Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Teman Baru


__ADS_3

Tidur dan istirahat . Itulah yang ku inginkan , dan bukan tidur untuk melihat mimpi yang melelahkan .


Aku bermimpi ada sebuah pasukan yang berkumpul di tengah lapangan . Di lapangan itu bukan hanya sebuah pasukan besar , tetapi juga ada banyak tumpukkan senjata api yang di tumpuk di satu tempat . Semua orang berpakaian hitam dan ada seperti tanda atau tato di leher mereka . Tato atau tanda itu juga menyatu dengan urat nadi mereka yang bersumber dari leher .


Di depan mereka , ada sebuah tiang bendera dan ada bendera dengan lambang Nazi komunisme berkibar di sana. Tepat di bawah tiang bendera , berdirilah seorang pria yang sedang sigap memberikan penghormatan kepada bendera. Agak lama mereka melakukan penghormatan kepada sang bendera, namun setelah beberapa menit tersebut seorang pria paruh baya datang ke tengah lapangan dan mengambil Microfon.


"Semuanya , sudahi upacara rutin . Persiapkan diri kalian , kita akan menginvasi para memuja Dewa itu !" setelah mengumandangkan kalimat tersebut, ia membanting Microfon dan semua orang bersorak sorai bubar haluan dan pergi mengambil senjata masing masing .


Mimpiku berganti , aku berada di atas gedung tinggi . Dan ketika aku menelaah sekeliling , ternyata aku berada di gedung dekat dengan Monas Jakarta. Aku melihat ada dua sosok mahluk yang sedang bertarung di angkasa raya . Ketika aku menyipitkan mata , terlihat lah bahwa itu adalah Gatot kaca dan salah seorang petinggi dari organisasi OCC.


"Hah! segini sajakah kemampuanmu?" ucap petinggi OCC yang bertubuh kecil itu.


"Aku baru tau kalau ada manusia sekuat dirimu . Tidak , bukankah terlalu kaku untuk menyebutkan mu bahwa kau adalah manusia ?" Gatot kembali menyerang dengan pukulannya yang berbalut halilintar biru . Sedangkan petinggi itu dengan ganasnya menerjang dengan bersalto dan mengantarkan tumit kakinya ke kepala Gatot.


"Bos, sepertinya para organisasi komunis sudah mulai bergerak . Menurut Intel kita yang di sana , mereka berniat untuk menghancurkan simbol setiap kekuatan dari seluruh penjuru Indonesia." aku terlonjak kaget ketika mendengar seorang pria yang melaporkan sesuatu . Ketika aku menoleh , ternyata di sampingku berdirilah sosok pemimpin OCC yang bertubuh besar . Ia memakai kemeja dengan rompi lengkap dengan dari kupu kupu . Posisinya berada di sampingku dan menonton pertarungan yang di lakukan oleh Gatot dan temannya .


"Beri tahu ke eksekutif satu. Dia yang akan merencakan strategi, kalau bisa bujuk dia agar melepaskan segel kekuatan. Jika dia tidak mau kalah dari orang orang bar bar komunis itu." ucapnya panjang lebar dalam keadaan masih menonton temannya berduel dengan Gatot .


Aku terbangun dari mimpi dan segera mengambil posisi duduk. Aku merenungkan bahwa si 'dia' berhadapan dengan orang orang bar bar berjumlah ribuan ?.


Aku menggeleng-gelengkan kepala untuk mengusir kantuk. Aku coba renggangkan tubuhku agar tidak terlalu merasa malas di pagi hari ini . Karna aku akan memulai sekolah baru .


Aku berjalan ke kamar mandi dengan langkah sempoyongan , betapa lemasnya tubuh ini setiap kali ketika menerima mimpi yang aneh aneh. Jujur, aku melihat mimpi mimpi kilas balik dari masa lalu ataupun masa kini dan bahkan , aku bisa bermimpi tentang masa depan itu terjadi setelah aku menginjak bangku kelas tujuh . Beberapa tahun terakhir aku sering bermimpi mimpi agak aneh . Aku masih ingat dengan suatu mimpi yang aku menikah dengan pacarku, hanya saja aku berharap itu adalah mimpi dari masa depan .


Seperti pelajar pada umumnya , aku ke kamar mandi untuk membersihkan semua bagian tubuh yang akan di liat atau nampak di depan umum . Seperti menyikat gigi (yang nanti akan aku kumur kumur lagi memakai Listerine ) , keramas , menyikat leher , dan trakhir tak lupa aku mencuci wajahku. Setelah itu barulah semuanya ku bilas dengan shower.


