Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Perpisahan Mendadak.


__ADS_3

Ceritanya masih flashback.


Siang itu agak terik, aku gak bakalan mengeluh karna sudah pasti siang ini adalah siang terakhir kami. Aku yang sangat mencintai pacarku sungguh tak ingin berpisah.


"Gak usah terlalu mendalami bucinnya . Yang baca terkadang jomblo.." tegur sofia .


"Kenapa sih? ini novel ku . Aku mc nya .!" tanpa sadar aku memakai suara mulut.


"Kenapa say? kenapa novel mu?" Clara datang ke ruang tamu untuk membawakan ku nasi goreng buatannya yang dulu pernah ku ajarkan .


"Wah.. cepet juga , udah kamu kuasai ya?" aku melahap sesendok .


"Bismillah woii" tegur sofia yang membuatku tersedak .


"Eeeh... kenapa say? gak enak ya ? kelebihan garem? atau peksin?" dia panik dan langsung menghampiriku .


Ku tangkap wajahnya dan aku berkata pelan.


"Gak sayang . Buatanmu the best. Kamu kan cantiknya aku.."


"Huuueeeeeekk..." Sofia muntah dengan kasar.


"Is.. ayang nah ... , coba gak usah bikin panik." ia berdiri dengan berjingkrak manja .


"Hehehe... enak kok yank. Cuman tadi aku memikirkan sesuatu." kataku.


"Sesuatu apa? " tanyanya.


"Bagaimana kalau ini hari trakhir kita jalan?" ucapku.


"Hah? gak bisa dong. Kan besok besok bisa .." bujuknya dengan sifat manjanya .


"Gak bisa. Aku harus pindah sekolah dan sekolah di sana. Sekolah ini berasrama sayang ."


"Satu asrama sama cewk?"


Aku tertawa terbahak bahak ketika ia menanyakan itu.


"Gak lah syang . Gak usah takut, aku gak bakalan ke lain hati. Kamu juga ya..." aku menyentil hidung nya .


"Iya lah . Yang deluan suka kamu siapa sih?" tanyanya .


"Hah? gimana gimana ?" aku bingung .


"Oops salah. Maksudnya , di antara kita yang mencintai itu siapa sih.? aku!" dia ngegas sambil cemberut.


"Utututu... sayangnya aku eh jadinya hahahaha..." ku tangkap lagi wajahnya trus ku cium hidung dan keningnya .


"Bau nasi goreng tau yank." ledeknya , dia melet sejenak. Lalu meninggalkanku pergi .


"Namanya juga lagi mamam naci oyeng" jawabku.


"Au ah... ayank geemeeesinn" teriaknya dari koridor rumahnya .


Aku ingin sekali bersamanya setiap hari. Aku berfikir, hanya dia satu satunya di dunia ini hal berharga bagiku. Penyemangat ku , dan aku ingin dia tetap ada di sisiku. Dan sebaliknya, aku harus ada di sisinya. Hanya saja , keadaan ini membuatku tidak bisa seperti itu. Mengapa aku terlahir dengan darah setengah Dewa? takdir macam apa ini ? aku ingin menutup telinga dengan headset dan mendengarkan lagu-laguku tanpa harus mendengarkan ancaman perangnya Dewa Dewi . Tapi, aku yang berdarah campuran bisa apa ?


"Ayank. Habis ini mandi di rumahku aja ya ... habis itu langsung berangkat" ucap nya .


"Hah? bajuku gimana?" tanyaku.


"Tenang, aku udah rencanain kok. Di lemariku ada bajuku untuk kmu . Tapi udah pernah ku pake sih.. hehehe..". mendengar itu aku langsung berdiri .


"Mana bajunya ?" kataku.


"Sebentar napa , oh iya bajunya ayank juga ketinggalan waktu itu. Jadi mau pake yang mana?" tanya nya .


"Bajuku yg mana ?"


"Baju distro hitam."


"Gimana klo kita tukeran?" usul ku.


"Tukeran?" tanya nya .


"Iya , aku pake bajumu, kamu pake bajuku. Gimana ?"jelasku.


"Iya iya .. mau mau" ia langsung melompat ke arahku dan aku spontan menangkapnya dalam pelukanku.


"Ayang so sweet" ia membenamkan wajahnya ke leherku.


"Iya iya , tapi nanti kalau libur aku pasti ke sini kok janji.." ucapku.


"Janji ya .." bisiknya .


"Iya janji" jawabku.


"Ya udah mandi sono.. jam empat kita jalan ya.." aku mengangguk .


Aku masih hapal tata letak rumahnya.


