
Ricky memasuki aula gereja dan mulai berjalan perlahan ke dalam. Nampaknya ada banyak kursi dan meja di gereja ini untuk melakukan ibadah. Sebenarnya Ricky bukan kristiani , maka dari itu ia bingung untuk memulai berdoa atau beribadah dari mana .
Ricky menoleh ke kanan dan ke kiri, hanya ruangan gelap gulita lah yang ia temukan untuk saat ini . Entah kenapa si pendeta tadi itu tidak menyalakan lampu aula , padahal Ricky hendak ibadah . Apakah ia seperti itu ke setiap umat kristiani yang ingin beribadah?.
Ricky menelusuri aula dan berkeliling hingga ke sudut. Ia tak menemukan hal-hal yang berbau ghaib ataupun hal-hal negatif, setidaknya untuk saat ini. Ricky kembali memeriksa meja dan kursi ibadah mereka , awalnya ia ingin memeriksa patung Yesus yang ada di atas panggung tepat berada di depan aula. Hanya saja karna ia tau tata krama yang baik dalam toleransi agama lain, ia mengurung niatannya yang ingin menggeledah patung Tuhan mereka . Lagi pula itu adalah area suci, tidak mungkin ada hal-hal negatif yang muncul di sekelilingnya . Tetapi itu hanya pemikiran toleransinya saja.
Ricky melihat sebuah lukisan bunda Maria yang sedang menggendong seorang bayi, ia terlihat ramah di dalam lukisan . Namun ketika Ricky berbalik dan ingin memeriksa guci, lukisan ramah itu berubah sorot matanya menjadi sorot mata kebencian dan merah menyala. Terlebih lagi , lukisan itu mengawasi gerak gerik Ricky dengan mata yang melotot.
Karna naluri Ricky merasakan ada yang memperhatikannya, ia pun segera menoleh ke segala arah, hingga matanya tertuju kepada lukisan bunda Maria tadi. Dan anehnya , lukisan itu tidak ada perubahan sama sekali . Tetap tersenyum ramah .
Namun yang namanya manusia selalu di kendalikan oleh rasa penasaran.
Ricky mencoba mendatangi lukisan itu di tembok. Ia menelaah dengan sangat teliti lukisan itu, apakah ada yang menjanggal? . Dari ujung bingkai foto sampai ke sudut lain dari bingkai foto ia telaah dengan seksama , setelah tak ada yang ia rasakan ada kejanggalan ia pun kembali berkeliling aula. Mata lukisan bunda Maria kembali memperhatikan Ricky .
Dionysus adalah ayahnya, yaitu dewa pesta , permainan, mabuk, anggur dan kegilaan . Itu berarti ia memiliki salah satu dari keistimewaan tersebut. Selain ia tak suka miras karna memabukkan ( padahal notabane nya ayahnya adalah dewa mabuk) ia sama sekali tak suka sari pati anggur. Kenapa? karna miras bisa melumpuhkan jejaring saraf dari otak. Karna itulah ia mengasah keistimewaan yang lain , contohnya adalah kegilaan. Ia bisa membuat sesuatu menjadi gila untuk sesaat, dan ia bisa menyembuhkan sesuatu dari kegilaan apapun. Karna otak dan sarafnya sangat berfungsi optimal, dan ia selalu mengingat segala situasi di sekeliling nya dalam sekali lihat, maka tentu ia menyadari hal hal menjanggal sekecil apapun . Seperti halnya pada lukisan tersebut, ia sadar bahwa lukisan itu bisa melihat dirinya . Ketika ia memperhatikan lukisan tersebut, ada yang sedikit berubah . Letak bola matanya bergeser dua milimeter dari awalnya dan ada sedikit kerutan di bagian hidungnya . Tandanya , baru saja lukisan itu memberikan ekspresi mendalam ke Ricky . Dari sana lah ia menyadari bahwa ada yang sedang memperhatikannya .
Karna situasi yang mencekam, ia ingin sekali untuk menghancurkan lukisan tersebut. Biar bagaimanapun juga ia hanyalah Demigod biasa yang bisa merasakan hawa mencekam yang horor ketika mengetahui bahwa ia di perhatikan oleh sebuah lukisan. Dengan kepastian yang sudah di tekadkan, ia berbalik dan melempar sebuah biji anggur.
"Tumbuh!" teriak Ricky.
Biji buah anggur itu pun seketika menyatukan dirinya dengan dinding dan membuat akar buah anggur merembet ke seluruh dinding , alhasil membuat lukisan itu berekspresi kaget dan gemetar . Setelah seluruh bagian dinding tersebut di jalari anggur , segera setelahnya tangkai tangkai anggur itu berbunga dan berbuah kan anggur.
"Meledak!" perintah Ricky .
Buah anggur menurut kepada tuannya, dan puluhan buah anggur itu meledakkan diri mereka secara serempak dan hancurlah dinding aula . Karna ledakan itu lumayan hebat, bangunan gereja mulai bergetar . Untung saja tiang tiang nya masih kokoh dan kuat.
