
Masa kini.
Author POV.
Dada Aden begitu sesak ketika mengetahui bahwa wanita itu adalah mantannya .
Padahal, salah satu alasan kuat ia ingin menjadi yang terkuat adalah ia ingin menerobos masuk kedalam dunia alam bawah dan membawanya kembali kedunia. Jika memang tidak bisa diberi tubuh dan kehidupan fana lagi, paling tidak ia bisa menjadi seorang spirit.
Tetapi, apa yang terjadi ?.
"Tenang saja Aden , mereka aman bersamaku!" teriak Arthur.
Aden menajamkan penglihatan ke arah komandan monster.
"Apa kau yang membuatnya berdarah?" tanya Aden dengan amarah luar biasa.
"Hahaha .. kau tau? sangat indah nian aku melihat mereka berdua tak berdaya , hahahaha!" akhir tawa itulah yang trakhir kali didengar oleh Aden sebelum akhirnya ia menerjang musuh dengan sangat cepat hingga tak ada satupun orang ataupun monster disitu yang bisa melihat pergerakannya. Dalam sedetik, monster itu pun tumbang dan lebur menjadi abu. Menyisakan barang rampasan berupa sepasang sayap.
Para khalayak monster tertegun dan tak bisa bergerak saking takutnya .
"Demigod ini hampir setara Dewata! lari!!!" teriak seekor monster dan berhasil membubarkan khalayak.
Namun Aden tidak tinggal diam , ia kembali memerintahkan airnya untuk membawa terbang dirinya ke langit.
"Bakat Skill : Prajurit air!" setelah merapalkan jurus itu, keluarlah prajurit air dari percikan air yang ia pijak untuk terbang ini dan langsung mengejar sisa sisa monster.
Ia yang tahu kualitas prajurit airnya pun turun kembali kedaratan dan berjalan kedepan wanita itu , lalu kemudian ia spontan memeluk wanita itu.
Wanita itu kaget dan hendak memberontak , namun tenaga Aden lebih kuat dari wanita itu.
"Kamu pergi dari alam bawah ya Jean?" bisik Aden .
"Maaf, bisakah anda melepaskanku? aku tidak tau siapa yang anda katakan tapi namaku Sofia !" Sofia kembali memberontak agar Aden mau melepaskannya .
Aden mendengar kalimat itu kaget dan melepas pelukannya .
"Kamu Jean kan? Jean dari sekolah SMP Mawar biru kan?" Aden membelai pipi Sofia yang spontan ditepis oleh Sofia .
"Memang benar aku dari SMP Mawar biru . Tapi aku bukan Jean ! namaku Sofia ! dan aku bukan manusia , aku spirit!" bantah Sofia dengan sengit.
Alis Aden mengkerucut dan tampaklah jelas dari wajahnya bahwa Aden sedang kebingungan.
"Aden!!,.. Putri belati hampir kalah !" teriak seorang Demigod sambil berlari ke arah mereka .
Aden menoleh dan tertegun heran.
"Dia? memangnya siapa lawannya ?" Aden menoleh sebentar ke wajah Sofia. Ia menatap wajah Sofia dengan pandangan sayu dan hampir saja ia membawa perasaan lama yang sudah ia pendam bertahun tahun silam.
"Aku akan kembali, Jean !" Aden melangkah pergi meninggalkan Sofia dan Arthur .
"Jadi, begini Sofia . Yang dimaksud Aden itu adalah mantan pacarnya yang sudah lama mati . Dan mereka satu sekolah , yaitu SMP Mawar biru ." Arthur mencoba menerangkan.
"Tapi aku memang dari sana dan Rio juga dari sana ..., David juga dari sana , trus si Rista juga dari sana . Kenapa aku saja yang dianggapnya mantan? kenapa gak David saja ?" Sofia mengomel panjang lebar.
"Karna Aden lelaki normal yang mencintai wanita .. David kan pria ?" jawab Arthur.
Sofia menggembungkan pipinya .
"Hufftt... tau ah, pokoknya aku sudah terikat sama Rio ! aku gak mau terikat ulang sama mahluk lain !" Sofia dengan kesal menyeret langkahnya .
"Yoo, kok kamu diem aja sih spiritmu diaku-akuin? marah kek, kesel kek, rebut balik kek!." tak puas dengan Arthur , Sofia kembali menggerutu kepada Rio dialam bawah sadar mereka berdua
"Coba deh kamu ingat-ingat lagi Sof, siapa tau sebelum kamu jadi hantu dan disaat semasa hidupmu, kamu punya pacar yang namanya Aden?" Rio hanya menyimpulkan fakta, kendati demikian, ia merasa bahwa hatinya tidak terima jika Sofia hendak direbut oleh Aden .
Bukan karna ia ingin mempunyai dua pacar sekaligus, namun ini lebih seperti naluri seorang pria yang ingin mempertahankan sesuatu yang berharga baginya .