Rumah Clara terdiri dari dua lantai. Di dalamnya terdapat barang barang antik yg mahal. Sangat mahal, seperti halnya lukisan Persia, guci dari Spanyol, dan bahkan ada meja meja yang terbuat dari kayu ek dan dihiasi permata yang dibuat dari Swis. Di lantai bawah, ada ruang tamu yang tadi aku pakai. Lalu dapur , ruang keluarga, kamar mandi , dan tempat gym. Di lantai atas ada kamarnya , kamar orang tuanya , dan gudang. Gudang di rumah ini tidak seperti gudang di sekolah atau dimanapun , yang isinya adalah barang yg tak terpakai dan berdebu. Gudang di rumah ini berisikan barang-barang yang akan dipakai. Ada barangnya , namun di tunda pemakaiannya. Seperti shock motor baru , knalpot mobil baru dll. Di depan pintu kamar Clara juga ada sebuah pohon cemara yang tidak berhiaskan aksesoris natal. (Karna dia bukan kristiani) di pot nya terdapat tulisan. The Big Familly Augustin .(Keluarga besar Augustin .)


Mungkin ayahnya merupakan direktur dari perusahaan besar .

__ADS_1


Aku mohon kepada pembaca budiman , jangan kalian hakimi aku yang norak dan mencintai Clara karna hartanya. Tidak ! aku memang benar benar mencintainya . Aku berani meratakan bumi ini jika ada yang menyakitinya . (Cie ileh... keren amat kan aku bre..)


Aku pergi ke paling ujung koridor , yang mana disitu adalah letak kamar mandi. Ketika aku masuk , aku menemukan ****** ***** Clara yang masih tertinggal di gantungan belakangan pintu . Aku tidak berpikir macam macam , karna aku tidak cabul, ya! aku tidak cabul .


Ku putar tuas shower dan aku mulai membasahi seluruh badanku. Aku baru sadar , masih ada bekas luka di tubuhku yang sudah lama sekali ada di sana . Ku pikir sudah hilang seiring berjalannya waktu.


Ada banyak sabun dan jenis syampo yang tak ku kenal. Hanya odol Pepsodent yangku tau disini. Sikat giginya pun elektrik. Mandi saja serba praktis, aku heran. Apa jangan jangan di rumah ada pembantunya juga ?


Untuk pria , tak usah berlama lama mandi . Cukup menggosok gosok bagian penting , dan bilas. Ku keringkan tubuhku dengan handuk lalu aku melilitnya ke pinggang ku.


Ketika aku keluar , aku kaget melihat pembantu rumah tangga yg tak jauh beda usianya dariku. Tubuhnya bagus , serba bulat dan perutnya langsing . Ia hanya memakai daster dengan celemek menggantung di lehernya .


"Anu, mau saya keringkan tubuhnya ?"


Hah? apa maksudnya ?


"Maksudnya mbak?" tanyaku.


"E.. anu mas. Setiap orang yang keluar dari kamar mandi , harus saya keringkan tubuhnya. Baik itu tuan rumah, keluarga atau pun tamu nginap" katanya malu malu .


"Biar ku tebak, kamu pegawai baru kan ?" setelah mendengar pernyataanku, ia kaget. Dan mengangguk.


"Dari mana mas tau?" tanya nya .


"Ada deh.. itu namanya ilmu deduksi". Aku berjalan melewati nya dengan santai.


"Anu, mas.. tubuhnyaaa ..."


"Biar aku sendiri aja, aku bisa kok." lebih baik aku melakukannya sendiri. Kalaupun ada seseorang yang ingin aku tunjukkan tubuhku.. harusnya itu pacarku. Hehehe..


Aku berjalan santai menuju kamar Clara . Ku ketuk pintu kamarnya yg tak lama kemudian dibuka olehnya .


"Ya udah gantian . Aku lagi mandi ok." ia mengedipkan mata ke arahku dan pergi berlari kecil menuju kamar mandi .


"Dasar imut.." ucapku tak sadar .


Aku mencari-cari bajuku di lemarinya tapi tak kunjung ketemu. Aku heran , dimana dia menaruh pakaianku.


Aku cari di bawah kasur, laci , nakas , bahkan ku cari di jendela pun tak ada .


"Cari apa sih sayang .." aku terkejut ketika Clara menegurku..


"Eh sudah selesai ? cepet banget .."


"Aku udah mandi. Jadi cuman sekedar bersihin lagi.." cewek emng beda, keringat dikit mandi.


"Pakaianmu ku taruh di tempat kutang , bh dan tank top ku." ujarnya santai sambil mengeringkan rambut.


"Hah? " aku meneguk liur.


