
"Selamat pagi semuanya ...."
Kepala sekolah kami, pak Erlangga. Ia memasuki kelas kami di awal pelajaran lengkap dengan seragam kepsek. Kumisnya yg tersohor tak mungkin ketinggalan. Rambutnya yg setengah botak sangat mendominasi para siswa dan siswi .
"Pagi pak.. kami bukan anak anak pak.." yah.. begitulah jawaban kami ke semua guru ketika ada yg memberi salam yg di tambah kata 'anak-anak' nya .
"Berhubung dengan walikelas kalian sudah tidak mampu mengurus kalian, kita kedatangan tamu. Dan dia akan menjadi walikelas kalian." ucap pak botak.
Alif, teman sekelas ku yg duduk berada di tengah kelas mengangkat tangan.
"Anu, apa permanen atau trial?" spontan kami tertawa.
"Anak anji, klo nanya gak logika" sahut sebangkunya .
"Sesuai keputusan dia, silahkan berkenalan dan rukun antar warga ya pak" pak bot bersalaman dengan si guru baru. Lalu ia pergi meninggalkan kelas.
"Ok jadi, aku ingin berkenalan dengan kalian" orang itu tinggi dan tidak gemuk. Tubuhnya lumayan atletis alami. Mungkin ia sering melakukan kegiatan rutinitas pagi. Ia mempunyai rambut hitam yg agak acak acakan. Jika di tebak umurnya, kisaran antara 27 atau 29, atau mungkin dibawahnya. Ia memakai kacamata bulat, ntah itu hanya gaya atau memang matanya minus. Kulihat dia memakai seragam yg ntah memang disuruh atau gak, seragamnya itu adalah kemeja berdasi belang abu abu dan biru, kemeja berwarna biru. Dan memakai jas berwarna kelabu. Dengan celana bahan kain berwarna abu abu pula . Hanya sepatunya membuatku terganggu.
Karna penasaran , aku pun membuka hp dan mengecek di google cuaca.
"Namaku Saikoji. bukan Saikoji rapper, tapi Saikoji Dimansijuntak. "
Ia merapikan dasi , kemudian berjalan menuju meja guru .
"Baiklah, untuk lulusan. Aku lulusan.." belum sempat ia berkata kata , siswi kelas pun berteriak .
"Woi.. dasar betina!" temanku andhik meneriaki mereka.
"Giliran guru baru yg tinggi putih di sorak-sorakin, giliran pak bot yg masuk kolot semua mukanya" sahut Alif .
"Beda lif ... yg good looking di perhatikan. Kesian yg pak bot" sahut lagi si andhik.
"Pak bot kan fakboy" sahutku.
Kembali seisi kelas tertawa .
Begitulah kelas kami. Entah apapun gurunya , kelas pun tetap ribut .
"Yo.. itu orang anu" Sofia memberitahuku.
"Ya aku tau, dia ada aura aneh kan?" kataku.
"Lebih dari itu.." katanya, lalu ia berbisik .
"Sang legenda ..."
Hah?
Aku sungguh masih belum tau apa apa tentang dunia sebelah. Tentang aturan, tata tertib, hal tabu, atau pun cara membedakan diri mereka .
"Baiklah. Mari kita mulai pelajarannya"
Tunggu dulu... kok aku belum di absen?
Aku berdiri dan mengangkat tangan .
"Pak! saya belum absen" sedetik kemudian, dunia terasa berhenti. Dan ia tiba-tiba berada di sampingku.
"Mulai sekrang , namamu mengandung kekuatan. Dan di sini ada banyak monster yg mengincarmu, benang keterhubunganmu dengan dunia sebelah sudah terbuka. Jadi aku tak akan mengabsenmu sampai kapanpun." sedetik setelahnya dunia kembali normal. Dan guru itu masih berada di depan, seolah olah perkara tadi tak pernah terjadi di dunia nyata dan hanya ilusi dari pemikiranku.
Apa tadi?
Apa itu ruang dimensi Sofia?
"Bukan. itu tadi kecepatannya"
Hah? kecepatan.?
Aku kembali duduk dan kemudian berusaha untuk terlihat tenang sepeti biasanya.
