Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Geng Motor


__ADS_3

"Kenapa bisa dia menjadi pria dalam ramalan?" Ricky sepertinya agak agak tidak terima masalah hal seperti itu .


"Hey hey, jangan bilang kau itu iri ya aku yang ada di dalam ramalan si Tante itu?" Aku menepuk pundak Ricky "Tenang lah Rick, Tante itu bukan seleraku kok" .


"Bukan itu masalahnya, itu ramalan ada dampak gak sama si Sasha ?" Ricky bertanya lagi kepada Sasha dengan antusias .


"Pfttt, jadi kamu cemburu karna kamu kira Rio berpengaruh banget smaa kehidupannya si Sasha ? Hahahaha..." Rista meledek Ricky sambil tertawa .


"Memangnya kenapa kalau Rio seperti itu di dalam ramalan?" Sasha balik bertanya kepada Ricky.


Aku spontan menoleh ke wajah Ricky yang ternyata sedang merona .


"Pokoknya itu tidak baik!" Ricky berteriak .


Mungkin anak ini suka kepada Sasha . Tapi ada benarnya juga jika ramalan untuk Sasha maupun untuk si Tante itu ada aku di dalamnya, tidak lain dan tidak jauh jauh pasti melibatkan malapetaka yang besar .


"Bukan aku kok, tapi ada terlibatnya juga sih, jadi si Rio itu adalah pria yang akan melepaskan belenggu benang menggumpal yang turun temurun dari buk Susilo . Hanya itu , dan memang sesimpel itu." jelas Sasha .


"Dan,? kenapa dia mau menikahiku? padahal kan aku mau di jadikan tumbal kan? " tanyaku sembari mengambil sepotong singkong .


"Nah aku tak tau itu, entah cara memutus kontraknya dengan cara menjadikanmu tumbal atau bukan . Tapi hanya itu yang ku tau pasti, bahwa dirimu yang akan memutuskan kontraknya ."


Aku berfikir sambil mengunyah sepotong singkong goreng yang tadi ku ambil, dan ketika aku hendak mengambilnya lagi seluruh potongan singkong habis tanpa tersisa.


"Hey, aku baru makan sepotong singkong !"

__ADS_1


"Maaf kawan, masakan mu agak lain dan sangat enak di banding masakan yang di pinggir jalan ." ujar Ricky .


"Not bad sih, cuman renyahnya doang yang beda " celetuk si Rista .


Lesti, apa kau tau sesuatu? kau kan sangat mengenal wilayah Utara ini . Jadi bisa gak kau cari tau sesuatu?. tanyaku kepada Lesti, kemungkinan dia bisa mencari tau beberapa informasi yang hilang .


"Aku hanya tau kalau sebuah kontrak jaka panjang seperti itu tidak bisa di putuskan dengan mudah . Tetapi dalam pernyataannya kalau kau ingin di nikahi, kalau begitu pasti hanya ada satu alasan. Yaitu dengan menikahimu dan mempunyai anak , lalu anak itu akan di limpahkan beban yang Ratu itu pikul . " Lesti menjelaskan secara rinci (Oh iya, ngomong ngomong Lesti adalah si Kunti wibu)


Berarti, dia ingin aku menikahinya dan anaknya itu di limpahkan lagi ,? Kalau begitu namanya bukan putus kontrak dong . Tapi berlanjut pada orang selanjutnya.


"Sejujurnya, memang benar apa yang kamu bilang Yo. Tapi itu juga termasuk memutuskan kontrak, tapi dalam bentuk personal. Jika kau membunuh si Ratu, maka kamu bisa memutuskan kontrak itu secara permanen tapi tidak dengan kontrak benang menggumpalnya. Lagian jika nunggu ada anak dari kalian, kan masih lama"


Ada benarnya juga ucapan dari seorang lesti . Ramalan yang di maksud oleh mereka itu jadi ramalan seperti apa? Apakah aku harus dan memang harus menikahi si Ratu? Tapi... Aku kan sudah punya dia . Dan lagi, aku harus mencari tau tentang kebenaran dari si bertopeng .