Setelah meledaknya dinding itu, nampaklah sebuah ruangan yang tadinya tak ada di sana, atau bisa di bilang ruangan itu berada di dalam dinding yang di ledakkan oleh buah buah anggur tadi.
Ricky melihat sebuah ornamen dinding yang dimana banyak pasukan yang sedang menangkap sang Yesus. Karna penasaran , Ricky mendekatkan diri kesana . Rasa penasarannya tinggi, sehingga ia tak menyadari bahwa sesuatu telah mendekatinya.
__ADS_1
"Sudah kuduga kalian adalah para Demigod mucil yang hendak mengetahui hal-hal tabu yang tak boleh mereka ketahui." suara serak itu bersumber di belakang Ricky .
Ketika Ricky berbalik , ia di hadapkan oleh sesosok roh beraura hijau terang . Roh ini berpakaian pendeta dan sedang memegang Alkitab. Awalnya ia berpikir bahwa roh ini adalah orang lain , namun ketika ia melihat dengan seksama dari wajahnya, roh pendeta ini adalah pendeta yang tadi bertemu dengan mereka di depan halaman gereja .
"Jadi ini wujud aslimu ya?" Ricky bersiaga, ia memasang sabuk Drive nya.
"Tidak salah , dan tidak seratus persen benar " balas sang roh pendeta .
"Ok , mari kita lihat apakah kamu bisa aku kalahkan atau tidak " ucap Ricky .
Over Drive!
Ricky memasukan satu deck kartu ke dalam sabuk Drive nya.
Thor armored , Action!.
Costum Thor sendiri memliki baju tempur asgard dan jubah merah di belakang nya. Untuk helmet yang ia pakai sangat persis dengan helmet viking namun tentu wajah depannya di tutupi dengan pelindung kaca .
Di dalam helmet ia di bantu dengan program smartphone A.I untuk memudahkan analisis lawan.
"Hello sir, need help?"
"Justin setan! kenapa system' A.I nya harus pake bahasa Inggris"
"Do you not speak english sir? ok, system will switch to local language,
sir"
"Hahahaha, apa dengan mengganti costum kamu bisa menyentuh roh?" sang roh pendeta tertawa sembari membuka Alkitab .
__ADS_1
"Mari kita lihat" Ricky menerjang sang roh pendeta .
"Ok tuan, sistem A.I sudah beralih ke bahasa local, apa ada yang bisa di bantu tuan?" Ricky mendengar suara sistem a.i sudah berganti bahasa yang mudah di mengerti.
"Ok aku butuh analisis lawan " balas Ricky .
"Baik tuan , menyalakan smartphone WiFi . Sinyal akan terhubung ke dalam markas bunker 99, harap menunggu proses."
"Astagah, ternyata perlu akses juga ya" Ricky mengangkat palu Thor dan mengayunkannya ke kepala sang pendeta.
Sang pendeta berkelit karna tau bahwa walaupun palu itu sebuah tiruan, tetapi bahan dasar penciptaan tiruan itu berbahan perak rembulan Artemis . Sembari berkelit, ia membaca suatu bait yang tersusun rapi di dalam Alkitab bercover hitam tersebut.
"Romanus Laikalus, Kristus doreius!"
Setelah meneriaki dua kalimat itu, sebuah ornamen yang menggambarkan sepasukan Roma prajurit yang hendak menangkap sang Yesus pun mulai bergerak keluar dari ornamen dan hidup layaknya kembali dari ribuan tahun yang lalu. Saking kagetnya Ricky , ia sampai sampai tersandung sebuah kursi ibadah.
"Sistem , deteksi pasukan itu!" perintah Ricky .
"System' telah di izinkan oleh program markas bunker 99 project. Memasukkan akses ke dalam perangkat lunak. Selesai. Data dari pendeta tadi adalah sebuah roh yang sudah lama meninggal . Usia yang di taksir ketika hidup adalah empat puluh tahun, sedangkan usia yang di taksir dalam dunia roh sekitar tiga tahun . Total usia kedua dimensi adalah sempat puluh tiga tahun . Memeriksa batalion pasukan musuh. Selesai, mereka adalah sepasukan asli yang di tarik hidup kembali oleh Black Bible . Hukumnya adalah pelanggaran hak paten sang Dewa kematian, perlu kajian Black Bible untuk meng-aktifkan kekuatan ini . Daya serang mereka kuat, tetapi lemah pertahan terhadap tipe serangan percikan area. Laporan selesai tuan, ada lagi?"
Setelah dengan komplit penjelasan yang di berikan oleh sang sistem A.I, Ricky mendongak ke atas dan ke arah gerombolan batalion tersebut.
"Apakah ada akses untuk mengaktifkan kekuatan Mjolnir?" tanya Ricky kepada sistem.
"Mengkonfirmasi permohonan. ... Selesai, skill di aktifkan . Thunder bolt akan di luncurkan dalam sepuluh detik"
"Baiklah kawan-kawan , waktunya pesta setruman PLN!"
***
__ADS_1