Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Kubu Langit dan Kubu Bumi.


__ADS_3

Aku berlari setengah mati agar tidak terlambat bergabung dalam kegiatan. Karna katanya, jika kami terlambat, akan ada sanksi yang berlaku.


Dan aku tidak mau kesan pertama ku di pondok itu sebegitu buruknya .


Sekitar 12 menit lebih aku berlari, dan barulah aku sampai dengan nafas yang super super hampir hilang entah kemana .


"Dari mana Yo?" Zacky menepuk pundak ku.


"Aku habis hosh..anu.. hosh.. apa sih...huh .. latihan pedang ." Jawabku di sela sela ku menarik nafas .


"Oh, .. tadi soalnya ada yang mencarimu." Ia menunjuk suatu tempat di tepi pencuran air. Dan aku melihat David sahabat ku sedang duduk di situ.


"Ok terima kasih Zack" Aku kembali berjalan ke arah David .


"Vid... udah sembuh?" aku duduk di sebelahnya .


"Mahluk setengah setengah kaya aku cepat regenerasi. Beda sama Demigod. Ada setengah fana nya ." Ia mengedarkan pandangan ke halayak. Seolah olah ada yang ia cari.


"Kamu nyari siapa vid?" tanyaku penasaran.


"Oh, anu. Kamu gak liat Arthur ? belum kenalan ya?" ia masih mengedarkan pandangan .


"Arthur? aku tadi ada berkenalan dengan dia . Kenapa emang ?"


"Jadi gini, katanya Wukong sepertinya ada perubahan jadwal untuk malam ini , dan khusus malam ini aja . Entah kenapa..." David masih mengedarkan pandangannya.


"Loh.. jadi kamu di sini bukan karna ikutan robek bendera ?" aku bingung .


"Bukan , latihan itu hanya untuk Demigod. Untuk mahluk support seperti kami gak ikutan. " ia mengeluarkan dua buah permen dari saku bajunya .


Hari ini ia memakai baju kemeja dengan motif kotak kotak berwarna merah . Untuk bawahan, ia memakai celana Levis pendek dan ada rantai di sekeliling pinggang nya .


"Mau ?" ia memberiku permen Kopiko.


"Thanks..." aku menerimanya.


"Cek Cek.."


Nguiing.


Suara microfone membuat kami semua yang ada di pusaran pancuran air menoleh ke arah sumber suara .


Orang yang ada di panggung itu (entah mengapa ada panggung, padahl sebelumnya tidak ada . Sumpah!) adalah seorang wanita dengan rambut ikal panjang , namun di ikat dua . Kulitnya sawo matang menandakan dia mungkin berlatih keras di bawah terik sinar matahari.


Ia memakai baju seragam pondok.


"PARA HADIRIN SEKALIAN. DIMOHON UNTUK MEMPERHATIKAN SANG KOMANDAN PASUKAN KITA . ARTHUR !" teriaknya setelah menghela nafas terdahulu.


Aku kaget . Benar benar kaget, bukan karna suaranya yang lantang dan menggelegar. Tapi kenyataan bahwa Arthur adalah sang komandan ! padahal dia bukan Demigod.


"Ehem... jadi, ada dua hal yang harus aku katakan ke kalian semua ." Ucap sang komandan Arthur .


"Yang pertama . Malam ini , situasi agak berubah, namun pelatihan tetap berjalan ." Ia berdehem sejenak


"Tapi, pelatihan akan di mulai jam setengah enam sore. Sekitar dua jam lagi.." mendengar penjelasan itu, halayak gusar.


Ada yang lega karna belum bersiap siap. Adapula yang tak sabaran untuk memainkan kegiatan itu.


"Mohon maaf , ini keputusan dari Wukong yaitu direktur pondok. Dan meneger pondok , yaitu Untung Suropati." Ia kemudian mengeluarkan kertas dari kantungnya dan mulai membacanya .


"Untuk berjaga malam ini, akan di ketuai oleh Clarissa. Yang di wakili oleh David . Selanjutnya untuk membernya , job . Gunawan, Harist, Jabar , Callista , dan marry bersaudara. Untuk masing masing member, boleh membawa tiga orang anggota lagi. Sisanya lah yang ikut dalam kegiatan malam ini. Ada pertanyaan?" ia merapikan kaca matanya .


Tak lama setelahnya, David mengangkat tangan.


"Mohon maaf . Bukannya yang menjaga itu regu dari warga Half?(maksudnya suku setengah setengah seperti dirinya) mengapa ada juga Demigod? jika Clarissa saya tidak keberatan . Tapi.." kelanjutan pertanyaannya di hentikan oleh sang komandan dengan memberi isyarat .