Mereka pun berjalan menuju gedung guild.
***
Di tempat lain , di tengah hutan tempat pertempuran Ratu belati dan si topeng Badut.
Bunyi dentingan pedang masih terdengar nyaring ditengah medan pertempuran . Ada banyak bergelimpangan mayat Demigod dan monster saling tumpang tindih. Biasanya jika sudah melihat keadaan seperti ini , para prajurit pada umumnya sudah membuat instruksi mundur agar sisa prajurit masih bertahan hidup.
Tapi hal itu tidak berlaku untuk sang Putri belati.
Dalam keadaan banyak sayatan sana sini dipaha dan lengannya, ia masih berdiri didepan pria Bertopeng Badut itu. Kekuatan pria ini bukan difisiknya, tetapi kelincahannya dalam bermain pedang dan alangkah mulusnya gerak gerik gaya berpedangnya.
Dalam beberapa kejadian , ada saja gerakan gerakan pedang yang agak familiar bagi Putri belati. Namun ada pula beberapa gerakan yang baru ia lihat selama ia hidup. Contohnya adalah beberapa gerakan tadi yang berhasil membuat ia sedikit pincang .
__ADS_1
"Kau paling tau tempat titik saraf" kata Putri belati.
"Bravo! kau juga sangat bijak dalam memilih gerakan dan tak sembrono seperti Demigod pada umumnya, padahal tadi dibelakang kita ada banyak pasukan dari masing masing kubu kita. Tapi lihatlah..." sang Pria bertopeng merentangkan kedua tangannya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling, seolah-olah menandakan bahwa ia menyatakan semua pasukan sudah habis akibat pertarungan mereka berdua .
"Aku ulangi pertanyaanku, kamu mempunyai bakat yang hebat. Mengapa kamu tidak mau ku rekrut?" tanya sang Pria bertopeng badut seraya mengulurkan tangannya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan sudi !" jawab sang Putri belati sambil kembali mengatur kuda kudanya lagi.
Dari kejauhan , terdengar lah suara ledakan amat dahsyat dari pintu gerbang sebelah timur . Yang diikuti suara ledakan pula disebelah hutan tempat mereka.
Aden...
Sang Putri belati tau bahwa ledakan didekat hutan tempatnya bertarung adalah suara ledakan air dari kekuatan Aden. Ia masih hafal karna pernah merasakan kekuatannya Aden secara langsung .
"Tunggu apalagi? ayolah serang !" tantang si pria Bertopeng Badut.
Sang Putri belati menerjang si Pria Bertopeng Badut.
Seperti yang sudah sudah , serangan Putri belati selalu saja dengan mudah ia hindari dan berkelit semaunya . Seolah-olah disini adalah panggung pentas dansa, bukan sebuah medan pertempuran .
Putri belati menyabet lengan si Pria bertopeng badut. Awalnya si Pria topeng Badut itu agak merintih kesakitan. Namun setelahnya , sang Pria topeng Badut menggunakan skill yang sama seperti sebelumnya . Skill berpedang yang belum pernah dilihat oleh Putri belati.
Ketika Putri belati hendak maju untuk menusuk bagian jantung musuh, tiba-tiba musuh dengan cepat bergerak sudut kanan, lalu bergerak lagi kesudut kiri. Gerakan ini tidak terlihat dan sambil berpindah, dia juga melancarkan serangan cucukan yang mirip dengan cucukan anggar. Pola gerakan ini berbentuk seperti segitiga dan si Putri belati tepat ditengah-tengah segitiga tersebut.
Serangan ini seolah-olah dilakukan dengan tiga orang yang mengelilingi satu orang dengan pola segitiga.
"Aaaargghhh..." sembilan tusukan tersebut berhasil menembus kulit perut si Putri belati dan membuat darah bercucuran dari perutnya, Putri belati pun tersungkur di tanah.
"Hahahaha..., mau sampai kapanpun tetap saja aku yang menang Putri belati. Hahahaha..," si Topeng badut berjalan santai mengelilingi tubuh Putri belati sambil memutar mutar pedangnya .
"Apa yang kalian inginkan sampai sampai kalian menggempur pondok?" di sela sela nafasnya yang tersengal, Putri belati berusaha mengorek informasi.
"Ka. Ee. Pe. Oo. KEPO!!" si Topeng badut kembali tertawa dan di akhir tawanya ia menancapkan pedangnya dipunggung tangan Putri belati.
"Aaaaaaa....." Putri belati berteriak kesakitan . Kali ini berbeda dengan yang tadi, ia sangat merasakan sakit yang hampir membuatnya untuk memilih mati dibandingkan merasakan sakit yang ia rasakan.
"Perlahan-lahan, pedang ini akan menyerap darahmu dan menjadikannya kekuatan spiritual di pedang ini."