"Ok , di mana adikmu? Bukannya kakekmu bilang bahwa kamu punya adik? Lelaki?" tanyaku kepada Sasha.


"Wow, geng motor?" aku lumayan terkesan"


"Teman teman, sepertinya di luar ada geng motor. Alangkah beruntungnya kalau itu adalah geng motor adiknya Sasha " tiba tiba saja si Sarah datang kepada kami membawa kabar yang ambigu dari hasil mengintip jendela.


"Mari kita tanya ." aku berdiri dan bergegas untuk keluar dari kamar motel kami.


......................


Yang ku lihat di depanku adalah lusinan geng motor dengan mengendarai motor Kawasaki ninja 250R. Dengan berbagai macam modifikasi dan aksesoris motor yang di pakai, mereka lebih nampak seperti geng motor olimpiade atau acara tahun baru yang biasanya ada di komunitas roda dua . Namun yang membedakan mereka dengan komunitas itu ada pada senjata yang mereka bawa .

__ADS_1


Masing masing dari mereka membawa senjata , dan berbagai macam variasi. Ada yang membawa senjata tumpul seperti kunci inggris, palu kristal, barnekel dan peralatan benda tumpul dari bengkel yang sudah mereka modifikasi. Ada juga yang membawa senjata tajam seperti gear dengan gagang baja, rantai yang lengkap di hiasi paku paku, pisau tentara sepanjang tujuh puluh centi, dan beberapa yang membawa badik atau karambit.


"Maaf, kami tidak memesan layanan antar jemput berpengawal, jadi ada apa kalian ke tempat kami?" tanyaku dengan penuh lemah lembut .


"Apa kau pikir kami terlihat seperti kumpulan badut parade?" tanya salah satu anggota mereka.


"Persis" sahut Ricky .


"Kami kemari karna di beri perintah oleh sang nyonya Ratu untuk menjemput Sasha kembali, atau jika tidak mau, maka boleh perwakilan dari seorang pria bernama Rio Ferdinand Sinaga untuk memenuhi panggilan tersebut." sang pemimpin geng motor turun dari motor dan melepas helmnya , lalu ia menjelaskan maksud kedatangannya sembari menaruh helmnya ke atas kaca spion motornya.


Wajah orang itu terlalu keras , lengkap dengan dagu yang tegas. Bahkan urat urat di lehernya nampak menonjol seolah olah menyampaikan bahwa ia bisa menelan apa saja termasuk silinder motor yang ia pakai. Rambutnya gondrong ala ala vocal rocker pada umumnya yang biasanya tampil bernyanyi di panggung rock n roll. Ia pun memakai kaca mata hitam untuk menutupi sorotan matanya yang tajam . Tubuhnya pun sangat atletis dan kuat serta kokoh jika di lihat dari arah mana saja . Dari kepalan tangannya aku yakin bahwa ia pasti sanggup merobak perut sapi dalam sekali tarikan .


"Maaf , jika tidak keduanya,? Maka apa yang harus kami lakukan? Apakah ada pilihan ketiga?" tanyaku lagi kepadanya .


"Tidak ada , kecuali kau ingin melawan kami semua " di akhir kalimatnya, seketika suara motor yang di geber geber memenuhi lapangan di depan motel .


"Jangan karna tubuhmu lebih kekar dari pada kami kau percaya diri ?" aku berkuda kuda .


"Ku tantang kau duel " ujarku.


"Hah? " si pemimpin kaget dan ia tertawa.


"Baiklah, jangan salahkan aku kalau mau patah tulang "


"Baiklah siapa yang takut?"

__ADS_1


Kami pun bersiaga di posisi masing masing.


...****************...


__ADS_2