Rio Ferdinand : Perang Internal

Rio Ferdinand : Perang Internal
Sang Pendeta


__ADS_3

Author POV .


Lima belas menit sebelum Rio bertarung.


Langit senja sudah mulai menjalar di setiap penjuru langit, sebentar lagi gelapnya malam akan menyelimuti permukaan bumi ini . Tidak ada satu pun tempat umum yang memiliki wewenang agama yang membukakan pintu tamunya , kecuali masjid .


Akan tetapi berbeda dengan gereja ini .


Ricky , Sofia dan Rista berdiri di depan gerbang dan menelaah ke sekeliling . Untuk gerbang depan , memang agak sedikit terbuka . Entah mengapa setelah mereka menyusuri taman di sekitar gereja , gerbang gereja terkunci rapat . Harusnya , mereka masih menerima hamba yang beriman kepada Tuhan mereka tanpa harus mengunci pintu gereja .


"Ini aneh , kenapa pintu gerbang depan gerbang di biarkan terbuka ? tapi pintu aula gereja di kunci ? sedangkan semua pintu pintu yang di taman terbuka ?" Ricky menelaah sekitar dan menangkupkan dagu .


"Dulu ketika aku masih menjadi dedemit dukun, aku pernah masuk ke gereja dan terbakar . Tetapi tidak permanen. Roh ku terbakar karna menolak hal hal energi yang ada di dalam gereja . Jadi aku tidak terlalu tahu menahu apa saja peraturan gereja . Hanya saja satu hal yang ku yakini saat ini " Sofia menunjuk tembok , tumpukan tanah kecil yang di dekat pohon hias dan bingkai poto yang ada di samping gedung gereja .


"Ini kan .. segel kutukan?" Rista mendatangi tembok luar gereja .


Gereja ini membentang luas persegi panjang sekitar satu setengah kapling dengan di lindungi dinding semen di sekeliling nya . Gerbang depan gereja itu lebih tinggi dibandingkan dinding semennya . Dinding semen hanya setinggi tiga meter, sedangkan pintu gerbang memliki luas tiga meter kali dua dan tinggi sekitar tujuh meter . Jika dalam dunia fana ini bisa di anggap positif , karna gereja pada umumnya bisa di sewa untuk ajang pernikahan ataupun acara resmi umat kristiani. Hanya saja bagi mereka yang tau hal hal gaib , ini agak perlu di pertanyakan .


Karna peralatan untuk pesta memang biasanya tinggi tinggi, ada tenda yang memiliki tinggi sekitar sepuluh meter . Hanya saja itu semuanya bisa di bongkar pasang dan bisa di pasang di dalam gerbang . Mengapa harus memliki gerbang setinggi cyclops remaja?.


Bangunan gereja sendiri memliki dua lantai , hal yang lumrah karna mengingat gereja ini besar . Menara gereja terletak di samping kanan gereja . Di puncak menara ada tempat di mana lonceng besar lengkap dengan salib di atas pucuk atapnya. Di dinding luar gereja terdapat ornamen ornamen peristiwa atas sejarah Yesus Kristus . Seperti penghianatan pengikutnya, perkara ketika Yesus di tangkap, dan tak lupa ornamen ketika Yesus di salib . Di dinding luar gedung agak ke atas , kemungkinan bagian luar lantai dua . Terdapat beberapa lukisan Alkitab dan salib .


Tinggi gereja sendiri sekitar delapan meter . Untuk panjangnya sekitar delapan sampai lima belas meter dengan lebarnya tepat empat meter . Dari segala kalkulasi tinggi dan panjang gedung masih normal , kecuali gerbang . Di bagian sisi Utara gedung terdapat sebuah rumah panjang yang berisi perlengkapan umum acara gereja . Di bagian belakang gereja terdapat sebuah rumah kaca yang berisi berbagai tanaman hias seperti anggrek, mawar , dan lain sebagainya.


Rista berjalan mendekati dinding yang tertempel tanda belenggu . "Dikelas kita pernah di ajarkan tentang ini kan Rick?" Rista menoleh ke arah Ricky untuk meminta pendapat bahwa ia benar atau salah .

__ADS_1


Ricky menjawab dengan anggukan . "Benar , tanda ini biasanya di pakai untuk menyegel sesuatu. Tetapi bukan segel yang untuk membelenggu sesuatu, tetapi lebih untuk menjeratnya seperti seekor anjing dalam kandang agar tidak pergi kemana mana." Ricky berjalan ke dekat gundukan tanah kecil yang ada di samping pohon hias. "Jika ada benda ini , berarti ada yang di tahan di dalam dan akan di gunakan pada waktu tertentu ." lanjut Ricky.


"Guys, aku merinding " Sofia memeluk tubuhnya sendiri .