"Bagus jika kamu yang bertanya , saya sudah bilang dari awal. Bahwa ini keadaan yang berbeda. Hanya malam ini saja regu ini di campur dengan Demigod ahli. Karna komplotan Aden belum kembali dari misi . Jadi sebisa mungkin kita pertahankan sistem keamanan dengan maksimal. Dan lagi , ini perintah dari direktur dan manager. Tidak bisa di ganggu gugat!" ia kembali mengedarkan pandangan ke halayak .


"Ada lagi kah yang ingin bertanya ?"


Halayak terdiam .


Hening yang cukup lama , sebelum akhirnya ia membubarkan halayak.


"Rio . Aku ke pojok sana ya .." David menunjuk kearah kekawanan yang di pimpin oleh Clarissa .


"Ya , silahkan." Aku mempersilahkan. Dan di sini lah aku , duduk sendirian di tepi air pancuran .

__ADS_1


Aku melihat orang orang yang minta di rekrut oleh sang putri belati. Namun sang putri tampak antusias mencari seseorang kesana kemari . Hmm.. biar ku tebak, si Steven kah ?.


Aku sendiri harus mempersibuk diri . Waktu yg di berikan sekitar dua jam lagi. Ada waktu luang untuk diriku berlatih berpedang , aku benar benar tidak ingin jika kesan pertama ku dalam latihan ini terlihat begitu buruk .


Aku berjalan lurus menuju camp latihan , dan mungkin ada banyak yang melihat ku berjalan lurus kedepan dengan tatapan kebawah dan hampa . Aku bukannya putus asa atau apa tetapi, baru empat hari aku di sini , aku sudah merasakan kangen luar biasa terhadap kekasihku Clara . Tentu aku ingin sekali bertemu dengannya. Namun menurut informasi yang aku dengar dari Steven , kami di perbolehkan pulang ke kampung halaman atau rumah kami ketika di akhir tahun . Dan kembali di saat awal tahun. Aku benar benar ingin ngedate dengan dia, mencium bibirnya yang manis serasa buah, memeluk tubuhnya yang ramping namun hangat . Bahkan aku ingin tidur di pangkuannya yang empuk dan lembut .


Ketika aku lagi asyik melamunkan hal itu , tiba tiba untuk kesekian kalinya kejadian di pondok ini . Aku di kejutkan oleh dua orang yang menepuk bahuku. (Apakah kebiasaan orang pondok yang selalu mengejutkan aku?)


Aku menoleh dan mendapati dua orang ini adalah Steven dan si Putri belati.


"Apa maumu Ven? aku deluan menepuk bahunya ." Hardik si Putri belati.


"Hah? tapi kan setiap anak baru selalu aku yang mengawasi dan mendampingi ketika kegiatan ini . Itu sebabnya kita selalu seri dalam permainan ini " Steven mengeles.


"Jangan ngaco kamu Ven .! jadi kamu mau bilang kalo setiap game itu jika di kubu langit mu itu bakalan selalu menang klo ada orang orang lama gitu ? " kembali dengan sangat menggebu dan mata yang merah menyala , si putri belati menunjuk wajah Steven .


"Memang kan? aku trus yang menggendong team ke arah kemenangan . Dasar ! " Steven menarik tanganku untuk mengikutinya . "Ayo Yo.. kita satu team ." Ketika aku mulia mengikuti Steven . Sang putri belati menarik tanganku yang satunya .


"Apaan,? aku deluan kok.. sini anak baru! sama aku aja . Nanti ku promosikan jadi petualang tingkat tiga kalau menang ." Ia menarik dengan kencang dan kasar .


"Idih.. manggil orang aja pake sebutan anak baru... gak tau diri! panggil namanya lah bego!" si Steven menarik tanganku lagi.


Jujur , aku sedikit kesal.


"Heh! apaan ini cowok gak mau ngalah sama leader cewek.! cari aja yang lain sana ! kan biasanya ada si Aden yg di team mu!" si Putri belati menarik lagi tangan ku.


"Woi anjir lah ! aku bukan barang obral ibuk-ibuk di Ramayana bangsat!" aku menghentakkan tanganku membuat kedua orang ini terjengkal ke depanku.


"Sakit Yo!" keluh si Steven .


"Aduuuh.. beraninya kamu anak baru !" bentak si Putri belati .


Ku lihat di sekeliling ku , ada banyak halayak Demigod yg mempertontonkan aksi kmi.


"Hadeh... aku disuruh sama Wukong untuk ikut serta di dalam kelompok Steven ." Ketika aku memperjelas kenyataan. Steven menepuk nepuk pundakku kegirangan .


"Bagus Yo bagus! malam ini kita kalahkan cewek berisik yang cuman bisa make belati ini !" ia menggandeng pundakku menuju kubu nya .


