
Aku merebahkan diriku dengan cara melompat ke atas kasurku yang empuk . Kasur ini berukuran king size dengan spring bed double. Aku menengok ke samping ku dan mendapati bahwa nakas tepat berada di bawah jendela . Sepertinya ibuku agak keliru , karena yang di bawah jendela kamar ku adalah meja setrika bukan nakas.
Aku berkeliling kamar untuk memperbaiki tata letaknya . Aku bingung , mengapa hanya aku yang mempunyai rumah pribadi ? sedangkan yang lain berasrama ?.
"Karna Kadita ingin mempunyai anak hanya satu. Gak seperti Dewa Dewi lain yang asal main bikin anak ." Sofia menjelaskan jawaban dari pertanyaanku.
Aku manggut-manggut.
Aku berjalan lagi menelusuri ruangan yang di dapur , dapurnya lumayan nyaman dengan di lengkapi microwave lengkap dengan kompor listrik di sampingnya . Kulkasnya pun tiga pintu dan memiliki dispenser di atasnya . Di pojok ruangan ada lemari persediaan bahan rempah rempah lengkap dengan rak piringnya . Ibuku sepertinya tau kalau aku suka memasak. Sungguh lengkap bahan masakannya, bahkan ada beberapa barang barang yang tidak sering ku pakai. Seperti paprika, brokoli, lemon , dan jamur kuping . Di samping rak piring , pas sekali terdapat tempat untuk mencuci piring dan wastafel.
Aku berjalan lagi menelusuri kamar mandi ku. Aku melihat ada dua bilik toilet . Yang satu untuk pria dan yang satu untuk wanita . Aku juga tidak tau kenapa jadi seperti itu. Di samping dua bilik toilet itu , ada kamar mandi yang lebar untuk berendam air panas dan menggunakan shower. Benar benar luas kamar mandi itu , bahkan bagiku agak terlalu berlebihan untuk ukurannya yang terlalu luas. Untuk lampunya agak remang remang putih .
Seketika aku teringat pakaian dan barang ku yang ku tinggal di asrama Dewa Ebisu. Aku bergegas pergi ke asrama tersebut.
###
"Kau sudah merapikan rumah mu,?" tanya Zacky sambil menguap ketika memberikan tasku .
"Iya , sebenarnya nggak merapikan sih.. hanya kebetulan aku membetulkan tata letak yang salah . Gak ada yang kotor atau berdebu juga ."aku mengambil tasku.
"Oh iya , kalau gak salah di tasmu ada tanduk Minotaurus? kenapa ga kamu olah jadi pusakamu? keris atau sesuatu yang kuat ?" Zacky menganjurkan .
Aku jadi teringat tanduk Minotaurus yang membuat tas ini semakin berat. Aku ingin mengolahnya menjadi sebilah pedang , hanya saja aku sudah mempunyai senjata yang diberikan ibu .
"Mungkin lain kali .." aku pergi meninggalkan Zacky yang masih menguap ngantuk . Untuk saat ini aku belum sama sekali bertemu dengan David lagi. Jujur aku ingin ngopi atau sekedar menghabiskan waktu. Tapi aku tidak tau kalau dia ada dimana , sedang apa , dan melakukan apa .
Aku berfikiran untuk singgah sebentar ke sekolah campus Athena, barang kali aku menemukan Rista di sana. Tak jauh dari asrama Dewa Ebisu, ketika kita melewati jalan setapak , belok kiri dan kalian akan menemukan campus itu.
__ADS_1
Campus itu di desain sebagai gedung kembar , dengan sebuah jembatan mirip trowongan yang menyambungkannya . Di bawahnya terdapat tempat parkir , ya walaupun yang markir cuman sepeda dan motor . Masing masing gedung memiliki delapan lantai , gedung ini juga sangat bagus di karenakan dinding dalamnya di lapisi marmer dan tidak seperti bangunan lainnya yang terbuat dari kayu, bangunan ini di cor dan bisa ku lihat fondasinya yang sangat kokoh.
Aku berfikir bahwa campus itu pasti adalah gudang sejarah dan ilmu pertarungan dari segala penjuru dunia . Belum lagi , bahwa untuk kedepannya di pastikan akan ada peperangan internal antar Dewata .
Aku benar benar harus mengejar pelajaran . Aku harus tau di mana seluk beluk Dewata dan seluk beluk kekuatan mereka . Tidak boleh ada yang terlewatkan.
Aku seret langkahku ke arah gedung tersebut, dari dekat memang terlihat tinggi . Kedelapan lantai itu masing masing memliki tinggi yang umum, yaitu kisaran empat sampai enam meter. Ku lihat di kedua sisi ada pintu utama yang di atasnya bertuliskan , Pintu masuk utama gedung A , Pintu masuk utama gedung B. Aku kembali mengarahkan langkahku ke arah gedung A. Ketika aku membuka pintunya , suasananya tidak ramai , hening . Itu yang bisa ku simpulkan. Keheningan itu sangat biasa . Bahkan , jarum jam saja berdetak begitu nyaring . Hembusan angin pun juga kudengar saking sunyi nya . Apa ada kemungkinan ruangan kelasnya itu kedap suara ?.
Ketika aku berjalan menyusuri lorong , tiba tiba aku di kagetkan dengan kemunculan seorang wanita yang berpenampilan anggun dan elegan. Wanita itu berjalan dengan sangat karismatik dan berlenggak lenggok seolah olah dialah yang mengatur atas segala peraturan di sekolah ini . Dan itu adalah Coco.
