, dan Budha rullai. Turunkan ego, dan gengsi . Perdamaian lebih Utama." Sang Garuda menetapkan Monas sebagai pusat pusaka negri ini .
Puluhan tahun kemudian , Kadita damai menikmati kedamaian . Seakan akan ia sudah lupa dengan kalimat janji itu.
Namun pada suatu hari , Kadita menemukan sesosok pria ketika menikmati pemandangan.
Pria ini sejuk di pandang dan nyaman untuk di dekati , karna penasaran ia menghampiri pemuda itu .
"Lagi sendiri ?" tegur Kadita .
"Hmm... mungkin. " pria itu tak mendongak bahkan tak mengagumi sedikitpun kecantikan Kadita .
"Permisi?" Kadita agak sebal dan risih dengan pria ini.
"Maaf nona , saya tidak suka di ganggu ketika menikmati bakso.." kembali pria itu menyeruput kuah bakso .
"Apaan sih?" Kadita melabrak meja , gemuruh angin ribut telah mengguncang lautan nun jauh di sana.
"Aku mau ajak kenalan juga .." Kadita beranjak pergi kembali ke dasar laut .
Esok dan esok harinya , Kadita mengintip sang pemuda. Ia berkeliling dan membeli suvenir Bali .
"Wahai Nispati (salah satu orang kepercayaannya ) pergi dan ikuti pemuda itu ." perintahnya
"Baik yang mulia " bawahannya itu langsung melesat pergi .
Nispati melihat pria itu di pinggir pantai , kemudian ia pergi lagi ke dekat penginapan . Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi .
"Apa aku harus ngikutin dia ke kamar mandi juga ?" Nispati bimbang .
Ketika ia ingin maju untuk mengikuti , tiba tiba seseorang berada di belakang nya menepuk pundaknya .
"Cari siapa neng ?" Nispati terkaget.
"Hah? kok bisa ?" Nispati yang bukan manusia fana terkejut dengan aksi pria itu. Pria itu, ada di belakang nispati .
"Ah, aku punya sebuah pekerjaan. Jadi jika tidak berkepentingan , silahkan pergi ." orang itu berjalan meninggalkan Nispati yang masih tertegun heran ..
__ADS_1
***