
Tawaran menikah adalah hal yang paling di dambakan bagi setiap remaja, terutama bagi kaum pria . Namun apakah aku menerima tawaran tersebut? nyatanya tidak!.
"Maaf, seperti nya saya tidak bisa menikah dengan anda" tolakku .
"Hmm... apakah itu benar ?" ia berjalan mendekatiku sembari membelai tengkukku dengan jari jemarinya yang lentik .
Untuk seukuran manusia yang jomblo atau pun yang sudah menikah, tak mungkin tak bisa menahan godaan seperti itu. Apalagi kalau si wanitanya yang memulai deluan .
Namun , aku berbeda.
Aku tetap fokus kepada titik permasalahanku dan aku akan tetap setia padanya .
"Tolong jangan menggodaku lebih jauh dari ini, intinya kami ingin mengambil si waiters. Apa ada masalah?" tanyaku kepada si Tante owner .
"Hmmm.. tidak terlalu masalah sih, tapi maaf, aku harus menarikmu dengan kasar." dan si Tante owner mencengkram bahuku dengan kuat dan menekankan tubuhku kebawah.
Aku langsung memantulkan momentum hentakannya dan langsung melompat kebelakang dengan gaya bersalto . Tepat ketika aku mendarat, aku menelaah ke sekeliling dan menyadari bahwa aku telah di seret ke dunia berbeda .
Di dimensi ini, aku melihat banyak sekali hal hal asing yang sama sekali tidak bisa di pikir dengan akal . Memang sih, selama aku memasuki kehidupan para Demigod aku selalu menemukan hal hal yang di luar akal manusia , hanya saja yang ini lebih tidak bisa di pikir dengan akal.
Contohnya saja di sekeliling ku ini adalah sebuah ruang hampa berwarna hijau yang di sekelilingnya terdapat banyak sekali krystal hijau . Dan yang anehnya lagi, tidak hanya di lantai atau pun di bawah , tetapi di atas pojok dan kanan kiri semuanya ada berlian dan tanpa adanya sudut ruangan . Benar benar ruang kosong . Berlian ini pun bukan seperti berlian pada umumnya, melainkan berlian ini tidak bisa di pungut . Kenapa demikian? karna semuanya menjadi satu dataran dan menyatu dengan langit langit. Simple nya saja , ruangan ini lebih bisa di bilang dimensi krystal .
"Hy, apa kau sudah berkeliling?" suara wanita ini terdengar bergema di dimensi .
"Aku tidak suka berkeliling . Jadi jika kau ingin bertemu dengan ku , temuilah aku. Karna aku tidak suka di suruh suruh jalan ke sana kemari. " jawab ku kepada si wanita owner .
"Baiklah kalau begitu , " setelah berkata demikian, dunia hampa ini bergeser dan memutar mutar di sekeliling ku yang berakhir dengan aku berhadapan dengan si Tante owner.
"Mari berkenalan dulu brondong manis" ia mengedipkan matanya kepadaku.
"Namaku, Ratu Susilo. Susilo nama marga dan kamu bisa memanggil aku dengan nama Ratu ." entah sejak kapan muncul lah kursi sofa berlengan di bawah pantatnya yang sekarang ia duduki dengan gaya paha di silangkan .
"Aku Rio Ferdinand Sinaga, Sinaga adalah nama margaku. Jadi ? apa kesepakatan kita selain pernikahan?"
"Tidak ada jalan lain selain pernikahan , mengapa kau tidak terima saja tawaran ku? toh aku punya banyak kekayaan yang bisa kau ambil brondong manis ." ia mengedipkan sebelah mata kirinya kepadaku.
"Maaf, tapi aku tidak bisa ." aku masih bersikeras menolak .
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan memberikan mu waktu berfikir. Dalam dua hari aku mau jawaban yang kau berikan . Jika jawabanmu tetap tidak, maka aku akan mengambil kembali karyawan ku. Harusnya kau terima tawaran ku brondong" si Tante owner berdiri dari kursi sofa dan berbalik membelakangi ku.
"Setidaknya beritahu aku apa alasanmu bersikeras ingin menikahi ku?" tanyaku padanya lagi.
Awalnya aku ingin menarik lengan si Tante owner, namun ketika wajahnya menengok ke arahku, aku bisa melihat tatapannya begitu sedih dan merasa terpukul .
"Ku harap kau mengerti, dan aku ingin kau mengerti." nada suaranya bergetar dan aku merasakan itu .
Setelahnya, ia menjentikkan jari dan aku kembali ke dunia asal . Aku masih berdiri di tempat semula dan masih tetap dalam kondisi prima, tak ada tanda tanda kekuatan ku di ambil atau manipulasi apapun.
"Percakapan ini berakhir, aku harap kau memilih jawaban yang tepat di dua hari kedepan ." sang Tante owner pergi meninggalkan kami dengan berjalan menuruni tangga dan di kawal oleh beberapa karyawannya .
"Dalam dua hari apa? jawaban apa Yo?" Ricky bertanya penasaran .
"Nanti kita bicarakan Rick " .
***
"Whatt?!! Jadi kalian bangunin kami karna masalah pernikahan?" Rista mengamuk karna tidurnya kami ganggu di jam dua malam .
