Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Bertamasya ke Masa Lampau dengan Sang Ibu..


__ADS_3

Aku agak bingung pada awalnya , tetapi aku baru sadar kenapa kekuatan ku bersumber dari air .


Dewi yang sedang memelukku ini adalah sang Dewi samudra yang banyak disegani oleh lawan. Bahkan , dalam sejarah ia sering di kambing hitamkan oleh penduduk atau bahkan para Dewa Dewi seblum akhirnya ada seorang Sunan yang bergelar Kali jaga menemui dan meluruskan prasangka buruk tersebut. Tak heran banyak yang takut dengannya .


Tetesan air mata membasahi dahiku. Sunyi, tak ada ada yang berkomentar apapun di hadapan sang Dewi . Mereka hanya bisa melihat dan plonga plongo.


"Maaf Dewi..."


"Jangan ! panggil aku ibu! aku ini ibumu..." ia makin erat memelukku dan wajahku benar-benar terbenam di belahan *********** .


Nyaman? jelas ...


Ya udah deh aku pasrah , ku peluk juga tubuhnya yang ramping dan aku benamkan lebih dalam wajahku ke *********** . Aku akhirnya menangis akibat lamanya aku merindukan hangatnya pelukan seorang ibu. Hangat, tapi juga sejuk menenangkan . Tak ada rasa takut, atau bahkan rasa segan yang di rasakan oleh banyak orang . Kasih sayangnya kepadaku sangat terasa di dalam pelukan ini .


"Kok, ibu...nangis?" tanya ku.


"Bukannya kamu lebih nangis di belahan ibu?" katanya .


Aku tambah nangis namun sedikit agak cekikikan ketawa.


"Kenapa gak tinggal bersama?" aku menanyakannya layaknya seperti seorang bocah yang tak tau apa apa di saat umur 3 tahun .


"Dewa Dewi dan anak fananya gak boleh tinggal satu atap. Itulah kebijakan alam ghaib nak. Ayahmu gak bilang apa apa ya ?" ibuku membelai rambutku perlahan. Aku mendongak ke wajah ibuku .


"Kok ibu kaya lebih tinggi?"


Ibuku tertawa pelan, tawanya pun membuatku bahagia. Nampaknya sekitar millenium tahun ini ia banyak menanggung kebencian dan kedengkian di muka bumi ini , baik di fana maupun di dunia ghaib.


"Ibu bisa kok berwujud normal. Tapi takutnya nanti kaya pacarmu lagi ." ibuku menyentil hidungku .


Tak ada yang protes satu pun di lapangan . Bahkan Dewa Dewi pun enggan berkata kata , setakut itukah mereka kepada ibuku?.


"Ibu, kok bapak gak pulang ? emang yang di jagain banyak ya?" kali ini aku benar benar seperti anak anak .


"Gak, bapakmu itu agen terhebat di seluruh penjuru pondok Demigod , di dunia fana maupun alam ghaib, dia yang terbaik. Kalau di fana , dia berada di dalam pasukan khusus CIA. Jika di alam ghaib, ia khusus di bawah pengawasan Odin dan Athena . Dua Dewa Dewi tercerdas sepanjang masa . Jadi gak perlu khawatir . Sewaktu saat jika kamu dapat misi dari pondok ini , kamu bakalan ketemu kok sama ayahmu ." Ibuku menjentikkan jari dan berhenti lah waktu di sekeliling kmi .


"Ini dimensi retakan ya?" tanyaku .


"Gak, ini pemberhentian waktu. Ibu bisa melakukannya kok. Hanya segelintir Dewa Dewi yang bisa . Tapi tujuannya bukan untuk bertarung , tetapi untuk membawa mu ke masa lalu ." ibuku menggenggam tanganku dan membawaku berjalan melewati portal yang menelusuri labirin ghaib.


***


POV AUTHOR.


pada tahun 1428 Masehi.


Lautan Bali.


