
Hari sudah semakin gelap, rembulan yang menyinari langit dunia ini sangat terang dan cerah . Saking cerahnya , kelelawar yang berkeliaran pun terlihat jelas di mata dua insan yang sedang terbang membelah langit malam ini .
Wukong terbang dengan golden stuff berada di punggungnya , malam ini ia sudah siap lebih awal dengan costum tempur Budha nya. Di belakang Wukong , duduklah si calon Kaio . Thao Lin sedang duduk dalam meditasi . Sebenarnya , ia masih belum ke tahap Kaio , tetapi ia terpaksa harus mengikuti perintah Wukong untuk pergi ke Indonesia.
"Thao Lin , jangan sampai kau kehilangan kebijaksanaan karena musuh-musuh . Di Indonesia, tidak sedamai di Tiongkok. Usahakan kamu bisa menguasai pikiran mu lebih bijak ." Wukong menasehati Thao Lin , yang di jawab anggukan oleh sang calon Kaio .
Sebenarnya , Wukong harusnya sudah cukup merasa aman terhadap pondok Demigod sekarang . Karna ada beberapa bintang Demigod yang perkasa , seperti Aden , Clarissa, Coco , Steven , dan Riki . Hanya saja , kelima bintang itu selalu di tugaskan . Memang ada tiga bintang yang jarang bepergian keluar pondok untuk mengerjakan misi , namun kendati demikian , Wukong mendapatkan informasi sedikit dari Aden dan Brain, bahwa mereka mencurigai adanya seorang mata-mata di pondok .
Hampir setiap informasi penting bocor, bahkan informasi sepele pondok Demigod di ketahui oleh musuh . Ironisnya , kali ini mereka menyerang dalam keadaan yang tepat. Wukong tidak sebegitu khawatir jikalau ada Untung Suropati di sana, hanya saja Wukong mendapat telepati bahwa Untung Suropati mendapati suatu masalah di daerah Kutai .
Menurut informasi dari Brain dan Venikia, musuh sedang mengincar dua titik. Batu giok di daerah batu licin , dan prasasti Majapahit yang di jaga ketat di pondok Demigod. Untung saja , batu giok di daerah batu licin berhasil di selamatkan oleh Brain dan Aden . Akan tetapi , pergerakan mereka terlalu cepat sehingga mereka berhasil mengetahui informasi kapan waktu yang tepat .
Malam ini , adalah malam yang mengerikan.
"Maaf Wukong , apakah lawan kita adalah pemilik kekuatan anti spiritual?" tanya Thao Lin di sela-sela meditasinya .
Wukong menoleh "Rupanya kau sudah banyak menerawang . Firasatku, dia memang mempunyai inkarnasi dari rasi bintang ."
Wukong meratapi langit, mengapa takdir terlalu apes untuk abad ini . Zeus memang telah melahirkan kehidupan di rasi bintang . Jika di sejarah lain, ada yang namanya tujuh rasi bintang biduk. Namun Zeus juga melahirkan legenda tentang rasi bintang zodiak.
Kekuatan dua jenis rasi bintang ini memang agak berbeda , rasi bintang biduk adalah inti kekuatan berasal dari alam dan arah mata angin . Sedangkan zodiak, ia bersifat netral dan lebih ke sifat atom . Yang bisa di perjelas bahwa mereka sama sekali tidak bisa di kalahkan dengan kekuatan spiritual atau pun magis . Mereka juga imun terhadap kutukan atau bahkan jampi-jampi sihir . Di balik kelebihan mereka yang anti kekuatan spiritual, mereka juga memiliki kekuatan di masing-masing rasi zodiak mereka.
Wukong menajamkan Indra pendengaran nya sampai radius dua ratus kilometer . Ia mendengar sebuah badai yang saling bertabrakan .
"Thao Lin . Hentikan meditasimu dan bersiap! Aku akan melakukan penerbangan kilat." perintah Wukong yang di turuti langsung oleh Thao Lin .
"Kau siap Thao Lin?" tanya Wukong.