Ketika ia menikmati suguhan pemandangan itu, ia menyadari ada sebuah objek yang datang dengan cepat dari arah hutan sebelahnya . Ketika ia menyadari bahwa yang datang itu adalah Aden , ia terpental akibat tendangan kuat dan cepat dari Aden tepat sebelum ia menghindar .
Pria bertopeng itu terhempas ke batang pohon kelapa dengan sangat keras dan terdengar suara retakan dari tulang punggungnya.
"AAAAAAARRRGG...." kali ini , si Topeng badut yang berteriak kesakitan .
Mendengar penuturan dari Topeng badut, ia menyadari akan sesuatu.
"Dari mana kamu tahu? cepat katakan!" Aden dengan cepat sudah berada diatas tubuh Topeng badut dan menginjak dadanya. Sedangkan tangan kanannya menghunuskan pedang pusaka naga Kutai tepat disamping leher Pria bertopeng badut.
"Katakan .. atau--" belum sempat Aden mengancam, kini ia yang mendapatkan serangan berupa tendangan diwajahnya dan dengan mudahnya Aden terpental ke udara sebelum akhirnya ia terbanting ke tanah.
"Sial !" Aden hendak berdiri untuk membalas serangan, namun ketika ia bersalto untuk bangkit dari tanah, ia kembali ditendang dengan sangat keras hingga terpental lagi ke samping Putri belati.
Yang menendang Aden itu adalah seorang bertopeng anonymous putih yang sebelumnya sudah mencoba menculik Rio walaupun gagal.
"Apa yang kau dapatkan dari misi? semuanya gagal kecuali pekerjaanku yang mengambil batu mutiara Majapahit!." si Topeng Anonymous menarik kerah baju Topeng badut untuk berdiri dari duduknya .
"Bisakah anda berhati hati eksekutif satu ? tulang punggung ku sepertinya retak." keluh si Topeng badut.
"Dari semua misi, kau hanya mencoba mengumpulkan kekuatan didalam pedangmu. Dan semuanya tak ada gunanya dimataku." si Topeng Anonymous berjalan seperti seorang Miss Indonesia yang sedang tampil dipanggung beralaskan karpet merah .
"Aden. Sebulan yang lalu kau memang berhasil membuatku cedera ketika di kampung batu licin berkat air yang ada disana. Namun hal itu tak akan ku biarkan terulang kembali." ia berjalan dan mengambil pedang si Pria Bertopeng Badut yang sedari tadi tertancap dipunggung tangan Putri belati .
Aden merasakan bahwa tulang rusuknya patah ketika tadi ditendang oleh Topeng anonymous.
"Aku tidak mungkin membiarkan mangsaku pergi !" Aden berusaha bangkit .
Sang Topeng anonymous mengindahkan pergerakan Aden . Disaat itulah momen Aden membangkitkan tenaganya muncul.
Aden dengan sangat fokus berusaha mengeluarkan seluruh kekuatan yang ada di bumi dan membuat dataran bumi gempa. Kemudian ia mengeluarkan pancuran air nan dahsyat dan banyak dari dalam bumi.
"Mari berduel!"ucap Aden .
Aden memancarkan kekuatan dari dalam tubuhnya dan pedang pusaka naga Kutai. Mata Aden juga memancarkan sinar biru laut yang mengerikan. Seluruh angin di sekitar Aden mulai berkumpul dan membentuk pola pola di masing masing tempat .
"Hoho.. kau ingin berduel.?" didorong rasa penasaran , si Topeng Anonymous berbalik dan menghadap kembali ke Aden .
"Eksekutif satu, ayo kembali dan abaikan Aden ! saat ini dia di dalam fase berkekuatan setengah Dewa!" tegur si Topeng badut.
"Apa kau meremehkan ku? " ujar Topeng Anonymous dengan lantang .
__ADS_1
"Tidak ! bukan begitu.. tapi.." ketika si Topeng badut tersendat perkataannya, si Topeng anonymous mendorong tubuh Topeng badut untuk menyingkir dari area pertempuran mereka .
"Pergilah jika kau takut, bagaimanapun juga kau sudah pernah berhadapan dengannya dua tahun silam dalam mode seperti ini kan?"
Si Pria Bertopeng Badut mengangguk.
"Kalau begitu pergilah Clown, tunggu aku di luar ."
Clown bergegas pergi meninggalkan area pertempuran .
"Baiklah , aku ingin kau mengeluarkan seluruh kemampuanmu !"
Anonymous bertumpu pada pijakan dan mengeluarkan semacam aura berwarna keemasan dari bawah telapak kakinya . Ia mengeluarkan sebuah gunblade yang juga mengeluarkan aura berwarna emas.