Zeus mempunyai kekuasan tunggal di langit . Odin dengan pemerintahannya yang kuat , dan angin adalah salah satu kekuatan yang dahsyat dari semua Dewata . Angin pun mempunyai Dewa . Aeros, Tetapi Aeros tidak benar benar Dewata asli . Ia menjadi Dewa hanya untuk menjadi pengurus angin , kemana angin itu akan pergi.


Gunung , butuh angin , lautan butuh angin , begitu juga langit.


Pada masa jayanya Zeus , Aeros telah memberikan full kesetiaannya kepada Zeus. Hanya saja , ketika zamannya semua Dewata bersatu , Aeros tidak benar benar lagi memberikan full kesetiaannya . Itu semua , karna satu penyebab .


Sang Dewi samudra. Kadita .


Rio di bawa ibunya ke masa lalu agar melihat awal seluk beluk di mana sang ibu bisa melahirkan dirinya .

__ADS_1


Pada tahun 1590. Ketika masih era keemasan kerajaan Majapahit . Ini ketika Kadita , sudah mempunyai wilayah kekuasaan Bali . Dan mutlak menjadi Ratu samudra laut yang luas .


Pada hari itu , di hari dimana para masyarakat Bali memberikan sesaji kepadanya . Ia melihat seseorang yang asing dan tak pernah di kenali , orang itu hilir mudik kesana kemari . Karna merasa asing , sang Dewi merubah wujudnya menjadi seorang gadis perawan yang amat cantik jelita .


Orang itu adalah seorang pria dengan busana asing pula .


"Wahai kisanak, ada apakah gerangan ?" rupanya pria ini belum terlalu mengerti bahasa Nusantara .


"Maksudnya ?" orang itu tak memiliki sopan santun .


"Ehem , maksud saya, anda ini belum pernah berada di sini?" sang Dewi bertanya dengan baik dan welas asih.


"Ah iya , saya ke sini karna tersesat oleh angin yang membawa saya . Angin itu sepertinya terlalu suka menyatu dengan angin laut wilayah ini. Saya sama sekali tidak tau mengapa itu terjadi ." orang itu kembali mondar mandir dan ia tahu bahwa orang itu bukan lah manusia biasa .


Sang Dewi berusaha mengabaikannya lalu kemudian kembali ke acara persajian .


Ketika di persajian, Kadita masih heran dengan perbuatan pria yang mondar mandir gak jelas itu, seketika setelah selesai upacara persajian, sang Dewi kembali merubah wujudnya menjadi seorang gadis.


Kali ini , Gadis yang berbeda .


"Maaf pak, apakah ada yang saya bantu?" tanya Kadita .


"Maaf mbak . Jika mbak merubah diri mbak , saya tau . Karna saya juga bukan manusia fana . Perkenalkan , nama saya Aeros, Dewa angin dan pembagi arah mata angin dari Yunani ." seketika Kadita kaget mendengarnya .


"Betulkah?" Kadita kembali bertanya .


"Ya , benar ..." Kadita mulai tertarik dan mengikuti orang itu .


Mereka berjalan berdua menyusuri pantai . Kemana mana mereka selalu berdua , dan ketika mereka melihat jajanan . Mereka memesan dan makan bersama . Sebenarnya Dewa Dewi tak perlu yang seperti itu , hanya saja mereka memang suka melihat budaya manusia dan mempraktekannya karna penasaran .


"Wah, benar benar enak ya . Aku bahkan bisa merasakan rempah rempah lumer di mulutku" kata Aeros dengan sangat takjub .


Dan lagi, Mereka berjalan sambil mencari angin yg di cari oleh aeros .


Mereka kembali menemui suatu taman dan di sana terdapat banyak warga yang berkumpul.


"Mereka mau ngapain ?" tanya Aeros .