"Siap kapan pun anda perintahkan!" Thao Lin mengkonfirmasi.
"Baiklah.." dalam sekejap, mereka sampai di langit Indonesia.
###
Langit sedang gelap dan tidak baik baik saja , malam ini adalah sesuatu yang menggemparkan . Dimana badai yang bukan murni dari alamnya sedang berkecamuk di dataran bukit pondok Demigod.
Wukong yang melihat kedua insan itu hendak saling bertubrukan serangan , dalam secepat kilat ia menancapkan golden stuffnya di tengah-tengah antara kedua insan tersebut. Tongkat sakti wukong itu berhasil membelah langit dan bumi menjadi dua bagian . Retakan di dataran menjadi panjang , sedangkan langit membelah diri hingga bintang dan tata surya galaxi terlihat jelas . Thao Lin menendang dada Aden dan meninju perut si topeng Anonymous, membuat mereka terpisah jauh dan masing masing terhempas ke tanah .
Akibat hantaman tenaga dalam Thao Lin yang memiliki energi yin dan yang itu , membuat perut Anonymous memar . Sedangkan dada Aden yang terkena dampak dari tendangan tenaga dalam itu, hampir saja kehilangan detak jantungnya .
Wukong berdiri di atas puncak tongkat golden stuffnya yang masih tertancap kokoh di tanah .
"Jadi kau yang menyusup?" Wukong bertanya sembari melemparkan seutas cambuk halilintar yang berwarna emas terang . Cambuk itu berhasil mengikat lengan si topeng Anonymous.
"Cambuk halilintar, rupanya kau cukup cerdas dalam memilih serangan efektif ke musuh yang mempunyai kekuatan zodiak ." sang Topeng Anonymous terpaksa berdiri dalam arahan cambuk dari Wukong .
"Thao Lin , periksa dia . Kalau bisa , tekan titik akupuntur nya agar dia tak sadarkan diri ." perintah Wukong .
__ADS_1
Segera setelah Thao Lin memberikan hormat membungkuk ke Wukong , Thao Lin berjalan maju ke arah Anonymous. Namun sebelum benar benar menyentuh Anonymous, menyambarlah kilatan petir yang disertai hujan api . Thao Lin dengan cepat melompat kebelakang dan bersalto . Wukong menolak serangan halilintar dengan telapak tangannya, menggenggam halilintar itu , lalu kemudian melemparkan balik ke arah orang yang mengirim halilintar itu .
Beberapa saat setelahnya, terdengar suara tepuk tangan dari balik uap panas dari hujan api dan halilintar .
"Bravo-bravo , rupanya sang kera sakti tidak sama sekali menurun kesaktiannya selama sekian abad lamanya tidak bertarung."
Pria itu menggunakan jubah gelap dengan banyak perhiasan emas di leher dan lengannya , membuat ia nampak bercahaya dalam kilauan emas . Pria itu memakai topeng pesta yang hanya menutupi bagian matanya saja , rambutnya panjang berwarna perak lurus menjuntai hingga pinggang. Tubuhnya tegap tinggi dan lengkap memakai tuksedo dalam balutan jubah gelapnya . Tuksedo putihnya membuat ia semakin bercahaya di tengah gelapnya malam .
"Aku suka nuansa peperangan yang elegant, apalagi di hadiri sang kera sakti yang legendaris." pria itu memberi sapaan yang hormat dengan menaruh telapak tangannya di dada dan membungkuk seperti gaya bangsawan.
"WUKONG ! BAWA MURIDMU DAN ADEN KEBELAKANGMU! ORANG ITU BERBAHAYA!" Wukong mendengar teriakan Untung Suropati dari kejauhan. Spontan secara reflek naluri kera nya , ia menghantam dada Thao Lin dengan tongkat sakti golden stuffnya dan mengurung mereka berdua di dalam lingkaran magisnya.