Aku melihat di jadwal kegiatan , setiap pagi seluruh Demigod (kecuali yang sudah berkeluarga) datang ke rumah makan yang terletak di dekat tepi danau. Di sana semua tersaji sesuai keinginan kalian . Dan jatah makan di sana sehari ada tiga kali . Setelah berpakaian seperlunya , aku pergi dari rumah . Tak lupa aku kunci pintu rumah dan menutup semua jendela. Pakaian yang aku kenakan hari ini hanya sebatas celana jeans , dan kaos pondok . Untuk alas kaki , aku memakai sepatu yang tersedia di rak sepatuku . Entah itu dari ibuku atau dari pondok , tetapi ukurannya pas dengan ukuran kakiku. Aku berjalan keluar dari halaman rumah dan menelusuri jalan setapak, tepat di belokan aku menyeberang dari jalan besar. Apa kalian heran kenapa aku katakan jalan besar ? dan mengapa aku memakai kata menyeberang ? itu karna di pondok ini ada banyak Demigod yang mempunyai kendaraan pribadi. Dimulai dari sepeda kayuh, sepeda motor , bahkan sampai mobil. Tetapi sangat jarang aku lihat lihat untuk mobil. Mungkin mereka masih menabung dari hasil upah mereka menjalani misi ? entahlah . Setelah aku menyeberang , aku melewati banyak kedai dan juga rumah makan yang berbayar . Ini biasanya semisal mereka ingin nongkrong atau kapas di luar jam makan , mereka bisa berbelanja dan jajan di deretan kios ini . Tak hanya kedai , tempat tempat restoran cepat saji pun ada juga . Seperti pizza HUT, KFC, McDonald's dan lainnya . Di ujung jalan ini , ada plang yang berbentuk tanda panah dan bertuliskan "Rumah makan Demigod" . Aku mengikuti arah dan benar , aku menemukan rumah makan itu.


Rumah makan itu berbentuk persis seperti aula istana Olympus yang ada di film film . Dengan luas dan besar hampir setengah hektar. Rumah makan ini lebih bisa di bilang aula perjamuan tamu negara. Sangat luas jika hanya untuk menampung para Demigod untuk makan . Namun setelah di pikir pikir , mengingat banyaknya jumlah Demigod , tak heran bahwa tempat makannya saja setengah hektar . Aku sudah melihat mereka semua berkumpul di dalam aula , menunggu lonceng jam makan berbunyi. Yang sekarang aku bingungkan adalah , dimana dan bersama siapa kah aku makan ?.


"Hei Rio !" aku mendengar suara seorang wanita memanggilku , aku menoleh ke arah sumber suara dan ku dapati ada Rista di sana . Ia sedang duduk rapi di sebuah meja makan .


"Rista!" aku berlari kecil ke menuju meja makannya yang memang masih baru di isi oleh dia dan tiga orang lainnya . Setiap meja makan berisi tujuh orang , dengan aku yang bergabung baru genap lima orang.


"Kamu bingung cari tempat makan ya ?" Rista menebak raut wajahku .

__ADS_1


"Ya , begitulah . Beberapa hari yang lalu aku makan gak di sini , aku makan di aula guild ." aku segera menempatkan pantatku di atas salah satu kursi di meja ini .


"Oh iya , kenalin . Ini namanya Ricky , dia angkatan kita tahun ini . Katanya, dia anaknya Dewa Dionysus." Rista menunjuk seorang cowok yang di depannya . Ricky berpenampilan sederhana dan simple seperti aku , tapi dia tidak suka rambut panjang . Mengapa aku berkata demikian ? karna aku melihat ia merapikan rambut kanan dan kiri , tetapi ia potong super pendek di bagian atas. Tandanya ia lebih suka tapi seperti ABRI dan tak mau neko neko . Untuk tubuhnya , tidak terlalu besar dan biasa biasa saja.


"Hy, Ricky . Salam kenal , aku Rio Ferdinand Sinaga. Panggil aja aku Rio ." aku mengulurkan tangan dan ia menjabat tanganku


"Salam kenal juga . Aku Ricky Dominic." ia mengulas senyum ramah .


"Nah , di sampingku ini namanya Dinda Amelia . Aku sih manggilnya Amel . Tapi karna di angkatan kita ada tiga Amel , jadi kebanyakan Demigod memanggil dia Dinda ." tunjuk Rista ke cewek yang ada di samping bangkunya dan cewek itu membalas nya dengan senyuman.


Untuk perawakan Dinda , ia sepertinya pemalu dan tidak terlalu nekat. Tapi setiap orang punya sisi gelap masing masing dan aku tidak berani menyimpulkan wanita . Karna secara alamiah wanita sulit di tebak . Untuk penampilan , ia hanya memakai kaos Demigod dan dengan bawahan celana training olahraga bermerk puma. Ia memakai anting di kedua telinganya dan juga ada sebuah kalung yang melilit di lehernya . Kalung itu bertuliskan huruf "A&Z" aku menyimpulkan bahwa Z itu adalah nama cowknya .


