Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Kalong Goa Kal-Bar


__ADS_3

Author POV


Mari kita undur kan waktu ke dua puluh menit sebelum Rio mendapatkan pengakuan dari perairan air tawar .


Gereja ,


Shofia menyusul Rista yang tadi dalam perjalanan ke depan gerbang gereja sembari membawa sang pendeta . Ia berusaha melihat dan menghubungkan teka teki tentang hal hal yang terjadi pada hari ini . Ia masih belum menemukan di mana guardian itu dan belum tau guardian jenis apa yang akan di keluarkan oleh sang pendeta . Yang jelas, ia benar benar merasakan aura yang sangat kasar dan bengis di dalam hutan sana . Sesuatu yang kuno dan sangat mengancam zaman ini , zaman di mana semua sudah menjadi sesuatu yang damai dan akan sulit untuk memberikan informasi kepada manusia fana kalau hanya dengan mata telanjang .


Shofia memutuskan untuk berlari kecil meninggalkan rumah kaca yang sudah selesai di bersihkan dari kawanan monster tanaman . Sebenarnya Sofia sedari tadi menunggu segel guardian yang dari dalam hutan itu keluar dan bertindak . Hanya saja sama sekali tak ada pergerakan dari sana .


Yo, apa kamu ada di seberang gereja ?


Sofia mencoba berkomunikasi dengan Rio memakai telepati, namun tak ada jawaban .


Yo? hallo Riooo?


Tak ada jawaban lagi dari Rio .


Apa komunikasi kami di putus oleh sesuatu ?


Shofia berfikir bahwa Rio sedang berada di dalam zona anti komunikasi dan berada terpisah dari dunia fana . Tidak salah memang pemikiran Shofia yang hampir selalu benar jika perihal tentang Rio . Ia tau bagaimana sifat Rio semenjak saat ia terbelenggu di dalam rooftop sekolah , dan bahkan ia mengetahui setiap isi pikiran dari Rio . Sebenarnya tak ada rasa cinta nya ke Rio layaknya sepasang kekasih , tetapi ia sudah menyayangi Rio seperti adiknya sendiri . Bahkan rasa sayangnya ini sangat besar terhadap Rio , jika sesuatu menimpa Rio ia akan maju di depannya dan menjadi perisai bagi Rio .


Baginya , Rio adalah harapan baginya .


Ketika ia berlari kecil melewati taman di samping gereja , ia di kejutkan dengan hancurnya dinding gereja bersamaan dengan keluarnya sebuah palu yang melayang tepat di depan matanya . Ketika ia melihat ke arah gereja , ia melihat Ricky sudah menggenggam palunya yang kembali ke tangan pemiliknya .


"Hei , di mana Rista ?" Ricky berteriak ke Shofia .


"Dia tadi menggendong pendeta " balas Shofia kepada Ricky .


"Pendeta itu adalah pelakunya !" teriak Ricky lagi


"Apaa? bagaimana bisa kamu menuduh seperti itu?" Shofia meminta penjelasan .


"Nanti aku jelaskan , sekarang kita kalahkan dulu monster ini " Ricky menengadah ke atas dan Shofia mengikutinya .


Di atas gereja terdapat segerombolan kelelawar yang amat besar yang bahkan bentangan sayapnya bisa menutupi cahaya rembulan . Ada sekitar lebih dari dua lusin kelelawar mengitari mereka di atas gereja , Shofia berfikir bagaimana kah caranya mereka agar bisa menang melawan kelelawar sebesar gereja itu?.


Kini gereja mulai di kerumuni warga yang panik melihat kepulan asap gereja , Shofia tak tau apakah yang di perbuat Ricky sampai sampai di dalam gereja ada kobaran api yang sedang menyala. Dari pendengaran Shofia , para warga melihat bahwa gereja hanya terbakar dan mengepulkan asap yang lebat. Bahkan hancurnya tembok di sebabkan oleh daya ledak dari api tersebut. Bukan ulah dari palu Thor tiruan milik Ricky .


Kabut ghaib memang hebat dalam memanipulasi mata manusia fana .


"Mereka bakalan menyerang kita ?" pertanyaan yang sungguh tidak di duga dari seorang Shofia .


"Alangkah baiknya mereka hanya kurir pengantar bunga melati " Ricky memasang kuda kuda dan bersiap untung menghajar para kerumunan kelelawar.


Saya tidak menganjurkan anda untuk menyerang para kekawanan kelelawar tuan . Mereka bisa menyerang kapan saja dan apa saja yang di hadapannya , bahkan warga sekalipun akan di serang .

__ADS_1


Ricky mengernyit dalam helmetnya "Lalu apa kita harus diam berpaku seperti itu?" tanya Ricky .