"Wah wah wah , terlalu waspada sekali anda-anda sekalian . Saya tidak akan menyakiti kalian untuk saat ini , saya hanya membawa kembali kawan saya yang sepertinya kelelahan akibat misi yang saya berikan tadi sore." Pria itu berjalan dengan elegan menuju Topeng Anonymous. Gaya jalannya persis seperti seorang putra mahkota dari sebuah kerajaan besar .
"Kau mendapatkan nya kan?" tanya pria itu .
"Tentu " Anonymous memberikan prasasti Majapahit ke pria itu .
Prasasti itu berupa sajian mantra yang telah lama di sembunyikan dalam sejarah . Sebenarnya, isi di dalam prasasti itu berbahasa Sansekerta dan memiliki semacam info akurat tentang lima sumber kekuatan Indonesia. Namun mantra itu terbagi menjadi empat bagian prasasti . Pondok Demigod menjaga salah satunya .
"Baiklah , mari kita pulang ." pria itu membuka gerbang portal dimensi , Anonymous berjalan mendahului yang diikuti oleh pria tersebut .
"Oh iya , aku lupa memberikan sebuah peringatan ." sebelum benar-benar pergi , pria itu menoleh ke arah Wukong dan yang lainnya .
"Ini adalah awal dari sebuah rencana besar !" pria itu kembali memasuki portal dan menutuplah portal itu seiring menghilangnya si pria bertopeng pesta tadi .
###
Seusai pertempuran yang melelahkan , aku di antar ke bangunan guild . Di sana aku harus melaporkan siapa orang tua ku dan baru aku di rawat . Aku di larikan ke guild karna kabarnya bangunan penanggulangan pertama sudah di hancurkan musuh .
Sofia masih dalam wujud yang padat dan aku pun belum melepaskan pergabungan kami . Awalnya aku berkata bahwa aku akan jalan sendiri saja , namun keinginan ku itu di tolak mentah-mentah oleh Sofia .
Setelah di tanya tanya , (tentu yang menjawab adalah Sofia) dan melakukan data sidik jari , aku di bawa ke lantai atas . Bahkan bangunan kayu ini pun mempunyai lift. Jangan heran , aku pun juga sama herannya.
"Ya sudah , kamu tunggu sampai dia siuman ya .. anu, siapa tadi namamu?" Arthur menanyakan nama Sofia .
"Sofia " jawabnya.
"Ya Sofia , tunggu dulu ya. Mungkin satu-satunya yang dekat dengan dia baru kamu." tebak Arthur .
"Enggak, ada si David . Dia lumayan dekat juga " yang langsung di bantah oleh Sofia .
Arthur manggut-manggut.
"Ya sudah , kalau begitu aku tinggal pergi dulu ya ." Arthur pergi meninggalkan Sofia yang masih duduk di tepi kasur ku.
Aku keluar dari raga padat Sofia dan masuk kedalam tubuhku . Seketika itu , aku merasakan sejuta rasa sakit yang amat sangat perih. Benar-benar membuatku kaget setengah mati , tulang-tulang ku berasa remuk , kepalaku pening , dan urat-urat syarafku tidak benar-benar berfungsi.
__ADS_1
"Rio, tenang ... ada aku. Kamu tidur aja , biar aku berjaga. Sudah ya , hari ini kamu terlalu banyak melalui hal-hal berat . Yuk, tidur .." Sofia membelai jidadku dan rambutku. Belaian Sofia membuat tubuhku rileks dan merasa berkali-kali lipat lebih nyaman dari sebelumnya . Ia juga bersenandung untuk menidurkan ku. Dan akhirnya, aku pun tertidur.
Tak ada waktu istirahat, ketika aku tidur di dunia nyata aku kembali ke dunia mimpi .
Aku berada di sebuah tempat yang agak gelap dan lembab . Sepertinya ini salah satu cabang dari sebuah pusat yang menyebar di bawah tanah . Ada banyak pipa-pipa besi saluran yang entah untuk menyalurkan apa . Tempat ini agak lembab dengan banyak sumber sumber embun di sana, mulai dari pipanya , dinding besinya , atau bahkan dari langit langitnya .