"Salam kenal , Z itu pacarnya ya ?" tanyaku frontal.


"Ah, bukan . Ini adikku yang masih ada di luar sana , hehehe.. walaupun kami beda ayah , tetapi kami saling menyayangi ." paparnya dengan wajah yang tertunduk malu.


"Keluarga dia sangat unik . Ibunya satu tapi ayahnya dua hahaha... dan parahnya katanya sih ayah mereka itu kakak beradik " sahut seorang cowok yang di samping Ricky .


"Iya , ibuku Dewi bulan China . Chang'e" ujarnya


"Wah , berarti chindo? kok gak sipit ?" tanyaku lagi.


Spontan mereka semua tertawa.


"Oh iya , kamu yang namanya Rio ya ? wah wah aku mau memperkenalkan sebuah PSP ku yang baru . Ku dengar dari Rista , dia tau dari pacarmu bahwa kamu suka main game ya ?" cowok yang di samping Ricky ini yang paling berbeda , dia terlihat enjoy dan asik. Aku jadi ini lebih akrab dengannya .


"Tentu, lain waktu berkunjung ke rumah . Ngomong ngomong itu PSP buatanmu? kok agak lain bentuknya?" tanyaku sambil menunjuk psp yang ia pegang .


"Oalah ini ? ya ini buatanku. Aku kemarin ikut ekstrakulikuler Mechanic Gear . Soalnya aku anak Dewa Hephaestus oh iya , kenalin namaku Justin Fernandez. Ibuku orang Jawa dan suka membuat kerajinan , tapi aku tinggalnya di Balikpapan ." setelah panjang lebar , Justin mengulurkan tangannya .


"Ok , mohon bantuannya ya " aku membalas jabatan tangannya.


Rista menggeser posisi duduknya "Oh iya , bye the way , nanti kamu mau masuk jurusan apa? trus ekstrakurikuler apa?" tanya Rista .


"Aku masih belum tau. Mungkin aku masuk yang jarak dekat ? entahlah nanti aku pikirkan." aku menyenderkan punggungku ke kursi dan menengadah ke atas , sumpah ini berasa banget kangennya .

__ADS_1


"Kangen kak Clara ya kak?" Rista menebak dari raut wajahku.


"Yah, begitulah " aku menghembuskan nafas tak karuan .


TING TONG NENG


NENG NING NONG.


"Harap semuanya duduk di kursi masing masing , piring makanan dan gelas minuman akan segera di bagikan . Setelah tersedia di meja kalian masing masing , berfikirlah tentang makanan apa yang kalian inginkan , sekian dan terima kasih" suara itu terdengar melalui Microfon. Wanita yang mengumandangkan kalimat tadi adalah wanita dengan paras biasa saja namun terlihat mahal dan cerdas , memakai kaca mata dan mempunyai rambut lurus hitam mengkilat . Tubuhnya tinggi dan terlihat dari celana pendek yang ia kenakan bahwa kulitnya mulus , bahkan semulus porselen.


"Cantik kan Yo? pacar itu " celetuk Justin .


"Ngaco kamu ! itu guru kita nanti !" si Ricky memprotes.


"Jodoh gak ada yang tau" balas Justin berkeras.


"Nah trus kenapa kamu klaim dia sebagai pacarmu ?" Ricky kembali memprotes .


"Nah tapi untuk kali ini aku di beritahu kalau dia memang pacarku kelak."


Aku yang mendengar pembelaan dari Justin itu melepas tawa . Dan Rista pun ikut tertawa .


Piring piring makanan berterbangan menuju setiap siswa yang telah duduk rapi di meja mereka masing masing , di atas piring tentu sudah ada gelas , sendok, garpu , dan sapu tangan . Setelah aku mendapatkan piring itu yang mendarat tepat di hadapanku , aku berfikir bahwa aku makan nasi kuning dengan serondeng , lauknya telur dan ayam , di combo dengan bumbu balado . Dan setelah aku buka mata, terdengar suara "pup" dari piring. Dan benar saja semua yang aku pikir kan ada di piring .


"Anjir ajaib!" aku benar benar kaget .


"Norak kak!" Rista menegurku .


"Iya Yo , norak" sahut Ricky


"Iya bangetz, norak" Justin ikut ikutan .


"Maklum , kan aku anak baru jadi aku belum tau apa apa .." aku kembali memikirkan di gelasku ada sebuah teh hangat yang tak terlalu manis , dan setelah ada bunyi "pup" , maka terwujudlah keinginanku.


Ajaib banget tempat ini .

__ADS_1


Aku melahap nasi kuning ini dengan lahap karena memang aku sudah sangat lapar untuk pagi yang cerah dan akan ku awali nanti dengan kelas baruku.


***


__ADS_2