Tidak begitu juga tuan , mereka ini jenis monster yang akan menyerang sesuatu yang menyerang mereka. Misal tuan yang menyerang mereka deluan , otomatis tuan dan manusia akan di hancurkan. Kecuali jika ada satu mahluk yang di sekitar sini tunggal dan kuat, barulah ia bisa menghabisi kekawanan ini tuan .


Ricky mengangguk-ngangguk paham , ia tau bahwa kekuatan yang di maksud adalah sejenis kekuatan yang besar dalam wujud yang tunggal. Semisal Phoenix, karna ia mahluk tunggal di Balikpapan dan tak ada spesies itu lagi di sekitar sini , jadi ia bisa di jadikan objek untung mengalahkan mereka.


Hanya saja , siapa yang mempunyai mahluk seperti itu?.


"Wahahahaa bagaimana ? apakah kalian bisa melewati ini ? " sang pendeta keluar dari gereja . Namun dalam pandangan Shofia , itu bukanlah pendeta yang ia kenal tadi .


"Hei kau, apa kau dedemit yang menyamar sebagai pendeta dan membuat dia adalah dalang dari semua sesajian belenggu ini? terlebih lagi, pendeta yang ku kenal tadi tidak memiliki hak paten terhadap para Guardian ." Shofia bersiaga dengan pedang hijaunya .


"Pffttt.... hahahaha, ini zaman kapan? kenapa kamu baru menyadarinya ? ya, aku bukanlah pendeta itu. Tapi kami adalah satu" pendeta itu mulai melayang ke angkasa dan ia menengadah ke atas .


"Wahai kalong goa Kalimantan barat! Berikan lah satu sesaji untuk membangkitkan salah satu guardian yang di dalam hutan ! guardian nomer tiga ! buka!"


Salah satu monster kalong goa itu meluncur keluar dari poros putaran mereka dan melesat mencari sesuatu . Ketika ia kembali , mahluk itu sedang mencengkram seorang anak kecil perempuan yang sedang meronta ronta.


"Brengsek ! mau kau apakan anak warga?" Ricky dalam Thor suitnya ingin terbang dengan memutar mutar palunya. Sofia menangkap tubuhnya Ricky dan memberikan bobot berat sehingga ia susah untuk naik terbang .


"Kenapa kau menghalangiku ? kau tidak punya rasa kasihan dengan anak kecil itu hah ?!" Ricky sangat marah kali ini . Ia tahu rasanya menjadi orang yang masih lugu dan tak tahu apa apa tetapi selalu mendapatkan masalah yang ia hadapi. Dan ia melihat seperti dirinya di masa lalu pada anak kecil itu .


"Ingat, dia jenis kelompok. Satu kekuatan tiruan Thor mu tak akan cukup untuk menghancurkan mereka semua . Apa kau ingin membahayakan manusia yang ada di luar ? bagaimana jika kau menyerang dan ia mengklaim semua manusia adalah musuh ? " Ricky terdiam dan tidak jadi melakukan penerbangan .


"Lalu kita harus apa? membiarkan anak itu di jadikan tumbal?" Ricky tertunduk lemas , ia hanya bisa mengeraskan genggamannya ke palu Mjolnir.


"Ingat, si gamers itu meminjam kan kekuatan ini bukan untuk menghancurkan saja . Aku tau dia merasakan bahwa hatimu itu baik dan lembut, justru itulah kau tidak membalas walau di tindas . Sadar , kita ada di dalam misi. Pentingkan kepentingan banyak orang dan bukan kepentingan personal." Sofia berjalan maju ke depan sang pendeta yang kini sedang melayang .


"Ku tantang kau duel orang tua" Sofia menghunuskan pedangnya .


"Sebentar lagi pemadam kebakaran akan ke sini , apakah kau yakin bisa berbaur dengan mahluk fana ?" pendeta memandang rendah nyali sang Sofia .


"Tenang saja, aku sudah menyediakan sesuatu untuk menangani hal hal sepele seperti itu." Sofia mengeluarkan sebuah dompet berbentuk kantung natal dan ia melemparkan dompet itu , ketika sudah di udara ia menebas dompet itu maka terbuyarlah butiran debu memenuhi tempat mereka berdiri . Bahkan debu debu itu menyebar menjadi kabut.


"Hoo, kau menyimpan kabut murni ? kau cerdik " sang pendeta mulai menganggap serius Sofia . "Kau pasti memiliki banyak pengalaman yang menyakitkan ya" Ia membuka black Bible dan sedang menggenggam salib . Namun salib ini sudah agak rusak , bahkan terlihat sangat usang seperti berumur tujuh puluh tahun lebih .


"Tidak buruk juga sudah menjadi mantan dedemit perdukunan, aku tau semua tipu muslihat kalian para penyihir abal-abal !" Sofia mulai menerjang .


"Wuish mauglho paradiso... protekto!" setelah rapalan itu, black Bible mengeluarkan banyak sekali kabut sihir hijau yang mulai menyebar ke seluruh penjuru gereja . Beberapa detik setelahnya muncul lah banyak dedemit yang mulai terbang , merayap, bahkan melata ke penjuru gereja .