"Ok aku ganti baju dulu ya sayang ..." aku pergi ke ruang sebelah. Yaitu ruangan khusus ganti baju tepat di samping lemari pakaiannya Clara .


"Ganti depanku juga gkpp hahaha.."


"Nanti kapan kapan.." sebenarnya aku mau, tapi klo aku lakukan, pasti akan terjadi yang gak gak. Dan nanti pasti di bab ini gak lulus sensor review ..


Asal kalian tau, pada episode guru baru, aku benar benar butuh menghapus kejadian yang harusnya terjadi. Tapi karna peraturan dari komunitas , mau tak mau ku hapus.


Ya sudah lah .


Tepat ketika aku membuka pintu , Clara memelukku dan menggenggam lenganku.


"Aku mau..." bisiknya .


Aku meneguk liur..


"Mau? yakin?" tanyaku..


Ia mengangguk.


"Emang kamu sudah pernah ?" tanyaku selidik.


"Belum.. aku beneran pertama, dan kamu bakalan yang pertama memecahkannya. Janji!" kembali ku teguk liur banyak banyak.


"Ok.." aku pun berbalik dan menciumnya ...


***


POV AUTHOR.


Untuk sementara waktu, biarlah mereka bersenang senang. Aku sengaja mengambil alih cerita agar lulus sensor review nanti.


Rista, ia penasaran dengan apa yg baru saja di alaminya. Dan kata-kata David mengenai tempat dimana ada perlindungan dan pelatihan untuk anak indigo dan para demigod membuatnya penasaran dan ingin bergabung ke sana . Karena penasaran, ia coba kembali ke sekolah pada sore hari itu dan mencari David .


Dengan pakaian seadanya , baju denim , rompi levis. Celana jeans, dan sepatu adidas. Ia berjalan menuju sekolahnya. Kebetulan juga sekolah dan rumahnya tak jauh dari sana. Di perjalanan, ia tak lupa mengikat buntut kuda pada rambutnya. Ia tahu betul kalau sebentar lagi , atau lambat sedikit saja ia tak akan bisa bertemu mereka. Jadi ia dengan segenap tenaga pemain basketnya , ia berlari .


"Semoga sempat." dalam benaknya , ia tahu ini agak sembrono.


Bagaimana kalau itu informasi palsu? atau bagaimana kalau mereka itu penculik? ia mengabaikan semua itu. Yang pasti, ia ingin tau apa mereka dan siapa jati dirinya. Mengapa ia terlahir dengan hidup hanya bersama nenek dan bibinya ? kemana kedua orang tuanya ? dan bahkan. Mengapa bibinya meninggal dunia dengan mayat yang tak di temukan? dan neneknya yang wafat seminggu yg lalu juga menuliskan pesan di nakas bahwa harus ada yg melanjutkan urusan yang belum tuntas.


Berista sampai di taman sekolah, ia kemudian kembali bergegas ke kantin, kelas 8, ruang BK dan bahkan kepala sekolah.


Ketika ia sibuk mencari , ia kebetulan melihat satpam.

__ADS_1


"Pak, bapak liat guru baru tidak?"


Satpam itu plonga plongo dan menjawab.


"Siapa?"


Ini bukan kejanggalan yang pertama semenjak ia berkenalan dengan orang bernama Rio .


Ia kembali berlari dan berlari . Hingga ia sempat mendengar pembicaraan David .


"Baik, aku akan menunggunya di kilometer 4 (nama sebuah daerah di Balikpapan) tepat di terminal. Siapa ? Rio? ia ada urusan yang harus diselesaikannya . Ok , sesudah ini akan kubuang hpnya . Di mengerti."


Ketika David mematikan hp nya , ia dengan bergegas memikul tas gunung yang ada di kelas. Kemudian melompat keluar jendela dan berjalan ke arah perumahan yang ada di belakang sekolah mereka.


Berista berfikir jika ia minta ikut begitu saja pasti langsung di tanyai.


Jadi ia memakai otaknya untuk menunggu mereka di terminal. Itu jauh lebih aman dan akurat.


Dengan cepat ia merubah haluannya dan pergi ke gerbang untuk menaiki angkutan umum .


***


POV GW !


Ok , jadi singkat cerita aku dan Clara sudah ada di mall yang kami tuju. Ku genggam erat lengannya , karna aku tadi benar benar merasa bersalah sudah memecahkan perawannya.


"Sudah gak usah dipikirkan ." ia menggenggam tanganku.


"Aku percaya kok kalau kamu setia ." ucapnya dengan senyumannya yang sanggup membuat aku tenang .


"Bukan begitu.. ya .. sudah lah.." aku menghela nafas, by the way.. ini sudah jam empat sore lebih beberapa menit. Karna kami terlalu banyak menghabiskan waktu di atas kasur. Hahaha... maaf maaf.