Selama tiga jam penuh, ku ikuti pelajaran guru baru itu. Aku memang tak pernah meninggalkan pelajaran materi. Yg aku sering tinggal kan adalah praktek atau ketika mereka menerangkan materi yg sama padahl sudah di jelaskan dan memberi soal yg bahkan di buku sudah ada jawabnnya. Aku tak suka jika sistem pembelajaran seperti itu.
"Hei nak , kau yg di situ." guru itu menunjuk ke arah ku
"Ya pak?" aku berdiri.
"Coba kerjakan soal ini" ia menunjuk papan tulis ...
__ADS_1
Aku melihat ke papan tulis dan aku melihat tulisan Sansekerta. Aneh jika memang ini pelajaran bahasa sastra atau bahkan pelajaran sejarah. Namun ini adalah pelajaran matematika.
Namun yg lebih aneh lagi, aku mulai bisa membaca huruf kuno tersebut. Ini lebih aneh dari dugaanku. Ketika aku berhasil melihat jauh ke dalam tulisan. Akhirnya aku mendapati arti tulisan itu.
Berbahaya. Hati hati kau sedang di incar !
Yah peringatan yg sudah umum.
"Tapi maksudnya itu beda lho" kata Sofia .
Biar aja. Pasti kita berdua bisa lewatin.
Jawabku yg entah mengapa ia terdiam .
"Baiklah jika kmu sudah mengetahui nya. Jadi saya beranjak ke materi selanjutnya ."
Ia menghapus papan tulis dan kembali menggambar rumus ruang dan titik sudut koordinat. Aku memang paham. Cuman titik-titik koordinat itu seperti lain dari titik koordinat kompas. Aku yg suka mengingat hal hal sepele pun kembali menerawang. Semua titik titik itu ku ingat dan akan ku simpan dimemori otakku .
Sedetik setelah itu selesai, aku menyadari bahwa perlahan lahan dunia mulia menggelap. Tidak , bukan menggelap. Tapi cahaya matahari telah ditutupi oleh sesuatu yg besar dan bukan awan. Aku yg menyadari itu menengok keluar dan kulihat ternyata diangkasa ada sesosok benda. Tidak, lebih tepatnya itu adalah Pulau. Pulau yg amat besar melayang diangkasa menutupi sinar matahari.
Ketika aku melihat keluar, tiba tiba kesadaranku mulai memudar. Dan akhirnya ...
Aku pingsan.
Tetapi dibalik pingsannya aku. Aku bermimpi lagi .
Di mimpi ini aku melihat dia, si bertopeng berjalan-jalan di Pulau besar itu. Dengan di Kawali oleh dua orang berjubah gelap dan lusinan monster di belakangnya. Luas pulau itu tak bisa ku hitung. Yg jelas, pulau itu memang sebesar pulau pada umumnya. Di sana terdapat sungai yg mengalirkan air jernih, namun tak ada pepohonan disana. Di sana tanahnya saja terbuat dari emas. Batu batu kecil di situ adalah potongan potongan kecil dari tanah emas tersebut. Beberapa jalan setapak kecil terbuat dari bebatuan dan perak.
Dari ujung sana, terdapat tiga tempat besar nan megah. Yg di tengah mirip sekali dengan Tajmahal. Yg di kanan sangat mirip lah juga altar istana Olympus. Dan yg di kiri sangat mirip dengan candi Borobudur.
Si bertopeng berjalan dengan anggun dan perlahan ke arah bangunan yg mirip dengan Taj mahal. Aku penasaran, siapa yg menghuni bangunan itu.
"Wohohoho... ternyata kalian sudah datang" seorang penjaga gerbang berujar.
"Ya. Kami ingin bertemu dengan yg didalam" ucap bertopeng.
"Aku heran , sebenarnya seberapa kuat tuan kalian dan seberapa jenius kah dirimu sampai kau berhasil menemukan pulau kami dan menariknya?" ujar penjaga gerbang yg mulai menarik pedang dari sarungnya. "Dan harus kah kami ajari tata Krama agar kalian tidak seenaknya berada di Pulau orang?" dengan ayunan yg cepat ia menebas lusinan monster , sekita dua lusin . Padahl posisinya tak berpindah sedikit pun .