Kali ini , suasana hutan menjadi porak poranda dan sangat mencekam. Mengingat kali ini yang berduel adalah sama sama merupakan orang terkuat ketiga dari kedua kubu . Aden yang merupakan terkuat di pondok setelah kedua Dewata . Dan Anonymous yang merupakan terkuat di organisasi setelah kedua eksekutif utama .
Angin beliung masih dengan kencang berkumpul dan memporak porandakan sekelilingnya . Pohon pohon besar banyak yang mulai patah , sedangkan pohon pohon yang memang kecil sudah terombang ambing di udara .
"Kau tipe orang yang suka mempamerkan kekuatan ya.." ledek Anonymous.
"Kau suka mengoceh disaat ajalmu sudah mendekat" suara Aden sedikit berubah saat ini .
Putri belati hampir terbang akibat arus angin jikalau dia tidak berpegang erat dengan sebatang pohon kelapa.
"Baiklah , aku deluan menyerang ." Anonymous menembak Aden dengan senjata gunblade nya .
Peluru itu menembus kencangnya hembusan angin beliung dan berhasil menggores pelipis Aden lantaran bidikannya yang agak meleset.
"Lumayan kuat juga tembakan peluru mu " Aden kini membalas serangan itu.
Ia melesat cepat dengan sebuah pusakanya yang ia genggam dan hendak ia gunakan untuk menebas leher si Anonymous .
Namun berbeda dengan semua musuh yang Aden lawan saat ini , serangan super cepatnya dengan mudah dilihat oleh Anonymous yang berhasil menghindar . Bahkan , ia berhasil membuat sebuah goresan lagi dileher Aden .
Dengan cepat Aden membalas serangan itu dalam tiga tebasan beruntun . Kali ini , mereka beradu pedang .
Karna merasa agak sulit menggunakan sebuah gunblade saja , Anonymous pun mengeluarkan dua gunblade untuk memperseimbangkan kekuatan mereka. Anonymous tau, bahwa yang dipakai oleh Aden ini adalah pusaka maha dahsyat berupa Taji dari naga Kutai yang dibelenggu dalam sebuah pedang keramat .
Dentingan pedang dan gunblade mengiringi pertarungan mereka . Aden berusaha mengontrol angin agar menghempaskan atau menyerang ke tubuh si Anonymous barang sedikit. Namun ia tak tahu mengapa segala upayanya gagal.
Bahkan disaat pohon pohon lain porak poranda akibat angin beliungnya, mengapa pijakan si Anonymous ini tidak goyah sama sekali.
"Mengapa kau tidak terombang-ambing akibat angin beliung ku?!" karna penasaran Aden menanyakannya .
"Karna semua kekuatan spiritual tidak berpengaruh padaku !" di sela sela adu pedang , Anonymous mendapati celah untuk menembak kaki Aden . Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, maka ditembak lah kaki Aden tanpa berpikir dua kali .
Aden mengerang kesakitan dan pada kesempatan ini , kembali Anonymous menyabet lengan Aden dan menendang dada Aden .
Aden yang hilang keseimbangan akibat kalinya tertembak hampir saja jatuh jikalau tidak ada angin yang membantunya untuk kembali berdiri.
"Brengsek ..." Aden mencoba menyuruh air untuk menyembuhkannya. Namun usahanya nihil.
"Hahaha, peluruku terbuat dari batu stygian . Batu stygian bisa menangkal kekuatan dua dunia sekaligus." kata Anonymous dengan bangga.
"Kalau begitu harus ku akhiri!" ucap Aden .
Aden terbang keatas dan berdiri di atas sebuah pohon . Ia mengumpulkan seluruh energi alam dari sekitarnya dan memasukannya kedalam pedang pusakanya .
"Ultimatum ya" Anonymous juga mengeluarkan ultimatum nya .
Ia mengumpulkan seluruh stamina dan darah dari semua yang ada di sekelilingnya . Baik itu darah dari mayat Demigod ataupun mayat monster. Ia juga memasukkan staminanya ke dalam kedua gunbladenya .
Darah yang terkumpul ia satukan dan ia kumpulkan di satu peluru stygian . Sedangkan staminanya ia kumpulkan di mata pisau gunbladenya .
"Hancurlah Kau!! Musuh Dewata!" Aden melompat dan menerjang kebawah.
"Kemari dan berikan darahmu!" Anonymous melesat ke atas dengan kedua gunbladenya.
***
GUNBLADE :
Gunblade adalah gabungan pistol revolver dan pedang pendek.
**Batu stygian:
Batu yang biasa ditemukan di alam bawah , tepatnya di dasar sungai perbatasan antara dunia kematian dan dunia kehidupan .
__ADS_1
Fungsi:
Dapat merusak organ dalam mahluk setengah Dewata ataupun berdarah ichor . Dan dapat melukai seluruh mahluk termasuk Dewata ,kaum monster, dan spirit**.