"Apa kamu bilang . ? yang ngajarin kamu berpedang siapa ?" teriak putri belati.


"Hah? trus yang ngajarin belati pas kamu kepo siapa ?" balas Steven dengan mengolok si Putri dengan gaya memelet lidah .


"Begitulah cewek, selalu dia yang harus di nomer satukan dan akhirnya. Cowok selalu salah ." keluh Steven .


"Bukan begitu Ven. Sifat asli cewek itu emang ingin di mengerti, kamunya aja gak peka makanya gak dapat hatinya" balasku .


"Huh , siapa juga yang mau sama dia ..."


***


"Emang kenapa mesti di jaga pondoknya ?" tanyaku ke Steven yg mulai mengorganisir kelompok.


"Oh.. , itu karna setiap hari di sekililing penghalang pondok ini pasti ada monster yang ingin menyerang . Jika bukan monster , pasti mahluk mahluk yg ingin memangsa Demigod ." Steven memasukkan pedangnya kedalam sarung pedang .


"Hmm... emang setiap hari kah ?" tanyaku lagi.


"Ya , setiap hari . Kalau kalau ada penyerangan yang tak terduga . Jadi haru siaga terlebih dahulu ." Ia berjalan menghampiri barisan kelompok.


"Dengar semuanya . Rencananya akan berubah, karna adanya anak baru di anggota kita . Kali ini, kita manfaatkan sungai sebagai perbatasan . Ada yang keberatan ? " tak ada yg menjawab .


"Ok , mari merapat ."


Dalam penjelasan Steven , kami bakalan di bagi menjadi tiga team . Yang pertama maju di barisan tengah . Barisan ini bakalan lurus terus ke sungai melewati hutan .


Oh iya , sebelum itu . Aku akan menjelaskan kalian secara rinci lokasi nya .


Kubu kami di sebut kubu Langit . Yang berarti kami akan memulai dan mempunyai basecamp di puncak bukit. Dan kubu bumi memiliki basecamp di dasar . Yaitu tepat di depan gua yang ada di dasar tebing gunung . Biasanya , sebelum aku ada . Mereka menjadikan bebatuan curam yang letaknya sebelum sungai sebagai patokan strategi. Namun karna ada aku yang baru , rencananya berubah . Sungai lah yang menjadi patokannya .


Untuk strategi kali ini ,Steven mengambil jalan tengah langsung tanpa basa basi. Jika kubu bumi ingin membatasi dan ingin menganjurkan garis tengah , maka pasukan sayap kanan dan kiri segera menyergap pasukan dari kubu bumi yang hendak menghancurkan jalur tengah . Setelahnya , akan terbelah menjadi dua rencana lagi .


Yg pertama rencana A.


Rencana ini jika mereka berhasil menghabisi pasukan musuh yang melewati jalur di tengah, mereka serempak menghantam jalur bawah dan tugas sayap kiri akan mundur dan menjaga base .


Yang kedua rencana b .


Jika rencana yang A gagal, maka aku harus di lempar ke sungai dan harus melewati garis sungai . Akan ada pasukan khusus yang di pimpin oleh Steven untuk membantuku, dan tugas mereka dari awal bukanlah untuk serangan lurus. Tetapi serangan balasan dari sekeliling jurang dan gua .

__ADS_1


Operasi ini di sebut sebagai umpan kalajengking.


"Sudah paham ? " tanya Steven .


"Paham!" serempak kami mengiyakan.


"Baiklah . Untuk sekarang kita rilekskan dulu otot untuk menunggu mulainya kegiatan . Sisa 10 menit lagi ." Steven pergi dari perkumpulan kami .


"Hei anak baru .. namamu Rio ya?" baru kali ini ada seorang Demigod yang menyapaku tanpa memberikanku kesan kaget .


"Ah iya, Rio Ferdinand Sinaga. Kalo kamu ?" tanyaku balik .


"Aku floch Hannes ,aku putra Hermes . Tentu anak anak Hermes terkenal dengan kegesitan dan kecepatan mereka bergerak . Tapi aku tidak secepat si kembar ." Ia memberikanku helm tempur Yunani .


"Ah, tidak. Aku lebih baik memakai helm tempur yang ini saja ." Aku mengambil di persediaan . Aku mengambil helm Majapahit.


Helm tempur Majapahit memang banyak kekurangan . Bentuk helmnya terlalu terbuka dan bisa saja tertembak panah . Tetapi helm ini cukup ringan dan enak di pakai jika melakukan gerakan gerakan yg sulit. Sebisa mungkin aku ingin melincahkan gerakanku di pertempuran pertamaku . (Yah, walaupun ini hanya pelatihan.)