"Jadi, mau nonton ?" ajaknya .


"Ayo . Mumpung filmnya seru ." aku mengangguk.


Ku genggam erat tangannya seolah olah jika tidak kugenggam ia akan mudah lenyap seperti debu. Kutarik lembut tangannya dan kuajak ke studio bioskop.


Untung saja ketika kami memesan, filmnya akan tayang beberapa menit kemudiannya . Jadi tidak terlalu lama menunggu.


"Bagaimana kalau kita makan dulu?" ajakku.


"Emang waktunya cukup ?" tanya nya ragu.


"Ialah sempat, ayo .." aku pun kembali membawanya berjalan ke KFC . Karna disitulah yang terdekat. Aku suruh Ia duduk didekat jendela sembari menikmati pemandangan dari luar ruangan. Pemandangan nya bagus karna langsung ke pantai dan laut lepas. Aku pergi memesan . Ketika aku memesan, tak sengaja aku menabrak seorang nenek. Dan nenek ini tidak sendirian. ia bertiga . Yang satu memegang alat pemintal benang , yang satu lagi menggulung dan yang paling ujung memegang gunting. Ketika si nenek hendak menggunting benang , tiba tiba Clara memanggilku dan pandangan ku pun teralihkan ke dia ..


"Kenapa?" tanyaku.


"Fokus aja memesan. Jangan liat liat ke yang lain ," katanya .


"Tapi aku tadi menabrak..." ketika aku menunjuk ketiga nenek nenek itu . Mereka hilang.


"Kamu gak ada nabrak apa apa. Udah fokus aja .!" aku melihat ada nada cemas dan wajah agak takut dari Clara. Aku jadi penasaran kenapa,"


Sejak itu, ketika aku ingin membahas apa yang aku alami, ia mengindahkan ceritaku dan malah membicarakan hal-hal yang lain. Seperti ketika kami berada didekat Timezone, ia meminta agar dipeluk terus . Bahkan ketika ia melempar bola basket ke ring , ia meminta di peluk dan bahkan ingin dicium lehernya . Hingga akhirnya kami hampir melewatkan jadwal film yg ingin kami tonton.


Ketika sadar, kami pun berlari kecil menuju studio.


"Ayo sayang .." katanya sangat tidak sabar..


"Iya iya..hehe" aku hanya bisa terkekeh karna melihat wajahnya yg begitu ceria.


Dan kami pun menonton di kursi paling atas yang disediakan untuk pasangan couple seperti kami.


Dalam gelapnya ruangan itu, kami menikmati film yang kami nonton sambil sesekali kami berciuman atau pun hanya sekedar mengelus pipi. Ia juga menyender dengan nyaman di bahuku. Aku tau ini akan jadi yang trakhir dan aku akan benar benar menikmati hari terakhir ku dengan nya .


***


"Sudah saatnya ya , mau ku antar ?" tanya nya .


"Nggak usah , aku naik angkutan umum saja . Temanku David udah nunggu di terminal.. hehehe.." aku menolaknya dengan betul betul halus, karna aku tak ingin menyakiti hatinya. Bahwa aku tidak benar benar sekolah.


"Oh . Ya udah, kupikir kamu sendirian." ia memelukku dengan sangat erat. Sangat erat, erat. Hangat, dan nyaman. Tentu dengan bonus sesuatu dua boba yg mengganjal padat di dadaku.


"Aku bakalan kangen bangt . Janji ya nanti pulang sesekali." ucapnya .


"Iya aku janji" ku balas dengan erat pelukan nya yg hangat itu .


Agak lama kami berpelukan,. ingin rasanya aku tak melepaskan pelukan ini, ingin pula aku membawanya pergi bersama ku. Dan aku juga ingin sekali bersamanya setiap hari. Aku tak ingin kehilangan dia, namun aku harus tetap berdiri tegak. Tak boleh merengek seperti anak kecil minta ***** ke ibunya . Aku harus kuat mental .


"Ok yank. Aku udah mau pergi." tanpa ku sadari, ia meneteskan air mata. Bukan setetes, tapi banyak tetes.


"Aku punyamu selamanya kok say...hiks.. itu pasti, hiks .. kamu punyaku juga kan ?" ucapnya disela sela tangisnya .


"Ya , aku punyamu . Dan kamu punyaku , selamanya." ku cium bibirnya sebelum akhirnya ku cium keningnya .


"Aku berangkat. Bye syang ..."


Kulambaikan tanganku.


"Bye.." Jawabnya dengan seenggukan .


***

__ADS_1


OUTFIT CLARA



__ADS_2