"Tapi hasilnya, kami membawa cucu si kakek" jawab Ricky .
Ricky menjelaskan kenapa kami berdua bisa sampai ke dalam rumah makan itu . Selagi Ricky menceritakan kejadiannya, aku sibuk berkutat di dapur mini hotel ini untuk membuatkan mereka coklat panas dan menggoreng nugget , French fries, dan beberapa singkong potong .
Oh iya , untuk soal singkong potong, itu aku di berikan oleh si Sasha . Katanya sebagai tanda terima kasih karna telah membebaskan nya dari belenggu . Awalnya sih Ricky sangat kepo dan ingin mempertanyakan banyak hal tentang konsep belenggu, dan jujur aku juga sedikit kepo. Namun karna aku lebih suka dengan oleh-oleh singkong potong yang sudah di bumbui ini , jadi aku melupakan rasa penasaranku itu .
"Kenapa dan bagaimana bisa kau di belenggu di sana? Apa karna sesuatu?" Ricky mulai membuka pertanyaan yang sedari tadi ia tanyakan .
"Maaf sebelumnya , cerita ini lumayan panjang dan aku harus menceritakan awalnya dulu. Boleh?" Sasha mengangkat tangannya tanda ingin memulai ceritanya jika di perbolehkan .
"Boleh" jawab mereka bertiga serempak .
Aku meniriskan nugget dari penggorengan , dan mulai menggoreng singkong potong .
"Aku berasal dari bontang . Namun aku lahir di Kutai Kartanegara, tepat di bawah air terjun pedalaman Kutai, terdapat sebuah pedesaan yang sudah ada sejak zaman berdirinya kerajaan Kutai." Sasha mulai menceritakan kisahnya di mulai dari keluarganya .
"Sebenarnya , desa kami benar benar jauh dari kekuasaan Dewata mana pun . Bahkan Kadita pun menjauh dari pedesaan itu karna perjanjiannya dengan naga Kutai ."
__ADS_1
Aku meniriskan singkong potong , dan sekarang aku mulai menggoreng French fries.
"Sejak dulu, sudah banyak sekali macam macam santet, kekuatan mistis, kontrak ghaib dan pesugihan . Dahulu desa kami sangat sering membasmi hal hal seperti itu . Dan sering kali kami bertentangan dengan suku Dayak pedalaman asli yang di pimpin oleh panglima Burung dan keturunannya. "
"Apa ada pertempuran?" sela Ricky .
Aku meniriskan French fries lalu menuangnya ke dalam piring ceper besar untuk ku hidangkan .
Sasha menggeleng untuk menjawab pertanyaan Ricky tadi .
"Tak ada pertempuran, hanya saja sering kami berpapasan dan menanyakan dedemit-dedemit yang lepas dari daerah Dayak . Sebenarnya suku utama Dayak berdiam diri di Kalimantan tengah , namun seiring perkembangan zaman Desa Dayak yang utama berpindah ke Kalimantan barat ."
"Tunggu, berarti kalong raksasa Kalbar itu bisa ada di kota ini , tandanya..." Ricky menyela cerita Sasha lagi.
Sasha mengangguk "Benar, nyonya pemilik rumah makan tadi adalah orang asli Dayak dan pendeta yang kalian kalahkan itu adalah antek-antek nya demi melindungi daerah ini dari Demigod ataupun Dewata . Namun karna kalian sudah berhasil mengalahkan para Guardian yang di tangkap oleh beberapa suku Dayak, kalian bisa masuk ke dalam kubah pelindung ini."
Aku datang ke perkumpulan mereka sembari membawa makanan ringan yang tadi ku goreng dan meletakkannya di tengah-tengah mereka . Belum ada sedetik aku berkedip, separuh cemilan itu habis di garap mereka .
"Minimal baca doa dulu kalian " kataku .
"Aku mau kesedak, mana coklatnya?" Ricky sudah menepuk nepuk dadanya .
"Aku berharap kamu kesedak sampai sang ajal menunggumu di bawah tenggorokanmu Rick" aku berjalan kembali ke dapur untuk mengambil coklat mereka yang tadi ku buat.
"Jadi, apa maksud dari belenggu mu dan juga kenapa si Tante itu mau minta di nikahi oleh Rio ?" kali ini yang bertanya adalah Rista .
"Karna aku di butuhkan untuk menghilangkan kontrak benang menggumpal itu . Dan karna aku ada di sana maka kalian lah yang datang ." jawab Sasha.
Aku datang ke tengah mereka dan membagikan minuman coklat kepada mereka masing-masing satu .
"Memangnya kenapa kalau kami yang datang?" tanya Zahra sembari meminum coklat yang ku buat tadi .
"Karna dalam sebuah ramalan , Rio adalah sang pria yang membebaskan sang putri dari tali benang menggumpal." jawab Sasha .
"What?" pekik Rista .
Serentak Zahra dan Ricky yang sedang meneguk coklat kesedak kaget dan menyemburkan kembali coklat yang mereka minum dan sukses membuat wajah ku dan wajah Sasha berlumuran coklat hangat.
__ADS_1
###