"Penjaga gerbang utama , mantan murid Heimdall. Izinkan kami masuk untuk bertemu orang yg sangat penting, kami ingin bernegosiasi." ucap asisten kanan si bertopeng.
"Bisa , tapi jika itu pun tuan kami memberi izin." si penjaga gerbang masih keras kepala.
"Baiklah aku tak akan arogan."
Setelah beberapa lama, pintu itu akhirnya terbuka dan keluarlah dua sosok pasangan kekasih yg lagi bergandengan tangan.
"Hohoo.. siapa ini? pejuang cinta? kecil kemungkinan engkau berhasil mengubah nasib cintamu!" si pasangan yg wanita berjalan mendekati bertopeng dan membelai dagunya .
"Perlu kah aku memperlihatkan lagi masa depan cinta kalian?" lalu ia tertawa.
"Dengar Aprhodite. Jika aku tak bisa mengubah takdir dari dewa , mengapa aku tidak gulingkan saja tahta kalian?" mendengar ucapan si bertopeng , pria yg di samping Aprhodite marah besar.
Matanya menyala , dan jika kau melihat jauh ke dalam matanya , akan ada rasa takut dan emosi yg berlebihan sampai-sampai kau ingin memukul orang itu namun ketika di depannya nyalimu akan berkurang .
"Kau menggulingkan tahta Dewata? jangan bercanda anak muda. Kau masih terlalu hijau ..."
"Dan akan kubuat kalian malu di hadapan yg masih hijau ini"
Si pria mulai geram dan suasana menjadi kacau. Si pria hendak melayangkan tinjunya ke bertopeng yg malah ditahan oleh Aprhodite.
"Sudah sayangku Ares. Kita tak perlu mendengarkan ocehan manusia fana, toh kisah cinta anak itu akan tragis. Ahahaha..." lalu keduanya pergi meninggalkan khalayak monster itu.
"Aku berjanji Ares, Aprhodite. Aku akan menggulingkan tahta Dewata!"
***
"Sayang banguun.." aku terbangun dari mimpi pingsanku karna mendengar suara pacarku.
"Sudah berpaa lama aku pingsan?" ujarku.
"Udah lewat tiga jam pelajaran." katanya. Ia berdiri dan pergi mengambil obat .
"Aku gak perlu obat ." kataku
"Ya aku tau. Aku cuman mau merapikan obat yg tadi ku pakai ke cowok basket tadi." jawabnya sembari merapikan rak obat obatan.
Aku berdiri dan berjalan ke arahnya . lalu memeluknya dari belakang .
__ADS_1
"Ngobatin kah? atau godain ? hmm..." ku cium leher belakangnya .
"Apasih sayang ... lagi pengen manja ya?" wajahnya membalik ke arah wajahku.
"Iya dong" dicium nya pipi kananku, lalu aku menaruh kepalaku di pundaknya.
"Kamu tau kan aku pengawas UKS? ya pasti banyak orang-orang yg ku obati." ia menggenggam tanganku yg melingkar diperutnya "Kmu cemburu?"
"Menurut mu?" ku cium lagi lehernya .
"Ya iya sih... siapa sih yg gak cemburu punya pacar secantik aku trus diburu banyak orang , trus lagi ngobatin orang lagi " godanya sambil menyentil dahi ku.
"Is.. berani kamu ya" ku gigit telinganya karna gemas.
"Udah nah sayang .. ah.. hahaha" dia tertawa karna ku gelitik perutnya .
"Gak urus.. aku lagi gemes.." agak lama kami seperti itu sampai bunyi bel pulang .
"Lho kok pulang ? kmu bilang 3 jam pelajaran?" tanyaku heran .
"Sayang , makanya cerna dulu kata kata ku. Aku bilang kan lewat tiga jam pelajaran.? berarti tadi itu jam trakhir hahaha" ia menggigit hidungku. "Sayangku otaknya tumben lelet hahaha"
aku balas dengan menggelitik ketiaknya . "Gak urus masa bodo haha.."