" Aku tau sekarang lagi musim hujan , jadi wajar saja jika dingin " celetuk Ricky .


"Ssttt.. bukan itu Rick, aku merasakan pancaran daya negatif yang besar Rick . Aku pun bisa mencium aroma menjijikan ." Rista mempertajam Indra pelacaknya.


"Teknik search, deluksi mata!" Rista mengedipkan matanya sebentar dan kembali menelaah di sekitar. Dalam mode ini , ia bisa melihat tembus pandang seperti sensor inframerah. Ia mencari sosok yang membuat Sofia merinding , dan yang ia dapatkan adalah sesosok pendeta gereja. Rista mengernyit.


Sofia semakin menggigil sampai sampai giginya berkeletuk hebat .


Ricky menghampiriku dan menggenggam kedua pundak Sofia agar bisa memliki ketenangan . Ia pun mengaliri energi kehangatan kepada Sofia , alhasil membuat Sofia agak rileks barang sedikit. Namun tetap saja , ada sesuatu dari sang pendeta sehingga membuat Sofia sampai menggigil dingin bercampur ketakutan .


"Hati hati Rista , pendeta ini .." Ricky memperingatkan


"Iya aku tau , aku paham benar aku harus bagaimana . Karna waktu di sekolah dunia fana aku selalu berhadapan dengan orang yang seperti dia ." Rista berjalan mengitari gereja dan mendapati pendeta sedang berjalan di samping kiri gereja , tepat berseberangan dengan posisi mereka saat ini.


"Permisi pak , saya ingin jalan jalan sebentar boleh ? sekalian ada yang ingin kami ketahui tentang bunga bunga yang ada di rumah kaca " Rista memberikan alasan yang lumayan tidak masuk akal.


"Mengapa harus rumah kaca pada gereja ? bukan kah bisa melihatnya di toko bunga ?" tanya sang pendeta dengan penuh selidik.


"Karena ini kilometer lima belas , dan penjual bunga yang biasanya kami datangi tutup. Awalnya kami ingin ke taman budidaya alam yang ada di gang di dalam pertigaan di sana pak, hanya saja tempatnya sudah tutup. Jadi apa boleh kami meminta izin untuk melihat lihat sebentar ? sekaligus teman saya ingin berdoa kepada Tuhan ke dalam gereja " Rista menoleh ke arah Ricky sembari mengedipkan matanya .


Ricky mau tak mau harus berusaha terlihat seperti umat kristiani yang tulen .

__ADS_1


"Ah, iya . Besok kami ada ujian praktek observasi atas tanaman hias. Hanya saja teman saya yang Sofia ini merasa tak enak badan sedari tadi siang . Jadi kami kesorean untuk melakukan observasi. Semoga saja pak pendeta memberi izin kami melakukan observasi dan membolehkan aku untuk masuk supaya bisa berdoa kepada Tuhan ." Ricky mengulum senyum dengan tulus .


"Oh, begitu? baiklah. Tetapi aku baru bisa membuka gereja sekitar lima menit kedepan . Jadi tunggu dan sabar dulu ya." si pendeta pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih terdiam di tempat masing masing .


"Oke kalau begitu , kau dan Sofia pergi ke rumah kaca. Biar aku yang menyelidiki bagian dalam gereja ." ujar Ricky dengan suara yang agak sedikit berbisik .


"Ya tentu, dengan kondisi seperti ini mana bisa Sofia masuk ke dalam gereja . Yang memliki koneksi langsung ke Justin kan kamu, jika ada apa apa berikan data yang kamu ketahui dan berikan ke Justin agar nanti kita bisa menghubungkan semuanya" perintah Rista.


Ricky dan Sofia mengangguk. Bagaimana pun yang mengetuai team ini adalah Rista , jadi keputusan ada di tangan Rista .


Tak lama setelahnya pintu aula gereja berderit terbuka dan keluarlah sang pendeta dari dalam nya


"Mari nak , masuk. Segalanya sudah aku rapikan sedemikian rupa supaya kamu nyaman di dalam " sang pendeta keluar dengan menggenggam Alkitab di tangan kirinya .


"Dan , dengan nak siapa?" sang pendeta menunjuk Rista .


"Siska, panggil aja Siska " Rista memberikan kode alis kepada Ricky dan ia mengangguk paham bahwa mereka harus memakai nama samaran.


"Oalah nak Siska . Mari saya antar ke rumah kacanya , karena kuncinya kebetulan saya yang pegang . Untuk petugas kebunnya sepertinya belum kembali dari rumah keluarganya . Mari.." sang pendeta menuntun Rista dan Sofia untuk berjalan ke arah rumah kaca .


Semoga berhasil kalian.


Batin Ricky yang sudah mulai merasakan firasat tidak enak .


***

__ADS_1


__ADS_2