"Hei Coco !" panggilku ke arahnya , dan dia spontan menoleh ke arahku dan mengekspresikan wajah yang kelewat kaget .
Aku segera menghampirinya dan berhenti di depannya. "Kamu jadi apa di sini? OSIS?" tanyaku .
Dia menoleh kanan dan kiri dengan was was . "Dengar , aku di sini sebagai guru. Banyak perbedaan kita ketika di campus, jadi jangan salah ambil tindakan ! atau kau akan kena pelanggaran dari kepala sekolah " ujarnya .
Sebelum Coco menyebutkan namanya, tiba tiba ada suara seorang pria paruh baya yang memanggil Coco.
"Coco ... dimana kamu? aku butuh seorang guru yang mengisi jam pelajaran sejarah di kelas dua C. Bisakah kamu kemari nanti?, jika kamu berada di lantai bawah jawablah!" suara agak serak itu menggelegar dari lantai tiga hingga kebawah .
"Dengar ! seharusnya jadwalmu itu hari ini . Tapi , aku malas menyuruh kamu masuk ! kalau bisa gak usah masuk sekolah kamu!" setelah melontarkan kalimat di atas , ia menunjuk wajahku dan segera pergi ke atas .
Aku heran kenapa dia begitu , apakah karna ia sudah ku kalahkan yang padahl notabene nya dia adalah sang Putri belati? . Yang membuatku heran , siapa yang menjadi kepala sekolahnya ?
Aku memutuskan untuk kembali ke rumah dan merapikan semua barang barang ku . Ada banyak baju bajuku yang harus ku lipat dan ku tata rapi di lemari . Aku melangkahkan kakiku menuju pintu utama , ketika aku mendorong pintu , suara serak tadi memanggilku dari lantai tiga .
"Hei , putra Kadita ! Bukannya ini sudah jam sekolah ? mengapa kau masih tidak memakai seragam ?"
__ADS_1
Aku terhenyak dan terdiam kaku , ada semacam area gravitasi yang menekan tubuhku ke bumi . Aku bersumpah bahwa aku tidak bisa bergerak kemana mana .
"Maaf, saya baru pulih dari cedera tadi pagi . Dan saya ingin merapikan rumah saya ." jawabku tanpa menoleh .
"Ya sudah kalau begitu , besok kau harus datang sesuai jadwal dan memiliki ekstrakurikuler mu . Dan itu wajib , serta pilih jurusan yang ingin kau tinjau dari dalam . Oh iya , walikelasmu adalah Coco ."
Aku meneguk liur setelah mendengar nama Coco. Kira kira bagaimana kah reaksinya nanti ?
"Apa saya boleh pergi pak?" tanyaku tetap dalam keadaan tanpa menoleh .
"Ya ! " jawabnya singkat .
Aku bergegas melangkahkan kakiku keluar gedung ini .
###
Jujur saja , aku sebenarnya sangat malas sekolah baru . Mengatur suasana hati , cara bergaul , berbaur dengan cepat , menanggapi pelajaran baru , dan ekstrakurikuler baru . Aku sudah sempat baca dari formulirnya , di dalam campus itu ada namanya ekstrakurikuler yang membuatku tertarik.
Di dalam campus , ada sekitar enam ekstrakurikuler. Yang pertama adalah rapalan sihir memakai kitab sihir (Grimoire) , yang kedua adalah penakluk monster . Ini biasanya di lakukan oleh anak anak jurusan petarung jarak dekat. Lalu yang ketiga Legendary item , ini adalah ekstrakurikuler yang membuat kalian bisa mengendalikan senjata terdahulu . Dan menurut data di sini , hanya ini satu satunya ekstrakurikuler yang sangat sulit dan jarang ada yang mau masuk ke situ. Yang ke empat , adalah Penembak jitu. Ekstrakurikuler ini tidak hanya tentang panahan . Ada banyak jalur menjadi penembak jitu. Yang kelima adalah bela diri jarak dekat . Ini semacam karate , kungfu, atau silat . Dan yang trakhir , adalah Mechanical Gear, ekstrakurikuler ini membuat murid agar bisa menbuat suatu mahakarya dadakan di saat kejadian genting .
Untuk jurusan , ada empat jurusan umum yang wajib di pilih dan ada dua jurusan yang tidak wajib di pilih . Empat jurusan ini harus di pilih , dan jika mau menambah dua jurusan lainnya juga boleh .
Jurusan yang pertama adalah jurusan petarung jarak dekat. Ini biasanya pengguna pedang atau katana . Untuk yang kedua jarak jauh , biasanya di isi oleh penembak jitu . Ketiga , jurusan radar. Hal ini mempengaruhi kinerja team di saat misi dan sangat berpengaruh dalam misi. Dan yang trakhir , adalah support. Tipe ini bukan petarung , mereka lebih berdominan untuk membantu dan jika perlu mereka lah yang mempunyai peluang agar team mereka selamat. Untuk dua jurusan tambahan yang tidak wajib di ikuti adalah sihir dan rune . Dua hal ini mirip namun agak berbeda . Biasanya rune di ukir dan memliki arti di masing masing ukiran rune. Jika sihir, itu lebih berdominan ke mantra yang harus di lafalkan.
Sungguh lelah hari ini , aku melipati baju dan menata ulang rumah . Karna pekerjaan yang benar benar melelahkan ini , akhirnya aku memutuskan untuk pergi tidur dan beristirahat dulu . Yap , hari ini aku hanya ingin beristirahat total , sebelum besok adalah hari melelahkan karena aku akan menjadi murid baru di keesokan harinya .
***
__ADS_1