"Kamu punya selera aneh hahaha ." Ia menepuk pundakku dan pergi meninggalkan ku sendirian .


"Bagaimana ? sudah dapat teman ?" Steven mendatangi ku dengan dua gelas cup berisi kopi luwak dingin .


"Ah , barusan dia memperkenalkan dirinya " aku mengambil pemberian dari Steven .


"Sebentar lagi kita akan pergi , jadi cepat lah di habiskan ." tiba tiba saja seseorang berada di belakang kami .


Itu adalah Arthur .


"Maaf Thur. Kami baru saja minum ." Bujuk Steven .


"Yah, masih ada waktu 5 menit. Cepat habis kan ." Arthur yang ini , berbeda dengan Arthur yang ku temui di camp latihan .


Yang ini terlalu berprinsip dan tegas . Tidak sepeti di camp latihan yang suka meledek Wukong dan suka melempari kerikil .


"Yah begitulah dia . Selalu serius dalam menjalani tugas nya " Steven meneguk kopi luwaknya .


Aku pun ikut meneguk kopi luwak ku .


"Rio . Apa kamu sudah tau cara berpedang apa yang kamu bisa pakai ? " ia meneguk kopinya lagi.


"Ya ,aku sudah menyesuaikan. Agak brutal memang, tapi inilah yang cocok dengan ku ." Aku meneguk dua kali hingga sisa sedikit .


"Begitu ya ? bagus lah . Kalau aku sih, memang suka nyari yang luwes di pakai jika harus berhadapan dengan lima orang atau lebih . Aku memang suka begitu ." Ia menghabiskan kopinya dalam sekali teguk.


"Untuk berjaga jaga seandainya team dalam misiku sudah banyak yang tumbang ." lanjutnya setelah menghabiskan kopinya.


"Jadi , Demigod memiliki misi misi yang berbahaya ya ?" aku ikut menghabiskan kopi luwak ku.


"Tentu . Untuk itulah kita di latih bertahan hidup dan cara bela diri dengan senjata . Karna di luar , sangat sulit untuk bertahan hidup tanpa adanya kekuatan dan senjata ."


"PERHATIAN KEPADA DUA KUBU UNTUK BERKUMPUL DI AULA !" aku mendengar teriakan Arthur yang dirinya pun sudah berada di depan pancuran . (Kali ini tanpa adanya panggung, kemanakah panggung itu?)


"Ayo Yo, cepat ." Steven berlari menuju halayak. Yang aku pun mengekor di belakangnya .


"KUBU BUMI ! MANA SUARANYA !" teriak wanita yang di samping Arthur. Itu adalah wanita yang berambut panjang ikal dengan gaya di ikat dua .


"HAAAAAA....!!!!" sorak Sorai kubu bumi yang pakaian mereka serba merah .


Sekilas aku melihat tatapan garang dari seorang putri belati. Aku menengok ke sana kemari, barang kali bukan aku yang ia tatap .


"KUBU LANGIT! SUARANYA MANA !!" kali ini , Arthur yang berteriak .


"HOOOOOO!!!!!" aku pun ikutan teriak 'ho'.


"Sudah sekian lama , dua kubu ini tidak pernah menyelesaikan permainan dengan adanya pemenang . Sudah empat tahun permainan ini belum ada yang memenangkannya . Bahkan , sekalipun ada empat bintang terkenal . Aden , Steven , Putri Belati , Clarissa . Sekalipun aku tidak pernah melihat ada kemenangan di antara dua kubu . Malam ini , Wukong merasakan hal yang berbeda . Aku harap, malam ini ada yang memenangkan pertandingan ini. " Arthur melambai ke arah puncak . Di sana tiba tiba muncullah sebuah altar dan beberapa singgasana mewah . Dan tentu, singgasananya telah di duduki oleh beberapa Dewata. (tebak ku)


"Malam ini , Zeus dan Gatot tidak menonton . Tetapi yang mewakili Zeus adalah , Odin . Yang mewakili Gatot ," Arthur meneguk liur . "Untuk sekarang belum datang . Namun kami hormat kepada Ares , Apollo , Athena , Indra , Arjuna , dan satu lagi yang mewakili Gatot belum datang ." Ia berjalan ke depan panggung .


"Sekali lagi! aku ucapkan . Selamat berlomba !" ia membungkuk hormat kepada kami.


"HU, HA!" dan dua kubu bubar menuju base camp mereka masing masing.


Sekitar 10 menit kami berlari ke gunung dan akhirnya kami sampai di puncak basecamp kami.


"Baiklah anak anak.. mari kita menangkan pertandingan kali ini.." teriak Steven .


Dibalik semangat ini , aku penasaran dengan kursi kosong itu .

__ADS_1


***


__ADS_2