Aku berjalan menyusuri jalan kecil di sini . Tepat di samping kiriku , ada sebuah saluran air yang amat besar bahkan hampir sebesar anak sungai . Awalnya ku pikir ini adalah aliran parit , namun dugaan itu terbantahkan oleh apa yang aku lihat di depan sana .
Tepat setelah aku berbelok , ada sebuah jembatan kecil yang menghubungkan ke terowongan berikutnya , di sana terdengar gema suara kumpulan monster . Ada pula suara gesekan sisik reptil dan suara lidah reptil yang melata. Aku mengira mengira , apakah di sana adalah tempat penangkaran buaya ?.
"Kita sudah menemukan potongan kedua dari kepingan prasasti sastra Majapahit . Ini suatu pencapaian yang luar biasa , tak sia-sia aku berkerja sama denganmu eksekutif satu." aku mendengar suara pria yang melantunkan kalimat tersebut. Suara itu elegant dan sangat karismatik.
Karna ini mimpi, jadi kucoba untuk mendekat . Dibalik gelapnya trowongan tersebut, ternyata di tengah trowongan agak jauh kedalam itu lebih terang dibandingkan di mulut trowongan yang penuh dengan satwa reptile. Seusai aku masuk dari mulut trowongan yang melewati monster reptile, aku di kejutkan dengan sebuah podium besar yang di lapisi karpet merah dan di atasnya terbentang lah meja panjang berlapiskan kain hitam . Yang mengelilingi meja itu ada sekitar enam orang .
Yang pertama ada di tengah dan di ujung bagian kepala meja , ia adalah seorang pria yang elegant . Lengkap dengan setelan tuksedo berwarna putih dan memakai topeng pesta yang hanya menutupi bagian mata saja . Di bagian sebelah kiri meja , tepatnya pada kursi pertama , duduklah seorang pria yang memliki tubuh lebih kecil dengan rambut acak-acakan dan berwarna putih susu . Telinganya agak sedikit lancip dan ada sebuah ekor yang bergelayut di pantatnya . Awalnya aku pikir ia adalah monster , tetapi di lihat dari bibir dan dagunya yang tidak tertutupi topeng pesta , ia seperti manusia pada umumnya. Hanya saja dia memiliki ekor .
Lanjut ke seorang wanita yang ada di seberang pria kecil itu . Awalnya aku pikir , orang yang pernah menculikku itu adalah seorang pria , namun di saat ini ia melepas jubahnya dan aku melihat bagian tubuhnya. Ada tonjolan payudara di dadanya , yang sudah pasti bahwa itu menandakan bahwa ia adalah seorang wanita . Rambutnya terurai panjang seperti biasanya , wajahnya seperti biasa di tutupi oleh topeng Anonymous. Pakaiannya pun seperti dimana ketika ia menculikku waktu itu. Pakaian rock hitam tanpa lengan berbahan kulit, lengkap dengan sarung tangan berpaku di tinjunya .
Di samping wanita itu , duduklah pria yang memakai topeng badut yang kemarin menyerang para Dewata. Kali ini masih ada kesan babak belur di bagian lehernya .Di seberang nya , terdapat seorang pria yang memiliki tubuh besar dan tegap berisi . Kali ini , ia agak normal dan biasa-biasa saja . Pakaiannya pun tidak terlalu mencolok , hanya memakai kemeja yang di lapisi dengan rompi kulit berwarna coklat lengkap dengan dasi kupu kupunya.
Yang trakhir , adalah seorang wanita yang berada di ujung meja . Posisinya bersebarangan dengan bagian kepala meja . Wanita ini hanya memakai kaca mata bulat dan terlihat jelas wajahnya yang elegan dan berperawakan seperti seorang permaisuri. Kuku-kukunya panjang dan bersih , kulitnya halus dan kencang. Rambutnya panjang hingga pinggul , namun tidak seperti Anonymous yang dibiarkan terurai. Rambutnya di ikat kuncir kuda dan bagian ujung rambut di semir dengan warna merah muda . Tubuhnya lebih tinggi dibanding Anonymous, namun kesan seksi dan badas lebih mencerminkan dalam bentuk tubuh yang di miliki Anonymous.
