Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Duel (1)


__ADS_3

Apa kalian tau apa yang aku bingung kan? Ya, tentang soal perjodohan atau pernikahan ini . Aku entah kenapa kepikiran sedari kemarin . Apakah ada orang yang menikah karna suatu hal konyol seperti ramalan ? mungkin beberapa di antara kalian pernah menemukan kasus yang terkait dengan pernikahan terpaksa, seperti perjodohan dari orang tua, menjaga garis keturunan suku, demi untuk tumbuh kembangnya perusahaan, atau bahkan menikah dengan terpaksa karna jaminan karir di suatu bidang entertainment.


Tapi ini aneh, ini hanyalah sebuah ramalan . Hanya sebuah ramalan .


Yah, maksudku, mungkin beberapa di antara kalian sangat menjunjung tinggi sebuah ramalan pada suatu agama . Tapi, hey kawan apakah semua ramalan tidak pernah meleset? Bagaimana kalau sebuah ramalan yang kalian ambil itu hanyalah potongan dari sebuah ramalan? Dan jika potongan potongan ramalan itu tak lengkap , maka ramalan itu tak akan pernah terjadi . Jika hal seperti itu tertimpa kepada si Ratu Susilo bagaimana nasib hatinya? Apakah ia sangat terpukul dengan menikahi seorang pria yang tak ia harapkan sama sekali? Kalian tentu tau kan kalau menikah itu harus di dasari cinta ? .


"Jadi.. Kau ingin berduel?" tanya si pemimpin geng motor . Abang gondrong ini kalau di lihat dari cahaya remang, lumayan tampan juga untuk seukuran preman begal.


"Tubuhmu memang besar , belum tentu dengan kekuatan" aku berkuda kuda .


Ricky juga sudah siap di belakang dengan driver belt nya .


"Baiklah, pertarungan antar pemimpin . Salah satu dari kita yang kalah akan tunduk kepada yang menang ." Abang gondrong datang dengan langkah diseret dan sembari menekuk leher nya .


Sebaiknya kita langsung bersatu Yo Sofia menganjurkan .


"Nanti aja sof, aku coba dulu mandiri " jawabku .


Terserah kau lah!.


Sang babang gondrong memutar-mutar bahunya seolah olah otot bahunya tegang akibat berkerja serabutan . Aku yang tak mau berlama lama dalam berduel langsung saja menerjangnya dengan kecepatan maksimal yang ku punya . Aku sadar diri bahwa jika di tolak ukur dari ukuran tubuh dan stamina aku pasti kalah, tapi jika kelincahan dan power aku pasti menang . Karna apa? Karna aku anak dari seorang Dewi dan dia hanya manusia biasa .


Namun semua teori ku di gagalkan oleh satu hantaman yang mendarat di daguku yang sukses membuat aku terpelanting agak jauh darinya, beberapa bagian kulit wajahku lecet dan robek akibat benturan dan gesekan yang terjadi antara kulitku dan permukaan aspal.


"Benarkah? Separuh Dewata terkapar hanya satu pukulan dari ku?" ia berjalan dengan langkah santai , mungkin ia sudah merasa menang dariku.


"Hah! Itu tadi hanya kebetulan" kataku .

__ADS_1


"Kebetulan? Hahaha ayo sini adu tinju lagi" si babang gondrong berdiri tegak dan siaga sembari menekuk lehernya hingga bunyi tekukannya terdengar .


Sofia, tolong!!


Kan sudah ku bilang.


Aku menyatu dengan Sofia dan kini aku merasakan tubuhku lebih bugar dari yang tadi . Yah karna efek dari pergabungan membuat tubuh kembali fit seperti baru bangun tidur dan meningkatkan kekuatan serta panca indra setajam mungkin .


"Ayo sini !" teriak babang gondrong .


Aku beruntung dia tidak tahu tentang pergabungan ku. Jadi dia tidak waspada terhadapku .


Aku kembali menerjang kedepannya, namun ketika aku sudah di dekatnya, saat itulah ia reflek mengayunkan tangannya dan mengepalkan tinjunya. Aku tau bahwa ia pasti ingin reflek mendaratkan tinju lagi kepadaku, namun tidak akan terjadi kali ini .