Ya begini lha hari hari kmi. Terkadang kmi juga sampai sibuk di masing-masing. Ia lebih banyak mengikuti ekskul dibanding denganku. Terkadang ia mengikuti Pramuka, terkdang pelatihan medis diruang UKS. Tapi ia memang tipe cewk setia. Karna aku tau hatinya hanya untukku. Entah sampai kapan ini berlangsung. Tapi aku menginginkan selamanya .
Ketika aku hendak keluar , aku menggandeng tangan pacarku dan bertemu guru baru itu. Ia melihatku dan berhenti di depanku.
"Rio ya?" ucapnya .
"iya pak..." aku mengkonfirmasi.
"Bisa ikut bapak sebentar?" ucapnya. Lalu pergi berjalan mengarah kantor BK .
"Sayang , aku ke sana dulu ya. Sore klo bisa kita jalan mau?" ajakku hitung hitung hang out dengan pacar sekali kali boleh lha ya kan..
"Iya sayang. Bisa diatur, aku lagi kosong kok.." ia mencium pipiku lalu pergi meninggalkanku. "Aku deluan ya papay.." ia berjalan dengan riang sembari memutar mutar kunci motor.
"Papay.." aku berjalan berlawanan arah dengannya .
"Pacarmu?" guru baru itu bertanya tanpa menghadap kan wajahnya ke arah ku.
"Ya.. ada apa ya ?"
"Hahaha... santai.. aku gak bakalan ngambil kok. Seleraku itu... umur 24 ke atas." ia membuka pintu ruang BK .
"Silahkan kau masuk deluan nak." ujar si guru baru .
Aku menurut dan masuk kedalam ruang bk .
"Sebentar ya.." katanya. Ia masih berdiri diluar dan memejamkan matanya. Kemudian dia melakukan sesuatu yg ku tak tau apa itu. Intinya Ia memainkan jarinya.
"Penghalang tiga dimensi!" Seketika dimensi kami berubah. Namun tempat nya masih di dalam ruang bk .
"Apa yg kmu rasakan dan kmu lihat belakangan ini.., jangan di anggap beban pikiran ya." katanya .
"Nggak kok b aja" jawabku singkat .
"Perkenalkan. Nama asliku ... Untung Suropati. Aku manager kepengurusan sekaligus direktur pelatihan Demigod." ia menjabat tanganku.
"Untung Suropati?. Maksudmu... yg ada di cerita cerita heroik masa penjajahan?" tanyaku untuk memastikan.
"Ya Itu aku. Tapi lebih tepatnya cerita itu ketika sebelum aku mati. Sesudah mati , aku di angkat menjadi pahlawan dan diabadikan dalam cerita." dan ia merentangkan kedua lengannya lebar lebar.
"Dan ini lah aku. Abadi dengan darah ichor mengalir ditubuhku" aku sungguh hampir menggila untuk memproses kata katanya.
"Lalu, apa yg anda lakukan di sini ?"
"Aku mendapat tanda bahwa penjagamu sudah kena perangkap musuh" katanya .
"Penjaga? siapa? siapa jagain aku ?" Aku bingung kenapa harus ada sistem penjaga seperti bodyguard?.
"Kamu yakin gak kenal?" guru itu mengelilingiku .
Aku mengangguk.
"Setiap Demigod yg belum masuk ke dalam Pondok perlindungan, mereka dikirimkan pelindung masing masing satu. Ia tidak banyak tingkah. Hanya melindungimu dari jarak aman selagi ia harus menjaga rahasia tentang status dirinya. Dan setiap pelindung, mempunyai bodyguard sendiri yg apabila ia tertangkap oleh musuh, maka bodyguard nya itu akan melapor ke pondok. Untuk biasanya , Demigod Demigod kelas tinggi yg akan turun tangan. Namun di lihat dari situasi, ada kemungkinan akan jadi lebih buruk lagi. Jadi untuk kasusmu, aku yg akan turun tangan" ia mengambil sebuah liontin. Ia membuka liontin itu dengan memutar liontinnya, dan akhirnya liontin itu mengeluarkan sinar hollogram yg menampakkan sesosok pria yg ku kenal.
__ADS_1
"David?".
***