"Hei, tidak bisa kah kita berganti markas? aku muak tinggal di bawah sini tanpa adanya sinar matahari masuk ." pria kecil menggerutu sambil memotong potongan steak daging .
"Mohon bersabar , sebentar lagi kita akan mendapatkan saham seorang pengusaha terkaya ke enam di negri tetangga. Kita akan memakai kapal pesiarnya sebagai markas berjalan kita. " sahut sang wanita yang elegant .
"Akan tetapi, kita harus segera mengadakan perang saudara antar Dewata agar mereka sibuk dan tidak menghiraukan pergerakan kita. Di negri ini , uang segalanya . Kita butuh pasukan dunia fana dan kekuatan militer untuk bisa beroperasi secara efisien ." kali ini , si pria tubuh perkasa bersuara di sela-sela makannya .
"Aku sudah mengambil tindakan , jika memang sudah berhasil . Ada waktunya kita menyalakan pemantiknya . Sedikit lagi , mereka akan berperang ." Anonymous menyahut seraya memasukkan potongan steak daging kedalam mulutnya .
"Kalau eksekutif satu yang berucap, aku selalu optimis . Strategi gandanya selalu jitu ." pria elegant memuji Anonymous lagi.
"Tapi, untuk misi kali ini . Saya mohon maaf atas tindakan saya." si topeng badut merasa bersalah .
"Tidak apa-apa Clown , tugasmu sebagai pengalihan selalu bagus. Peran badut di atas panggung mu selalu saja bisa mengecohkan lawan . Aku suka trik-trik mu dalam menjalani misi." setelah melontarkan kata-kata itu , sang wanita elegan menyeruput minumannya .
Di sela-sela damainya suara dentingan pisau dan garpu, si Anonymous tersedak dan kemudian terbatuk sesaat.
"Mohon maaf, aku ingin ke toilet." setelah minum seteguk , ia segera meninggalkan jamuan di meja makan .
Aku yang penasaran dengan wajahnya pun mengikuti dirinya yang berjalan kedalam kegelapan .
Lorong ini agak kecil , mungkin memang di khususkan untuk para manusia atau sebangsanya . Tepat setelah di belokan ujung lorong , aku mendapati sebuah toilet yang didalamnya ada dua tempat , pria dan wanita . Walupun ini mimpi, aku tetap memiliki aturan untuk tidak mengikuti wanita ke dalam toilet . Jadi aku menunggu ia keluar dari dalam sana. Ada beberapa lukisan mengerikan di dinding , yang membuatku terkejut adalah lukisan yang seorang pria berdiri berhadapan dengan wajah seekor monster yang amat besar . Akan tetapi , penampilan ini tidak asing , dan aku melihat sebuah tulisan Sansekerta di pojok lukisan . Mata Demigod ku bisa menerjemahkan, artinya : "Ramalan lukisan ini telah di lihat oleh sang pemilik ramalan"
Aku terkejut dengan tulisan itu , sebelumnya aku tidak menerjemahkan seperti itu. Tetapi artinya lain , dan sayangnya aku lupa atas terjemahan tersebut.
Ketika aku masih bingung , Anonymous keluar dari toilet dan pergi menuju wastafel. Kini kami bersampingan walaupun dalam dimensi yang berbeda. Aku penasaran , siapa dan seperti apa wajahnya di balik topeng Anonymous nya . Sebelum ia melepas topeng , ia melihat ke lukisan yang kulihat . Karna sepertinya ia kaget pada lukisan itu , ia melepas topengnya dengan cepat dan melihat lekat-lekat ke lukisan yang aku lihat tadi . Agak lama ia menyipitkan matanya ke tulisan kecil di bawah , namun setelah ia mengetahui tulisannya , matanya melotot dan menoleh ke arahku.
__ADS_1
Aku tercekat bahwa yang kulihat wajahnya adalah...
***