Aku berkelok dan berkelit ke arah sisi kanan Abang gondrong, dan ketika aku menemukan titik butanya, aku meninju dengan kekuatan penuh gabungan diriku dan Sofia . Pukulan tinju ku berhasil mendarat tepat di bagian tulang rusuknya, terdengar bunyi retakan tulang dari dalam sana . Dalam sepersekian detik aku berhasil mendaratkan tinju ke dirinya, namun aku tidak sadar bahwa orang yang ku hadapi bukan manusia biasa.


Aku terbatuk dan mengeluarkan cipratan darah dari dalam hidungku.


"Hahaha, lumayan juga pukulanmu. Kamu bisa menandingi 'dirinya' yang hanya satu satunya bisa membuat tulang rusukku retak. Ya, kau adalah orang kedua yang bisa meninju tulang rusukku hingga retak! " Babang gondrong berjalan dengan perlahan ke arahku lagi.


Aku yang menyadari bahwa lawanku bukanlah manusia normal kini mulai berkonsentrasi. Jujur aku meremehkannya hanya karna dia manusia biasa, aku tak tau bahwa ada seorang manusia tulen yang sanggup melihat pergerakan demigod yang sudah menyatu dengan spirit kontraknya.


"Giliranku?" setelah bertanya yang bahkan belum ku jawab , ia menerjang dengan cepat ke arahku dan tepat sesaat ketika aku hendak melompat, ia menangkap perutku dan memeluknya . Setelahnya ia banting tubuhku ke aspal dengan sangat keras. Tubuhku bereaksi dengan memuntahkan darah dari dalam dadaku keluar dari mulutku.


"Ohok!!" darahku muncrat ke wajah sang babang gondrong .


"Baru kali ini merasakan sakit ha?" ia kemudian berdiri dan menginjak perutku dengan sepatu tentaranya .

__ADS_1


"Arghhhh" benar benar menyakitkan caranya bertarung . Tanpa teknik, namun semua serangannya selalu on poin seperti beruang.


Saat ini posisiku seperti seekor ikan yang sedang di injak oleh seekor beruang Grizzly.


"Andai saja kita bertemu dalam keadaan berbeda, aku pasti sudah mengangkatmu menjadi tangan kiri ku."


Ia menginjak perutku lebih dalam lagi dan bahkan aku bisa merasakan bahwa sepatunya bisa saja merobek perutku kapan saja .


Aku yang kendalikan!


Sofia dengan sangat marah mengambil alih tubuhku dan kini posisi terbalik.


Sofia menangkap pergelangan kaki bang gondrong dan mendorongnya sekuat tenaga hingga Abang gondrong terbanting ke aspal. Sebelum Abang gondrong berdiri, Sofia menginjak leher si babang gondrong hingga babang gondrong berteriak san meludahkan beberapa tetes darah . Namun keadaan itu tak berlangsung lama karna kekuatan tenaga dari babang gondrong sanggup membanting Sofia ke aspal lagi . Sofia bersalto dan melompat lompat kecil untuk memulai pemanasan baru .


"Sudah mau melawan balik lagi hah?" sepertinya babang gondrong kesal karna lehernya di injak. Ia kembali berdiri dengan tertatih tatih.


"Tenaga mu agak berbeda ya"


"Sepertinya begitu " Sofia tidak menerjang melainkan hanya melompat lompat kecil di tempat sembari mengulurkan tangannya menyuruh babang gondrong untuk menyerangnya lebih dulu .


Babang gondrong yang kesal kini menerjang dengan cepat . Babang gondrong kali ini memang lebih cepat, namun Sofia lebih gesit dan jauh lebih lincah.


Sofia berputar sedikit dari tempatnya berlompat lompat dan mendaratkan tendangannya tepat di bagian belakang tengkorak babang gondrong , alhasil membuat babang gondrong jatuh tersungkur dan wajahnya ikut terseret di aspal.


"Hanya segitu?" kali ini, Sofia sangat serius dalam bertanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2