Ricky mengangkat tiruan Mjolnir nya dan menghantamkan thunder bolt ke tanah . Walaupun sudah puluhan dedemit hancur menjadi debu, tetapi masih banyak dedemit lain yang mulai berdatangan menyerbu mereka berdua . Sofia yang tadi ingin menyerang si pendeta menghentikan langkahnya dan berbalik menyabet dan menyayat para dedemit.


"Hati hati Ricky ! jangan sampai mereka lolos ke luar dinding luar gereja , jika mereka memasuki tubuh manusia mereka akan di kendalikan ." Sofia memberi informasi .


"Jadi ini dedemit yang tak memiliki wujud dan bisa membuat manusia kerasukan ?" tanya Ricky sembari melancarkan thunder bolt.


"Iya! jangan sampai manusia kesurupan ! " Sofia melancarkan serangan aura hijau dan meluncurkannya ke khalayak dedemit seperti layaknya serangan laser dengan range yang jauh dan padat membakar sekelilingnya .

__ADS_1


"Sof , jujur kita berdua saja tidak cukup untuk menghabisi semua dedemit ini . Masalahnya dedemit ini selalu bermunculan !" teriak Ricky .


"Aku tau! tapi setidaknya berikan Rio waktu untuk ke sini ! dia pasti tau arti dari ledakan tadi." balas Sofia .


"Bagaimana kalau dia tidak sadar atau bahkan tak ada di luar gereja ?" Ricky kembali menanyakan pertanyaan pelik.


Rio! kamu dengar apa gak? kumohon jawab Yo...


Sofia membelah khalayak dengan energi spiritnya , dan kini ia mulai kehabisan tenaga akibat melancarkan serangan aura hijau berkali kali . Thor tahu bahwa Sofia sangat kelelahan , ia pun menyambarkan petir energi untuk menambah kejutan adrenalin milik Sofia . Ketika Sofia menerima pompaan kekuatan kejut itu ia berasa bugar dan bahkan merasakan kekuatannya naik menjadi delapan puluh persen.


"Hati hati , ada efek sampingnya dari petir stamina Thor . Efeknya akan memberikan rasa sakit di akhir pemakaian kekuatan itu . Kemungkinan kamu akan melemah selama satu atau dua hari ." Ricky memberi tahu.


"Aku tak perduli, yang penting aku harus bertahan sampai Rio datang! " Sofia kembali mencengkram pedang . Kali ini ia mendapatkan cara untuk menghemat pengeluaran aura spirit.


Sofia menyalurkan aura dan kekuatan spirit ke pedang soul hijaunya, dan ia mulai menebas khalayak monster dengan tebasan asal . Namun karna sudah di beri lapisan aura spirit, pedang itu mampu menyambar khalayak dengan mudah dan membuat mereka menjadi abu .


"Lumayan kalian berdua ini , apakah kalian pacaran ?" tanya sang pendeta di sela sela rapalan black Bible nya .


"Gak !"


"Gak"


Jawab mereka serempak.


Di saat saat mereka berjuang keras , tiba tiba ada sebuah roket meluncur lurus ke arah Sofia dan Ricky . Awalnya mereka panik karna roket itu sangat cepat sehingga mereka tidak bisa menghindar. Namun ternyata ketika roket itu sampai di tengah tengah mereka , roket itu berhenti dan meledak . Ledakannya tidak menyakitkan Sofia dan Ricky sama sekali , tetapi mampu membuat ratusan dedemit musnah .


"Hei , apa kalian teman temannya Rio ? " teriak seseorang dari arah sumber meluncurnya roket tadi . Orang itu bertubuh besar dan kekar , dan di sampingnya berdiri lah seorang pria dengan kaca mata dan buku ada di telapak tangannya .


"Kalian siapa?" tanya Sofia .


Tenang Sof, mereka sekutu . Sofia terlonjak kaget dan dengan secercah senyuman bahagia ia kembali mendengar suara tuannya .


Kenapa lama sekali lost kontak?


Tanya Sofia .


Maaf aku gak bisa gabung ke acara itu, ada yang harus ku lakukan . kata Rio .


"Apa itu? " tanya Sofia .


Aku harus membebaskan Genderuwo itu, dia sedang menunggu orang yang bisa menyelamatkannya dari belenggu . Tunggu ya , tenang aja aku gak sendirian kok . Ada siluman buaya yang bersama ku . Bye spirit cantikku.


Setelahnya telepati di putus oleh Rio .


Entah kenapa keadaan tubuh Sofia kembali segar bugar seratus persen setelah mendengar kalimat akhir dari kata kata Rio .


"Baiklah , mari kita bantai bantai!" Sofia mengangkat pedangnya tinggi tinggi dan menerjang para dedemit .

__ADS_1


***


__ADS_2