"Ini malam setelah mereka menyajikan sajian kepadaku , biasanya mereka senang karna perolehan hasil dari sajian kepadaku . Jadi di antara mereka ada yang membuat kenangan tersendiri sepeti pesta sendiri . Mau lihat?" ajak Kadita .


"Tentu mau .." Aeros agak senang karna ia bisa melihat budaya Asia yang belum ia pernah temui.


Sebenarnya, Aeros ke Indonesia memang benar-benar tersesat. Awalnya , ia memliki tugas dari Zeus dan Odin untuk mengelilingi dunia dan mencari tau budaya dan Dewa Dewi apa saja yang ada . Karna di negri ini terdapat banyak sekali candi , bahkan ada pula 1000 candi . Aeros pun tergoda untuk memasuki negri ini.


Awalnya ia tak yakin , karna ada banyak sekali yang mempunyai wilayah masing masing . Lalu setelahnya , barulah ia menyadari , bahwa negri ini memiliki banyak Dewata namun sama sekali tak ada yang mengingat mereka hingga akhirnya Mereka sirna dari negri ini .


Sebagian karisma mereka malah di turunkan oleh dedemit yang menghuni disetiap pulau . Dan akhirnya setiap pulau tersebut lah yang memiliki pelindung tersendiri .


Contohnya adalah , hal hal yg di beri tahu oleh Kadita . Yaitu pemegang tujuh naga kembar dan dua naga induk . Total ada sembilan naga . Dan itu terdapat di bagian Utara gunung . Tujuh orang itu memiliki masing masing kris dengan dua nya lagi di simpan . Jika dalam keadaan darurat, barulah ke tujuh orang itu mengambil dua Kris keramat dan memanggil dua naga induk dengan tujuh naga kembar.


Aeros sangat takjub dan agak merinding mendengarnya. Di wilayah Yunani, naga adalah mahluk terkuat yang bahkan menjadi musuh Dewa Dewi . Kemampuan dan kebijaksanaan naga membuat ia mampu menyaingi Dewa Dewi di wilayah bumi bagian barat sana . Hanya saja , di wilayah ini . Naga menjadi pelindung , dan bahkan di puja atas kekuatan perlindungan mereka .


Kadita kembali menerangkan , adapula kekuatan yang lebih mengerikan dari sekian banyak pusat kekuatan .


Karna penasaran Aeros menanyai .


"Nama adalah kekuatan. Bersiaplah , dia yang maha kuat di antara kmi pasti mengetahui keberadaan kita " Kadita kembali memperingatkan .

__ADS_1


Aeros mengangguk .


"Dialah, sang naga terkuat dan teragung . KAISAR NAGA . NAGA KUTAI ,AWAL MULA KERAJAAN YANG TAK PERNAH TAKLUK OLEH KERAJAAN MAJA PAHIT. NAGA ERAU KUTAI KARTANEGARA "


Setelahnya petir menyambar sepintas dan ada badai sekilas.


Aeros kaget akan perubahan iklim yg sangat drastis. Bahkan ini bukan kekuatan Dewata , lebih seperti, kekuatan yang bisa menyaingi Dewata.


"Sekuat itukah?" tanya Aeros ragu .


"Ya, sekuat itulah . Ia termasuk di bagian kami mahluk ghaib, tapi tak mau bersatu dengan kami . Justru itulah Kalimantan sulit di taklukan. Karna sang naga menjaga nya dengan sangat kuat ." Kadita kembali berjalan .


"Aku Sama sekali tidak paham , mengapa Dewa Dewi Hindu berevolusi kemari. Sedangkan kalian Dewa Dewi yang murni di sini tidak diingat oleh masyarakat setempat?" tanya Aeros lagi .


"Awalnya , kami masih melindungi . Namun atas kebijakan dari pemilik mutlak kekuasaan wilayah Nusantara ini yaitu Sapdo Palon. kami membiarkan Dewata Hindu dan Budha berevolusi kemari ." dengan raut wajah yang agak sedih atas sirnanya teman temannya , ia menunduk memandangi dataran tanah yang ia pijak .


Agak lama mereka berdiam . Namun setelah beberapa saat, suara ringkikan kuda datang dan menghampiri keduanya .


"Ah, ini angin ku. Dari mana saja kamu ?" angin yang berwujud kuda itu pun meringkik lagi,


"Apa katanya ?" tanya Kadita .


"Dia bilang ,dia berkeliling dan sering mendapati mahluk yang belum pernah ia ketahui, bahkan angin di sini hanya ada dua jenis . Angin hujan dan panas." jelas Aeros.


"Lho memangnya ada lagi?" Kadita penasaran. Sejauh ia sudah menjadi seorang mahluk ghaib . Ia belum pernah ke samudra yang lebih jauh .


"Wah, mau tau? . Ada banyak lho.." Aeros akhirnya menjelaskan .


Angin dingin , Angin hujan , Angin panas , Angin kehangatan di musim semi dan angin badai .


Untuk angin badai , ini hanya di miliki oleh Zeus dan Poseidon. Kadita yang tak tahu siapa Mereka pun di beritahu, bahwa mereka adalah Dewa tertua di Olympus .


Karna ingin tahu lebih banyak lagi, Aeros meminta Kadita untuk mengantarkannya berkeliling. Kadita pun mengiyakan permintaan Aeros .


Sekitar enam bulan , Aeros terjebak kisah romantisme dengan Kadita . Mereka saling suka , namun tidak tau cara menyampaikannya. Biasanya , Dewa Dewi di luar wilayah Nusantara, mereka menyatakan cintanya dengan seksual. Namun kali ini , rasa yang di rasakan oleh sang Aeros berbeda . Cinta ini bersemi, bahkan ada kehangatan tanpa harus diadakan seksual . Aeros yang sejatinya Dewa dari Yunani pun harus mengalami cenderung gugup dalam berkomunikasi dengan sang Dewi .


Namun kisah romantisme mereka berkahir dengan tidak bagus .


Di bulan ketujuh. Seorang Apollo, menemukan bahwa angin semilir berbentuk kuda yang di tunggangi Aeros itu berkeliaran di tepi pantai Bali .


Apollo kaget, padahal ia setiap hari mengendarai matahari tapi baru kali ini ia mendapati sebuah pantai tropis yang sangat nyaman dan erotis . Dan bahkan, pantai ini sangat jernih dan indah . Tak kalah indahnya dengan pantai yang di miliki benua Amerika.


Apollo teralihkan dengan kehadiran Kadita dan Aeros yang duduk berdua di tepi pantai. Apollo memacu matahari turun ke Bali .


Ketika sang matahari turun tepat di depan mereka berdua , Aeros kaget dan agak terlonjak. Bahkan hampir ia terjungkal jika tidak mengendalikan dirinya dengan benar .


"Aeros . Sudah lumayan lama kau di suruh sang ayah untuk menyelidiki wilayah mahluk lain , tapi..." Apollo melirik gadis cantik jelita Kadita . "Mengapa kau bersama pacarmu di sini duduk di tepi pantai nan indah nian ini?" ucap Apollo dengan posisi berkacak pinggang .


"Apollo .. kami tidak.." sebelum Aeros membantah , Apollo melanjutkan.


"Ayah menyuruh mu pulang . Sekarang !" Apollo melirik Kadita lagi, kemudian mengedipkan mata kepadanya .


Kadita hanya merespon mengangkatkan alisnya .


Sebenarnya , mereka tidak tahu. Bahwa Kadita , saat ini dalam operasi menguasai seluruh mahluk dedemit dan ingin membangun kerajaan di pantai Bali ini . Bahkan , ketika Kanjeng Ratu Kidul kelak ingin mewariskan kekuasaannya , sang Kadita ingin memperluas lagi kekuatannya .


Karna penyebab ia seperti itu , baru saja di mulai .

__ADS_1


***


__ADS_2